Kiriman dibuat oleh Nisa Az Zukhrufi

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Tugas analisis

oleh Nisa Az Zukhrufi -
Nama : Nisa az zukhrufi
Npm : 2213053142

Tugas Analisis

Penanaman nilai moral di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangatlah penting. Hal ini untuk memotivasi agar anak mampu bersikap baik, sopan santun, bertata krama, bertanggung jawab dan taat kepada aturan tentunya juga taat kepada tuhan yang maha esa. Serta, membantu individu menjaga keharmonisan dilingkungan.

Cara menanamkan nilai moral dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat :
  1. Mampu menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan nilai moral anak
  2. Mengajarkan hal-hal positif seperti saling menghargai, menolong, menyapa.
  3. Mengajarkan sikap jujur
  4. Melatih tanggung jawab anak seperti meminta maaf sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam berbuata kesalahan.
Hambatan proses penanaman nilai moral :
  1. Karakter pribadi yang berbeda-beda
  2. Kondisi psikologis
  3. Lingkungan yang kurang baik
  4. Kurangnya penjelasan mengenai moral dan etika.
Trik atau Strategi :
  1. Mengajarkan ketelendanan kepada anak
  2. Membiasakan hal-hal positif, lalu memberikan apresiasi kepada anak
  3. Didalam keluarga, sekolah dan masyarakat pasti terdapat aturan. Anak harus taat terhadap peraturan
Nama : Nisa az zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis video 6
Drama Penerapan Nilai Moral Pancasila di Lingkungan Keluarga

Dari video tersebut, kurangnya pemahaman terhadap nilai moral yang di miliki santi membuat santi menjadi pribadi yang angkuh, egois, tidak memiliki tata krama, jahat, tidak sembahyang, dan mabuk-mabukan serta membangkang kepada orang tua. Berbeda dengan caca, caca yang mengerti dan paham akan moral di dalam keluarga, mampu menjadi pribadi yang baik, sopan santun, rajin sembahyang, suka menolong dan patuh terhadap orang tua. Maka, pentingnya penerapan nilai moral di keluarga agar tidak terjadi konflik sesama saudara.
Nama : Nisa az zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis video 5
Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan Kampus

Kehidupan Kampus merupakan awal pembentukan karakter mahasiswa. Setiap kampus mengupayakan untuk setiap mahasiswanya berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku, hal ini bertujuan mencetak generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat untuk terbentuknya moral yang baik.

Pendidikan pancasila berperan penting membangun jiwa nasionalis dan bermoral, karena butir pancasila mengandung makna dan menjadi pedoman bagi rakyat indonesia. Melalui pendidikan diharapkan peserta didik mampu menyerap nilai moral pancasila. Penerapan nilai moral pancasila diarahkan secara manusiawi dan alamiah.

Pendidikan kewarganegaraan berorientasi untuk mempersiapkan warga muda agar memiliki kemampuan terlibat dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat politik. Pada masyarakat indonesia multikultural budaya kewarganegaraan dibangun di atas fondasi kebajikan dan komitmen kewarganegaraan berdasarkan nilai pancasila.

Contoh masalah moral dilingkungan kampus :
  1. Vandalisme dan kekerasan
  2. Mencuri
  3. Mencontek
  4. Tidak terhormat pada pejabat publik
  5. Kekejaman terhadap sesama (bullying)
  6. Menyerang keyakinan orang lain yang berbeda
  7. Bicara kasar
  8. Pemerkosaan dan pelecehan seksual
  9. Bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negara
  10. Perilaku merusak diri seperti narkoba
Kita harus menanamkan nilai pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiwa.
Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis Jurnal 2

Nama jurnal : JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN
Volume : 2
Nomor : 1
Halaman : 30-44
Tahun terbit : 2017
Nama penulis : Ilham Hudi
Judul : PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL
PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA

Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral
Ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Tinjauan konsepsi moral yaitu nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat.

Konsep dasar karakter
Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.

Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
Ada enam pengetahuan
moral yang menjadi tujuan pendidikan karakter :
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Perilaku Moral (Moral Action)
Untuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga mampu melakukan tindakan bermoral atau justru menghalanginyakita perlu melihat lebih jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni : 
  1. kompetensi
  2. kemauan
  3. kebiasaan.
Pendidikan Orang Tua
Pendidikan karakter dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling berkaitan. Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang
terdiri dari :
  1. Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya
  2. Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian
  3. Kejujuran
  4. Hormat dan santun
  5. Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama
  6. Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah
  7. Keadilan dan kepemimpinan
  8. Baik dan rendah hati
  9. Toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Pada Penelitian yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP Negeri) di Kota Pekanbaru. Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa.
Nama : Nisa Az Zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis Jurnal 1

Nama jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Volume : 3
Nomor : 1
Halaman : 79-85
Tahun terbit : 2020
Nama penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL

Pembahasan

Kegiatan PKM dengan tema “Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial di Mts Insan Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang menggunakan Metode pelatihan dengan cara memberikan presentasi dan diskusi antara pemateri dan peserta dalam bentuk pengarahan yang disertai games dan kegiatan seru lainnya terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan.

Pada pelatihan menangkal degradasi moral dalam rangka kegiatan PKM hendaknya tim dosen ataupun berbagai pihak lain turut serta dalam mendukung program untuk membuat para generasi muda, termasuk pemuda agar mempunyai bekal moral baik yang berguna bagi mereka. Tidak hanya itu Siswa harus diarahkan dan dibantu agar tidak hanya cerdas dalam akdemis tapi mempunayi kemampuan softskill yang baik, terutama bagi siswa yang sedang mencari jati diri. Harapannya pelatihan-pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan.

Dari kegiatan ini, masyarakat akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan. Serta dapat bermanfaat kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung ataupun tidak.