Kiriman dibuat oleh Nisa Az Zukhrufi

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 1

oleh Nisa Az Zukhrufi -
Nama : Nisa Az zukhrufi
Npm : 2213053142

Analisis Video 2
Apakah Moral? The trolly problem

Skenario 1 : kamu sebagai pengemudi kereta yang bergerak laju, melihat di perlintasan rel ada 5 lima orang terikat. jika kereta terus melaju maka akan menabrak 5 orang tersebut. Kamu dapat menarik tuas kereta untuk berbelok karena ada cabang pintasan, namun di rel itu terdapat 1 orang terikat yang merupakan anggota keluargamu. jika kamu tidak melakukan apapun kereta tetap posisinya, maka kereta akan membunuh 5 orang. jika kamu berbelok, maka kereta akan menabrak 1 orang.

Skenario 2 : kereta bergerak laju pada satu pintasan, dipintasan tersebut terikat 5 orang. Dalam skenario ini kamu berada di atas jembatan yang berada diatas rel dan ntah darimana dan ntah siapa ada seseorang bertubuh besar di depanmu. jika kamu mendorong orang bertubuh besar, maka bobotnya dapat menghentikan kereta, sehingga 5 orang yang terikat selamat sedangkan orang bertubuh besar itu akan meninggal dunia. jika, kamu tidak melakukan apapun 5 orang akan meninggal dunia.

Dari kedua skenario tersebut, dapat disimpulkan bahwasanya moralitas sering menjadi alat pembenaran saat kita di posisi yang diuntungkan atau memiliki kepentingan. Karena pada akhirnya, moralitas hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.

Nama : Nisa az zukhrufi

Npm : 2213053142


Analisis Jurnal 2

Nama Jurnal : Dinamika Pendidikan

Nomor : 2

Halaman : 63-75

Tahun Terbit : 2008

Nama Penulis : Hidayati

Judul : Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi

Pembahasan :

Pengertian Nilai

Nilai adalah sesuatu yang berharga, indah, berguna, sesuatu yang memperkaya batin, dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Nilai berfungsi untuk mendorong, mengarahkan sikap dan perilaku. Nilai adalah energi untuk menggerakkan seseoranh untuk bersikap dan bertindak.

Ada empat kelompok nilai menurut Max Scheler yaitu nilai religius, nilai kejiwaan, nilai, nilai kehidupan, nilai kenikmatan. Pendidikan nilai bagian dari integral kegiatan pendidikan karena dasar pendidikan melibatkan pembentukan sikap, watak, dan kepribadian peserta didik.

Globalisasi dan Dampaknya Terhadap Nilai-nilai dan Moral

Pengaruh positif globalisasi diberbagai kehidupan terhadap nilai dan moral :

1. Aspek politik : pemerintah yanh secara terbuka, demokratis, jujur, bersih, dinamis akan mendapat tanggapan positif dari rakyat

2. Aspek ekonomi : terbukanya pasar internasional meningkatkan peluang kerja dan devisa negara.

3. Aspek sosial-budaya : pola pikir yang etos, displin dapat meningkatkan kemajuan bangsa.

Pengaruh negatif globalisasi diberbagai kehidupan terhadap nilai dan moral :

1. Aspek ekonomi : hilang rasa cinta terhadap produk dalam negeri.

2. Lupa akan identitas diri sebagai bangsa indonesia karena cenderung meniru budaya barat.

3. Terjadinya kesenjangan sosial karena persaingan bebad globalisasi ekonomi.

4. Munculnya sikap individualisme, yang menimbulkan ketidakpeduliaan antar sesama warga.

Hal ini terjadi karena pengadopsian budaya luar secara berlebihan dan terkendali, serta persepsi yang di telan mentah-mentah tanpa mengenal lebih jauh budaya luar secara arif dan bertanggungjawab.

Mengapa Pendidikan Nilai Gagal?

Diakui atau tidak, Pendidikan tidak diarahkan untuk memanusiakan secata "utuh" dan "parnipura", lebih di orientasikan pada hal bersifat materialistis, ekonomis, dan teknokratis dari sentuhan nilai moral, kemanusian, dan budi pekerti. Pendidikan mementingkan kecerdasan intelektual, akal, dan perasaan, emosi, dan spiritual. Akibatnya apresiasi out-put pendidikan terhadap keagungan nilai humanistik, keluhuran budi, dan budi nurani nihil.

Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral bagi Anak

Tujuan pendidikan adalah menjadikan peserta didik "manusia yang utuh sempurna", kesempurnaan ditunjukan dengan terbentuknya "pribadi yang bermoral". Sebelum masuk kedunia pendidikan formal (SD, SMP, SMA), anak seharusnya memperoleh pendidikan informal guna mempersiapkan dan memudahkan anak beradaptasi.

Syarat sehat mental di era globaliasi : kecerdasan (IQ), kecerdasan multiple, kreativitas tinggi, dan kecerdasan emosi. Untuk menanggulangi arus globalisasi memerlukan kesadaran tinggi, serta wawasan yang luas agar dapat memahami masalah global serta dapat memilih dan memilah informasi atau nilai yang perlu atau tidak, yang sesuai dengan nilai budaya kita atau tidak.

Nama : Nisa az zukhrufi

Npm : 2213053142


Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha

Volume : 9

Nomor : 3

Tahun Terbit : 2021

Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH

Nama Penulis :

1. Iwan Fajri

2. Rahmat

3. Dadang Sundawa

4. Mohd Zailani Mohd Yusoff

Pembahasan :

Landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh

Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. amanah qanun tersebut adanya kurikulum Aceh (kurikulum islami) sebagai landasan dalam menerapkan pendidikan di provinsi Aceh. Dengan ciri khas tersebut penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam.

Prinsip penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Aceh mengacu pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 5 Diatur.

Integrasi budaya islami dalam proses pendidikan di Aceh 

Pendidikan yang diselenggarakan di Aceh merupakan implikasi dari penerapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Aceh yang berbasis islami. Salah satu bentuk otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk provinsi Aceh ialah penerapan syariah Islam di Aceh dan pelaksanaan teknisnya diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Syariah Islam Di Provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Dalam konteks pendidikan nilai-nilai keislaman tercermin dalam visi, misi, tujuan dan kurikulum sekolah (Mulyadi et al., 2019). Integrasi budaya Islam dalam Manajemen Sekolah bertujuan untuk membentuk pola perilaku warga sekolah; Guru, tenaga administrasi, dan siswa yang relevan dengan hukum Islam (Maimun et al., 2019; Yusuf, Sanusi, et al., 2020). Ia menambahkan, budaya Islam di sekolah diperlakukan melalui beberapa aspek; (1) Budaya Disiplin, (2) Budaya berkomunikasi dengan sopan, dan (3) Menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif dan Islami. 

Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh

Penyelenggaraan Pendidikan Islami di Aceh adalah sebagai upaya untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik dalam rangka mewujudkan masyarakat Aceh (ureung Aceh) yang berperadaban dan bermartabat. Penerapan kurikulum islami mereka maknai pengintegrasian khasan (nilai-nilai keislaman) dengan materi pelajaran yang mereka asuh atau ajarkan.

Penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019).

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 2

oleh Nisa Az Zukhrufi -

Nama : Nisa Az Zukhrufi

NPM : 2213053142


Analisis video 2

Mirisnya Kekerasan dilingkungan Sekolah


Dari video tersebut terdapat masalah mengenai Kekerasan yang terjadi dilingkungan sekolah seperti perkelahian, bullying dan perundungan contohnya :

1. Pada September 2015 di SD Negeri 2 Kebayoran Lama, Jakarta. Siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi dengan teman sekelasnya dilingkungan sekolah, diduga karena perkelahian mulut

2. Pada Agustus 2017 di Sukabumi, Jawa Barat. Siswa kelas 2 SD meninggal dunia setelah berkelahi di halaman sekolah, diduga karena dirundung dan dilempar minuman beku

3. Pada November 2017 di SD Negeri, Kan. Bandung. Terjadi duel antara 2 siswa kelas 5 SD saat perlombaan senam hari guru diduga karena Pelaku terganggu korban yang menyalakan motor bising.

Kejadian tersebut terjadi karena kurangnya perhatian dan pengawasan dari pihak guru disekolah, selain itu juga kurangnya pengawasan orang tua, masyarakat. Aksi-aksi berkelahi, bullying perundungan dinilai kurangnya nilai moral pada diri sendiri, solusi yang dapat dilakukan untuk menangani masalah tersebut tentunya para guru, orang tua, masyarakat harus mampu menekankan dan menerapkan nilai dan moral dikehidupan sehari-hari agar kekerasan tidak terjadi.

Nama : Nisa Az Zukhrufi

Npm : 2213053142

Nama jurnal : Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora

Nomor/vol : 1/1

Halaman : 90-105

Tahun terbit : 2010

Nama penulis : H. Wanto Rivaie

Judul jurnal : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA


PEMBAHASAN :

Membangun Hubungan Interpersonal Antar Bangsa

Nilai-nilai hubungan antar warga bangsa dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera. Nilai-nilai hubungan antar manusia terkait dengan kedudukan manusia sebagai makhluk Sosial, dan sekaligus sebagai makhluk individual.

Pendidikan Generasi Muda Yang Memiliki Jati Diri Indonesia Yang Berkadar Modern

Pembinaan generasi muda (SDM) melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, dalam membina kepribadian sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak lepas dari filsafat hidup atau pandangan hidup seseorang, masyarakat atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan. Jati diri generasi muda dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat atau oleh usaha yang terprogram, direncanakan dengan baik, dan sistematis/modern (Jalaluddin, dan Abdullah Idi, 2007,184-185). 

Diperlukan Pendidik Dalam Arti Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru, Dosen, Tokoh Masayarakat Formal/Non Formal)

Tokoh pendidikan Nasional menyatakan ada tiga pusat lingkungan pendidikan/tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Di keluarga pendidikan dilakukan oleh orang tua, di sekolah oleh guru-guru, di masyarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat atau para instruktur. Pendidikan dalam arti luas sangat berperan dalam upaya memanusiakan manusia yang memiliki jati diri yang khas dari seorang individu.

Penciptaan Suasana Yang Kondusif Aktif, Efektif, Komunikatif Penuh Nilai Kreatif Dan BertanggungJawab

Menciptakan suasana pendidikan yang kondusif aktif, efektif, komunikatif perlu dibangun interaksi timbal balik dua arah yang akan melahirkan masukan dan hasil. Hal ini dilakukan agar tujuan tercapai. Melalui pendidikan arti luas maupun sempit, ketidakberdayaannya memerlukan bantuan orang lain.

Peranan Strategis Pendidikan Agama dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik dalam Kondisi Masyarakat yang Pluralistis

Dengan landasan pendidikan agama yang dilakukan di keluarga, sekolah dan masyarakat dengan sebaik-baiknya, maka akan terbangun kepribadian peserta didik yang memiliki nilai-nilai moral yang termaktub dalam pancasila. Dan membangun peserta didik dan warga bangsa yang selalu menjunjung tinggi, dan menerapkan dalam hidup sehari-hari pola perilaku yang sesuai dengan agama yang dianutnya.

Faktor-Faktor Personal Yang Mempengaruhi Tindakan Manusia

Ada dua macam pendekatan dalam pembentukan prilaku manusia. Kedua pendekatan ini menekankan faktor-faktor psikologis dan faktor-faktor sosial, istilah lain faktor-faktor yang timbul dari dalam individu (faktor personal), dan faktor-faktor berpengaruh yang datang dari luar individu (faktor environmental).