Posts made by Ivo Yuniarta 2213053231

Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053112
Kelas: 3G

Analisis Video yang Berjudul “Potret Pendidikan di Dusun Terpencil”.

Hasil Analisis:
Dalam video tersebut menggambarkan suatu Kondisi sekolah yang tidak memadai untuk melaksanakan pembelajaran. Sekolah yang terletak di dusun terpencil ini sangat membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Dalam proses pembelajaran terpaksa menggunakan teras sebagai ruang kelas karena keterbatasan ruangan. Di sekolah tersebut hanya memiliki enam ruangan, dengan lima di antaranya digunakan sebagai ruang kelas, dan satu sebagai ruang guru, bahkan tidak memiliki perpustakaan sekolah. Keterbatasan ruang kelas memaksa sebagian siswa belajar di luar, bahkan di bawah pohon. Dengan begitu keadaannya siswa tetap bersemangat untuk bersekolah. Setiap hari peserta didik untuk berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki hingga dua kilometer setiap hari untuk bisa bersekolah.

Saat pandemi Covid-19 pembelajaran sekolah dipindahkan secara daring, namun sekolah ini mengalami kesulitan saat pandemi Covid-19 karena tidak adanya akses internet. Oleh karena itu, pihak sekolah tetap melaksanakan sekolah secara tatap muka. Di dalam video juga Pihak sekolah dan masyarakat setempat berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sekolah ini.

Dapat disimpulkan bahwa masih banyak daerah daerah terpencil yang belum dapat perhatian dari pemerintah. Sepertinya halnya internet, kualitas dalam pendidikan, insfratruktur jalan, dan kendaraan. Harapannya pemerintah dapat segera membuka mata terkhusus untuk dunia pendidikan yang merupakan pokok penting dalam kualitas anak bangsa.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Identitas Jurnal
Judul : Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Volume, Nomor, dan Halaman:Volume 3, Nomor 3, halaman 17-27
Tahun : 2021
Penulis: Kanesa Putri dan Muhammad Eko Maryana
Tanggal Reviewer : 15 November 2023
Kata kunci: moral, etika, dan hukum

Hasil Analisis
Moral bangsa saat ini tidak lagi sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Hakikatnya manusia adalah makhluk bermoral. Untuk menjadi makhluk sosial yang memiiki kepribadian baik serta bermoral tidak berjalan secara
otomatis, perlu suatu usaha yang disebut pendidikan. Etika ataupun moral memiliki peran yang sangat penting yaitu untuk mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan baik. Etika dan moral lahir dari kebiasaan mayarakat yang sesuai dengan ajaran biasanya hukum adat dan hukum agama yang di anut. Sehingga menghasilkan etika kebiasaan yang sesuai dan moral yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan keharmonisan dalam masyarakat. Hukum yang baik adalah hukum yang tidak mengabaikan etika. Masalah moral dan etika bisa menjadi perhatian orang diman saja, baik dalam masyarakat yang belum maju maupun masyarakat yang telah maju. Salah satu penyebab terjadinya kehilangan etika dan moral khususnya pemuda pada era globalisasi ini dikarenakan tidak adanya pasal dan sanksi yang mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, sehingga masyarakat Indonesia. Ada 3 upaya internal (dari dalam) yang bisa diterapkan untuk meningkatkan moral bangsa, yaitu:
1. Meningkatkan peran keluarga dalam
membentuk moral
2. Menciptakan lingkungan yang baik dalam masyarakat
3. Membatasi teknologi yang ada

Selain upaya internal ada juga upaya
eksternal yang meliputi :
1. Mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah Salah satu upaya
2. Seminar tentang kesadaran hukum
3. Menegangkan HAM di masyarakat
4. Pemerintah harus bertindak

Kesimpulan
Etika dan moral dalam masyarakat ternyata ini bukan lagi hal yang sepele jika dilihat lebih serius untuk membahas lebih dalam. Karena setelah mengetahui dampak daripada perubahan zaman terhadap etika dan moral masyarakat sangat Komplek artinya dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Sedikit-sedikit etika dan moral yang dibentuk dari kebiasaan bangsa yang baik mulai luntur tertimbun zaman. Untuk mencegah terjadinya perubahan etika dan moral yang buruk pada masyarakat maka setidaknya harus membuat pencegahan dan aturan yang dapat menjamin bagaimana etika dan moral bangsa Indonesia.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat:
Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis: Suparlan Suhartono

Ajaran moral memuat pandangan-pandangan nilainilai dan norma-norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Norma moral adalah
aturan tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia”.
Sedangkan mengenai etika, ditandaskan bahwa “etika bukan sumber tambahan moralitas
melainkan merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran-ajaran moral”. Sifat hakikat manusia adalah sebagai makhluk
individu yang memasyarakat dan makhluk sosial yang individu. Perbedaan setiap potensi individual mengendap di dalam keutuhan masyarakat; dan sebaliknya keutuhan masyarakat tergantung pada sistem harmonisasi hubungan antar individu dengan keragaman potensi masing-masing. Jadi dapat dipahami bahwa pada satu sisi, kesempurnaan dunia hidup bersama tergantung pada optimalisasi pengembangan kepribadian individu. Pada sisi berlawanan, kesempurnaan kepribadian setiap individu tergantung pada kualitas sistem komunikasi yang berlaku di dalam dunia kebersamaan.

Kehidupan bermasyarakat adalah suatu sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi sebuah kekuatan sosial, agar kemudian tujuan bersama seluruh individu anggotanya dapat terwujud. Masyarakat bukan hanya tempat
berkumpul, melainkan suatu proses sosial di dalam mana setiap individu mendapat ruang gerak untuk melakukan berbagai aksi sosial. Kesadaran moral memiliki kekuatan memposisikan dan memfungsikan segala potensi individual untuk “social eforcement”, sedangkan masyarakat difungsikan sebagai sistem proses mencapai kesejahteraan umum. Fakta ikatan sosial saling mendidik, menunjukkan bahwa di dalam pendidikan terkandung benih moral, berupa dorongan sosial setiap orang untuk saling berbuat baik. Dengan sistem hubungan koeksistensial saling mendidik, berarti nilai kebenaran menyebar dan berkembang sehingga kehidupan bermasyarakat menjadi dinamis ke arah kemajuan. Hal itu berarti di balik dorongan moral saling mendidik juga menunjukkan adanya keadilan sosial.

Kesimpulan
Kesadaran moral yang kuat mendorong kreativitas untuk berproduksi secara terkendali menurut norma-norma etika ke arah terbentuknya kehidupan masyarakat berkeadilan. Oleh sebab itu, tiga pilar moralitas dan etika tersebut wajib ditanam dibina dan dikembangkan di dalam diri
setiap individu melalui pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan bermasyarakat. Jika berhasil, maka konflik kepentingan antara paham individualisme dan kolektivisme justru menjadi energi sosial untuk mendorong pertumbuhan kehidupan masyarakat berkeadilan.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Tanggapan saya mengenai hard skill dan soft skill. Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill Hard skill adalah keahlian yang bisa diukur dan dikuantifikasi. Sementara soft skill adalah keahlian yang bersifat subjektif. Hard skill biasanya dipelajari melalui pengajaran di sekolah, pelatihan, buku, dan lain-lain. Skill ini dapat dinilai oleh perekrut dengan aplikasi dan instrumen tertentu. Nilai, ijazah dan sertifikat juga merupakan bukti yang nyata kalau kamu memang benar-benar menguasai hard skill tersebut. Soft skill di sisi yang lain identik dengan kecerdasan emosional atau EQ seseorang. Selain itu skill ini juga identik dengan empati dan kemampuan interpersonal.Soft skill adalah kemampuan yang dibutuhkan oleh pekerjaan apapun. Cara terbaik untuk meningkatkan soft skill adalah dengan banyak berinteraksi dengan orang lain dan mengamati lingkungan sekitar.

Hard skill dan soft skill merupakan kemampuan yang sama-sama penting dan patut dipelajari dan juga dikembangkan. Jika seseorang mempunyai hard skill dan soft skill yang memadai, maka kinerja dia dalam melakukan pekerjaan juga akan berkualitas.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis Vidio yang berjudul "Pendidikan Moral Anak Sekolah (Pendidikan Pancasila)".

Hasil analisis vidio tersebut terdapat siswa yang berperilaku buruk, tidak beretika, dan tidak bermoral atas perbuatannya yang melemparkan kertas terhadap temannya saat pembelajaran berlangsung, menabrak guru hingga buku guru tersebut terjatuh tetapi tidak menolongnya, dan mengajak temannya untuk merokok dan minum alkohol.

Pendidikan Moral Pancasila adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan sikap, nilai, dan moralitas. Kemerosotan moral pada generasi milenial saat ini dibuktikan dengan banyaknya fenomena permasalahan sosial yang sering ditayangkan di televisi maupun yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Cara mengatasi kemerosotan nilai moral dan etika yaitu menanamkan mendirikan karakter, pembinaan di lingkungan sekolah perhatian di lingkungan keluarga, menciptakan lingkungan pergaulan yang kondusif, penerapan sanksi, kesadaran individu.