Kiriman dibuat oleh Ivo Yuniarta 2213053231

Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Identitas Jurnal
Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam
Masyarakat
Volume, Nomor, dan Halaman:Volume 3, Nomor 2, halaman 197-200
Tahun : 2015
Penulis: James
Tanggal Reviewer : 21 November 2023
Kata kunci: Moralitas, Agama

Hasil Analisis
Budaya global yang dibangun dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi khususnya media informasi telah membawa berbagai perubahan, terutama perubahan tata nilai dalam kehidupan manusia. Beberapa contoh relevan yang merusak moral yaitu, seks bebas, dan pornografi. Beberapa faktor yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- Faktor spiritual, Seperti kita ketahui
bahwa dalam agama-agama, terdapat nilai-nilai yang mengatur kehidupan moralitas, oleh karena itu pendidikan agama terhadap masyarakat sangatlah perlu, agama apapun yang ia anut.
- Faktor keluarga, Memelihara keharmonisan keluarga dan ketentraman rumah tangga sangat menentukan bagi pencegahan dan keterlibatan anggota keluarga masuk kedalam permasalahan moralitas yang ada.
- Faktor lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor yang sering menyebabkan orang jatuh kedalam permasalahan moralitas, seperti ungkapan “pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik” artinya dimana pun kita berada dan dengan siapa kita bergaul, ini akan berdampak pada cara hidup kita.
- Faktor Pendidikan, secara umum semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin luas pengetahuan dan pengalamannya.

Kesimpulan
Masalah moralitas merupakan masalah yang tak henti-hentinya menjadi persoalan kita. Karena mau tidak mau kita sebagai manusia yang berada di lingkungan sosial budaya yang beragam. Karena itu mari kita saling menjaga diri dan keluarga masing-masing agar tidak
masuk ke dalam permasalahan moralitas tersebut.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Identitas Jurnal
Judul : PENDAPAT TENTANG MORAL DI ZAMAN SEKARANG
Volume, Nomor, dan Halaman:Volume 1, Nomor 2, halaman 54-56
Tahun : 2015
Penulis: Ni Komang Rani Pradnyani
Tanggal Reviewer : 21 November 2023
Kata kunci: Moral, Nilai-Nilai Etika, Analisis Kesusilaan

Hasil
Adanya informasi kemajuan di satu sisi remaja merasa diuntungkan dengan adanya media yang membahas seputar masalah dan kebutuhan mereka. Dengan adanya hal tersebut, media telah memberikan peran besar dalam pembentukan budaya dan gaya hidup yang akan mempengaruhi moral remaja. Moral adalah karakter atau nilai yang ada atau melekat pada pribadi seseorang atau pada setiap individu. Tolak ukur dalam berprilaku bermoral sesuai dengan nilai-nilai, etika, atau kesusilaan sesuai dengan nilai-nilai kaidah atau kebenaran. Perlu adanya tripusat yang informal seperti keluarga dan masyarakat misalnya dalam
keluarga bagaimana orang tua dalam keluarga mendidik anaknya dengan baik dan benar, dengan cara menanamkan sifat dan sikap yang baik serta sopan dan santun sejak dini melalui contoh-contoh sederhana yaitu menanamkan nilai-nilai agama dalam diri anak untuk meyakini keilahiannya. Moralitas yang mampu mengedepankan nilai-nilai moral,
terutama nilai-nilai pancasila, karena
pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mampu menjadi tolak ukur kehidupan masyarakat indonesia.

Kesimpulannya
berbagai masalah yang muncul tak terkendali, generasi muda terpelajar baik pelajar maupun pelajar harapan bangsa tawuran antara sesama bagaikan lawan yang abadi. Oleh karena itu generasi muda memerlukan perbaikan yang lebih melalui membangun karakter pendidikan. Hilangnya moral para remaja adalah suatu hal yang telah banyak disaksikan di seluruh pelosok bumi nusantara, termasuk di Indonesia. Moral remaja yang telah hilang termasuk dalam kenakalan remaja.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053112
Kelas: 3G

Analisis Video yang Berjudul “Sepenggal Cerita Pengajar Muda Di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia”.

Hasil analisis video tersebut pengalaman nyata dari seorang anak muda yang rela melepaskan karir dan kemapanan kehidupan kota demi menjadi guru dan mengajar di desa-desa terpencil di seluruh pelosok negeri selama satu tahun. Kali ini gerakan Indonesia mengajar yang ditempatkan di desa Tanjung matol Nunukan kalimantan Utara. Tanjung matol ini berada di kecamatan sembakong Nunukan waktu tempuhnya saja bisa sampai 7 jam perjalanan dari kota Kabupaten dapat dijangkau dari Nunukan lewat laut dan sungai berhenti di dermaga pembeliangan lanjut jalan darat.

Orang tua di sana masih kurang sadar pentingnya pendidikan anak perempuan bahkan banyak yang menikah di usia dini sekitar umur 12 tahun atau lulus SD sudah ada yang melamar, kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak jadi persoalan terkadang dapat di kelas yang hanya terisi oleh segelintir anak ada lagi pekerjaan rumah yang harus aku selesaikan. Saat ia mengajar di SDN 11 sembakong ia berupaya untuk menarik perhatian siswa agar ingin belajar di sekolah seperti halnya menghias kelas. Lalu, tahun ini mulai memberi bonus untuk murid yang berprestasi hadiah. Hadiah dari Pak Asri cukup unik bukan berupa barang atau uang melainkan sebuah perjalanan ini bagaimana untuk memotivasi mereka supaya mereka lebih rajin lagi ke sekolah lebih giat lagi belajar.

Warga di sana biasa melakukan aktivitas berburu dan meramu. Pada sore hari pergi ke hutan untuk mencari pakis sayuran favorit warga matol yang tumbuh liar berbekal parang dan tas aku ditemani adik-adik angeli dan seorang kawan yang masuk hutan. kami petik pucuk-pucuk pakis yang masih muda. Dengan berasa di sini lebih lagi mengucap syukur dalam segala hal jadi orang yang lebih rendah hati lagi selama saya di sini, saya belajar bagaimana keberagaman itu enam bulan lebih Aku tinggal di sini semua masih sesuai dengan harapanku bahkan Tuhan telah memberiku pengalaman baru yang amat berharga.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053112
Kelas: 3G

Analisis Video yang Berjudul “Film Pendek Korupsi - Pelajar Anti Korupsi”.

Hasil analisis video tersebut terdapat seorang pelajar yang mengorupsi uang Fotokopi yang seharusnya Rp. 5000 menjadi Rp. 10.000. Pelajar tersebut melakukan perbuatan tercela yang merugikan orang lain. Pelajar tersebut tersadarkan oleh temannya yang tidak sengaja berbicara tentang Korupsi di Indonesia. Korupsi bukanlah hanya untuk yang besar saja, tetapi korupsi juga bisa dimulai dari hal-hal yang kecil.

Generasi muda merupakan lapisan terbawah dari masyarakat yang umumnya terdiri dari anak-anak, remaja dan pemuda. Generasi muda memiliki arti yang amat penting dalam tatanan kehidupan suatu bangsa. Upaya yang dapat dilakukan untuk penanaman pola pikir, sikap dan perilaku antikorupsi yaitu melalui pembelajaran anti korupsi yang harus ditanamkan dalam setiap sekolah karena pembelajaran anti korupsi adalah proses pembudayaan. Pembelajaran anti korupsi adalah usaha sadar dan sistematis yang diberikan kepada pelajar berupa pengetahuan, nilai-nilai, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan agar pelajar mau dan mampu mencegah dan menghilangkan peluang berkembangnya korupsi.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053112
Kelas: 3G

Analisis Video yang Berjudul “Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Begini hasil perbedaan pendidikan dasar Jepang dan Indonesia”.

Perbedaan pendidikan dasar Jepang dan Indonesia, yaitu:
1. Kebersihan sejak dini
Indonesia merupakan salah satu negeri yang paling sering nyampah di dunia. Bukan hanya sampah fisik tapi juga menyampah di media sosial. Kebiasaan nyampah bisa terjadi karena tidak diajarkan di dalam kurikulum pendidikan. Berbeda dengan Jepang, kalau sekolah di Jepang tidak memiliki petugas kebersihan, hal ini menyebabkan iklim Jepang mengharuskan semua siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelas mereka sendiri.
2. Makan bareng
Sekolah di Indonesia pasti punyai kantin belum lagi jajanan di luar sekolah pokoknya ya makanan untuk para siswa sekolah. Dunia pendidikan Jepang mengatur makanan sesuai di sana mulai dari menu yang disiapkan gizi dalam makanan sampai cara mereka makan siang siswa di Jepang akan dilakukan bersama-sama dan diikuti oleh para guru. Kegiatan makan siang bersama ini dilakukan untuk membangun hubungan positif antara siswa dan juga siswa dengan guru.
3. Mata pelajaran sedikit
Indonesia terkenal dengan jumlah mata pelajaran yang banyak, lalu berulang-ulang dalam seminggu. Di Jepang berbeda untuk pendidikan dasar di Jepang mata pelajarannya itu tergolong sedikit dan hanya diajarkan di hari tertentu doang jadi enggak bakal ada mata pelajaran yang berulang.
4. Pendidikan karakter
Pendidikan di Indonesia diwarnai dengan berbagai ujian mulai dari ujian tulis, membaca sampai nantinya jadi faktor dalam penaikkan. Pendidikan dasar Jepang awal pendidikan dasar mereka pada 3 tahun pertama para siswa ga dikasih ujian supaya mereka fokus dalam mempelajari karakter pendidikan. Seperti sopan santun, santun, tolong menolong, sopan di depan umum, dan pendidikan karakter lainnya. Hal ini dilakukan karena pihak pemerintah Jepang percaya kalau karakter pendidikan akan menjadi dasar yang baik untuk para siswa dan membantu pendidikan mereka.
5. Membaca
Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara soal minat membaca. Minat baca rendah ini terjadi karena orang Indonesia dan terbiasa membaca buku saat di sekolah. Jepang membiasakan para siswa untuk membaca buku selama 10 menit sebelum masuk pelajaran nah itulah mengapa Jepang memiliki minat baca yang tinggi .
6. perlengkapan sekolah
Perlengkapan sekolah juga mempengaruhi proses belajar siswa. Dunia pendidikan Jepang memang harusnya diberi gelar dunia pendidikan yang paling diperhatikan karena merhatiin sampai perlengkapan sekolah muridnya. Di Jepang nggak ada tas yang beda, sepatu beda kayak yang ada di Indonesia. Di Jepang semua serba sama mulai dari tas sampai sepatu itu udah ada yang disediain perlengkapan sekolah ini sengaja disamakan supaya nggak ada satu siswa pun yang minder dengan perlengkapan sekolah teman.
7. Seragam sekolah
di Indonesia ataupun seragam Jepang tetap diatur dalam dunia pendidikan. Tapi jika dibandingkan Indonesia lebih ribet daripada seragam sekolah Jepang. Di Indonesia ada tiga baju seragam umum yang merah putih untuk SD, lalu biru putih untuk SMP, kemudian ada juga baju batik, ada juga baju Pramuka. Kalau, di Jepang seragam siswa cuman ada satu macam, meskipun semua sekolah punya seragam yang berbeda-beda.

Meskipun sistem pendidikan Jepang punya banyak kelebihan tapi pendidikan Jepang juga punya minus tekanan belajar yang sangat mengerikan bahkan kasus bunuh diri di Jepang itu salah satu yang terbanyak di dunia.