Posts made by Ivo Yuniarta 2213053231

Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis Video 1 yang Berjudul “Refleksi Moral dalam Kehidupan Manusia”.

Hasil dari analisis video tersebut bahwa kita harus selalu menanamkan sikap baik dalam kehidupan kita sehari-hari seperti menolong dan membantu sesama kita. Maka akan menjadi keuntungan magis baiknya kita berikan kepada orang lain akan memberikan kebahagiaan dalam hidup kita serta lingkungan yang ada disekitar. Dengan rasa bersyukur berdampak bagi orang lain menolong sesama hidup sesuai dengan ajaran tuhan akan membuat hidup kita menjadi tenang dan akan dikelilingi oleh orang-orang baik. Jadi alangkah baiknya kita harus hidup berdampak positif bagi lingkungan sekitar kita dan orang-orang disekitar kita biasanya semakin banyak orang-orang baik yang ada di dunia ini dan di sekitar kita sikap kita terhadap kehidupan manusia pada saat ini adalah kita harus banyak-banyak bersyukur sesama dan mengasihi sesama kita. Hiduplah sesuai dengan ajaran dan kepercayaan yang kita anut hidup saling menghormati antar sesama kita tanpa membeda-bedakan suku ras agama dan lain sebagainya.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis Video 5 yang Berjudul “Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan kampus”.

Hasil dari analisis video tersebut bahwa kampus merupakan suatu awal pembentukan karakter seorang mahasiswa. Setiap kampus di Indonesia mengupayakan kepada mahasiswanya untuk selalu berpegang teguh pada norma dan hukum yang berlaku. Pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral kepada karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam dan menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kegiatan pendidikan diharapkan peserta didik menyerap nilai-nilai moral Pancasila. Masih banyak masalah moral yang ada di lingkungan kampus, yaitu:
1. Vandalisme dan kekerasan,
2. Mencuri,
3. Mencontek,
4. Tidak terhormat Pada pejabat publik,
5. Kekejaman terhadap sesama teman seusianya atau bullying,
6. Menyerang keyakinan
7. Bicara kasar,
8. Pemerkosaan dan pelecehan seksual,
9. Bertambahnya orientasi pada diri sendiri dan menurunkan tanggung jawab sebagai warga negar,
10. Perilaku merusak diri seperti narkoba.

Maka kita juga harus menanamkan nilai Pancasila untuk memperbaiki karakter mahasiswa Pancasila dapat menjadi basis Pendidikan karakter yang ada di Indonesia dengan fokus keberagaman toleransi dan keadilan sosial misalnya dengan menguraikan sila pertama menjadi bahan-bahan nilai dalam pendidikan karakter seperti itu transisi dan penghargaan terhadap kepercayaan lain.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis Video 3 yang Berjudul “Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral”.

Hasil analisis Video tersebut bahwa lingkungan hidup merupakan sebuah kehidupan di sekitar kita. Apabila lingkungan hidup tersebut terganggu dan mengalami kerusakan maka kehidupan dan tempat tinggal kita juga pastinya akan terusik. Adanya anggapan yang memandang bahwa pemanfaatan alam bagi manusia itu adalah hal yang wajar. Menebang pohon guna kebutuhan manusia juga adalah hal yang sangat lumrah, membuang sampah sembarangan dimanapun sepertinya masih merupakan suatu hal yang wajar karena belum ada aturan yang ketat. Kita tahu bahwa menebang pohon seenaknya atau membuang sampah sembarangan itu hal-hal yang jelas-jelas salah, tapi kita masih tetap sejak melakukannya berulang-ulang sebab kita itu diuntungkan tidak menjadi repot. Adapun terkait dengan masalah lain yaitu masalah etika dan moral masalah lingkungan hidup itu menjadi masalah etika karena manusia itu seringkali lupa dan kehilangan orientasinya dalam memperlakukan alam. Maka memperlakukan alam secara tidak bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan moral adalah tindakan yang paling menentukan kualitas baik buruknya hidup seseorang. Kajian perspektif etika dan moral melalui penyusutan sumber daya alam polusi pencemaran bisnis dan konservasi sumber daya alam. Penyusutan sumber daya alam sumber daya alam itu meliputi sumber daya lahan hutan dan air mineral. Sumber daya alam yang dieksploitasi pastinya akan mengalami penyusutan dan menimbulkan dampak bagi lingkungan yaitu udara, tanah, air, suara, dll.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berkembangnya pasar maka konservasi sumberdaya alam dan lingkungan mempunyai prospek yang sangat luar biasa peluangnya untuk kegiatan bisnis baru. Akan tetapi eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam itu akan menimbulkan biaya yang nantinya jauh lebih besar dari pada manfaat ekonomi yang bisa kita ambil. Melalui bencana alam dan dampak kerusakan lingkungan terhadap kelangsungan hidup manusia berupa perubahan iklim yang semakin nyata dengan semakin tidak jelasnya batasan antara musim penghujan dan musim kemarau. Kawasan lindung itu kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama yaitu untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053112
Kelas: 3G

Analisis Video 2 yang Berjudul “Pengaruh lingkungan terhadap pendidikan moral”.

Hasil dari analisis tersebut bahwa kemerosotan nilai moral faktor utamanya disebabkan Perkembangan iptek khususnya pada remaja-remaja di Indonesia. Menjadi perhatian masyarakat Indonesia untuk menemukan solusi yang baik. Moral sendiri memiliki rasa tidak berwujud. Dapat dikatakan bahwa moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk, layak tidak layak, dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri yang diajarkan oleh agama, orangtua, dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari-hari. Pendidikan moral ditumbuh kembangkan di lingkungan sekolah atau di setiap pendidikan juga di lingkungan di rumah sendiri yang merupakan faktor keluarga juga faktor masyarakat. Adanya rasa kemanusiaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dapat melahirkan moral yang baik dan juga memiliki nilai musyawarah untuk rakyat dan serta keadilan setiap masyarakat kemasyarakatannya. Terdapat tiga faktor-faktor yang menjadi penyebab sistem pendidikan moral, yaitu:
1. Kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga
2. Adanya pengaruh dari globalisasi
3. Kurangnya peranan dari agama lingkungannya maupun di setiap individu itu sendiri

Maka dari itu untuk membangun kualitas anak-anak bangsa untuk memiliki moral yang baik tidak bisa hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan. Pemerintah dan masyarakat juga harus turun tangan untuk membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dan membangun lingkungan baru yang mendukung tumbuh kembang seseorang dalam berbagai aspek terutama pendidikan moral dan karakternya. Pada usia remaja menuju dewasa khususnya bagi para mahasiswa pembentukan moral dan karakter seharusnya bisa dikondisikan dan dibenahi melalui diri sendiri tetapi di perkuliahan mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai moral pada mata kuliah pendidikan Pancasila untuk menyempurnakan pembentukan dari moral yang sudah dimiliki.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Identitas Jurnal
Judul : PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Volume, Nomor, dan Halaman:Volume 2, Nomor 1, halaman 30-44
Tahun : 2017
Penulis: Ilham Hudi
Tanggal Reviewer : 28 November 2023
Kata kunci: Pengetahuan Moral, Perilaku Moral, Pendidikan Orang Tua

Hasil Analisis
Di negara-negara maju, pembangunan karakter menjadi satu elemen penting dalam proses pendidikan guna menerapkan kembali nilai-nilai yang baik dan menyaring segala bentuk unsur negatif yang dapat mempengaruhi tingkah laku kalangan anak-anak dan tidak terkecuali kalangan remaja. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter, yaitu:
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
Anak-anak harus mengetahui bahwa tanggung jawab moral pertama mereka adalah menggunakan akal mereka untuk melihat kapan sebuah situasi. Aspek kedua dari kesadaran moral adalah kendala-untuk bisa mendapatkan informasi.
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)Mengetahui sebuah nilai moral berarti memahami bagaimana menerapkannya dalam berbagai situasi.Apa artinya "tanggung jawab" ketika Anda melihat seseorang merusak barang milik sekolah atau mengambil sesuatu yang bukan milik mereka.
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, membayangkan bagaimana mereka akan berpikir, bereaksi, dan merasa.
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
Seiring dengan perkembangan penalaran moral anak-anak, dan riset menunjukkan pada kita bahwa perkembangan terjadi secara bertahap, mereka akan mempelajari mana yang termasuk sebagai nalar moral dan mana yang tidak ketika mereka akan melakukan sesuatu.
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
Mampu memikirkan langkah yang mungkin akan diambil seseorang yang sedang menghadapi persoalan moral disebut sebagai keterampilan pengambilan keputusan reflektif.
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Memahami diri sendiri merupakan pengetahuan moral yang paling sulit untuk dikuasai, tetapi penting bagi pengembangan karakter.

Perilaku moral adalah produk dari dua bagian karakter lainnya. Jika orang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional seperti yang baik, mereka memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benar. Untuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga mampu melakukan tindakan bermoral atau justru menghalangi kita perlu melihat lebih jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan. Pembinaan imtaq dan pembudayaan pada dasarnya meliputi pembinaan terhadap keyakinan, sikap, budi pekerti, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Aspek-aspek tersebut dapat berkembang apabila ada pemahaman dan wawasan keagamaan dan budaya yang diperoleh dari proses alih.

Kesimpulan
Pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa. Dalam lingkungan keluarga dan masyarakat, proses alih nilai berlangsung secara lebih berkesinambungan sehingga interaksi berlangsung lebih efektif dibandingkan yang terjadi di kelas. Di samping faktor pembiasaan dan peneladanan, pembinaan imtaq dan pembudayaan dalam keluarga juga akan lebih berhasil karena adanya penghayatan terhadap nilai-nilai agama yang melahirkan keyakinan, sikap, perilaku dan budi pekerti dan akhlak yang seperti yang di atas.