གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ivo Yuniarta 2213053231

Pembelajaran PKN SD 2024 -> Aktivitas 1

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 4G

Metode pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SD sesuai dengan Kurikulum 2013 (K13) adalah metode yang berorientasi pada pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik seperti pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dengan metode ini memberikan proyek kepada peserta didik yang melibatkan penelitian, pemecahan masalah, dan pembuatan produk yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka, pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) yang menyajikan peserta didik dengan masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan meminta mereka untuk mencari solusi secara aktif dengan memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki, pembelajaran berbasis cerita (Storytelling): Menggunakan cerita, dongeng, atau narasi untuk memperkenalkan konsep-konsep kewarganegaraan kepada peserta didik, dan pembelajaran berbasis teknologi untuk menyajikan materi pembelajaran PKN secara menarik dan interaktif. Ini dapat mencakup penggunaan video pendek, animasi, atau permainan edukatif. Penting untuk dipahami bahwa pemilihan metode pembelajaran haruslah sesuai dengan karakteristik peserta didik, materi pembelajaran, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Metode yang tepat dapat memotivasi peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran dan meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep kewarganegaraan.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 4

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis Video 4 yang Berjudul “Bagaimana Cara Menjadi Anak yang Baik”.

Dalam video tersebut menjelaskan bahwa moral bangsa Indonesia semakin menurun. Disebabkan pendidikan moral mengalami banyak salah sasaran. Pertama zamannya PMP (Pendidikan Moral Pancasila) diubah menjadi PPKN (Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan) dan sekarang diubah lagi menjadi PKN (Pendidikan Kewarganegaraan). Karena nilai moral ini terus beradaptasi pada perkembangan zaman. Terdapat kriteria anak baik bahwasanya harus menyebrangkan nenek nenek karena terdapat teori di buku-buku yang berkaitan dengan nilai moral Pancasila. Tetapi, itu bukanlah menjadi patokan dibilangnya anak baik. Pendidikan moral akan berhasil apabila guru memberi stimulus agar siswa memberi respons sesuai dengan keinginan para pendidik dan dengan stimulus, respons itu anak didik. Kemudian memberikan reward kepada siswa yang berhasil dan memberi sanksi bagi siswa yang gagal, namun masih dalam koridor memanusiakan manusia.