གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ivo Yuniarta 2213053231

Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 2G
Analisis jurnal

1. Identitas Jurnal
a. Nama Jurnal: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
b. Halaman 201-212
c. Tahun Terbit: 2016
d. Judul Jurnal: Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Melaluin Demokrasi, Ham, Dan Masyarakat Madani
e. Nama Penulis: Aulia Roda Nasution

2. Isi Jurnal
Abstrak:
Indonesia mengalami proses pembentukan demokrasi meskipun berjalan lebih dari 30 tahun Orde Baru berkuasa pasca jatuhnya rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto yang lengser pada 21
Mei 1998. Transisi Indonesia menaiki demokrasi yang menyebabkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih menyelesaikan konflik melalui cara-cara yang tidak demokrasi, main hakim sendiri, memaksakan kehendak,
dan menerapkan politik uang sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi.

Pendahuluan:
Pendidikan kewarganegaraan dalam
pendidikan nasional bukanlah hal
yang baru di Indonesia. Tujuan
pendidikan kewarganegaraan pada dasarnya adalah menjadikan warga negara yang cerdas dan baik serta mampu mendukung keberlangsungan bangsa dan negara.

Pembahasan:
Pendidikan
Kewarganegaraan adalah mendidik generasi muda agar terbentuknya warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis, dan
beradab dengan pengertian mereka sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dan kesiapan
mereka menjadi bagian warga dunia. Menurut cendekiawan Nurcholish
Madjid, paling tidak ada enam (6) norma atau unsur pokok yang dibutuhkan oleh tatanan
masyarakat yang demokrasi yaitu sebagai berikut;
1) kesadaran akan pluralisme
2) musyarawah
3) PP cara – cara yang sesuai tujuan
4) norma kejujuran dalam pemufakatan
5) kebebasan nurani, persamaan
hak dan kewajiban
6) percobaan dan kesalahan

hak asasi manusia adalah
himpunan hak yang melekat pada hakikat manusia sebagai mahluk Tuhan yang Maha Esa dan merupaan anugrah-Nya yang wajib
dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara hukum, pemerintahan dan setiap
orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 butir 1
UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia). Di dalam HAM terdapat empat prinsip
dasar HAM yaitu:
1) kebebasan (diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk berkuasa)
2) kemerdekaan (manusia harus dibiarkan merdeka tidak boleh dijajah,
dibelenggu atau dipasung dalam bentuk apapun)
3) persamaan (tidak boleh membedakan manusia yang satu dengan lainnya)
4) keadilan (adanya persamaan di hadapan hukum dan pemerintahan)

Kesimpulan:
Pendidikan Kewarganegaraan (
Pendidikan Kewarganegaraan) merupakan pendidikan yang mendidik karakter bangsa
Indonesia agar terbentuknya warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis dan beradab. Menjadi sarana pertemuan beragam nilai
dan prinsip yang bersumber dari luar dan khazanah pemikiran dan nilai-nilai Indonesia.
Nama:Ivo Yuniarta
Npm: 2213053231
Kelas: 2G
Analisis vidio

Hakikat dan pentingnya PKN di perguruan tinggi

1. Pendidikan Kewarganegaraan yaitu Kata kewarganegaraan sendiri berasal dari kata warganegara yang berarti anggota dari suatu negara. Pendidikan Kewarnegaraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar cinta, setia, berani berkorban membela bangsa dan negara, dan juga berpikir kritis, analitis, demokrasi, berdasarkan Pancasila.

2. Landasan Ideal dan Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan
• Pancasila sebagai dasar negara (sebagai pandangan hidup, dan sebagai ideologi negara)
•Pembukaan UUD 1945
•Batang tubuh UUD 1945 (khususnya pada pasal 27 ayat 3 tentang bela negara,pasal 30 ayat 1 tentang pertahanan dan keamanan, pasal 31 ayat 1 tentang pendidikan)
•UU No 20 Tahun 1982 (tentang pendidikan bela negara)
•UU No 20 Tahun 2003 (pengembangan mata kuliah kepribadian)
•SK Dirjen DIKTI NO 43 Thaun 2006 (pengembangan mata kuliah kepribadian)

3. sumber sejarah, sosiologis dan politik pendidikan Kewarganegaraan
•Sumber Historis, yaitu substansi sebelum indonesia merdeka sudah dimulai .
•Sumber sosiologis pendidikan kewarganegaraan yakni masyarakat berperan untuk menjaga ,memelihara serta mempertahankan eksistensi negara bangsa.
•Sumber Politik, yang dibuktikan dengan termuatnya dokumen tentang kurikulum pendidikan kewarganegaraan 1957 - 2013 yaitu KKN

4. Agar dapat memanfaatkan pengaruh perkembangan positif Iptek untuk membangun dan memajukan negara dan bangsa disinilah dinamika, Esensi, dan Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan harus mendorong warga negara. Karena, masa depan pendidikan kewarganegaraan sangat ditentukan oleh eksistensi konstitusi negara dan bangsa Indonesia.

Pancasila PGSD 1G T.A 2022/2023 -> Forum Analisis Soal-2

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
Npm: 2213053231

1. Peran Pancasila sebagai paradigma disiplin ilmu yakni terkandung dalam sila ke lima. Dalam kandungan sila tersebut dapat diartikan bahwasanya seluruh kalangan masyarakat Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menuntut dan mengenyam bangku pendidikan. Yang menyebabkan kondisi disiplin ilmu di Indonesia akan semakin meningkat kedepannya.
1). Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Melengkapi ilmu pengetahuan menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irasional, antara rasa dan akal. Sila ini menempatkan manusia dalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.
2). Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu
3). Sila Persatuan Indonesia:
Mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain, sehingga supra sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk kelangsungan keseluruhan individualitas, tetapi tidak mengganggu integrasi.
4). Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan Mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa. Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkan secara perwakilan, sejak dari kebijakan, penelitian sampai penerapan massal.
5). Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Menekankan ketiga keadilan Aristoteles: keadilan distributif, keadilan kontributif, dan keadilan komutatif. Keadilan sosial juga menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitas dan inovasi

2. Seorang pemimpin harapan adalah seorang yang dapat mengaplikasikan sifat Amanah dalam kehidupannya. Seorang pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang dapat di percaya, memegang teguh kata-katanya, dan janji-janji yang di ikrarkannya. Jujur dalam segala tindakan, dan menegakkan keadilan. Berjanji sangatlah mudah di ucapkan namun bukanlah hal yang mudah untuk di tepati. Maka sebaiknya calon presiden atau calon-calon pemimpin masa depan, janganlah banyak menyampaikan janji-janji dengan hal-hal besar yang belum dapat di pastikan akan di tepati karena janji yang tidak dapat terlaksana menjadikan pemimpin yang penuh dengan kemunafikan.

Terimakasih.

Pancasila PGSD 1G T.A 2022/2023 -> Forum Analisis Soal-1

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
Npm: 2213053231

1. Perkembangan teknologi membawa dampak positif dan negatif. Salah satunya dampak negatif adalah tersebarnya berita hoaks yang makin merajalela. Hoaks bisa menjadi pemicu munculnya keributan, keresahan, perselisihan bahkan ujaran kebencian. Seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi bahkan bisa juga menyebarkan berita hoaks. Mengantisipasi berita hoaks:
-Jangan Mudah Terprovokasi dengan Judul Berita
-Bersikap Kritis terhadap Apapun yang Didapat
-Utamakan Logika
-Melaporkan Konten yang Mengandung Hoax

2. Dengan berkembangnya zaman dan berkembangnya IPTEK yang semakin canggih dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila terdapat dampak negatifnya, salah satu bullying berunsur SARA dan berita hoaks di media sosial, pengguna media sosial tidak mengenal umur dan gender membuat pengguna media sosial bersemena-mena dengan pendapat yang mereka keluarkan. Selain contoh bullying juga ada penipuan online, di mana penipu-penipu yang berkeliaran di online mempunyai sikap yang individualis karena tidak memikirkan orang lain yang mereka tipu dan tidak berkemanusiaan, juga penyebaran pornografi di banyak platform itu juga termasuk permasalahan perkembangan Iptek.
mengatasi permasalahan Iptek yang ada di Indonesia ini, dengan menganut Tuhan yang kita percayai sangat mencerminkan sila pertama, ketuhanan yang maha esa. Bergotong royong dan berperilaku kemanusiaan dan adil, tidak melihat orang secara rasis bahwa Indonesia berbeda beda budaya tetapi tetap satu maka terciptanya sila ke 3 yaitu persatuan Indonesia.

3. Solusi sikap konsumerisme pada jurusan PGSD. Mengajarkan kepada anak SD untuk rajin menabung, membeli barang yang didasarkan pada keinginan tanpa memahami betul apa kebutuhannya, beli produk-produk lokal agar lebih mencintai dan menghargai sebagai bentuk cinta budaya dan tanah air.

Terimakasih.