Nama: Ivo Yuniarta
Npm: 2213053231
Kelas: 2G
Identitas Jurnal
Judul jurnal : INTEGRASI NASIONAL
SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Halaman : hlm 1-7
Nama Penulis: Agus Maladi Irianto
Kata kunci: integrasi nasional, etnosentrisme dan konflik kepentingan
A. Pendahuluan
Negara dan bangsa Indonesia sejak proklamasi mempunyai banyak pengalaman. Mengalami perubahan
azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perubahan dari Orde Lama ke Orde Baru
ditandai dengan pemberontakan PKI 30 September 1965 hingga lahirlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Orde lama ditandai dengan perebutan pengaruh di
antara para elite politik negeri pada waktu itu. Kekuatan elit yang memiliki pengaruh pada waktu itu, di antaranya PKI, PNI, Masyumi dan militer (Angkatan Darat). masa Orde Baru terjadi perampingan parpol sebagai wadah aspirasi warga masyarakat sehingga dalam Pemilihan Umum 1977 terdapat tiga kontestan, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) serta satu Golongan Karya. Era Reformasi yang tidak memiliki platform secara jelas justru menimbulkan ketidakmenentuan dan kekacauan. Acuan kehidupan bernegara (kemerdekaan) dan kerukunan sosial (
keharmonisan sosial) menjadi berantakan dan menumbuhkan ketidakpatuhan sosial ( ketidakpatuhan sosial).
B. Identitas dan Integrasi Nasional
Identitas adalah representasi diri
seseorang atau masyarakat yang melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat dirinya sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Identitas bukanlah suatu yang selesai
dan final, tetapi merupakan suatu kondisi yang selalu disesuaikan kembali, sifat yang selalu mewujudkannya, dan keadaan yang
dinegosiasikan terus-menerus, sehingga wujudnya akan selalu tergantung dari proses yang membentuknya
C. Intergrasi Nasional Versus Otonomi
Daerah
Konsep integrasi nasional pada dasarnya sejalan dengan kondisi
Indonesia pada saat ini. Ketika terjadi
konflik antaretnik, konflik antardaerah.dalam jangka panjang bukannya tak mungkin akan menyebabkan menyempitnya
menghadapi yang hingga saat ini masih
terus melanda Indonesia. Konflik
antaretnik, konflik antardaerah, konflik rasa integrasi nasional, karena integrasi cenderung lebih didasarkan pada faktor-faktor etnis dan faktor daerah semata. Strategi budaya dalam hal ini mengacu pada kekuatan budaya yang berseberangan dengan
kedekatan dan pandangan hidup pelaku budaya dalam kaitannya dengan kerumitan budaya yang dianut.
D. Penutup
Integrasi nasional adalah jalan keluar untuk antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain seharusnya tidak perlu terjadi jika masing-masing pelaku konflik
menyadari bahwa pluralitas bangsa
Indonesia sudah menjadi sebuah
keniscayaan .