Posts made by Ivo Yuniarta 2213053231

Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231

Analisis Jurnal

1. IDENTITAS JURNAL
Judul Jurnal : Penerapan Nilai Moral Pancasila Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah
Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron , Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Tahun Terbit : 2022
Nama Jurnal : Jurnal Pemimpin Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan
Kata Kunci : Nilai Moral Pancasila, Generasi dan Anti Korupsi

2. PENDAHULUAN
Nilai moral ialah suatu pedoman yang mengatur bagaimana masyarakat berprilaku. Pendidikkan nilai moral berupaya menanamkan nilai nilai pada pancasila. Moral merupakan ajaran dari hal baik dan buruk, yang berkaitan pada tingkah laku dan perbuatan manusia. Ketika seseorang taat kepada aturan-aturan, kaidah-kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya yang terjadi, maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral dalam perwujudannya dapat berupa peraturan, prinsip-prinsip yang benar, baik, terpuji, dan mulia. Moral dapat berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang
mengikat kehidupan masyarakat, negara, dan bangsa.

3. METODE
Metode pada jurnal ini ialah sosialisasi, tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dan pembahasan pada jurnal ini ialah dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah memberikan materi tentang menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan untuk mewujudkan generasi emas. Pada dasarnya nilai, moral, dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia. pertama, berfungsi mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat.

5. KESIMPULAN
Kesimpulan pada jurnal ini adalah sosialisasi yang dilakukan pada generasi anti korupsi di SD Negeri Osiola untuk menerapkan nilai moral Pancasila sejak dini sebab mencegah hal buruk terjadi dan tertanam pada diri generasi tersebut agar mencegah ajakan atau dorongan negatif.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231

Analisis vidio

Lambang negara indonesia adalah garuda pancasil. Pada bagian tenggah burung garuda terdapat perisai yang berisi lambang sila pancasila. Setiap sila terdapat nilai-nilai yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” berlambangkan bintang. Di sila pertama mengajarkan kita agar percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya. Contoh pengamalan sila pertama yaitu bersyukur kepada Tuhan, melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut, tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain, berdoa sebelum dan sesudah makan menghormati agama orang lain.

2. Sila kedua berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” yang berlambangkan rantai. Di sila kedua kita diajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia, beberapa contoh pengamalan sila kedua yaitu membantu korban bencana alam, membantu Adik belajar, tidak berbuat kasar kepada orang lain, menolong teman yang kesulitan dan bersikap sopan pada orangtua, membantu adik belajar, dan menolong teman yang kesulitan.

3. Sila ketiga berbunyi “Persatuan Indonesia” yang berlambangkan pohon beringin. Di sila ketiga kita diajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia atau cinta tanah air. Contoh pengamalan sila ketiga mengikuti upacara bendera dengan tertib, mencintai dan bangga menggunakan barang atau produk buatan Indonesia, bermain dengan teman dengan rukun cara melestarikan budaya daerah dan berteman dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama.

4. Sila keempat berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan” yang berlambangkan dengan kepala banteng. Pada sila keempat kita diajak untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Contoh pengamalan sila keempat yaitu menyampaikan pendapat berdiskusi atau kerja kelompok, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada, saling menghargai pendapat, musyawarah dalam pemilihan Ketua Kelas.

5. Sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang berlambangkan dengan padi dan kapas. Di sila kelima kita diajak untuk bersikap adil terhadap sesama. Contoh pengamalan sila kelima tidak berbuat curang kepada orang lain, menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan suka menabung, melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang dan bergotong-royong ketika membersihkan kelas.

Untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, terutama di era modern yang kadang-kadang terasa telah terkikisnya nilai, moral, dan etika di kalangan generasi muda, adalah suatu tantangan penting. Pengamalan Pancasila harus dimulai dari pendidikan yang memasukkan nilai-nilai ini ke dalam kurikulumnya dan penting juga untuk memberikan contoh nyata melalui peran model yang mengamalkan Pancasila dalam tindakan sehari-hari. Generasi muda harus diberdayakan untuk menjadi agen perubahan yang mampu memelihara dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan modern, sehingga Pancasila tetap relevan dan memandu bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik.
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

IDENTITAS JURNAL
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Undiksha Vol. 9 No.3 (September, 2021)
Tahun terbit : September, 2021
Jilid : 9
Nomer : 3
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Penulis Jurnal : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff
Kata kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

HASIL ANALISIS JURNAL
Pengembangan moral siswa secara otomatis terkait dengan sistem pendidikan. Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembentukan akhlak di
kalangan peserta didik, bahkan menjadi tumpuan budaya masyarakat. Peran lembaga pendidikan juga penting untuk memperkuat perubahan sosial yang terjadi di Aceh. Perubahan sosial Pesatnya gaya hidup menyebabkan ketidak cintaan dalam budaya sosial di kalangan
remaja. Fenomena tersebut terlihat dari akhlak, gaya hidup, dan aktivitas sosial remaja dalam kehidupan sehari-hari (Nuriman & Fauzan, 2017). Proses pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pembentukan nilai-nilai kebaikan
siswa. Pembentukan nilai-nilai yang baik dapat mengarah pada kohesi siswa, iklim terbuka, komunikasi yang jujur, memperkuat hubungan, seni mendengarkan, kepercayaan, menyampaikan pesan positif kepada teman, ekspresi dan sentimen emosional, dan pertumbuhan harga diri (Sankar, 2004).

-Landasan penyelenggaraan pendidikan Islam di Aceh
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan moral dalam sistem kurikulum pendidikan di Aceh. Sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selian bidang agama, budaya dan politik. Aceh juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan, sehingga Aceh dalam proses penyelenggaraannya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh.
-Integrasi budaya Islami dalam proses pendidikan di Aceh
Secara filosofi kehidupan masyarakat Aceh, maka kurikulum pendidikan Islam sangat cocok dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat yang berbasis Islami. Penerapan kurikulum Islam tidak hanya fokus
pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Sehingga nilai-nilai Islam tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari (Praja et al.,
2020).
- Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh
Penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui
kurikulum Islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum Islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan
untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berdasarkan nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur (Yusuf et al., 2019)
.

Penyelenggaraan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan
keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami penerapan dan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum diskusi 2

by Ivo Yuniarta 2213053231 -
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Pendidikan nilai dan moral perlu diterapkan di sekolah karena pendidikan nilai dan moral itu sendiri yang sangat penting diberikan pada peserta didik yang berkaitan dengan kebersihan diri, kerajinan dalam belajar, keuletan dan disiplin waktu itu merupakan bagian dasar dalam memberikan pendidikan moral bagi peserta didik. Adapun pendidikan moral yang dapat diberikan, diajarkan dan ditanamkan pada peserta didik untuk bekal dalam lingkungan hidup sesama manusia mencangkup nilai-nilai moral sosial misalnya seperti kerja sama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab dan juga peduli. .

Fungsi pendidikan nilai dan moral untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik. Ciri khas yang menandai
nilai moral yaitu tindakan manusia
yang dilakukan secara sengaja, secara
mau dan tahu; dan tindakan itu
secara langsung berkenaan dengan
nilai pribadi (orang) manusia dan
masyarakat Indonesia (Salam,
2000:74).

Pandangan Elihami, dkk (2019:
8) tentang tujuan pendidikan moral
adalah membimbing para generasi
muda untuk memahami dan
menghayati Pancasila secara
keseluruhan dan setiap sila. Tujuan
akhirnya adalah agar dapat
menumbuhkan manusia-manusia
pembangunan yang dapat
membangun dirinya sendiri serta
bersama-sama menjalin hubungan
atas pembangunan. Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong.

Di sekolah peserta didik untuk memahami nilai-nilai yang penting, seperti rasa hormat, kejujuran, dan tanggung jawab. Dengan begitu siswa akan tumbuh menjadi individu yang memiliki moral yang baik dan tanggung jawab sosial yang tinggi, serta mampu memimpin ke arah yang lebih baik di masa depan. Oleh karena itu, sekolah sebaiknya memberikan perhatian yang sama pentingnya pada karakter pendidikan seperti yang diberikan pada pengetahuan akademik.

Di keluarga peserta didik menerapkan nilai Kejujuran, penanaman nilai Kerukunan, penanaman nilai Kerjasama, penanaman nilai Sopan Santun, dan penanaman nilai Disiplin.Orang tua juga dapat memainkan peran yang penting dalam membantu siswa memahami pentingnya karakter pendidikan.

Di masyarakat Peserta didik menyadari nilai-nilai kebaikan, dimana moral tersebut mencakup perilaku baik sesuai dengan aturan norma, menjadikan manusia sebagai individu yang bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, juga tentang sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk individu yang jujur , dapat dipercaya, dan bertanggung jawab. Peserta didik mengembangkan potensi agar berpikir positif dan berperilaku baik karena dinilai sangat membutuhkan pengetahuan tentang moral pendidikan, membangun rasa kekeluargaan di lingkungan bermasyarkat, meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam bernegara.

Terima kasih.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum 1

by Ivo Yuniarta 2213053231 -
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G
Prodi: PGSD

1. Bagaimana pembelajaran nilai dan moral diajarkan di sekolah dasar?
Pada sekolah dasar pembelajaran nilai dan moral diajarkan pada mengajarkan peserta didik untuk menanaman nilai-nilai moral dilakukan dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku pendidik yang menjadi contoh panutan mereka. Selain itu juga dapat ditanamkan diluar jam pelajaran seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena hal tersebut akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik.

2. Bagaimana pendidikan memberikan pengetahuan mengenai pendidikan nilai dan moral yang diajarakan pada peserta didik?
Pembelajaran nilai dan moral diajarkan pada peserta didik mengajarkan untuk
bertingkah laku didalam/ diluar kelas dengan baik namun kadang-kadang sedikit nakal, suka berkelahi kecil, menganggu teman namanya juga masih anak-anak yang mempunyai banyak sifat yang berbeda. Sehingga melalu tingkah laku tersebut, pendidik dapat membimbing, mendidik peserta didik agar lebih baik karena jikalau di didik sedari kecil maka ke depannya akan lebih mudah untuk melanjutkannya.

3. Berikan contoh y=hal yang dilakukan oleh peserta didik tentang penerapan pendidikan nilai dan moral?
Peserta didik dapat menunjukkan sikap hormat, sopan, dan santun kepada pendidik maupun orang yang lebih tua, teman sekelas, dan semua individu di lingkungan sekolah. Peserta didik mendengarkan dengan baik saat pendidik berbicara dan menghargai pendapat teman-teman. Peserta didik Menghormati perbedaan agama maupun keyakinan merupakan salah satu nilai moral yang harus dijunjung tinggi.

Terimakasih.