གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Ivo Yuniarta 2213053231

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231

Analisis Jurnal

IDENTITAS JURNAL
Judul : Pendidikan Nilai Dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Nama Jurnal : jurnal pendidikan Kewarganegaraan
Volume dan Halaman: Vol. 9, No. 3, Halaman 710 – 724
Tahun : 2021
Penulis: Iwan Fajri , Rahmat , Dadang Sundawa , Mohd Zailani Mohd Yusoff
Reviewer : Ivo Yuniarta
Tanggal Reviewer : 27 September 2023
Kata Kunci: Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

PENDAHULUAN
Pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembentukan akhlak di
kalangan peserta didik, bahkan menjadi tumpuan budaya masyarakat. Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Pendidikan Islam merupakan proses mempersiapkan generasi muda dalam mengisi peran, nilai
islami dan pengetahuan yang berhubungan dengan fungsi sebagai manusia dalam melakukan amalan di dunia dan menghasilkan pahala di akhirat suatu saat (Jandra, 2018).

TINJAUAN LITERATUR
Metode Banyak pakar mencoba mendeskripsikan konsep pendidikan nilai dan moral. Proses pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pembentukan nilai-nilai kebaikan siswa. Pembentukan nilai-nilai yang baik dapat mengarah pada kohesi siswa, iklim terbuka, komunikasi yang jujur, penguatan hubungan, seni mendengarkan, kepercayaan, bersikap positif kepada teman, ekspresi dan sentimen emosional, dan pertumbuhan harga diri (Sankar, 2004). Penanaman nilai kepada siswa di sekolah dapat dicapai melalui berbagai cara.

PEMBAHASAN
- Landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh
Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun
Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. Pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan syariat Islam dan budaya Aceh. Sedangkan pengembangan karir siswa dilakukan melalui kegiatan bimbingan konseling
(Suraiya, 2019) dan beberapa Kepala Sekolah di Aceh memberikan informasi bahwa sekolah
memberikan program layanan konseling bagi siswanya. Informasi ini dikuatkan oleh observasi
tahun 2019. Prinsip penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada transparansi, akuntabilitas,
demokrasi, dan pendekatan keteladanan. Selanjutnya penyelenggaraan pendidikan disesuaikan
dengan perkembangan teknologi dan era revolusi industri 4.0.

- Integrasi budaya islami dalam proses pendidikan di Aceh
Penerapan syariah Islam di Provinsi Aceh mengatur berkaitan dengan kehidupan masyarakat Aceh; Pendidikan politik, hukum, sosial, dan Islam di Aceh. Publik pertama Pemprov Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan Islam diatur dengan Kurikulum Pendidikan Aceh Islami merupakan amanah. Secara filosofi kehidupan masyarakat Aceh, maka kurikulum pendidikan islam sangat cocok dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat yang berbasis islami. Penerapan kurikulum islami tidak hanya berfokus pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.
Sehingga nilai-nilai islam tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

- Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh
Penerapan kurikulum islami mereka maknai pengintegrasian khasan (nilai-nilai keislaman)
dengan materi pelajaran yang mereka asuh atau ajarkan seperti mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang
berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur.

PENUTUP
Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui
kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 1

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231

Analisis Jurnal

IDENTITAS JURNAL
Judul : Pendidikan Nilai Dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Nama Jurnal : jurnal pendidikan Kewarganegaraan
Volume dan Halaman: Vol. 9, No. 3, Halaman 710 – 724
Tahun : 2021
Penulis: Iwan Fajri , Rahmat , Dadang Sundawa , Mohd Zailani Mohd Yusoff
Reviewer : Rohmah Shela Saputri
Tanggal Reviewer : 27 September 2023
Kata Kunci: Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

PENDAHULUAN
Pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembentukan akhlak di kalangan peserta didik, bahkan menjadi tumpuan budaya masyarakat. Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Pendidikan Islam merupakan proses mempersiapkan generasi muda dalam mengisi peran, nilai islami dan pengetahuan yang berhubungan dengan fungsi sebagai manusia dalam melakukan amalan di dunia dan menghasilkan pahala di akhirat suatu saat (Jandra, 2018).

TINJAUAN LITERATUR
Metode Banyak pakar mencoba mendeskripsikan konsep pendidikan nilai dan moral. Proses pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pembentukan nilai-nilai kebaikan siswa. Pembentukan nilai-nilai yang baik dapat mengarah pada kohesi siswa, iklim terbuka, komunikasi yang jujur, penguatan hubungan, seni mendengarkan, kepercayaan, bersikap positif kepada teman, ekspresi dan sentimen emosional, dan pertumbuhan harga diri (Sankar, 2004). Penanaman nilai kepada siswa di sekolah dapat dicapai melalui berbagai cara.

PEMBAHASAN
- Landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh
Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun
Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. Pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan syariat Islam dan budaya Aceh. Sedangkan pengembangan karir siswa dilakukan melalui kegiatan bimbingan konseling
(Suraiya, 2019) dan beberapa Kepala Sekolah di Aceh memberikan informasi bahwa sekolah memberikan program layanan konseling bagi siswanya. Informasi ini dikuatkan oleh observasi
tahun 2019. Prinsip penyelenggaraan pendidikan didasarkan pada transparansi, akuntabilitas,
demokrasi, dan pendekatan keteladanan. Selanjutnya penyelenggaraan pendidikan disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan era revolusi industri 4.0.

- Integrasi budaya islami dalam proses pendidikan di Aceh
Penerapan syariah Islam di Provinsi Aceh mengatur berkaitan dengan kehidupan masyarakat Aceh; Pendidikan politik, hukum, sosial, dan Islam di Aceh. Publik pertama Pemprov Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan Islam diatur dengan Kurikulum Pendidikan Aceh Islami merupakan amanah. Secara filosofi kehidupan masyarakat Aceh, maka kurikulum pendidikan islam sangat cocok dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat yang berbasis islami. Penerapan kurikulum islami tidak hanya berfokus pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.
Sehingga nilai-nilai islam tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

- Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh
Penerapan kurikulum islami mereka maknai pengintegrasian khasan (nilai-nilai keislaman)
dengan materi pelajaran yang mereka asuh atau ajarkan seperti mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur.

PENUTUP
Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

Analisis vidio yang berjudul " Apakah MORAL?The trolley problem"

Moral adalah baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya. Moral merupakan standar perilaku yang memungkinkan setiap orang untuk dapat hidup secara kooperatif dalam suatu kelompok. Moral dapat mengacu pada sanksi-sanksi masyarakat terkait perilaku yang benar dan dapat diterima.

-Kasus pertama, saya ikut bertanggung jawab terhadap akibat dari pengoperasian kereta tersebut.
- Kasus kedua, Saya tidak punya tanggung jawab di situ. Sehingga tidak ada tanggungjawab dari Saya untuk menyelamatkan mereka.
- Kasus ketiga, dimana rel yang 2 adalah anggota keluarga, dengan terpaksa Saya harus mengorbankan yang 5, dikarenakan tanggung jawab Saya terhadap keluarga lebih penting daripada tanggungjawab Saya terhadap pekerjaan Saya.

Moralitas menurut saya adalah ketepatan mengambil keputusan, dan tidak melibatkan diri didalam masalah yang bukan menjadi tanggung jawab kita. Tanggungjawab bisa menjadi kunci kita terhadap melakukan tindakan sesuatu. Perkara kita dipandang oleh masyarakat seperti apa, itu bukan soal. Karena kita tidak akan pernah bisa menyenangkan banyak orang.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 2

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231
Kelas: 3G

IDENTITAS JURNAL
Judul : Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Nama Jurnal : Dinamika Pendidikan
Nomor dan Halaman: No. 2, Halaman 63 – 75
Tahun : 2008
Penulis: Hidayati
Reviewer : Rohmah Shela Saputri
Tanggal Reviewer : 27 September 2023

HASIL ANALISIS
Pendidikan Indonesia telah gagal dalam membentuk manusia yang berkepribadian, beriman, menghargai, perbedaan, dan berakhlak mulia. Pendidikan juga gagal dalam mengembangkan nilai-nilai dalam diri peserta didik salah satu. Indikasi kegagalan tersebut adalah Indonesia pada saat ini termasuk salah satu negara yang terkorup di dunia. Ini dibuktikan dengan peristiwa-peristiwa beberapa tahun belakangan ini, dikarenakan adanya perilaku-perilaku kekerasan, kebrutalan, kriminalitas, pesta sabu-sabu, dan lain-lain. Berdasarkan kenyataan timbul keprihatinan terhadap perilaku kaum muda yang tampaknya makin jauh dari nilai-nilai luhur dan gambaran moralitas yang baik. Nilai berfungsi untuk mendorong mengarahkan sikap dan perilaku. Nilai adalah energi yang mempunyai potensi untuk menggerakkan seseorang untuk bersikap dan bertindak. Kehadiran globalisasi tentu membawa pengaruh bagi suatu kehidupan suatu negara termasuk Indonesia yang menimbulkan dampak positif dan negatifnya. Sebagai seorang pendidik kita kadang mirip menyaksikan kebobrokan nilai-nilai moral dalam dunia pendidikan.

Tujuan pendidikan adalah menjadi peserta didik "menjadi manusia yang utuh sempurna". Pendidikan nilai sebenarnya dapat terlaksana melalui segala macam kegiatan yang memenuhi seluruh ruang dan waktu dalam hidup seseorang di mana saja misalnya di lingkungan, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di sanalah nilai-nilai ditangkap, diserap, ditransformasikan, dan direalisasikan. Kita dapat membendung pengaruh zaman dan tidak dapat memalingkan perhatian mereka dari nilai-nilai yang sedang tren yang dapat kita lakukan adalah mendampingi dan mendorong mereka agar menjalani hidup dengan menggunakan nalar dan hati.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal-2

Ivo Yuniarta 2213053231 གིས-
Nama: Ivo Yuniarta
NPM: 2213053231

Analisis Jurnal

IDENTITAS JURNAL
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora
Tahun terbit : April, 2010
Judul jurnal : MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA
Penulis Jurnal : H. Wanto Rivaie
Kata kunci : Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia.

PENDAHULUAN
Generasi yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia adalah generasi yang kelak mampu mempertanggungjawabkan perbuatan,tindakan dan perilaku sekecil apapun. Sejak dini harus sudah ditanamkan generasi muda nilai-nilai keimanan dan disertai kegiatan ibadah dan muamallah yang terus menerus dan konsisten.

- Membangun Hubungan Interpersonal Antar Bangsa
Nilai-nilai
hubungan antar manusia seyogyanya seperti tersebut pada soal ini, dan untuk menjawabnya, terkait dengan kedudukan manusia sebagai makhluk Sosial, dan sekaligus sebagai makhluk individual.Pola pembinaan yang sistematis dan terarah dalam membangun interaksi sosial antar
warga bangsa yang baik tersebut seyogyanya dibangun melalui lembaga pendidikan formal.

- Pendidikan Generasi Muda Yang Memiliki Jati Diri Indonesia Yang Berkadar Modern
jati diri yang sebenarnya kita tidak akan
menjadi tinggi hati, rakus,lupa daratan,
bahkan justru sebaliknya kita akan menjadi rendah hati, menghargai makhluk lain khususnya manusia, karena segala sesuatu yang kita perbuat akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

- Diperlukan Pendidik Dalam Arti Seluas-luasnya (Orang Tua, Guru, Dosen, Tokoh Masayarakat Formal/Non Formal)
Di lembaga pendidikan formal dan non formal (masyarakat), pendidik yang bertugas membentuk nilai moral untuk membangun jatidiri generasi muda adalah guru dan tokoh masyarakat dilakukan dengan upaya mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berisi muatan tidak hanya pengetahuan tetapi juga nilai-nilai
moral Pancasila.

- Penciptaan Suasana Yang Kondusif
Aktif, Efektif, Komunikatif Penuh Nilai Kreatif Dan Bertanggung Jawab
Komunikasi berlangsung, kemudian proses hubungan sosial terjadi, yang terlihat ternyata adanya ketidak seimbangan yang menonjol antara kedua belah pihak, katakan antara guru dan murid, dosen dan
mahasiswa, atau antara orang tua dan
anak, antara atasan dan bawahan, maka
hasilnya akan menjadi kurang optimal.

- Peranan Strategis Pendidikan Agama dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik dalam Kondisi Masyarakat yang Pluralistis
Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural dan pluralistis adalah multikulturalisme, yaitu sebuah
ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan.

- Faktor-Faktor Personal Yang Mempengaruhi Tindakan Manusia
1. Faktor Biologis
Adanya perilaku tertentu bawaan dari manusianya, adanya faktor-faktor biologis yang mendorong perilaku manusia yang lazim disebut sebagai motif biologis.
2. Faktor Sosiopsikologis
Komponen Afektif; merupakan aspek
emosional dari faktor sosiopsikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan sebelumnya.
Komponen Kognitif; Aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia,
Komponen Koaktif; Aspek Volisional, yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.
3. Motif Sosiogenesis
Motif Sosiogenesis disebut juga dengan motif sekunder sebagai lawan motif perimer (motif biologis).

- Menginternalisasikan Nilai Pancasila, Membina Jati diri Berwawasan Nasional.
Pancasila ini tidaklah cukup hanya dihafal atau dipahami, namun yang lebih penting bagaimana hal ini dihayati dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai
warga bangsa maupun sebagai warga
dunia yang sedang terus berubah.

KESIMPULAN
Orang tua, masyarakat dan pemerintah harus mempunya tanggung jawab untuk menanamkan nilai moral Pancasila kepada generasi penerus bangsa. Masih banyak terjadi penyimpangan terhadap nilai moral dan norma yang tidak sesuai dengan
kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia.