Posts made by Mesri Rahayu 2213053250

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS JURNAL 1

IDENTITAS JURNAL:

Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik

Volume : 3

Nomor : 2

Halaman : 197-200

Tahun Terbit : 2015

Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam Masyarakat

Nama Penulis : James

Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi dalam perekonomian, politik, keamanan, budaya, agama, ruang hidup, dan bidang lainnya. Budaya global yang dibangun dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi khususnya media informasi telah membawa berbagai perubahan, terutama perubahan tata nilai dalam kehidupan manusia. Narkoba kini menjadi penyakit masyarakat jaman modern itu sebab maka narkoba menjadi salah satu permasalahan moralitas dalam masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan generasi muda yang bodoh dan lumpuh, baik akal dan rohani serta rusak mental spiritual, generasi bangsa ini menjadi kurang (the lost generation). Jika ini terjadi, bangsa ini akan kehilangan bakal-bakal pemimpin, SDM yang handal dan energik, pintar, mampu dan potensial. Konsumerisme dan materialisme, Orang yang berpola hidup konsumerisme tidak dapat dibedakan dengan orang yang berpola hidup materialisme. Kedua pola hidup ini berjalan bersama-sama walaupun ada perbedaan satu dengan yang lain. Persamaan yang dapat kita lihat adalah bahwa bagi mereka segala sesuatu diukur dengan materi, uang atau harta. Orang yang berprinsip seperti ini mementingkan kesenangan duniawi dan lupa akan hal-hal yang bersifat rohani atau spiritual, orang yang seperti ini tidak terlalu memusingkan apakah uang mereka miliki diperoleh dengan cara halal atau tidak.

Masalah moralitas merupakan masalah yang tak henti-hentinya menjadi persoalan kita. Karena mau tidak mau kita sebagai manusia yang berada di lingkungan sosial budaya yang beragam. Karena itu mari kita saling menjaga diri dan keluarga masing-masing agar tidak masuk ke dalam permasalahan moralitas tersebut. Kalau kita tidak dapat mencegah orang lain, minimal kita dapat mencegah diri sendiri dan keluarga dari kerusakan moral.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

8 fungsi keluarga dalam menanamkan moral terhadap anak anak di rumah meliputi:

1. Fungsi Agama

Keluarga dikembangkan untuk mampu menjadi panutan utama keluarga dalam membawa seluruh anggota keluarga melaksanakan ibadah kepada Tuhan.

2. Fungsi Sosial Budaya

Keluarga dikembangkan menjadi perantara dalam pelestarian Budaya nasional yang luhur dan bermartabat.

3. Fungsi Cinta dan Kasih Sayang

Keluarga menjadi perantara utama untuk menumbuhkan cinta kasih antar sesama anggota keluarga. 

4. Fungsi Perlindungan

Keluarga menjadi pelindung yang pertama, utama dan kokoh dalam memberikan kebenaran dan keteladanan kepada anak-anak nya. 

5. Fungsi Reproduksi

Keluarga menjadi pengatur reproduksi keturunan secara sehat dan berencana, sehingga anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi penerus yang berkualitas.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan

Keluarga berfungsi sebagai sekolah dan guru yang pertama dan utama dalam mengantarkan anak- anaknya untuk menjadi panutan masyarakat luas dan dirinya sendiri.

7. Fungsi Ekonomi

Keluarga menyiapkan dirinya untuk menjadi suatu unit yang mandiri dan sanggup untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batinnya dengan penuh kemandirian.

8. Fungsi Lingkungan

Keluarga siap dan sanggup untuk memelihara kelestarian lingkungan untuk memberikan yang terbaik kepada anak cucunya dimasa yang akan datang.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 1

Sepenggal Cerita Pengajar Muda di Pelosok Kalimantan - Lentera Indonesia

Dalam video ini dikisahkan seorang pengajar muda dari gerakan Indonesia mengajar yang di tempatkan di desa Tanjung matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Anak-anak di Tanjung matol ini masih kurang minat dalam melanjutkan pendidikan setalah lulus dari bangku sekolah dasar. Orang tua di sini masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan. Di desa ini, banyak anak perempuan yang sudah menikah di usia dini, di umur 12 tahun atau baru lulus SD sudah ada yang melamar. Hal inilah yang menyebabkan perempuan di desa Tanjung matol tidak ada kemajuan. Tidak hanya soal pernikahan dini, kurangnya perhatian orang tua pada pendidikan anak jadi persoalan.

Kedatangan Martencez Siregar, di desa Tanjung matol sedikit merubah pemikiran orang orang di desa tersebut mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anak untuk masa depan. Pendidikan untuk anak usia dini belum tersedia di desa Tanjung matol ini, sehingga kelas 1 di pendidikan sekolah dasar menjadi awal bagi pendidikan anak-anak disana.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 4

Film Pendek Korupsi - Pelajar Anti Korupsi

Dikisahkan seorang pelajar SMK 3 Wonosari, yang bernama Hanafi. Saat itu ia dimintai tolong oleh temannya untuk memfotocopy lembar tugas. Jumlah biaya yang dihabiskan yaitu sebesar Rp. 5.000, namun di sini Hanafi berbohong dengan menulis Rp. 10.000 di nota. Jadi, Hanafi korupsi uang sebesar Rp. 5.000

Saat jam istirahat tiba, Bayu menghampiri Hanafi yang terlihat kurang enak badan. Di sini Bayu membahas mengenai korupsi, di situ Bayu berkata bahwa ketika kita memakan uang korupsi akan menyebabkan penyakit dalam tubuh kita. Lalu Hanafi tersadar, apakah penyebab dari badan nya yang kurang enak di karenakan ia mengkorupsi uang temannya. Hanafi pun jujur dan mengakui kesalahannya, Hanafi juga mengembalikan uang yang sudah ia pakai tadi.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 3

Pantesan Negaranya Cepat Berkembang! Begini Perbedaan Pendidikan Dasar Jepang dan Indonesia

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, maka tak heran apabila dunia pendidikan menjadi sorotan di semua negara. Jepang menepati urutan pertama sistem pendidikan terbaik di dunia. Di sini, akan di bahas mengenai perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan juga di Jepang.

Kebersihan Sejak Dini

Perbedaan antara kurikulum di Indonesia dengan di jepang, dapat dilihat dari sektor kebersihan. Di dalam kurikulum Jepang, mengharuskan setiap peserta didik untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan kelasnya. Hal ini di upayakan agar peserta didik dapat saling bekerjasama, saling bertanggung jawab dan peka terhadap kondisi lingkungan. 

Makan Bareng

Di Jepang, proses makan di anggap penting bagi mereka. Maka dari itu Jepang mengatur makanan peserta didik disana. Mulai dari menu, gizi dalam makanan, dan tata cara mereka makan. Mereka akan makan bersama, mulai dari peserta didik dan juga para pendidik. Kegiatan makan bersama ini bertujuan untuk membangun hubungan positif antara peserta didik dan juga pendidik.

Mata Pelajaran Sedikit

Indonesia dikenal memiliki mata pelajaran yang banyak, sedang di Jepang untuk sekolah dasar mata pelajaran yang di ajarkan terbilang sedikit dan hanya di ajarkan di waktu tertentu saja. 

Pendidikan Karakter

Pendidikan di Indonesia identik dengan ujian yang dimana menjadi syarat untuk kenaikan kelas. Sedangkan di Jepang sistem ujian tidak diberlakukan di sana. Pada 3 tahun pertama, mereka akan lebih ditekankan mengenai pendidikan karakter, seperti sopan santun, tolong menolong dan pendidikan karakter lainnya. Karena pemerintah Jepang percaya, pendidikan karakter dapat membantu sistem pendidikan di jepang nantinya. 

Membaca Dulu

Indonesia menduduki posisi dengan minat baca yang rendah di dunia, Indonesia memang memiliki kesadaran yang rendah dalam pentingnya membaca. Di Jepang sendiri, mereka membiasakan peserta didik untuk membaca selama 10 menit sebelum jam pelajaran di mulai. Hal ini yang menyebabkan Jepang memiliki minat baca yang tinggi.

Perlengkapan Sekolah

Di Jepang perlengkapan sekolah peserta didiknya semua sama, mulai dari tas, sepatu, dan seragam. Hal ini di upayakan agar tidak ada peserta didik yang iri dengan peserta didik yang lainnya.

Seragam Sekolah 

Baik di Jepang ataupun di Indonesia, seragam memiliki ketetapan nya sendiri dalam dunia pendidikan. Tapi dibandingkan dengan Jepang, seragam Indonesia di nilai lebih ribet. Karena jumlah seragam yang lebih dari 2, sedangkan di Jepang hanya memiliki 1 seragam untuk sekolah.