Posts made by Mesri Rahayu 2213053250

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 4

Di dalam video dengan judul "Bagaimana Menjadi Anak yang Baik". Komedian Are Keriting berpikiran bahwasanya pendidikan Indonesia harus di kritisi, terlebih lagi mengenai pendidikan moral. Karena ia beranggapan moral bangsa sudah mengalami penurunan. Dalam buku PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) terdapat contoh menjadi anak baik yaitu, membantu seorang nenek-nenek menyebrang jalan.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 3

Masalah Lingkungan dalam Kajian Etika dan Moral

Lemahnya kesadaran lingkungan hidup terjadi karena ada anggapan bahwa pemanfaatan alam bagi manusia itu adalah hal yang wajar, seperti membuang sampah sembarangan dan lainnya. Hal ini dikarenakan belum adanya aturan yang menunjang masalah tersebut.

Lingkungan Dalam Kajian Perspektif Etika dan Moral.

  1. Penyusutan sumber daya alam yang meliputi, sumber daya lahan, hutan, air dan mineral.
  2. Polusi atau Pencemaran, yaitu polusi tanah, air, udara, limbah domestik, dll.
  3. Bisnis dan konservasi sumber daya alam, hal ini dapat di wujudkan melalui konservasi yang di lakukan guna untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan.

Berdasarkan UU NO 24 TAHUN 1992

  • Kegiatan konservasi selalu berhubungan dengan suatu kawasan dengan fungsi utama lindung atau fungsi utama budidaya
  • Kawasan lindung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian LH untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.
  • Kawasan budidaya adalah kawasan yg ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi & potensi SDA

Fakta Etika Lingkungan 

  • Perumusan kebijakan masih terfokus pada un- renewable resources
  • Kewajiban pada lingkungan adalah mengenai keberlanjutan hidup manusia,
  • Ekonomi VS et poluters's pay ingkungan Penggunaan
  • UU Lingkungan Hidup Jatan yang paling sulit diterapkan di INDONESIA

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 2

Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan Moral

Nilai nilai moral yang ada di masyarakat ada pada urgensi pendidikan. Perkembangan Iptek menjadi faktor utama dalam kemerosotan moral, khususnya pada remaja-remaja di Indonesia. Sehingga permasalahan moral ini selalu menjadi perhatian masyarakat Indonesia untuk menemukan solusi yang baik, bagaimana cara mengatasi permasalahan moral pada sistem pendidikan yang ada saat ini.

Dikemukakan oleh Suseno dan Sigit muryono tahun 2011 bahwa kata moral mengacu pada baik buruknya manusia , sebagai manusia sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia yang dilihat dari segi kebaikannya. Moral merupakan aturan atau suatu ajaran tentang baik buruk, dan benar atau salah yang bersumber dari diri sendiri , yang diajarkan oleh agama, orang tua, dan lingkungan dalam bertingkah laku sehari-hari. 

3 faktor yang menjadi penyebab krisisnya pendidikan moral.

  1. Kurangnya pendidikan moral pada lingkungan keluarga.
  2. Adanya pengaruh dari globalisasi 
  3. Kurangnya peranan dari agama lingkungannya maupun di setiap individu itu sendiri.

Oleh sebab itu, untuk membangun kualitas anak-anak bangsa untuk memiliki moral yang baik, tidak bisa hanya dengan memberikan berbagai penyuluhan. Pemerintah dan masyarakat juga harus ikut andil turun tangan dalam membenahi lingkungan yang tidak layak bagi pertumbuhan moral setiap individu dengan membangun lingkungan baru.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS VIDEO 1

REFLEKSI MORAL HIDUP DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Dalam video tersebut, terdapat contoh mengenai refleksi moral hidup dalam kehidupan manusia. Dalam video tersebut, terlihat seorang lelaki yang selalu melakukan kebaikan. Kebaikan-kebaikan itu terlihat dari kebiasaan kecil yang di lakukan lelaki itu. Seperti, memberi makan anjing, membantu pedagang yang kesulitan saat menyebrang, dan memberikan sedikit uang nya kepada pengemis.

Dari tindakan kecil tersebut, akan menimbulkan rasa bahagia pada diri kita sendiri. Penanaman sifat baik dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan rasa empati kita. Dalam menolong dan membantu seseorang yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama dan jenis kelamin. Karena dari hal kecil tersebut, akan membuat hidup kita bahagia dan tenang dan tentram.

NAMA: MESRI RAHAYU

NPM: 2213053250

ANALISIS JURNAL 2

PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANG TUA

Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral

Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Bilamana perkataan moral dibicarakan, selalu ada perkataan atau istilah lain seperti; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat, istilah-istilah tersebut juga hampir memiliki makna konsep yang sama. Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar. Pada bagian ini penulis lebih mengarahkan tinjauan konsepsi moral daripada konsep yang lain yaitu nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat. Bahkan konsepsi di atas terkait erat dalam konsepsi karakter dalam Pendidikan Karakter di Indonesia.

Konsep dasar karakter

Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.

Pengetahuan Moral (Moral Knowing)

1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)

Aspek kedua dari kesadaran moral adalah kendala-untuk bisa mendapatkan informasi. Dalam membuat penilaian moral, sering kali kita tidak bisa memutuskan mana yang benar sampai kita mengetahui keadaan yang sesungguhnya.

2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)

Nilai moral seperti menghormati kehidupan dan kemerdekaan, bertanggung jawab terhadap orang Iain, kejujuran, keadilan, toleransi, sopan santun, disiplin diri, integritas, belas kasih, kedermawanan, dan keberanian adalah faktor penentu dalam membentuk pribadi yang baik.

3. Pengambilan Perspektif (Perspektive Taking)

Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, membayangkan bagaimana mereka akan berpikir, bereaksi, dan merasa. Ini adalah prasyarat bagi pertimbangan moral. Penalaran moral adalah memahami makna sebagai orang yang bermoral dan mengapa kita harus bermoral.

4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)

Pada tingkatan tertinggi, penalaran moral juga melibatkan beberapa prinsip moral klasik.

5. Membuat Keputusan (Decision Making)

Mampu memikirkan langkah yang mungkin akan diambil seseorang yang sedang menghadapi persoalan moral disebut sebagai keterampilan pengambilan keputusan reflektif.

6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)

Memahami diri sendiri merupakan pengetahuan moral yang paling sulit untuk dikuasai, tetapi penting bagi pengembangan karakter. Untuk menjadi orang yang bermoral diperlukan kemampuan mengulas perilaku diri sendiri dan mengevaluasinya secara kritis.

Perilaku Moral (Moral Action)

  1. Kompetensi
  2. Kehendak
  3. Kebiasaan

Pendidikan Orang Tua

Pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dan berproses dalam satu institusi besar, yang oleh Ki Hajar Dewantara, dikatakan Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga akhlak. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Budi pekerti adalah buah dari budi nurani. Budi nurani bersumber pada moral. Moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran (BP-7,1993:25).