NAMA: MESRI RAHAYU
NPM: 2213053250
IDENTITAS JURNAL
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Nomor : 3
Volume : 9
Halaman : 710-724
Tahun Terbit : 2021
Judul : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Nama Penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusof.
Penyelenggara proses pendidikan di Aceh, lebih istimewa dibandingkan dengan daerah lainnya. Proses pendidikan di Aceh dikembangkan berdasarkan karakteristik adat istiadat masyarakat Aceh. Yang dimana termuat dalam Qanum terbaru, yaitu Qanum Aceh No. 9 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Aceh. Berdasarkan Qanum tersebut, sistem pendidikan di Aceh diselenggarakan secara Islami, ini merupakan bentuk komitmen Pemda Aceh dalam mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh.
Proses pendidikan di sekolah harus diarahkan pada pembentukan nilai-nilai kebaikan siswa. Pembentukan nilai-nilai yang baik dapat mengarah pada kohesi siswa, iklim terbuka, komunikasi yang jujur, penguatan hubungan, seni mendengarkan, kepercayaan, bersikap positif kepada teman, ekspresi dan sentimen emosional, dan pertumbuhan harga diri (Sankar, 2004). Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai moral islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.
Sehingga nilai-nilai islam tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari (Praja et al., 2020). Dalam konteks pendidikan nilai-nilai keislaman tercermin dalam visi, misi, tujuan dan
kurikulum sekolah (Mulyadi et al., 2019).
Penyelenggaraan Pendidikan Islami di Aceh adalah sebagai upaya untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik dalam rangka mewujudkan masyarakat Aceh yang berperadaban dan bermartabat. Namun, dibalik itu, banyak sekolah-sekolah di Aceh yang merasa bahwa kurikulum Islam terlalu tergesa-gesa untuk diterapkan. Dikarenakan banyak sekolah dengan kurikulum Islam hanya diartikan sekedar wacana tanpa aksi nyata. Hal ini disebabkan belum diperbolehkannya gambaran secara nyata bagaimana proses belajar dan mengajar dalam kurikulum Islam yang diinginkan oleh dinas pendidikan di Aceh. Namun, apabila dilihat lebih dalam Islam berupaya memadukan semua aspek kehidupan
materialistis atau spiritual, dan berupaya membangun tujuan individu sejalan dengan tujuan masyarakat dan menyerukan kepada semua untuk mengintegrasikan perkataan dengan perbuatan,
serta menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dalam kehidupan ini dan keinginannya dalam
kehidupan. kehidupan lain. Menurut Alavi (2007), Islam menjadikan sisi moral sebagai tolak ukur
perbuatan baik, dan sisi utama dalam nilai adalah tujuan utama dakwah Islam.