Posts made by DEVI KELANA RINDU BINTARA 2213053095

Nama: Devi Kelana Rindu Bintara
NPM: 2213053095
Kelas: 3G

A. Identitas Jurnal
Judul : Proses Pendidikan Nilai Moral
Di Lingkungan Keluarga Sebagai Upaya
Mengatasi Kenakalan Remaja
Volume, Nomor, Dan Halaman:Volume 12, Nomor 1, Halaman 41-54
Tahun : 2014
Penulis: Fahrudin
Tanggal Reviewer : 8 November 2023
Kata Kunci: Pendidikan Nilai, Kenakalan Remaha, Pendidikan Keluarga

B. Hasil Analisis
Peranan pendidikan keluarga tidak akan tergeser oleh banyaknya institusi-institusi dan lembaga-lembaga pendidikan yang ada, seperti Taman Kanak-kanak, Sekolah-sekolah, Akademi-akademi dan lain-lainnya. Begitu juga dengan bertambahnya lembaga-lembaga kebudayaan, kesehatan, politik, agama tidak akan menggeser fungsi pendidikan keluarga. Oleh karena itu keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak, karena pertama-pertama yang akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebelum orang lain adalah keluarga.
Menurut Zakiyah Darajat (1971: 45-46), di antara faktor-faktor kemerosotan moral tersebut, yang terpenting adalah:
1. Kurang tertanamnya nilai-nilai keimanan pada anak-anak.
2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.
3. Pendidikan moral tidak terlaksana menurut mestinya, baik di rumah tangga, sekolah maupun masyarakat.
4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.
5. Diperkenalkannya secara populer obat-obat terlarang dan alat-alat anti hamil.
6. Banyaknya tulisan-tulisan, gambar-gambar, siaran-siaran, keseniankesenian yang tidak mengindahkan dasar-dasar dan tuntunan moral.
7. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang (leisure time) dengan
8. Tidak ada atau kurangnya markas-markas bimbingan dan penyuluhan bagi
9. Pengaruh westernisasi, yaitu berupa yahudinisasi dan kristenisasi.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
Npm : 2213053095
Analisis Jurnal 1

A) Identitas Jurnal
Judul : Pendidikan Moral Di Sekolah
Penulis : Rukiyati
Tahun : 2017
No : 1
Th : XVII
Nama jurnal : Jurnal Humanika
Kata Kunci : Tujuan pendidikan, nilai moral, sekolah dan komprehensif.

B.) Hasil Analisis
Dapat dikatakan bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang peduli dan fokus pada pendidikan moral atau pendidikan nilai di samping kegiatan pengajaran ilmu.

1) Pendidikan Moral di Sekolah, tidak terbatas pada guru semata, melaikan menyangkut semua warga yang ada di sekolah. Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik pula.

3) Materi pendidikan Moral, mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, moral terhadap sesama manusia dan alam semesta serta moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai moral agama harus dibarengi dengan sikap untuk tetap bertoleransi.

4) Metode Pendidikan Moral
a. Inkulkasi nilai
b. Metode Keteladanan
c. Metode Klasifikasi Nilai
d. Metode fasilitas nilai
e. Metode keterampilan nilai moral
4) Evaluasi Pendidikan Moral.
Nama: DEVI KELANA RINDU BINTARA
NPM: 2213053095

Etika dan Moral dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring

Etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia.
Tiga persamaan etika dan moral
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang dimana potensi itu perlu dikembangkan melalui pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta hubungan lingkungan dari keluarga sekolah dan masyarakat cara berkesinambungan.

Dalam mengembangkan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah, yang merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral karena di sekolah ada tata tertib yang mengontrol siswa.

Adanya covid 19 membuat pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah. Melakukan pembelajaran daring sesuai dengan nilai dan norma yang seperti sopan santun, seperti mengucapkan salam, memperkenalkan diri, bertutut sopan kepada guru, tidak membolos pembelajaran online. Sebagai siswa lebih peka terhadap proses pembelajaran online dan memiliki rasa tanggung jawab atas tugasnya.

Contoh etika berkomunikasi dengan baik dalam proses pembelajaran daring, yaitu:
1. Perhatikan waktu ketika ingin menghubungi bapak atau ibu guru pilihlah waktu saat pembelajaran daring hindari waktu ibadah istirahat.
2. Bahasa yang baik dan sopan, gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan mudah dimengerti oleh guru jadi jangan hubungi seperti teman walaupun kalian dekat dengan guru tersebut.
3. Awali dengan salam-salam merupakan bentuk menghormati orang lain dan ibadah. Contohnya bagi muslim Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh bagi non-muslim bisa menggunakan kata selamat pagi atau selamat siang.
4. Ucapkan kata maaf untuk menunjukkan sopan santun kita bisa mengucap kata-kata maaf karena kita tidak tahu apa kesibukan bapak atau ibu guru. Contohnya Mohon maaf Bapak atau Ibu mengganggu waktunya.
5. Perkenalkan diri secara lengkap perkenalkan diri kalian dengan menyebutkan nama lengkap dan kelas, lalu gunakan nama asli dalam akun kalian hindari nama samaran untuk memudahkan bapak atau ibu guru dalam proses penilaiannya.
6. Langsung sampaikan tujuan kalian dengan jelas dan tidak bertele-tele.
7. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih.
Nama: Devi Kelana Rindu Bintara
NPM : 2213053095

Terdapat 8 fungsi Penanaman dan penerapan nilai-nilai moral melalui keluarga.

1. Fungsi agama
Meliputi Keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan kasih sayang.

2. Fungsi sosial budaya
Meliputi gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kebangsaan

3. Fungsi cinta kasih
Meliputi empati atau peka, keakraban, keadilan pemaaf, kesetiaan, pengorbanan suka menolong, dan bertanggung jawab

4. Fungsi perlindungan
Meliputi pemaaf, tanggap, dan ketabahan

5. Fungsi reproduksi
Meliputi bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan

6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Meliputi sikap percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kreativitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.

7. Fungsi ekonomi
Meliputi hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan

8. Fungsi peliharaan lingkungan
Meliputi kebersihan dan kedisiplinan
Nama: DEVI KELANA RINDU BINTARA
NPM: 2213053095

“Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar dasar”.

Pendidikan moral sangat penting untuk anak-anak sekolah dasar, karena mereka harus memiliki sikap atau perilaku yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. pendidikan moral juga bertujuan untuk memahami nilai pekerti, mampu mengambil keputusan dengan tepat dan membentuk pola perilaku yang bertanggung jawab. pendidikan moral ini ditujukan untuk anak sekolah dasar sebagai salah satu pendidikan yang harus diterapkan oleh guru.

Penyebab menurunnya moral pada anak terdapat dua penyebabnya yaitu:
- Adanya perlindungan di sekolah, dalam era globalisasi saat ini pendidikan moral sangat diutamakan bagi anak sekolah dasar untuk memiliki kompetensi personal dan sosial sehingga bisa menjadi warga negara yang baik, saat ini anak sekolah dasar sangat membutuhkan pendidikan moral pada beberapa kasus.
- Adanya kekerasan secara fisik di keluarga ini bisa dilakukan oleh saudara kandungnya di rumah kepada anak tersebut meskipun rumah adalah salah satu tempat yang aman bagi anak ini disebabkan adanya ketidakseimbangan kekuatan dalam keluarga yang mengakibatkan pemukulan oleh saudara kandungnya.

Penyelesaian terhadap moral anak supaya siswa tidak menyimpang dari tujuannya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai, peranan guru yang dilakukan dengan cara memberikan nasihat setiap harinya agar siswa mengingatnya dan tujuan yang akan dituju pun tidak menyimpang.
Maka di simpulkan bahwa pendidikan moral harus diterapkan sejak dini. Pendidikan moral penting karena untuk menghindari anak-anak dari perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada.