གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ DEVI KELANA RINDU BINTARA 2213053095

Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
NPM : 2213053095

Judul Jurnal
Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek

Penulis : Ika Setyorini

Pendahuluan : Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia.

Pembahasan :
- Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu :
Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman,
1. bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan.
3. Nilai- nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia.
4.bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu.

- Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi :
1. pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia
2. iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang maupun masa yang akan datang
3. pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, baik lokal, nasional , maupun global.
4. iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
5. iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.

- Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek :
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Pada alenia keempat Pembukaan UUD 1945. Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat.

Kesimpulan
Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
NPM : 2213053095

Judul : PANCASILA DAN IPTEK

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi.
Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK.

1. Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa.
Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak.Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.

2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
IPTEK harus bersikap beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3. Sila persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harus lah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
NPM : 2213053095

Judul Jurnal : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

PENDAHULUAN
Di era globalisasi, banyak aspek-aspek
yang mengalami perkembangan yang
signifikan. Perkembangan yang terjadi
tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapat dampak adanya globalisasi. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala
dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi.

MATERI DAN METODE
Dalam pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi
memunyai dasar-dasar, yaitu (Kemendikbud, 2013):
(1) Dasar Filosofis
(2) Dasar
Sosiologis;
(3) Dasar Yuridis;

SIKAP
sikap adalah sekumpulan respon
yang konsisten terhadap obyek sosial.

Ciri-ciri Sikap
Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto
(1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat
dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek.

Tingkatan Sikap
(1)Menerima diartikan bahwa
orang mau dan memperhatikan
stimulus yang diberikan ,
(2)Merespon
atau memberikan jawaban apabila memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan tugas yang
diberikan adalah suatu indikasi sikap
karena dengan suatu usaha untuk
menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan.
(3)Menghargai Mengajak orang lain
untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga,
(4)Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang
telah dipilihnya dengan segala resiko
adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.

Fungsi Sikap
(1)Fungsi instrumental
(2)Fungsi pertahanan ego
(3)Fungsi ekspresi nilai
(4)Fungsi pengetahuan
Individu

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu dan pengetahuan merupakan dua
istilah yang tidak dapat dipisahkan, namun tidak selamanya bahwa pengetahuan itu sebagai ilmu, melainkan pengetahuan yang
diperoleh dengan cara-cara tertentu
berdasarkan kesepakatan para ilmuwan.

Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif verifikatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisa deskriptif dilakukan untuk
menjelaskan tanggapan responden yang dikelompokkan dalam rentang skala. Adapun perhitungan rentang skala adalah dengan mengalikan seluruh frekuensi data dengan bobotnya.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
NPM : 2213053095


A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jabawan : Kehidupan politik rakyat Indonesia selalu didasari oleh nilai-nilai pancasila. Pancasila merupakan landasan dan tujuan kehidupan politik bangsa kita. Berkaitan dengan hal tersebut, proses pembangunan politik yang sedang berlangsung di negara kita sekarang ini harus diarahkan pada proses reaktualisasi sistem politik demokrasi pancasila yang handal, yaitu sistem politik yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki kualitas kemandirian tinggi yang memungkinkannya untuk membangun atau mengembangkan dirinya secara terus-menerus sesuai dengan tuntutan aspirasi masyarakatnya dan perubahan zaman. Dengan demikian, sistem politik demokrasi pancasila akan terus berkembang bersamaan dengan perkembangan jati dirinya, sehingga senantiasa mempertahankan, memelihara dan memperkuat relevansinya dalam kehidupan politik. Nilai-nilainya bukan saja dihayati dan dibudidayakan, tetapi diamalkan dalam kehidupan politik bangsa dan negara kita yang terus berkembang. Proses reformasi yang sedang berjalan di Indonesia merupakan bukti kedinamisan kehidupan politik masyarakat Indonesia.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawaban : Etika generasi muda di sekitar saya sudah menunjukan sikap rendah hati, menghormati yang lebih tua, menolong orang lain, menerapkan 5S ( senyum,salam, sapa,sopan,santun ). beberapa sikap tesebut sudah termasuk menerapkan nilai nilai Pancasila yang berlaku. Cara mengatasi adanya dekadensi moral saat ini adalah dengan bertambahnya pengawasan orang tua, memahami toleransi antar sesama manusia terutama yang berbeda agama.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
NPM : 2213053095

Judul Jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL
SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI
INDONESIA

PENULIS : Ariesta Wibisono Anditya

PENDAHULUAN :
Media massa adalah suatu jenis
komunikasi yang ditujukan kepada
sejumlah khalayak yang tersebar,
heterogen dan anonim melewati media
cetak atau elektronik, sehingga pesan
informasi yang sama itu dapat diterima
secara serentak dan sesaat.
Pemanfaatan media massa artinya
penggunaan berbagai bentuk media
massa, baik cetak maupun elektronik
untuk tujuan tertentu.

Metode Penelitian :
Penelitian ini dilakukan secara
normatif yakni penelitian yang
mendasarkan pada kajian norma yang
ada pada sistem hukum. Hukum
ditelaah asas-asasnya, dijabarkan dari
undang-undang, peraturan yang
terkait.

PEMBAHASAN
- Tinjauan Umum Mengenai Pancasila
Pancasila dalam pengertian ini,
isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value)
merupakan pengertian filsafat, artinya
tolok ukur untuk menimbang-nimbang
dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam
3 (tiga) kategori, yaitu :28
1.nilai materiil, yaitu segala sesuatu
yang berguna bagi unsur manusia,
2.nilai vital, yaitu segala sesuatu
yang berguna bagi manusia untuk
dapat mengadakan kegiatan atau
aktivitas,
3.nilai kerohanian, yaitu segala
sesuatu yang berguna bagi rohani
manusia.
Pancasila sebagai dasar negara
dan pandangan hidup bangsa secara
yuridis konstitusional berlaku mulai
tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sejak
disahkannya Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia oleh Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI).

- Tinjauan Umum Mengenai Media
Massa
1.Perkembangan Media Massa di
Indonesia
media massa merupakan bagian dari pers,dimana media massa merupakan
perantara bagi pers dalam penyiaran
berita dengan beberapa bentuk.
2.Peran Media Massa dalam Kontrol
Sosial
Fungsi kontrol sosial dari pers
tersebut selanjutnya dijelaskan dalam
Penjelasan Umum Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang antara lain dinyatakan, pers yang manajuga melaksanakan kontrol sosial sangat penting pula untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan baik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun akan penyelewengan dan penyimpangan lainnya.

PENUTUP
Pengamalan nilai-nilai Pancasila
oleh media massa dalam menerapkan
fungsi kontrol sosial di Indonesia
khususnya belum terlaksana secara
menyeluruh. Berita yang diedarkan
kepada khalayak ramai seringkali tidak
sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.