Posts made by DEVI KELANA RINDU BINTARA 2213053095

Nama: Devi Kelana Rindu Bintara
NPM: 2213053095
Kelas: 3/G

Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila, Pada bagian tengah burung garuda terdapat perisai yang berisi lambang sila Pancasila.
Berikut merupakan pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Bintang yang berarti mengajak kita untuk percaya Kepada tuhan dan melaksanakan perintahnya. Salah satu contoh pengamalan sila kepada tuhan yaitu melaksanakan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing masing.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Lambang rantai yang berarti kita di ajak untuk bersikap saling mencintai sesama manusia. Salah satu pengamalan contoh sila ke 2 yaitu membantu korban bencana alam.

3. Persatuan Indonesia
Sila ke tiga dilambangkan dengan pohon beringin yang artinya kita di ajak untuk cinta terhadap bangsa Indonesia, contoh pengamalan sila ketiga yaitu mengikuti upacara.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Sila ini di lambangkan dengan kepala banteng sila ini mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Salah satu contohnya yaitu menyampaikan pendapat saat berdiskusi.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila terakhir dilambangkan dengan padi dan kapas yang bersrti kita di ajak untuk besikap adil terhadap salah satu contohnya yaitu tidak berbuat curang, menghargai orang lain.
Nama: DEVI KELANA RINDU BINTARA
NPM: 2213043095
Kelas : 3G

Pertemuan 2
Forum 1
1. bagaimana pembelajaran pendidikan nilai dan moral diajarkan di sekolah dasar?
Modernisasi tidak selalu membawa perubahan yang lebih baik, contohnya yaitu terjadinya degradasi moral yang tampak pada perilaku generasi muda sekarang dengan maraknya pemberitaan tawuran pelajar yang berujung kematian. Hal ini menjadi tanggung jawab orang tua karena kurangnya perhatian yang cukup untuk anak melalui edukasi nilai dan moral. Padahal, salah satu cara menanamkan nilai dan moral pada anak disampaikan melalui kegiatan storytelling atau mendongeng, yang sudah mulai jarang dilakukan para orang tua. Di sisi lain, perkembangan media komunikasi visual (berwujud cetak dan digital) menciptakan peluang guna menyampaikan nilai dan moral dengan pendekatan storytelling. Dengan menjabarkan kandungan nilai dan moral dari cerita, hal ini bisa menjadi terobosan guna menghidupkan kembali budaya storytelling yang telah ditinggalkan.

2. bagaimana pendidikan memberikan pengetahuan mengenai pendidikan nilai dan moral yang diajarakan pada peserta didik?
Kita sebagai calon peserta didik tentunya tidak menginginkan peserta didik nya memiliki sifat yang tidak baik, artinya kita harus menanamkan sifat positif/kebaikan kepada peserta didik kita. dapat di contohkan "harus membuang sampah pada tempatnya", "jika lewat di depan orang yang lebih tua harus permisi" dll.

3. berikan contoh y-hal yang sering dilakukan oleh peserta didik tentang penerapan pendidikan nilai dan moral?
Menerapkan sifat 5S yaitu salam senyum sapa sopan dan santun, karena jika peserta didik sudah menerapkan sifat tersebut di dalam dirinnya pastinya akan mempunyai etika yang baik.
Nama : DEVI KELANA RINDU BINTARA
NPM: 2213052095
Kelas : 3G

Forum 3
1. apakah pendidikan nilai dan moral perlu di terapkan di sekolah? apa fungsi dan tujuan utama?
Pendidikan nilai dan moral tentunya sangat penting di terapkan di sekolah.
karena bertujuan untuk membentuk pribadi peserta didik menjadi lebih baik, terumata dengan etika karena etika lah yang harus di ajarkan sejak kecil

2. bagaimana yang harus dilakukan peserta didik untuk mempelajari nilai dan moral yang ada di sekolah, keluarga dan masyarakat?
Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk mempelajari nilai dan moral di sekolah, keluarga dan masyarakat yaitu sengan menerapkan 5S yaitu salam, senyum, sapa, sopan dan santun. Apabila peserta didik sudah menerapkan kelima S tersebut, mungkin peserta didik sudah dapat di bilang mempunyai etika yang bagus.
Nama : DEVI KELANA RINDU BINTARA
NPM : 2213053095
Kelas :3G

Pertemuan 1
Forum 1
1. jelaskan tentang pendidikan nilai dan moral menurut para ahli?
- Menurut pendapat Aristotle pendidikan nilai dan moral adalah bagian dari kebajikan, dan bahwa orang yang memiliki kebajikan akan selalu bertindak dengan cara yang tepat. Menurutnya, orang yang memiliki kebajikan akan selalu bertindak demi kebaikan orang lain, tidak hanya demi kepentingan diri sendiri.

- Kemudian menurut Immanuel Kant yaitu nilai-nilai moral harus berdasarkan prinsip universal yang dapat diterapkan kepada semua orang. Menurutnya, tindakan yang moral adalah tindakan yang sesuai dengan prinsip “agihkan kepada orang lain apa yang kamu inginkan agar orang lain agihkan kepadamu"

2. dari pendapat atau teori para ahli jadikan rangkuman terkait pendidikan nilai dan moral?
Dari pendidikan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang mempunyai prinsip nilai dan moral akan mempunyai alur hidup yang benar dan tidak mudah tergoda dengan orang lain.
Nama : DEVI KELANA RINDU BINTARA
NPM: 2213053095
Kelas : 3G

Analisis Jurnal
A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha (September, 2021)
2. Vol : 9
3. No : 3
4. Halaman
5. Tahun Terbit : 2021
6. Judul Jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM
PENDIDIKAN DI ACEH
7. Nama Penulis : Iwan Fajri,
Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff

B. Abstrak Jurnal
Pada jurnal ini terdapat Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan
tentang hukum dan moral siswa. Masalah iklim masyarakat moralitas remaja selama dekade
terakhir masih belum pernah terjadi sebelumnya. Dimana pendidikan memegang peranan yang
sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya
warga. Dalam menjawab perihal tersebut pemerintah Aceh tidak hanya menyelenggarakan
pendidikan yang sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh pula
melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat
kepada pemerintah Aceh.

C. Pendahuluan
Perkembangan IPTEK yang luar biasa
yang menyebabkan terjadinya proses interaksi kultural yang lebih terbuka (Suwarman, 2016). Dalam hal ini, pengembangan moral siswa secara otomatis terkait dengan sistem pendidikan.
Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembentukan akhlak di
kalangan peserta didik, bahkan menjadi tumpuan budaya masyarakat. Peran lembaga pendidikan juga penting untuk memperkuat dengan perubahan sosial yang terjadi di Aceh. Perubahan sosial yang pesat dalam gaya hidup menyebabkan ketidak bercintaan dalam sosial budaya di kalangan
remaja.

D. Pembahasan
- Landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh.
Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun
Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. Dengan dasar tersebut satuan pendidikan yang ada di provinsi Aceh menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ajaran islam. Salah satu hasil dari amanah qanun tersebut adanya kurikulum Aceh (kurikulum islami) sebagai landasan dalam menerapkan pendidikan di provinsi Aceh. Dengan ciri khas tersebut penerapan pendidikan Islam dalam rangka
pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam.

- Integrasi budaya islami dalam proses pendidikan di Aceh
Integrasi budaya Islam dalam Manajemen Sekolah bertujuan untuk membentuk pola
perilaku warga sekolah; Guru, tenaga administrasi, dan siswa yang relevan dengan hukum Islam.

- Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh
penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang
berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur.

E. Kesimpulan
Jadi, kesimpulan dari jurnal ini adalah Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9
Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran
Islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan
indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan
keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami
sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh
diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui
kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran
yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat
islam di Aceh.