གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ DEVI KELANA RINDU BINTARA 2213053095

Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
Npm : 2213053095
Kelas : 3G

Analisis video 2
Judul video "Mirisnya Kekerasan Dilingkungan Sekolah". Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kehilangan nyawa peserta didik di lingkungan sekolah tampaknya hanya karena masalah sepele seperti pertengkaran lisan dan tindakan bullying. Untuk mengurangi kemungkinan kejadian semacam itu, dibutuhkan pengawasan yang lebih ketat dari pihak pendidik dan pihak sekolah yang terkait. Sementara itu, kekerasan di sekolah yang dapat menyebabkan peserta didik mengalami depresi atau trauma, seperti pertarungan yang terjadi karena ketidaknyamanan suara bising yang ditimbulkan oleh peserta didik lainnya. Untuk mengatasi kekerasan di lingkungan sekolah, peran orang tua sangat penting. Ini bisa dilakukan melalui penguatan komunikasi antara orang tua dan anak, memberikan pemahaman tentang batasan-batasan dalam pergaulan, dan mendorong anak untuk lebih memahami lingkungan rumah dan orang-orang di sekitarnya.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
Npm : 2213053095
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Judul jurnal : Pentingnya pendidikan nilai di era globalisasi
Nama penulis : Hidayati
Tahun terbit : 2008
Nama jurnal : Dinamika pendidikan

Hasil Analisis
Dampak globalisasi telah mengakibatkan perubahan dalam nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Hal ini tercermin dalam peningkatan kesadaran akan hak-hak individu, mendorong kecenderungan hidup yang lebih individualistik, serta melonggarnya norma-norma moral. Terjadi juga peningkatan kasus penyimpangan moral di kalangan pelajar, yang sebagian besar disebabkan oleh kegagalan sistem pendidikan dalam mengembangkan nilai-nilai dan etika pada para siswa. Padahal, pendidikan seharusnya bertujuan untuk menyebarkan beragam nilai, memperkuat kerangka berpikir yang mencakup nilai-nilai keagamaan, psikologis, nilai-nilai hidup, dan penghayatan akan kebahagiaan hidup.
Pendidikan dianggap sangat esensial bagi peserta didik saat ini, sebagai upaya untuk melawan dampak buruk dari globalisasi. Oleh karena itu, peserta didik perlu diberikan pemahaman yang kuat akan nasionalisme dan keberhasilan dalam menerima serta menjaga nilai-nilai budaya bangsa. Tugas para pendidik tidak hanya terbatas pada proses pengajaran, tetapi juga melibatkan tanggung jawab dalam mendidik dengan sepenuh hati dan dalam proses yang benar. Peserta didik harus diajarkan untuk menggunakan akal dan hati mereka sebaik mungkin dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan. Dengan cara ini, kita dapat menghadapi era globalisasi dengan bijaksana.

Tujuan dari pendidikan nilai adalah agar peserta didik dapat mengalami dan memahami nilai-nilai tersebut. Pendidikan nilai dapat menjadi efektif dengan melewati langkah-langkah seperti persiapan, konsentrasi, transformasi, dan aktualisasi nilai. Sarana yang dapat digunakan dalam proses pendidikan nilai termasuk lagu, nasihat, cerita, doa, materi audiovisual, dan pertunjukan. Untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman, tiga fondasi penting adalah rasa nasionalisme, norma serta agama, dan nilai-nilai budaya bangsa.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
Npm : 2213053095
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1

A. IDENTITAS JURNAL
Judul jurnal : Pendidikan Nilai dan Moral Dalam Sistem Kurikulum Pendidikan Di Aceh
Penulis : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani, Mohd Yusoff
Nama jurnal : Jurnal Kewarganegaraan
Tahun Terbit : 2021
Volume : 9
Nomor : 3
Kata Kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

B. PEMBAHASAN
Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. Dengan dasar tersebut satuan pendidikan yang ada di provinsi Aceh menyelenggarakan pendidikan berdasarkan ajaran islam. Salah satu hasil dari amanah qanun tersebut adanya kurikulum Aceh (kurikulum islami) sebagai landasan dalam menerapkan pendidikan di provinsi Aceh. Selanjutnya pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan syariat Islam dan budaya Aceh. Salah satu budaya Aceh adalah seni tari Lampuan Aceh lari merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sangat diminati oleh siswa. kemudian Integrasi budaya Islam dalam Manajemen Sekolah bertujuan untuk membentuk pola perilaku warga sekolah; Guru, tenaga administrasi, dan siswa yang relevan dengan hukum Islam. Penerapan kurikulum islami tidak hanya berfokus pada mata pelajaran agama islam saja, tetapi lebih luas dari itu yang menyangkut permasalahan penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.

Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh. Penyelenggaraan Pendidikan Islami di Aceh adalah sebagai upaya untuk mengembangkan seluruh aspek kepribadian peserta didik dalam rangka mewujudkan masyarakat Aceh yang berperadaban dan bermartabat. Penerapan pendidikan nilai dan moral dalam pendidikan di Aceh melalui kurikulum islami sesuai dengan yang diamanatkan oleh qanun Aceh tentang pendidikan. Kurikulum islami ini mengatur satuan pendidikan yang ada di Aceh melalui dinas pendidikan untuk diterapkan di sekolah. Proses penerapan ini melalui perumusan visi sekolah yang berdasarkan nilai-nilai islami, perumusan strategi pembelajaran berbasis nilai islami, integrasi dalam setiap mata pelajaran yang ada dan penambahan muatan lokal berbasis budaya syariat islam di Aceh melalui peraturan gubernur.

E. PENUTUP
Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
Npm : 2213053095
Kelas : 3G

Analisis Jurnal II

A. Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja
Tahun Terbit : 2010
Penulis : H. Wanto Rivaie
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humoniora
Kata Kunci : Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia

B. Abstrak
Pada bagian abstrak ini, dalam kehidupan dewasa yang banyak tuntutan, tantangan serta masalah, upaya orang tua membina anak dalam keluarga dengan sentuhan kasih sayang untuk menjadi generasi mendatang yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia.

C. Pendahuluan
Atas dasar asumsi itu, muncul persoalan, bahwa dalam suasana kehidupan dewasa ini yang banyak tuntutan, tantangan dan masalah. Tanggung jawab dan akhlaq mulia akan dapat diwujudkan sejak dini kepada generasi muda sudah ditanamkan nilai-nilai keimanan dan disertai kegiatan ibadah dan muamallah yang terus menerus dan konsisten disertai keteladanan orangtua dan para pemimpin/tokoh masyarakat yang ada disekitar kita.

D. Pembahasan
Membangun Hubungan Interpersonal Antar Bangsa Nilai-nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahterah.

a). Membangun Hubungan Interpersonal Antar Bangsa
Nilai-nilai hubungan antar manusia warga bangsa perlu dibangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahterah. pentingnya peran penting keluarga dalam membina manusia yang tidak berdaya dari usia kandungan sampai usia dewasa. Di dalam keluarga mulai ditanamkan nilai-nilai keimanan, nilai-nilai, dan etika pergaulan.

b). Pendidikan Generasi Muda Yang Memiliki Jati Diri Indonesia Yang Berkadar Modern
Pembinaan generasi muda (SDM) melalui pendidikan berbeda dari zaman ke zaman, intinya dalam membina kepribadian, sebagai upaya membentuk jati diri remaja tidak bisa lepas dari filsafat hidup atau pandangan hidup seseorang, masyarakat atau bangsa dimana mereka menjalani kehidupan.

c). Penciptaan Suasana Yang Kondusif, Aktif, Efektif, Komunikatif, Penuh Nilai Kreatif Dan Bertanggung Jawab

Menciptakan suasana pendidikan yang kondusif dimaksudkan, bahwa perlu dibangun interaksi timbal balik dua arah yang akan melahirkan masukan dan hasil. Hal ini dilakukan agar tujuan yang diinginkan tercapai. Komunikasi menunjukan kebersamaan, pertemanan, dan keadilan, berbagi dengan yang lain. Suasana pendidikan yang kondusif perlu didasari komunikasi yang penuh
nilai.

d). Peranan Strategis Pendidikan Agama dalam Pembentukan Perilaku Peserta Didik dalam Kondisi Masyarakat yang Pluralistis
Inti dari cita-cita pluralisme, tidak bisa lepas dari bingkai keluargaan, adalah sebuah masyarakat sipil demokratis, adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan.

e). Faktor-Faktor Personal Yang
Mempengaruhi Tindakan Manusia
Ada dua macam pendekatan dalam pembentukan prilaku manusia. Kedua pendekatan ini menekankan faktor-faktor psikologis dan faktor-faktor sosial. Atau dengan istilah lain faktor-faktor yang timbul dari dalam individu (faktor personal), dan faktor-faktor berpengaruh yang datang dari luar individu (faktor environmental).

f). Menginternalisasikan Nilai Pancasila, Membina Jatidiri Berwawasan Nasional
Jatidiri berarti jadilah diri sendiri yang berakhlakul karimah, beretos kerja tinggi dan cerdas menghadapi kehidupan hari ini, mendatang mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat baik lokal, nasional, regional dan dunia. Upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sejak usia dini, yang dimulai dari kelompok primer yaitu lingkungan keluarga, sampai dengan lingkungan yang lebih luas/kelompok sekunder yaitu lingkungan tetangga, teman sebaya (peer group), lembaga pendidikan formal dan pendidikan non formal.

E).Penutup
Pembentukan nilai moral sosial budaya Indonesia di kalangan anak-anak dan remaja merupakan tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah secara bersinergis. Kerjasama yang baik antara ketiga lingkungan pendidikan yang oleh Ki Hajar Dewantoro (1964) disebut dengan Tri Pusat Pendidikan pada dasarnya sudah dikenal seusia kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Nama : Devi Kelana Rindu Bintara
Npm : 2213053095
Kelas : 3G

Analisis Jurnal

A. Identitas Jurnal
Judul Jurnal : ” PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH!”
Nama Jurnal : Jurnal Pemimpin Pengabdian Masyarakat
Volume : 2
Nomor : 1
Halaman : 13-17
Tahun Terbit : 2022
Nama Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Kata kunci : Nilai moral pancasila, generasi dan anti korupsi.

B. Abstrak
Pendidikan Moral Pancasila bertujuan untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.

C. Pendahuluan
Nilai Moral pancasila adalah suatu pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup sebagaimana telah diatur dalam pancasila atau ideologi Indonesia, dengan kata lain moral pancasila adalah sikap bermasyarakat yang baik dimana harus dilakukan oleh masyarakat. Pendidikan Moral Pancasila merupakan pendidikan yang berupaya untuk menumbuh kembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

D. Metode penelitian
Metode yang digunakan adalah menanamkan sikap dan nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab serta nilai keadilan.

E. Pembahasan
Tujuan dari Penerapan Nila Moral Pancasila Sejak Dini Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi ialah membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dengan jiwa Pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan, menembangkan pendidikan nasional yang meletakan pendidikan moral Pancasila sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi peserta didik dengan dukungan keterlibatan publik yang di lakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal dan informal, merevitalisasi dan memperkuat potensi pendidik, tenaga pendidikan, peserta didik, masyarakat dan lingkungan keluarga. Nila moral dan hukum mempunyai keterkaitan yang sangat erat sekali.
Pada dasarnya nilai, moral, dan hukum mempunyai fungsi yaitu untuk melayani manusia.

F. Kesimpulan
Kesimpulan dari jurnal ini ialah dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.