Posts made by Dwi Harianti 2213053295

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

by Dwi Harianti 2213053295 -
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Analisis Video

Pengamalan sila Pancasila dalam kehidupan
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila.
Pada bagian tengah burung garuda berisi lambang sila Pancasila.
Pengamalan sila Pancasila artinya penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sila pertama : Ketuhanan yang Maha Esa
Dilambangkan dengan Bintang. Sila Pertama mengajak kita untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintah nya.
Contoh pengamalannya:
1. Bersyukur kepada Tuhan.
2. Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut.
3. Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain.
4. Berdoa sebelum dan sesudah makan.
5. Menghormati agama orang lain.

Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dilambangkan dengan rantai. Sila Kedua mengajak kita untuk saling mencintai sesama manusia.
Contoh pengamalannya:
1. Membantu korban bencana alam.
2. Membantu adik belajar.
3. Tidak berbuat kasar kepada orang lain.
4. Menolong teman yang kesulitan.
5. Bersikap sopan kepada orangtua.

Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
Dilambangkan dengan Pohon Beringin. Sila Ketiga mengajak kita untuk cinta kepada Bangsa Indonesia.
Contoh pengamalannya:
1. Mengikuti upacara bendera dengan tertib.
2. Mencintai dan bangga menggunakan barang buatan Indonesia.
3. Bermain dengan rukun.
4. Melestarikan budaya daerah.
5. Berteman dengan tidak membedakan suku dan agama.

Sila Keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Dilambangkan dengan Kepala Banteng. Sila Keempat mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah.
Contoh pengamalannya:
1. Menyampaikan pendapat.
2. Berdiskusi/kerja kelompok.
3. Menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.
4. Saling menghargai pendapat.
5. Musyawarah dalam pemilihan ketua kelas.

Sila Kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dilambangkan dengan Padi dan Kapas. Sila Kelima mengajak kita untuk bersikap adil terhadap sesama.
Contoh pengamalannya:
1. Tidak berbuat curang kepada orang lain.
2. Menghargai karya orang lain.
3. Tidak boros dan suka menabung.
4. Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang.
5. Bergotong royong membersihkan kelas.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal

by Dwi Harianti 2213053295 -
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh

Perubahan pesat dalam kehidupan sosial merupakan salah satu perbincangan paling signifikan tentang hukum dan moral siswa. Masalah iklim masyarakat moralitas remaja selama dekade terakhir masih belum pernah terjadi sebelumnya. Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembuatan akhlak di golongan peserta didik, apalagi jadi tumpuan budaya warga. Dalam menjawab perihal tersebut pemerintah Aceh tidak hanya menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan yang diamanatkan secara nasional, pemerintah Aceh pula melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kekhususan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Aceh. Penyelenggaraan pembelajaran Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun No 9 Tahun 2015 pergantian atas Qanun Aceh No 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan sekolah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.

Pendidikan yang diselenggarakan di Aceh merupakan implikasi dari penerapan Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Aceh yang berbasis islami. Salah satu bentuk otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk provinsi Aceh adalah penerapan syariah Islam di Aceh dan pelaksanaan teknisnya diatur dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Syariah Islam Di Provinsi Daerah Istimewa Acch.

Penerapan syariah Islam di Provinsi Aceh mengatur berbagai konteks yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Aceh; Pendidikan politik, hukum, sosial, dan Islam di Aceh. Publik pertama Pemprov Aceh tentang penyelenggaraan pendidikan Islam diatur dengan Kurikulum Pendidikan Aceh Islami merupakan amanah dari Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. (Sulaiman, 2017) menjelaskan penerapan qanun tersebut merupakan bentuk kebijakan Pemerintah Provinsi Aceh untuk mewujudkan pendidikan Islam di Aceh yang merupakan bagian dari implementasi syariah Islam di Acch.

Pemerintah Provinsi Aceh mengharapkan dengan penerapan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan ini dapat mewujudkan proses pendidikan di Aceh yang berlangsung secara islami di seluruh satuan pendidikan di Aceh dan mengintegrasikan budaya Islam dalam proses pendidikan di Aceh. Samina (2015) menguraikan pendidikan islami ialah bentuk komitmen pemerintah Aceh terhadap masyarakat tentang praktek pendidikan yang ada di provinsi Aceh. Secara filosofi kehidupan masyarakat Aceh, maka kurikulum pendidikan islam sangat cocok dengan budaya yang ada di lingkungan masyarakat yang berbasis islami.

Penyelenggaraan pendidikan di provinsi Aceh, Indonesia, pada dasarnya mengacu pada sistem pendidikan nasional, sama dengan provinsi lain di Indonesia. Tetapi, semenjak Aceh diberikan status khusus lewat Undang- Undang No 44 Tahun 1999 tentang Keistimewaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Undang- Undang No 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, Pemerintah Aceh mempunyai kewenangan otonom dalam melaksanakan pendidikan dengan keunikan serta otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam (Ahamd, 2019; Bahri, 2013) Aceh memiliki ciri-ciri khusus dalam penyelenggaraan syariat Islam (Ulya, 2016) dan penerapan pendidikan Islam dalam rangka pembentukan generasi muda Aceh yang berakhlak mulia mengikuti budaya Aceh dan syariat Islam.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Diskusi

by Dwi Harianti 2213053295 -
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

1. Mengapa penting pendidikan nilai dan moral diberikan kepada peserta didik di sekolah dasar?

Jawaban: Pendidikan nilai dan moral penting diberikan pada peserta didik sekolah dasar karena pada dasarnya setiap individu harus mempunyai moral yang baik, cara membentuk moral dan kepribadian tersebut hendaknya diajarkan sejak dini. Pendidikan formal untuk anak yaitu Sekolah Dasar, sekolah dan guru berperan membentuk karakter tersebut melalui pengarahan dan penerapan nilai dan moral yang baik kepada peserta didik agar mereka dapat meniru dan mengikuti apa yang dicontohkan oleh guru. Anak usia sekolah dasar penting mendapat pendidikan nilai dan moral karena pada usia tersebut kemampuan intelektual dan sikap mereka berkembang cepat, dengan pertemanan yang kurang baik juga dapat berpengaruh dalam nilai dan moral anak. Oleh karena itu, di sekolah dasar peran guru harus ekstra dalam memperhatikan aktivitas peserta didik dan selalu mencontohkan perilaku yang baik untuk membentuk nilai dan moral yang baik bagi peserta didik.

Pendidikan nilai dan moral membantu dalam pembentukan karakter anak anak. Pendidikan nilai dan moral dapat membantu mencegah perilaku negatif seperti bullying , Kekerasan, dan tindakan menyimpang lainnya.

2. Apa tujuan utama pendidikan nilai dan moral?

Jawaban: Tujuan pendidikan nilai dan moral yaitu untuk pembentukan karakter anak sejak dini dengan mengajarkan nilai-nilai moral yang baik seperti kebaikan, kerendahan hati, keberanian, dan kasih sayang.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Diskusi

by Dwi Harianti 2213053295 -
Nama : Dwi Harianti
NPM : 2213053295
Kelas : 3 F

1. Apa keuntungan belajar nilai dan moral?

Jawaban: Dengan mempelajari nilai dan moral, banyak sekali keuntungan yang didapatkan. Seperti yang kita ketahui bahwa nilai dan moral adalah hal yang penting dimiliki setiap individu. Apalagi untuk saya sebagai seorang pendidik penting untuk mempelajari karena nantinya akan saya ajarkan untuk peserta didik saya kedepannya.

2. Sebutkan peraturan yang menjelaskan pentingnya pembelajaran nilai dan moral bagi peserta didik di sekolah dasar!

Jawaban: Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2022 Tentang Perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan ini . Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dinyatakan pula dalam Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 4 tahun 2022 bahwa Standar kompetensi lulusan pada pendidikan anak usia dini merupakan standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini.

Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini difokuskan pada aspek perkembangan anak yang mencakup:

• nilai agama dan moral
• nilai Pancasila
• fisik motorik
• kognitif
• bahasa
• sosial emosional.

3. Apa yang kalian ketahui tentang moral anak di sekolah dasar, di rumah, sekolah, dan masyarakat?

Jawaban: Moral anak merupakan nilai yang dibangun melalui pendidikan, pengajaran, dan pembiasaan.
• Di rumah, orangtua mempunyai peran utama membentuk moral anak, anak akan belajar melalui apa yang dicontohkan orang tuanya. Contoh moral yang diterapkan: sikap jujur, bertanggung jawab, peduli, disiplin, dan saling menghormati.
• Di sekolah, anak akan diberikan pengajaran oleh guru dengan pendidikan formal melalui kurikulum dan program pendidikan. Contoh moral di sekolah: jujur, kerjasama, menaati aturan, menghargai perbedaan, menghormati guru dan teman.
• Di masyarakat, masyarakat berpengaruh dalam membentuk moral anak. Baik tidaknya lingkungan sekitar dan pertemanan menjadi faktor penting pembentukan moral anak. Contoh moral di masyarakat: saling membantu, menghormati orang tua, toleransi terhadap perbedaan suku dan agama.