Kiriman dibuat oleh Della Pratiwi 2213053073

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Della Pratiwi 2213053073 -
Nama : Della Pratiwi
NPM : 2213053073
Kelas : 2E
Tugas PostTest Analisis Jurnal

A. Identitas Jurnal
1. Judul Jurnal : Integrasi Nasional Sebagai Penangkal Etnosentrisme Di Indonesia
2. Halaman : 1-9
3. Nama Penulis : Agus Maladi Irianto
4. Kata Kunci : national integration, ethnocentrism and conflict of interest

B. Isi Jurnal
Pendahuluan :
Sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini bangsa indonesia mempunyai beberapa pengalaman. Dari beberapa pengalaman tersebut, bangsa Indonesia telah mengalami berbagai perubahan. Perubahan yang terjadi diantaranya yaitu terjadi diberbagai aspek dan bidang, diantaranya adalah: ideologi, dokrin, paham dan perubahan azas dalam

kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dari beberapa ideologi dan perubahan azas tersebut dapat menimbulkan tidak stabilnya kondisi integrasi nasional dan perpecahan.

Pembahasan :
A. Identitas dan Integrasi Nasional
Identitas yaitu suatu gambaran masyarakat atau diri seseorang melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai wujud dari sosial dan budaya. Identitas juga berperan sebagai sarana dalam pembentukan pola pemikiran masyarakat, sehingga diperlukan adanya kesadaran nasional yang dipupuk dengan cara menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Pada satu sisi integrasi terbentuk karena ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan dalam nilai budaya, kesamaan cita-cita politik kesamaan pandangan hidup dan kesamaan bahasa. Integrasi Nasional juga terjadi akibat dari
terbentuknya kelompok yang
dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik
yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun
sosial.

B. Integrasi Nasional Versus Otonomi Daerah
Etnosentrisme yaitu kecenderungan berfikir mengenai budaya etniknya yang lebih unggul dibandingkan dengan budaya etnik yang lain. Rasa etnosentrisme diperkuat dengan adanya kebijakan negara yang menerapkan pemekaran dan otonomi daerah. Kegigihan pemekaran dan otonomi daerah akan berjalan selaras dengan semakin kuatnya etnosentrisme. Hal ini juga dapat diperlukan dalam demokrasi pemerintahan yang seharusnya mampu menjadi tempat pembauran lintas-etnis dan lintas-budaya. Dengan demikian, mengembangkan konsep
integrasi nasional sebagai strategi
kebudayaan Indonesia pada dasarnya
menyatukan visi dan misi di antara sejumlah
kepentingan dan identitas masing-masing
anggota masyarakat berlatar belakang
kebudayaan yang rumit.

Kesimpulan :
Pada beberapa uraian yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya
maka, dapat disimpulkan bahwa Integrasi Nasional yaitu suatu jalan keluar untuk menghadapi apa yang selama ini dilalui dan dialami oleh bangsa Indonesia secara terus menerus. Diantaranya yaitu berupa konflik, konflik di indonesia terdiri dari berbagai macam konflik, yaitu:konflik antar daerah, konflik antarsuku, konflik antar partai politik, konflik antar siswa, konflik antara agama, dan berbagai macam konflik yang lainnya. Kebijakan otonomi daerah yang kini
semarak di beberapa penjuru negeri , justru menjadi penghambat cita-cita dalam menerapkan
konsep Integrasi Nasional

Kelas 2E -> FORUM ANALISIS DISKUSI KELOMPOK

oleh Della Pratiwi 2213053073 -
Nama : Della Pratiwi
NPM : 2213053073
Kelas : 2E
Tugas PreTest Analisis Vidio

- Pengertian Integrasi Nasional
Integrasi nasional yaitu proses penyesuaian unsur-unsur yang ada di masyarakat yang mempunyai suatu keserasian fungsi.

- Di dalam integrasi nasional terdapat dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Berikut merupakan penjelasan dari kedua faktor tersebut:
- Faktor Pendorong
a. Sejarah
Sejarah Indonesia yang mendorong terjadinya Integrasi Nasional yaitu Sejarah Sumpah Pemuda, didalam sumpah pemuda terbentuk integritas dan persatuan para pemuda dari berbagai daerah yang terdapat di Indonesia.
b. Adanya Keinginan Untuk Bersatu
c. Cinta Tanah Air
d. Rela Berkorban
e. Konsensus Nasional
Konsensus Nasional dapat dibuktikan karena adanya kesepakatan nasional didalam Integrasi Nasional, yaitu Pancasila dan Undang-Undang 1945
- Faktor Penghambat
a. Heterogen
b. Etnosentrisme
c. Ketimpangan
d. Gangguan dari luar

- Bentuk Integrasi Nasional
Bentuk dari integrasi nasional ada 2 macam, yaitu:
a. Asimilasi
Asimilasi yaitu pembauran kebudayaan disertain dengan ciri khas kebudayaan asli.
b. Akulturasi
Akulturasi yaitu penerimaan sebagian unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

-5 pokok pengertian Integrasi menurut Myron Weiner (1971), yaitu sebagai berikut:
a. Penyatuan kelompok budaya
b. Pembentukan wewenang wekuasaan
c. Menghubungkan pemerintah dengan yang diperintah
d. Konsensus terhadap nilai
e. Prilaku yang terintegritas

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Della Pratiwi 2213053073 -
Nama : Della Pratiwi
NPM : 2213053073
Kelas : 2E
Tugas PostTest Analisis Jurnal

A. Identitas Jurnal
1. Nama Jurnal : Jurnal Bakti Saraswati
2. Volume : Vol. 05
3. Nomor : No. 01
4. Halaman : 9-16
5. Tahun Penerbit : Maret 2016
6. Judul Jurnal : Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa
7. Nama Penulis : Ida Bagus Brata
8. Kata Kunci : Kearifan lokal, identitas bangsa

B. Isi Jurnal
Abstrak :
Permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional pada era globalisasi memang sangat relevan untuk di wacanakan. Kearifan lokal adalah elemen budaya yang harus digali, dikaji, dan direvitalisasikan karena esensinya yang begitu penting dalam penguatan fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Pendahuluan:
Nasikun (2001:4) dengan menyitir pandangan beberapa ahli ilmu kemasyarakatan bangsa asing yang menganggap semboyan Bhineka Tunggal Ika" sesungguhnya masih lebih merupakan suatu cita-cita yang masih harus diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia dari pada sebagai kenyataan yang benar-benar hidup di dalam masyarakat. Oleh karena itulah memahami kebudayaan Indonesia dari berbagai segi penting artinya dalam rangka menemukan integrasi sebagai unsur penting dalam usaha persatuan bangsa. Kebudayaan Indonesia berakar dari kebudayaan etnik (lokal) di Indonesia yang memiliki keragaman Pantaslah motto "Bhinneka Tunggal Ika" menjadi bingkai dalam memahami isi (nilai) kebudayaan ini. Berkaitan dengan tujuan inilah sangat penting dipupuk rasa persatuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan Indonesia untuk memahaminya lewat pendekatan kebudayaan se-Indonesia.

Pembahasan :
Kearifan lokal yaitu bagian dari kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan. Kearifan lokal dapat diartikan sebagai seluruh ciri khas kebudayaan yang dimiliki oleh suatu bangsa sebagai penanda dan hasil pengalaman bangsa itu dimasa lalu. Penanda dari identitas budaya dapat ditandai dengan sebuah kekhasan yang dapat dilihat dari agama, bahasa, dan adat istiadat masyarakat setempat. Adanya penguatan jati diri suatu etnik atau masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan dan memperkuat jati diri suatu bangsa. Mengingat di era globalisasi yang semakin berkembang saat ini, memunculkan banyaknya modernisasi dan kecenderungan homogenitas kebudayaan sebagai bentuk akibat dari globalisasi.
Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang dari awal berdirinya sudah mengandung masalah legitimasi kultural. Kesenjangan, ketidakadilan, kurangnya pemerataan
pembangunan, dan tirani minoritas yang terjadi di
berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia yang cenderung menjadi luka sejarah yang sulit
dilupakan. Namun sering berjalannya waktu, dalam kenyataan dapat disaksikan adanya tuntutan berlebihan
baik dalam skala mikro maupun skala makro, bahkan tidak jarang menjadi masalah krusial yang dapatmengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini kebijakan
pelestarian nilai-nilai kearifan lokal terjebak pada persoalan politik tanpa aplikasi yang nyata. Di era perkembangan kehidupan dunia yang semakin bergerak ke arah yang bebas sekat, maka wawasan lokal semakin terintegrasi kedalam wawasan nasional dan wawasan global.

Kesimpulan :
Kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah-daerah dalam lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sungguh sangat banyak dan menunjukkan keberagaman jenisnya. Secara selektif banyak di antaranya yang dapat diangkat sebagai aset kekayaan kebudayaan bangsa dan dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus sebagai modal dasar untuk memperkokoh identitas bangsa.

Kelas 2E -> FORUM JAWABAN PRETEST

oleh Della Pratiwi 2213053073 -
Nama : Della Pratiwi
NPM : 2213053073
Kelas : 2E
Tugas Pretest Analisis Vidio

Identitas Nasional

-Pengertian Identitas Nasional
Identitas Nasional yaitu sesuatu yang mendasar sebagai ciri khas yang dimiliki oleh suatu bangsa, yang digunakan sebagai pengenal agar dapat membedakan dengan bangsa lain. Selain itu Identitas nasional juga menggambarkan mengenai diri suatu bangsa dan sangat penting untuk menjaga keutuhan suatu bangsa.

-Unsur Identitas Nasional
Dalam identitas nasional terdapat 4 unsur yaitu :
1. Suku Bangsa
Suku bangsa yaitu golongan sosial yang khusus askriptif dan sudah ada sejak lahir dan memiliki corak yang sama dengan umur dan jenis kelamin di indonesia. Di indonesia terdapat banyak sekali etnis dan suku bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada saat ini etnis yang terdapat di Indonesia diperkirakan sudah terdapat sekitar 210 juta, yang hampir separuhnya di dominasi oleh etnis Jawa.
2.Agama
Agama yaitu suatu sistem yang mengatur mengenai kepercayaan serta peribadatan kepada Tuhan, serta kaidah yang berhubungan dengan adat istiadat. Bangsa Indonesia sendiri dikenal sebagai bangsa yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia diantaranya yaitu : Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
3. Kebudayaan
Kebudayaan yaitu suatu pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang berisi mengenai pangkat-pangkat pengetahuan yang secara kolektif digunakan pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapinya sehingga dapat bertindak sesuai dengan lingkungan yang dihadapinya.
4.Bahasa
Bahasa yaitu sistem berlambang yang dibentuk berdasarkan unsur ucapan atau bunyi manusia yang digunakan sebagai sarana interaksi dan komunikasi manusia baik secara lisan, tulisa, isyarat, maupun gerakan.

-Identitas Indonesia Tercantum dalam Konstitusi Indonesia UUD 1945 Pasal 35 dan 36 C
Adapun identitas nasional yang menunjukkan jati diri bangsa indonesia, yaitu sebagai berikut :
1. Memiliki bahasa nasional , yaitu Bahasa Indonesia.
2. Memiliki bendera negara, yaitu Bendera Merah Putih.
3. Memiliki lagu kebangsaan, yaitu Lagu Indonesia Raya.
4. Memiliki lambang negara, yaitu Pancasila.
5. Memiliki semboyan negara, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
6. Memiliki dasar falsafah negara, yaitu Pancasila.
7. Memiliki konstitusi hukum negara, yaitu UUD 1945.
8. Memiliki bentuk negara, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berkedaulatan rakyat.
9. Memiliki konsepsi wawasan nusantara.
10. Memiliki kebudayaan daerah yang telah diterima menjadi kebudayaan nasional.