Posts made by Annida Dwi Kirasti 2213053220

Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220

Pendidikan Moral Di Sekolah Dasar

Pendidikan moral adalah proses pendidikan untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan dan juga kelakuan yang dilakukan oleh peserta didik agar mampu berinteraksi dengan lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan kebudayaan masyarakat setempat.
Tahap-Tahap Perkembangan Moral, diantaranya :
1. Usia 6 - 12 Bulan
2. Usia 12 - 18 Bulan
3. Usia 18 - 30 Bulan
4. Usia 30 - 36 Bulan
5. Usia 3 - 4 Tahun
6. Usia 4 - Tahun
7. Usia 7 - 8 Tahun
8. Usia 9 - 11 tahun
9. Usia 12 - 15 Tahun
10. Usia 16 - 20 Tahun
11. Dewasa Muda (Usia 20 - 40 Tahun)
12. Dewasa Tengah (Usia 40 - 65 Tahun)
13. Dewasa Tua (Usia 65 Tahun).

Permasalahan serta solusi dalam perkembangan moral anak sekolah dasar yaitu :
1. Hilangnya Kejujuran,misalnya mencontek saat ujian jadi solusi yang dapat diberikan yaitu dengan mengajarkan anak untuk lebih percaya diri untuk jawabannya dan selalu mengajarkan anak untuk bersikap jujur.
2. Hilangnya rasa tanggung jawab, misalnya ketika ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas maka anak tersebut diminta untuk maju kedepan dan mengerjakan tugas tersebut didepan.
3. Rendahnya disiplin,misalnya siswa masih ada yang datang tidak tepat waktu disekolah solusi yang dapat dilakukan guru yaitu memberikan tindakan tegas kepada siswa tersebut agar siswa tersebut tidak mengulanginya kembali.
4. Kurang bisa bekerja sama,misalnya memberikan tugas kelompok dalam hal tersebut dapat membiasakan anak untuk terlibat dalam kegiatan kelompok dan meletakkan anak untuk aktif dalam kelompok tersebut.
5. Mengambil hak orang lain, misalnya mencuri. Solusinya yaitu dengan membiasakan anak untuk menerima apa yang mereka miliki dan tidak mengambil hak milik orang lain.
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220

Pendidikan Moral: Tanggung Jawab Diri dalam Keluarga
Berdasarkan video terlampir, dikatakan bahwa tanggung jawab seseorang di dalam keluarga itu beragam. Adapun tujuan dan kepentingan dari tanggung jawab sendiri adalah untuk membangun hubungan yang kuat antar anggota keluarga, tanggung jawab juga menciptakan perasaan aman dan adanya suatu perlindungan di dalam rumah tangga, dukungan untuk perkembangan keluarga dan peningkatan kualotas hidup supaya mampu untuk menciptakan tumbuh kembang dan lingkungan yang sehat untuk anak, tanggung jawab juga dapat dijadikan pembelajaran atas nilai-nilai positif, dan eksistensi tanggung jawab memperkuat ikatan antar anggota keluarga
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220

Dari jurnal tersebut dijelaskan tentang kewajiban perguruan tinggi untuk melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi berupa pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM). Dengan adanya P3KM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya perguruan tinggi yang melaksanakan P3KM secara konsisten adalah Universitas Pamulang (UNPAM). Pelaksanaan P3KM di Pamulang ini dibawah kendali Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). LP2M ini dapat memberikan kontribusi besar kepada pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat. Selan itu, dijelaskan juga tentang degradasi moral. Degradasi berarti kemunduran , kemerosotan atau penurunan dari suatu hal. Sedangkan moral adalah akhlak atau budi pekerti. Jadi, degradasi moral merupakan suatu fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang maupun sekelompok orang sesuai dalam konteks Bangsa Indonesia. Kemajuan teknologi membuat kalangan mileannial bebas akses tentang globalisasi dunia sehingga menyebabkan degradasi moral seperti minimnya sopan santun (cara berbicara dan berpakaian), kenakalan remaja (sex bebas dan konsumsi obat-obat terlarang), jauh dari nilai-nilai agama.
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220

REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL

Dari jurnal tersebut dijelaskan tentang tantangan moral yang menjadi permasalahan identitas bangsa menjadi tanggungjawab semua elemen masyarakat, khususnya pendidikan yang memiliki peran signifikan dalam membentuk dan melahirkan generasi bangsa yang unggul secara intelektual dan moralitas. Pada era otonomi, kualitas pendidikan akan sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah. Selain itu, penanaman dan penghayatan sikap-sikap budi pekerti di sekolah masih bersifat formatif karena belum menjadikan nilai-nilai yang diharapkan dalam indikator pencapaian belajar terwujud secara permanen dalam diri peserta didik di sekolah, terlebih lagi tantangan ketika peserta didik sudah tidak berada di lingkungan sekolah. Di sekolah materi yang dianggap bertanggung jawab atas rekontruksi moral adalah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Kandungan moral dari kedua mata pelajaran di atas telah mencakup norma-norma hidup manusia yang berbudi pekerti, menghayati dan memahami agama dan Negara yang melindunginya serta memuat materi toleransi dalam bentuk mampu menghargai perbedaan di tengah-tengah lingkungan masyarakatnya.
melalui pendidikan moral di sekolah khususnya yang tercakup dalam materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ditambah lagi dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang secara jelas bertanggung jawab atas penanaman nilai-nilai moral bagi warga Indonesia. Sehingga menumbuhkan sikap toleransi, Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, Menghargai hidup dalam perbedaan dilingkungan jangkauan pergaulan dan keberdaannya, Mempunyai semangat belajar untuk mengetahui berbagai wawasan keilmuan dan pemahaman tentang fenomena dan kejadian yang namapak di sekitar lingkungan, sehingga bisa berpkir dan bersikap bijak ketika dihadapkan dengan gesekan perbedaan dan perpecahan antar golongan, Mampu menalar dan mengurai secara mandiri berbagai aspek permasalahan disekitar lingkungan hidupnya secara objektif, Mempunyai wawasan pendidikan politik; tentang ketatanegaraan sehingga dapat menempatkan diri sebagai bagian dari warga Negara, Tumbuhnya semangat nasionalisme yang turut serta menjunjung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nama : Annida Dwi Kirasti
Npm : 2213053220

Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral pada pendidikan anak usia dini. Pada setiap satuan PAUD tugas guru tidak hanya merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi tetapi juga menilai hasil belajar setiap anak. Penilaian ini merupakan salah satu tugas pokok yang penting dan harus dilakukan oleh guru PAUD. Hal ini bertujuan supaya guru dapat mendeskripsikan ketercapaian perkembangan masing-masing anak, termasuk didalamnya perkembangan moral dan agama. Melalui penilaian tersebut guru dapat mengukur sejauh mana perkembangan masing-masing peserta didik serta dapat mengetahui dan menerapkan di aspek perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau mungkin yang sudah dapat dicapai. Instrumen penilaian yaitu alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.
Melalui penilaian tersebut guru dapat mengukur perkembangan dari masing-masing peserta didik serta dapat mengetahui dan menerapkan perkembangan yang mungkin belum dapat dicapai atau yang sudah dicapai. Instrumen penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.