Posts made by Bagas Rudiansyah 2253053037

Nama: Bagas Rudiansyah
NPM: 2253053037
Kelas: 1E
Analisis Vidio

Soekarno menyatakan bahwa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan beliau juga mengatakan bahasa kami rakyat Indonesia memasukan Pancasila kedalam pembukaan undang-undang dasar, pancasila memiliki arti panca yaitu lima dan sila berarti prinsip, Pancasila berarti lima prinsip, pancasila dijadikan tuntutan dalam berbangsa dan bernegara, Karena pancasila merupakan dasar negara Indonesia, kelima sila itu adalah :
1. Percaya kepada Tuhan YME
2. Nasionalisme
3. Kemanusiaan
4. Demokrasi.
Nama: Bagas Rudiansyah
NPM: 2253053037
Kelas: 1E
Analisis jurnal

Perbedaan mengenai landasan negara yang akan diambil untuk dijadikan sebagai dasar negara telah terjadi sejak tahun 1938 hingga pada persiapan kemerdekaan republik Indonesia, perbedaan pendapat ini terjadi antara kelompok nasionalis Soekarno dengan kelompok Islam yang dipimpin oleh Muhammad Natsir yang menginginkan negara Islam sebagai landasan negara. Perdebatan panjang antara Soekarno dan Natsir ini semakin meluas hingga sampai pada saat proses pembentukan negara Indonesia pada tahun 1945. Dalam upaya untuk menyusun dasar negara dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) dan diresmikan pada 28 Mei 1945.Tidak ketemunya titik terang landasan negara pada saat sidang BPUPKI, dibentuklah panitia kecil yang beranggota 9 orang yang dipimpin oleh Ir.Soekarno.
Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan mahasiswa yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, seperti sikap-
sikap di bawah ini:
1. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggungjawab sesuai dengan hati
nuraninya.
2. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya.
3. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi danseni.
4. Memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.

Adapun tujuan pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah agar mahasiswa:
1. Dapat memahami dan mampu melaksanakan jika Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam kehidupan sebagai warga negara Indonesia.
2. Menguasai pengetahuan tentang beragam masalah dasar berkehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi
dengan penerapan pemikiran yang berlandasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
3. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma Pancasila
4. Membantu mahasiswa dalam proses belajar,proses berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan menerapkan
strategi heuristik terhadap nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan Pancasila sebagai salah satu dari mata kuliah memiliki misi dan visi.Kampus juga harus memerlukan tatanan pembangunan seperti tatanan Negara yaitu politik,ekonomi, budaya, hukum dan antar umat beragama.
Nama: Bagas Rudiansyah
NPM: 2253053037
Kelas: 1E
Analisis Video-2

Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945 Sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi beberapa peristiwa yang berkaitan dengan perjalanan negara dan mengubah sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal 1Agustus 1945, 5 tentara Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, dimana para pemuda mengetahui berita ini pada tanggal 15 Agustus 1945 di Bandung melalui siaran radio, berita ini sampai ke Indonesia. Ir. Soekarno dan dr. pak Hatta baru saja kembali ke tanah air untuk memenuhi undangan Panglima Jepang di Asia Tenggara, Marsekal Terauchi. Baru pada saat itulah sisi baik dan buruk Proklamasi Indonesia menjadi jelas bagi golongan tua dan muda, kaum muda ingin segera melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sedangkan golongan lama menginginkan kemerdekaan Indonesia terjadi secara terorganisir. Berdasarkan ketidaksepakatan ini, para pemuda melakukan penculikan, yang dilakukan oleh beberapa pemuda yang diperintahkan oleh perkumpulan Sukarni, Wikana, Chaerul Saleh Menteng 31 untuk membawa Soekarno. Hattaga ke tempat pengungsian Rengasdengklok yang terletak jauh dari jalan raya Jakarta-Cirebon pada tanggal 16 Agustus 1945, upaya ini dilakukan agar Soekarno Hatta jauh dari pengaruh pemerintah pendudukan Jepang. Saat itu terjadi negosiasi yang cukup sengit antara Achmad Subardjo (kelompok tua) dan Wikana (kelompok muda), hingga akhirnya tercapai kesepakatan tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia yang harus dilaksanakan di Jakarta. Soekarno dan Hatta juga dikumpulkan dari Rengasdengklok untuk menuju rumah Laksamana Maeda di kawasan Menteng. Teks deklarasi akhirnya dirancang oleh Ir. Soekarno, dr. pak Hatta, Ahmad Subardjo, banyak diskusi terjadi sebelum dicapai kesepakatan tentang isi pernyataan dan kepastian teks redaksi.
Nama: Bagas Rudiansyah
NPM: 2253053037
Kelas: 1E
Analisis soal
A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?
Jawab: dengan cara gotong royong dalam hal kebaikan, gotong-royong sudah mulai memudar dibangsa Indonesia maka dari itu kita sebagai generasi muda harus kembali menghidupkan gotong-royong agar tradisi tersebut tidak luntur dari bangsa kita.

B. Upaya yang dapat kita lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman yaitu dari lingkungan sekitar tempat tinggal yang menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat, dengan menerapkan sikap toleransi antar sesama manusia serta saling bersilaturahmi. Dari hal tersebut kita akan bisa menghadapi tekad untuk bersatu.

C. Setiap kelompok/negara/negara memiliki nilai-nilai inti yang menjadi kriteria kelompok/negara/negara dan identitas nasional. Artinya, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dengan kelompok lainnya. Seperti sistem hukum dan sistem pemerintahan yang mengatur pemerintahan itu sendiri. Ciri mendasar lainnya adalah terkait dengan nilai-nilai luhur dan budaya masing-masing kelompok yang disebutkan.

D. Menurut saya sikap para pendiri bangsa, mempunyai jiwa nasionalisme dan toleransi yang tinggi dalam penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Selain itu pada saat perumusan Pancasila, para pendiri bangsa memiliki banyak sekali perbedaan pendapat tapi tetap menghargai dan menghormati masing-masing para pendapat. Sehingga kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa mencontoh sikap yang di miliki oleh para pendiri bangsa, kita harus bisa saling menghormati dan menghargai untuk bisa bersatu seperti arti semboyan dari Bhinneka Tunggal Ika yaitu meskipun berbeda beda tetapi tetap satu jua.
Nama: Bagas Rudiansyah
NPM: 2253053037
Kelas: 1E
Analisis jurnal
Sejarah Lahirnya Pancasila
Perbedaan mengenai landasan negara yang akan diambil untuk dijadikan sebagai dasar negara telah terjadi sejak tahun 1938 hingga pada persiapan kemerdekaan republik Indonesia, perbedaan pendapat ini terjadi antara kelompok nasionalis Soekarno dengan kelompok Islam yang dipimpin oleh Muhammad Natsir yang menginginkan negara Islam sebagai landasan negara. Kelompok Nasionalis menginginkan Pancasila sebagai dasar negara sedangkan kelompok Islam menginginkan Islam sebagai dasar negara, perbedaan pandangan agama dan negara antara Soekarno dan Natsir dimulai dengan adanya artikel dari Soekarno dengan judul “Sebab Turki Memisahkan Agama dan Negara” pada tahun 1940. Soekarno memandang bahwa pemisahan agama dan negara karena agama adalah urusan spiritual sedangkan negara urusan dunia, hal ini telah dilakukan oleh negara Turki pada masa Kemal Attaturk serta juga merujuk dari pendapat ulama Al-Azhar Syeikh Ali Abdur Razid (Ahmad, 1999). Seokarno juga merujuk perkataan Mahmud Essay Bey yaitu apabila agama dipakai dalam mengelola negara, makan selalu digunakan sebagai alat untuk menghukum di tangan raja-raja, orang zalim dan tangan besi (Hamidi, Jazim, & Abadi, 2001).

Hubungan Agama dan Negara
Hubungan agama dengan negara
dinilai sangat erat dan saling berhubungan dalam berbagai aspek. Berbagai kalangan cendekiawan, ilmuan dan agamawan di Indonesia menyepakati bahwa agama memberikan pedoman yang berasal dari tuhan dan berfungsi sebagai pembimbing dan pemberi petunjuk, dengan fungsi seperti ini tujuan pokok agama adalah keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian kepada
penganutnya.
Hubungan ini terikat khusus yaitu negara sebagai lembaga politik dan keagamaan sekaligus. Agama dan negara memiliki hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi atau Simbiotik-Interpenden yaitu agama memerlukan negara karena dengan melalui negara agama dapat menjadi
berkembang. Sebaliknya negara memerlukan agama karena dengan agama negara dapat menjadi berkembang dalam kerangka etika dan moral.