Posts made by Ihya Ghulam Halim 2213053178

Nama : Ihya Ghulam Halim
NPM : 2213053178
Kelas : 2 G

Setelah melihat video tayangan di atas dengan judul "Perkembangan Demokrasi di Indonesia" bisa disimpulkan bahwasannya Demokrasi di Indonesia telah mengalami perkembangan sejak awal kemerdekaannya pada tahun 1945. Pada awalnya, Indonesia mengadopsi sistem demokrasi parlementer yang mirip dengan sistem Inggris, di mana kekuasaan berada di tangan parlemen. Namun, pada tahun 1959, Indonesia beralih ke sistem demokrasi presidensial dengan konstitusi baru. Selama masa pemerintahan Orde Baru (1965-1998), demokrasi di Indonesia terbatas dan otoriter, di mana kekuasaan hanya berada di tangan presiden dan partai politik yang didukungnya. Pada tahun 1998, reformasi politik terjadi di Indonesia dan membawa perubahan besar dalam sistem politik dan demokrasi.

Sejak reformasi, Indonesia telah melakukan beberapa perubahan besar dalam sistem demokrasinya. Salah satu perubahan paling signifikan adalah pengesahan undang-undang tentang Pemilihan Umum (UU No. 7 Tahun 2017), yang memberikan hak pilih kepada semua warga negara yang berusia 17 tahun ke atas. Indonesia juga telah melakukan pemilihan umum secara berkala, baik di tingkat nasional maupun lokal, yang memungkinkan warga negara untuk memilih pemimpin mereka secara langsung. Selain itu, Indonesia telah mengalami perkembangan media sosial yang signifikan, yang memungkinkan masyarakat untuk menyuarakan pendapat mereka dan mengawasi kinerja pemerintah.

Namun, Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan dalam perkembangan demokrasinya, seperti korupsi, kekerasan politik, dan masalah hak asasi manusia. Pemerintah Indonesia juga terus berjuang untuk memperkuat lembaga-lembaga demokrasi seperti parlemen dan sistem peradilan untuk memastikan keberlangsungan demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, meskipun masih menghadapi tantangan, Indonesia telah membuat kemajuan signifikan dalam perkembangan demokrasinya sejak reformasi, dan tetap berkomitmen untuk memperkuat sistem demokrasi dan mewujudkan keadilan bagi semua warga negaranya.
Nama : Ihya Ghulam Halim
NPM : 2213053178
Kelas : 2 G

Setelah membaca dan memperhatikan jurnal tersebut yang di tulis oleh Galih Puji Mulyono, Rizal Fatoni dengan judul "DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD NILAI-NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH DI INDONESIA" bisa disimpulkan bahwasanya demokrasi adalah salah satu wujud dari nilai-nilai sila keempat Pancasila, yaitu "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan". Pemilihan umum daerah di Indonesia merupakan implementasi dari nilai-nilai sila keempat tersebut, di mana rakyat berhak untuk memilih dan dipilih dalam menentukan pemimpinnya.

Melalui pemilihan umum daerah, rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin yang dianggap mampu mewakili kepentingan mereka dan membawa kemajuan bagi daerahnya. Selain itu, pemilihan umum daerah juga mendorong terbentuknya suatu sistem yang demokratis, di mana keputusan diambil melalui musyawarah dan mufakat.

Namun, untuk mewujudkan nilai-nilai sila keempat Pancasila dalam pemilihan umum daerah, dibutuhkan pihak-pihak yang berkomitmen dan berintegritas tinggi dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip demokrasi. Keterlibatan aktif dari masyarakat dalam pemilihan umum daerah juga sangat penting untuk memastikan bahwa demokrasi berjalan dengan baik.

Dalam rangka memperkuat implementasi nilai-nilai sila keempat Pancasila dalam pemilihan umum daerah, dibutuhkan upaya-upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilihan umum. Juga diperlukan pendidikan dan sosialisasi yang lebih intensif mengenai pentingnya nilai-nilai demokrasi dan peran masyarakat dalam memperkuat demokrasi.
Baik izin menjawab pertanyaan dari saudari Khairani Ulya yaitu metode pembelajaran demonstrasi dan tayangan dapat dilakukan dalam berbagai konteks pembelajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Metode ini dapat digunakan pada semua jenjang pendidikan, termasuk di tingkat sekolah dasar.

Metode pembelajaran demonstrasi melibatkan demonstrasi dari guru atau instruktur kepada siswa mengenai cara melakukan tugas atau kegiatan tertentu. Sementara itu, metode pembelajaran tayangan melibatkan penggunaan media audio visual seperti video, presentasi atau slide, untuk menunjukkan konsep atau keterampilan yang akan dipelajari.

Contoh pengimplementasian dari metode pembelajaran demonstrasi pada tingkat sekolah dasar dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

· Guru melakukan demonstrasi cara melakukan penjumlahan sederhana dengan menggunakan alat bantu visual seperti gambar atau benda konkret seperti biji-bijian atau pensil. 
· Guru juga dapat melakukan demonstrasi cara membuat karya seni sederhana seperti origami atau membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan yang mudah ditemukan. 

Contoh pengimplementasian dari metode pembelajaran tayangan pada tingkat sekolah dasar dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

· Guru menunjukkan video singkat yang menunjukkan cara menghitung uang kembalian di warung atau toko. 
· Guru juga dapat menggunakan presentasi yang menunjukkan gambar dan ilustrasi mengenai bagaimana fotosintesis terjadi pada tanaman. 
Baik izin menjawab pertanyaan dari saudari Safira Sita Salsabilla : Jadi untuk metode pembelajaran resitasi dapat diterapkan di kelas satu, terutama jika pendidik dapat menyesuaikan instruksi dan ekspektasi dengan kemampuan dan tingkat perkembangan siswa. Namun, perlu dipertimbangkan bahwa siswa kelas satu mungkin masih dalam tahap awal belajar membaca dan menulis, sehingga pendidik perlu memperhatikan kemampuan membaca dan menulis siswa.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk mengkondisikan kelas satu dalam penerapan metode pembelajaran resitasi:

1.Membuat instruksi yang jelas dan sederhana.
2.Menggunakan sumber bacaan yang sesuai.
3.Membuat contoh resume.
4.Memberikan bimbingan dan dukungan.
5.Memberikan umpan balik yang positif.