Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Fernanda Rizky Ardila
NPM : 2213053071
Kelas : 2D
Prodi : PGSD
Post Test
Analisis Soal (2)
1. Menurut pendapat saya berdasarkam artikel tersebut Penegakan HAM di Indonesia masih tergolong rendah dan memprihatinkan sehingga disebut dengan Masa Gelap atau Awan Gelap HAM di Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa kondisi HAM di Indonesia banyak mengalami kegagalan dalam proses penerapannya. Adapun contoh dari masa kelam dan kegagalan HAM di Indonesia adalah:
- Tidak ada penegakan HAM yang dilakukan secara tegas oleh aparatur negara.
- Menguatnya pembebasan berekspresi dan beragama yang sewenang-wenang.
- Deskriminasi dan rasis terhadap masyarakat lain.
Adapun hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah :
• Kita dapat melakukan perubahan terhadap kebiasan buruk yang secara tidak langsung telah bertentangan dengan HAM.
• Mengetahui dan memahami hal-hal yang tidak sesuai dan bertentangan dengan HAM.
• Mampu membedakan dan berani melaporkan pelanggaran HAM yang terjadi di sekitar kita.
• Pemerintah seharusnya mampu mengambil tindakan yang tepat untuk memutus masa kelam HAM di Indonesia.
2. - Menurut pendapat saya mengenai demokrasi di Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli Indonesia adalah hal yang tepat dan sesuai dengan bangsa kita. Karena, pada dasarnya demokrasi adalah sistem yanh berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Jadi demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat bangsa adalah hal yang tepat, dengan adanya kesesuaian antara demokrasi dan adat istiadat bangsa akan memudahkan proses penegakan dan jalannya demokrasi yang ada di Indonesia karena telah sesuai dengan nilai dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Selain itu, hal ini juga menjadi tonggak utama untuk mengembangkan dan menunjukkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia yang luhur dan sesuai dengan Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa.
- Menurut pendapat saya prinsip demokrasi Indonesia yang berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa adalalah hal yang tepat dan sesuai. Karena kehidupan kita didunia karena karunia dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa juga sesuai dengan pancasila sila ke- 1 yang sesuai dengan kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia. Selain itu, Ketuhanan Yang Maha Esa juga menjadi tolak ukur dan pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya.
3. Menurut pendapat saya pada praktiknya Demokrasi di Indonesia masih belum sesuai dengan UUD NRI 1945 karena masih banyak pelanggaran kasus, dan banyak peristiwa yang bertolak belakang serta tidak sesuai dengan UUD 1945. Adapun contoh dari demokrasi di Indonesia saat ini yang masih belum sesuai dengan UUD 1945 adalah :
~ Hukum di Indonesia yang tumpul ke atas dan tajam kebawah. Pada hal ini demokrasi di Indonesia tidak berjalan sesuai fungsi dan UUD 1945 karena hukum yang ada di Indonesia cenderung menindas rakyat dan melindungin kalangan atas seperti pemerintah dan aparatur negara yang bersalah.
~ Masih banyak kecurangan yang dilakukan oleh calon pemimpin negara dalam Pemilu di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan demokrasi dan asas pemilu di Indonesia.
~ Aspirasi dan suara dari rakyat yang tidak di dengar oleh aparatur negara. Hal ini juga bertentangan dengan demokrasi di Indonesia yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
4. Menurut saya sikap yang harus diambil dengan adanya para parlemen yang mengatas namakan rakyat untuk melaksanakan dan menjalankan agenda politik yang tidak sesuai dengan rakyat adalah melaporkannya kepihak hukum dan menindaklanjuti masalah ini. Karena pada dasarnya hal ini akan merugikan masyarakat Indonesia khususnya rakyat kecil yang hak dan kewajibannya dirampas oleh pemerintah untuk kepentingan mereka sendiri. Hal seperti ini harus diputus dan ditindaklanjuti agar tidak disalahgunakan dan dipergunakan untuk kepentingan para parlemen yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat. Dari penegak hukum dan aparatur negara sendiri juga harus tegas dan peka terhadap hal yang terjadi ini, bukannya menutup mata dan telinga dengan adanya penyalahgunaan wewenang oleh parlementer. Tetapi sudah seharusnya pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk menindak dan berlaku tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang terjadi baik oleh masyarakat maupun anggota pemerintahan sendiri.
5. Menurut pendapat saya hal ini terjadi karena pada era ini, masih banyak rakyat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yangdapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dikelabuhi tokoh agama yang mereka percayai, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena kemudahan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini, dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, sehingga dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik cenderung mengiming – imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu ( sebagai tumbal ), dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.
Nama : Fernanda Rizky Ardila
NPM : 2213053071
Kelas : 2D
Prodi : PGSD
Post Test
Analisis Soal (2)
1. Menurut pendapat saya berdasarkam artikel tersebut Penegakan HAM di Indonesia masih tergolong rendah dan memprihatinkan sehingga disebut dengan Masa Gelap atau Awan Gelap HAM di Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan, sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa kondisi HAM di Indonesia banyak mengalami kegagalan dalam proses penerapannya. Adapun contoh dari masa kelam dan kegagalan HAM di Indonesia adalah:
- Tidak ada penegakan HAM yang dilakukan secara tegas oleh aparatur negara.
- Menguatnya pembebasan berekspresi dan beragama yang sewenang-wenang.
- Deskriminasi dan rasis terhadap masyarakat lain.
Adapun hal positif yang saya dapatkan setelah membaca artikel tersebut adalah :
• Kita dapat melakukan perubahan terhadap kebiasan buruk yang secara tidak langsung telah bertentangan dengan HAM.
• Mengetahui dan memahami hal-hal yang tidak sesuai dan bertentangan dengan HAM.
• Mampu membedakan dan berani melaporkan pelanggaran HAM yang terjadi di sekitar kita.
• Pemerintah seharusnya mampu mengambil tindakan yang tepat untuk memutus masa kelam HAM di Indonesia.
2. - Menurut pendapat saya mengenai demokrasi di Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli Indonesia adalah hal yang tepat dan sesuai dengan bangsa kita. Karena, pada dasarnya demokrasi adalah sistem yanh berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Jadi demokrasi Indonesia yang diambil dari nilai-nilai adat istiadat bangsa adalah hal yang tepat, dengan adanya kesesuaian antara demokrasi dan adat istiadat bangsa akan memudahkan proses penegakan dan jalannya demokrasi yang ada di Indonesia karena telah sesuai dengan nilai dan kepribadian bangsa Indonesia sendiri. Selain itu, hal ini juga menjadi tonggak utama untuk mengembangkan dan menunjukkan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia yang luhur dan sesuai dengan Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa.
- Menurut pendapat saya prinsip demokrasi Indonesia yang berdasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa adalalah hal yang tepat dan sesuai. Karena kehidupan kita didunia karena karunia dan kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa juga sesuai dengan pancasila sila ke- 1 yang sesuai dengan kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia. Selain itu, Ketuhanan Yang Maha Esa juga menjadi tolak ukur dan pedoman bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupannya.
3. Menurut pendapat saya pada praktiknya Demokrasi di Indonesia masih belum sesuai dengan UUD NRI 1945 karena masih banyak pelanggaran kasus, dan banyak peristiwa yang bertolak belakang serta tidak sesuai dengan UUD 1945. Adapun contoh dari demokrasi di Indonesia saat ini yang masih belum sesuai dengan UUD 1945 adalah :
~ Hukum di Indonesia yang tumpul ke atas dan tajam kebawah. Pada hal ini demokrasi di Indonesia tidak berjalan sesuai fungsi dan UUD 1945 karena hukum yang ada di Indonesia cenderung menindas rakyat dan melindungin kalangan atas seperti pemerintah dan aparatur negara yang bersalah.
~ Masih banyak kecurangan yang dilakukan oleh calon pemimpin negara dalam Pemilu di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan demokrasi dan asas pemilu di Indonesia.
~ Aspirasi dan suara dari rakyat yang tidak di dengar oleh aparatur negara. Hal ini juga bertentangan dengan demokrasi di Indonesia yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
4. Menurut saya sikap yang harus diambil dengan adanya para parlemen yang mengatas namakan rakyat untuk melaksanakan dan menjalankan agenda politik yang tidak sesuai dengan rakyat adalah melaporkannya kepihak hukum dan menindaklanjuti masalah ini. Karena pada dasarnya hal ini akan merugikan masyarakat Indonesia khususnya rakyat kecil yang hak dan kewajibannya dirampas oleh pemerintah untuk kepentingan mereka sendiri. Hal seperti ini harus diputus dan ditindaklanjuti agar tidak disalahgunakan dan dipergunakan untuk kepentingan para parlemen yang tidak sesuai dengan kepentingan masyarakat. Dari penegak hukum dan aparatur negara sendiri juga harus tegas dan peka terhadap hal yang terjadi ini, bukannya menutup mata dan telinga dengan adanya penyalahgunaan wewenang oleh parlementer. Tetapi sudah seharusnya pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk menindak dan berlaku tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang terjadi baik oleh masyarakat maupun anggota pemerintahan sendiri.
5. Menurut pendapat saya hal ini terjadi karena pada era ini, masih banyak rakyat yang kurang pemahaman mengenai agamanya secara tepat dan mendalam, mereka langsung percaya penuh pada tokoh agama yangdapat menarik mereka secara emosional, begitu pula dengan tokoh tradisi. Mereka mudah dikelabuhi tokoh agama yang mereka percayai, padahal tokoh agama ini belum tentu benar. Selain itu, pendalaman rakyat mengenai Ideologi Pancasila masih sangat lemah. Karena kemudahan rakyat yang langsung percaya penuh pada tokoh agama dan tradisi ini, dan kurangnya pemahaman mengenai dasar Negara, sehingga dimanfaatkan oleh tokoh politik untuk mengerahkan masyarakat guna mencapai tujuan mereka. Tokoh politik cenderung mengiming – imingi tokoh agama dan tokoh tradisi dengan hadiah tertentu ( sebagai tumbal ), dengan syarat mereka harus menyebarkan kepentingan politik tertentu dalam ajaran mereka.