གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Annisa Rintiara 2213053050

NAMA : ANNISA RINTIARA
NPM : 2213053050

Etika Dan moral dalam keluarga dan pembelajaran Daring

Di zaman modernisasi dan Globalisasi saat ini kita mudah dalam mengakses informasi Bukan hanya hal itu kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah Melalui sosial media Berbagai macam informasi yang kita temui Menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan juga Perilaku kita Karena ada informasi positif ada informasi negatif. Bagi generasi muda kita Dituntut untuk mengikuti zaman Tapi disisi lain kita harus mampu melihat mana yang baik dan mana yang buruk
Untuk kehidupan kita.

mengapa?
Pernah kita generasi muda yang akan me Meneruskan bangsa ini Karena maraknya kasus kasus yang kita lihat di sosial media Ini menggambarkan perilaku manusia saat ini dan juga menggambarkan perilaku generasi muda Saat ini.

• Adapun permasalahan permasalahan sosial seperti
1. Pembunuhan
2. Pembullyan
3. Pelecehan seksual
4. Narkoba
5. Penistaan agama
6. Tawuran
7. Bahkan pembunuhan terhadap orang tua

•Dalam kasus ini siapa yang salah dan kenapa bisa terjadi?
Ini ada hubungannya dengan etika dan moral Karena etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia

• Moral secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu "MOS" Secara Jama yaitu "MORES" Yang artinya adalah kebiasaan atau adat, Dalam kamus bahasa Indonesia sendiri moral diterjemahkan sebagai aturan kesusilaan mengenai baik buruk Salah maupun benar

•sedangkan etika Menurut Drs.H. Burhanuddin salam Menyatakan bahwasanya etika cabang ilmu filsafat Yang membicarakan tentang nilai dan norma membentuk Perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari Maka dari itu etika dan moral sangat ber Kesinambungan

•3 persamaan etika dan moral
1. Etika dan moral mengacu pada ajaran Tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang
2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia
3. Etika dan moral bukan faktor keturunan

• Contoh etika berkomunikasi dengan baik Dalam proses pembelajaran Daring
1. Perhatikan waktu
2. Bahasa yang baik dan sopan
3. Perkenalkan diri secara lengkap

• Etika berkomunikasi dalam satu grup chat
1. Gunakan nama asli akun sosial media
2. Tampilkan foto asli di group chat
3. Dari pembicaraan di luar topik pembelajaran
4. Bicara , komentar yang baik dan sopan
NAMA : ANNISA RINTIARA
NPM : 2213053050

1. Fungsi agama
Nilai moral yang terkandung diantaranya ada ke imanan ,ketaqwaan ,kejujuran ,bersyukur ,Kepedulian ,Tenggang rasa ,kerajinan ,kesalehan ,ketaatan dan suka menolong

2. Fungsi sosial budaya
Nilai moral yang terkandung didalamnya antara lain seperti Gotongroyong ,sopan Santun Kerukunan, Kepedulian ,kebersamaan dan toleransi

3. Fungsi cinta kasih
Nilai moral yang terdapat di antaranya Empati ,ke akraban keadilan ,pemaaf ,kesediaan pengorbanan dan suka menolong

4.Fungsi perlindungan
Nilai moral yang terkandung di dalamnya yaitu Pemaaf,Tanggap serta Ketabahan

5. Fungsi reproduksi
Nilai moral yang terkandung itu bertanggung jawab, Kesehatan dan keteguhan

6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
Nilai moral yang terkandung itu percaya diri ,keluasan ,kebanggaan, kerajinan dan kreativitas

7. Fungsi ekonomi
Nilai moralnya yaitu hemat ,ketelitian, disiplin Kepedulian

8. Fungsi pemeliharaan lingkungan
Nilai moralnya itu kebersihan dan kedisiplinan
NAMA : ANNISA RINTIARA
NPM :2213053050

Pendidikan Moral Pancasila adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan sikap, nilai, dan moralitas yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila, yaitu ideologi dasar negara Indonesia. Tujuan utama dari pendidikan moral Pancasila adalah membentuk karakter dan kepribadian yang kokoh, berintegritas, danberkomitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan moral Pancasila melibatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial, demokrasi, persatuan, kerakyatan, dan supremasi hukum. Melalui pendidikan ini, individu diajarkan untuk menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan sosial, lingkungan kerja, maupun dalam partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Pendidikan moral Pancasila bertujuan untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab, peduli terhadap kepentingan bersama, dan mampu berperan aktif dalam membangun masyarakat yang adil, harmonis, dan berkeadilan. Pendidikan ini juga penting dalam membentuk kesadaran dan kepekaan terhadap keragaman budaya, etnis, agama, dan nilai-nilai universal kemanusiaan.

Pentingnya pendidikan moral Pancasila adalah untuk membentuk generasi muda yang berkomitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan mampu menjaga persatuan, kerukunan, dan keberagaman dalam bingkai negara Indonesia.
Contoh Pendidikan Moral Pancasila
Berikut adalah beberapa contoh implementasi pendidikan moral Pancasila dalam kehidupan sehari-hari :
Pembelajaran Nilai-nilai Pancasila
Dalam kurikulum pendidikan, mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diajarkan untuk mengenalkan dan memahamkan siswa terhadap nilai-nilai dasar Pancasila. Dalam pembelajaran ini, siswa belajar tentang pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara, menghormati perbedaan, menjunjung tinggi demokrasi, dan membangun kesadaran akan tanggung jawab sosial.Pembiasaan Nilai-nilai Pancasila
Pendidikan moral Pancasila juga melibatkan pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah dapat melibatkan siswa dalam kegiatan seperti upacara bendera, diskusi kelompok tentang nilai-nilai Pancasila, dan proyek sosial yang mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan gotong royong.
NAMA : ANNISA RINTIARA
NPM : 2213053050

Pentingnya Pendidikan Moral untuk Anak Sekolah Dasar
> Pengertian pendidikan moral
Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik dan buruk mengenaik perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral snagat penting di tanamkan pada anak sekolah dasar karena mereka harus memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah dan keluarga.

> Penyebab turunnya moral pada anak
1. Perundungan di sekolah
2. Kekerasan fisik dalam keluarga

> Peranan orang tua dan guru yakni orang tua sangat berperan penting dalam mendidik karena orang tua merupakan role model, sedangkan guru yakni menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dipercaya dan berperilaku dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didik agar tingkah laku nya sesuai dengan norma yang berlaku

> Penyelesaian terhadap moral anak
Diperlukannya motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuan dapat tercapai dan menyimpang.
Pendidikan moral harus diajarkan sejak dini oleh orang tua agar memiliki sikap dan keterampilan yang baik
NAMA : ANNISA RINTIARA
NPM : 2213053050

Teori Kohlberg
Perkembangan moral telah dipelajari dari berbagai perspektif psikologis, termasuk teori belajar, psikoanalisis, dan lain-lain. Studi saat ini tentang perkembangan moral telah dipengaruhi oleh pendekatan perkembangan kognitif Jean Piaget dan Lawrence Kohlberg. Kohlberg mengidentifikasi beberapa masalah filosofis mendasar yang mendasari studi perkembangan moral, seperti pertanyaan tentang definisi konstruk yang adil secara budaya. Psikolog yang mempelajari moralitas atau perkembangan moral harus berurusan dengan masalah relativisme moral atau netralitas nilai, yang bermula dari kata-kata yang bermuatan nilai "moral" dan "pengembangan." Relativisme moral adalah posisi bahwa nilai-nilai moral berbeda di antara budaya dan masyarakat dan karenanya tidak universal.

masing level dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut:
Level 1. Moralitas Pra-konvensional • Tahap 1 - Ketaatan dan Hukuman, Tahap 2 - Individualisme dan Pertukaran.
Level 2. Moralitas Konvensional • Tahap 3 - Hubungan Interpersonal, Tahap 4 - Menjaga Ketertiban Sosial.
Level 3. Moralitas Pasca-konvensional. Tahap 5 - Kontrak Sosial dan Hak Perorangan, Tahap 6 - Prinsip Universal.

Pada sebuah penelitian terhadap siswa yang berusia antara 11-12 tahun menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, anak-anak usia 11-12 tahun memang masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan 2/3, yang cenderung ingin melakukan sesuatu karena takut dihukum. Pada responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu ada pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.