Posts made by RIRI OKTAVIA ERLINA 2213053098

Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Video 1
"Tugas Teologi Moral || REFLEKSI MORAL HIDUP DALAM KEHIDUPAN MANUSIA || BERDAMPAK BAGI SEKITAR KITA"

Moral yang baik sangat diperlukan dalam kehidupan kita sebagai manusia, contohnya seperti yang ada didalam video yaitu seorang anak yang meletakkan pot bunga dibawah air bekas yang mengalir berceceran, sehingga jalan itu tidak licin, lalu ada seorang laki-laki yang memberikan uang kepada seorang anak kecil yang menjadi pengemis, ada juga seseorang yang memberikan tempat duduk kepada orang lainnya yang berdiri, dari sekian banyak kebaikan yang laki-laki itu berikan kepada orang-orang disekitarnya, akan menghasilkan banyak emosi seperti kebahagiaan, dicintai, dan hal-hal yang tidak bisa dibeli oleh uang. Padahal, laki-laki itu tidak akan mendapatkan apa-apa, tidak akan kaya, tidak akan menjadi terkenal, tidak akan muncul ditv, dan akan selalu menjadi tanpa nama (orang yang tidak akan dikenal). Akan tetapi, laki-laki itu tetap melakukan kebaikan-kebaikan setiap harinya yang akan menjadikan dunia semakin indah.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus hidup dengan baik, tidak membeda-bedakan ras, suku dan agama, hidup dengan bersyukur dan harus memberikan dampak positif kepada orang yang ada disekitar kita.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

8 fungsi keluarga dalam menanamkan moral terhadap anak-anak dirumah, yaitu:

1. Fungsi Agama.
Agama adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang ada sejak dalam kandungan. Keluarga adalah tempat pertama seorang anak
mengenal agama. Keluarga juga menanamkan dan menumbuhkan serta mengembangkan nilai-nilai agama, sehingga anak menjadi manusia yang berakhlak baik dan bertaqwa.

2. Fungsi Sosial Budaya.
Sosial budaya membuat anak bisa untuk menghargai dan menghormati sesama makhluk hidup.

3. Fungsi Cinta dan Kasih Sayang.
Mendapatkan cinta kasih adalah hak anak dan kewajiban orangtua untuk memenuhinya. Dengan kasih sayang orangtuanya, anak belajar bukan hanya menyayangi tetapi juga belajar menghargai orang lain.

4. Fungsi Perlindungan.
Keluarga mempunyai fungsi sebagai tempat berlindung bagi anggota keluarga. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa keluarga harus memberikan rasa aman, tenang dan tenteram bagi anggota keluarganya.

5. Fungsi Reproduksi.
Salah satu tujuan dari perkawinan adalah memperoleh keturunan sebagai pengembangan dari tuntunan fitrah manusia. Dalam hal ini keturunan diperoleh dengan bereproduksi oleh pasangan suami istri
yang sah.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan.
Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia dalam kehidupannya saling membutuhkan bantuan satu sama lain, hidup
secara berkelompok dan bermasyarakat.

7. Fungsi Ekonomi.
Fungsi ekonomi adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara
mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

8. Fungsi Lingkungan.
Upaya pengembangan fungsi lingkungan ini dimaksud sebagai wahana bagi keluarga agar dapat mengaktualisasikan diri dalam membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Jurnal 2

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Judul : PENDAPAT TENTANG MORAL DI ZAMAN NOW
Nama Penulis : Ni Komang Rani Pradnyani

Moral adalah adat istiadat aturan kesusilaan. Tolak ukur dalam berprilaku bermoral sesuai dengan nilai-nilai, etika, atau kesusilaan sesuai dengan nilai-nilai kaidah atau kebenaran. Sebagaimana telah diketahui dengan adanya kemajuan informasi di satu sisi remaja merasa diuntungkan dengan adanya media yang membahas seputar masalah dan kebutuhan mereka. Dengan adanya hal tersebut, media telah menyumbang peran besar dalam pembentukan budaya dan gaya hidup yang akan mempengaruhi moral remaja.

Namun sebagain besar media ini membawa dampak negatif khususnya bagi remaja yang notabenenya lebih banyak menggunakan.Berbagai masalah yang muncul tak terkendali, generasi muda terpelajar baik pelajar maupun mahasiswa harapan bangsa tawuran antara sesama bagaikan lawan yang abadi.Oleh karena itu generasi muda memerlukan perbaikan yang lebih melalui membangun pendidikan karakter.
Hilangnya moral para remaja adalah suatu hal yang telah banyak disaksikan di seluruh pelosok bumi nusantara, termasuk di Indonesia.Moral remaja yang telah hilang termasuk dalam kenakalan remaja.Yaitu masalah yang telah mengancam bangsa ini. Remaja yang seharusnya menjadi tumpuhan masa depan bangsa tidak lagi dapat diharapkan. Walaupun tidak sedikit juga para remaja yang telah banyak menulis tinta emas dalam sejarah bangsa di dunia Internasional.Namun tidak sedikit juga para remaja ini yang salah jalan.

Tolak ukur dalam berprilaku bermoral sesuai dengan nilai-nilai, etika, atau kesusilaan sesuai dengan nilai-nilai kaidah atau kebenaran. Karena jika dihadapkan dengan keadaan yang real, ada dalam dua kehidupan yang berbeda yaitu baik dan buruk. Nilai-nilai moral ini berlandaskan pada nilai-nilai kebangkitan yang secara objektif masyarakat secara luas membentuk karakter dari seseorang atau warga negara dalam penanaman nilai moral yang mempengaruhi prilaku, sehingga implikasinya terdapat sikap tanggung jawab, tenggang rasa, serta disiplin yang perlu dikembangkan. Sehingga dengan moral mampu untuk mengarahkan individu yang berkarakter dan memiliki kepribadian yang kuat dan mampu mempertanggung jawabkan baik secara individu atau kelompok, untuk bangsa dan negara secara mental dan spiritual kepada tuhan yang maha esa.

Moralitas yang mampu mengedepankan nilai-nilai moral, terutama nilai-nilai pancasila, karena pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mampu menjadi tolak ukur kehidupan masyarakat indonesia. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia harus mampu untuk mengembangkan nilai-nilai pancasila yang memiliki sifat keadilan. Mengacu pada nilai-nilai setiap sila pancasila. Karena nilai-nilai pancasila merupakan start fundamental dalam tatanan kehidupan bangsa yang mampu menjadi tolak ukur bagi kehidupan bangsa.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Jurnal 1

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA
Judul : Solusi Pencegahan Permasalahan Moralitas dalam Masyarakat
Nama Penulis : James

Narkoba kini menjadi penyakit masyarakat jaman modern itu sebab maka narkoba menjadi salah satu permasalahan moralitas dalam masyarakat. Sasaran dan yang menjadi korban narkoba pada umumnya adalah anak-anak, siswa sekolah, remaja pemuda dan mahasiswa. Akibatnya generasi kedepan menjadi generasi bodoh dan lumpuh, baik akal dan rohani serta rusak mental spiritual, generasi bangsa ini menjadi kurang (the lost generation). Jika ini terjadi, bangsa ini akan kehilangan bakal-bakal pemimpin, SDM yang handal dan energik, pintar, mampu dan potensial.

Pornografi, Istilah pornografi terdiri dari dua kata, yakni “porno” dan “grafis”. Kata porno atau poerneias pada hakekat nya berarti: bau, busuk tidak sedap dipandang, dilihat atau didengar, kata grafis berarti bentuk, gambar-gambar, film-film, bentuk-bentuk tayangan, yang bau busuk tidak sedap dipandang atau dilihat oleh mata. Bagi orang beriman gambar- gambar tulisan-tulisan atau tayangan-tayangan yang berbau porno itu adalah sangat menjijikan dalam baunya busuk dapat merusak iman, melihat dan menonton film-film porno gambar dan tayangan yang berbau porno akan membangkitkan hawa nafsu kedagingan serta mengumbar- ngumbar semangat kegairahan seksual dan sulit untuk mengekangnya.

KKN adalah singkatan dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme. Ketika hal ini merupakan penyakit sosial yang melanda masyarakat dunia. Terutama dinegara- negara yang baru berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini merupakan masalah serius dan sulit diberantas sebab memiliki jaringan-jaringan yang berlapis- lapis. Kita sudah melihat berbagai contoh permasalahan moralitas yang terjadi dalam masyarakat.

Beberapa cara dalam penanganan permasalahan moralitas yang ada dalam masyarakat, dalam hal ini beberapa faktor yang perlu kita perhatikan, yaitu:
- Faktor spiritual, Seperti kita ketahui bahwa dalam agama-agama, terdapat nilai- nilai yang mengatur kehidupan moralitas, oleh karena itu pendidikan agama terhadap masyarakat sangatlah perlu, agama apapun yang ia anut.

- Faktor keluarga, Memelihara keharmonisan keluarga dan ketentraman rumah tangga sangat menentukan bagi pencegahan dan keterlibatan anggota keluarga masuk kedalam permasalahan moralitas yand ada.

- Faktor lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor yang sering menyebabkan orang jatuh kedalam permasalahan moralitas, seperti ungkapan “pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik” artinya dimana pun kita berada dan dengan siapa kita bergaul, ini akan berdampak pada cara hidup kita.

- Faktor Pendidikan, secara umum semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin luas pengetahuan dan pengalamannya. Dan biasanya tingkat pendidikan yang dijalani seseorang akan juga mempengaruhi cara hidupnya dan cara berpikirnya.
Nama : Riri Oktavia Erlina
NPM : 2213053098

Analisis Video 3
"PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT"

Dalam lingkungan masyarakat tentunya kita berada ditempat yang ramai dan “berisik”. Dalam kehidupan masyarakat yang perlu diutamakan adalah bagaimana cara kita agara mampu menempatkan diri dilingkungan tersebut. Dari sini kita tahu bahwa ketika berada didalam ruang lingkup masyarakat kita tidak lagi hanya menjadi seseorang yang hanya mementingkan kehendak pribadi, tetapi juga mementingkah kehendak orang lain. Sebisa mungkin kita harus memberikan kesan yang baik terhadap orang lain. Jika kita memiliki sikap yang baik, maka tentu saja pandangan orang lain kepada kita juga baik. Dalam lingkungan masyarakat kita sering kali harus menanamkan kebaikan. Setiap orang memang bebas untuk menilai kita apa saja, tetapi yang paling penting sebisa mungkin kita harus pandai dalam menempatkan diri. Dalam lingkungan masyarakat sebaiknya kita juga jangan menjadi orang yang pasif, karena hal tersebut sangat menjadi faktor sulitnya terjalin interaksi dan juga komunikasi yang baik dan harmonis. Aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat merupakan salah satu cara untuk membangun sosialiasi, misal ikut serta dalam kegiatan keagamaan, aktif ikut serta dalam kegiatan sosial seperti gotong royong, membantu sesama dan lain sebagainya.

Menjadi masyarakat modern bukan berarti kita melupakan nilai dan moral yang sudah menjadi kewajiban untuk dijunjung tinggi. Malah seharusnya masyarakat yang modern itu lebih kreatif dan juga lebih menunjukkan moral yang baik. Moral yang baik ini tentunya dapat diperoleh dari pendidikan. Makanya, saat sekarang ini pendidikan itu dianjurkan untuk tidak berorientasi kepada peningkatan intelektual peserta didik, namun berorientasi juga kepada pembentukan kepribadian karakter yang bermoral. Jangan sampai masyarakat modern ini malah memiliki kemerosotan moral, karena itu bukan hal yang diharapkan. Masyarakat modern tentu saja sudah mengenyam pendidikan. Oleh karena itu sebagai orang yang berpendidikan sudah selayaknya memiliki pola pikir yang luas terkait dengan moralitas.