Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F
Analisis Jurnal 1
PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Tuntutan atau sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia, banyak hal dalam penyelesaian masalah hidup yang membutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional disebut sebagai Pendidikan Nilai Moral dari Perspektif Global. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan
dan kesamaan seperti Indonesia merupakan negara Pancasila yang mayoritas Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal, Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis. Pendekatan pendidikan nilai moral terdiri dari menanamkan nilai dan moralitas, meneladani nilai dan moralitas, mempermudah nilai dan moralitas, dan pengembangan ketrampilan.
Konsep pendidikan nilai moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. dan dalam implementasikannya, diperlukan strategi pendidikan nilai moral yang tepat melalui
-Pemilihan pendekatan (approach) menurut Kirschenbaum dalam Darmiyati Zuchdi, 2008: 36-37) meliputi pendekatan inculcating (menanamkan nilai dan moralitas), modelling (meneladankan nilai dan moralitas), facilitating (memudahkan perkembangan nilai dan moral) skill development (pengembangan keterampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tentram dan kehidupan sosial yang kondusif).
- Metode (method) Menurut (Muhadjir, 1988:161) yaitu metode dogmatis,metode deduktif, metode induktif, dan metode reflektif.
-Teknik (technique) pendidikan nilai moral yang sesuai.
Pendidikan nilai dan moral dari isu global tersebut baik dari negara Cina, Indonesia, Malaysia, India, dan negara lain memiliki tujuan yang sama yakni memberikan penekanan pendidikan nilai dan moral sebagai pondasi dalam bersikap dan beretika terutama dalam nilai nilai yang bersifat asasi manusia, universal, dan global.
NPM : 2213053024
Kelas : 3F
Analisis Jurnal 1
PENDIDIKAN NILAI MORAL DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Tuntutan atau sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai pengejawantahan hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas, kompleks, dan mendunia, banyak hal dalam penyelesaian masalah hidup yang membutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global, masalah ekonomi, dan masalah krisis multidimensional disebut sebagai Pendidikan Nilai Moral dari Perspektif Global. Pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) menampakkan adanya perbedaan
dan kesamaan seperti Indonesia merupakan negara Pancasila yang mayoritas Islam, India merupakan negara federal yang tetap mempertahankan nilai-nilai agama sebagai nilai universal, Malaysia merupakan representasi negara yang memiliki bangsa mayoritas Islam sebagaimana negara Indonesia, sedangkan Cina merupakan perwakilan negara sosialis komunis. Pendekatan pendidikan nilai moral terdiri dari menanamkan nilai dan moralitas, meneladani nilai dan moralitas, mempermudah nilai dan moralitas, dan pengembangan ketrampilan.
Konsep pendidikan nilai moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu, konsep itu memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. dan dalam implementasikannya, diperlukan strategi pendidikan nilai moral yang tepat melalui
-Pemilihan pendekatan (approach) menurut Kirschenbaum dalam Darmiyati Zuchdi, 2008: 36-37) meliputi pendekatan inculcating (menanamkan nilai dan moralitas), modelling (meneladankan nilai dan moralitas), facilitating (memudahkan perkembangan nilai dan moral) skill development (pengembangan keterampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tentram dan kehidupan sosial yang kondusif).
- Metode (method) Menurut (Muhadjir, 1988:161) yaitu metode dogmatis,metode deduktif, metode induktif, dan metode reflektif.
-Teknik (technique) pendidikan nilai moral yang sesuai.
Pendidikan nilai dan moral dari isu global tersebut baik dari negara Cina, Indonesia, Malaysia, India, dan negara lain memiliki tujuan yang sama yakni memberikan penekanan pendidikan nilai dan moral sebagai pondasi dalam bersikap dan beretika terutama dalam nilai nilai yang bersifat asasi manusia, universal, dan global.