Kiriman dibuat oleh Richia Deha Azizah 2213053024

Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 1
Pendidikan Moral Di Sekolah

Berdasarkan jurnal yang saya analisis, pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Sekolah merupakan ruang publik demokratis yang dibangun untuk membentuk peserta didik yang dapat mengajukan pertanyaan kritis, menghargai dialog yang bermakna dan menjadi agensi kemanusiaan. Melalui hal tersebut berarti lingkungan sekolah memegang peranan penting dalam pembentukan moral anak.Keluarga, sekolah, dan masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul.

Pendidikan moral mencakup ajaran serta pengalaman belajar yang dapat menunjang bagi penanaman moral. Pendidikan PPKn dan Agama dapat menjadi salah satu materi pelajaran yang baik dalam pembentukan moral anak, keduanya memiliki hubungan yang erat dalam hal ini. Pendidikan moral di sekolah penting dilakukan oleh guru dan segenap komponen warga sekolah agar tercapai pendidikan moral yang komprehensif. Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas. Pendidikan moral saat ini menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan hal ini seiring dengan kemajuan globalisasi yang ditandai oleh keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi. Olehkarena itu jika berbicara mengenai pendidikan moral di sekolah maka seluruh orang yang ada didalam dunia pendidikan berperan penting dalam penanaman nilai - nilai moral pada anak.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053014
Kelas : 3F

Analisis Video 2
PENDEKATAN PENTAHELIX PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL

Terdapat beberapa pendekatan yang dapat membantu dalam menanamkan nilai yaitu :
1.) Pemerintah, pemerintah membuat UUD nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pada pasal 35 tentang kurikulum ayat 3. yaitu Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, sudah sepatutnya ada dalam dunia pendidikan yang digunakan sebagai langkah dalam penanaman nilai.
2.) Masyarakat/Komunitas, kehidupan atau kebiasaan yang ada dalam masyarakat dapat membantu dalam penanaman nilai dan moral.
3.) Akademisi, guru dan dosen ataupun seluruh orang yang ada di lingkungan pendidikan akan mentransfer penanaman nilai dan moral kepada peserta didik.
4.) Pengusaha/Pemilik Modal, penerapan nilai erat dengan kaitannya bidang tersebut.
5.) Media, dalam hal ini penanaman nilai dapat dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik, serta bsia dilakukan dalam berbagai media sosial.

Herman (1972) mengemukakan bahwa '...value is neither taught not cought, it is learned.'' yang memiliki makna bahwa substansi nilai tiaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan. Adapun terdapat aliran dalam pengajaran nilai, yaitu aliran relativisme dan aliran kebebasan (value free), penanaman nilai sangat pentinh bagi lkehidupan manusia untuk menjalani kehidupan.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Video 1
Peran Pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui PPKN

Kesadaran nilai moral yang berguna untuk mengarahkan anak agar mampu secara matang untuk memahami perilakunya baik di sekolah maupun dimasyarakat. Jika peserta didik tidak diajarkan mengenai pendidikan nilai dan moral adalah ada nya masalah moral yang sangat menyita perhatian terutama pendidik, alim ulama, pemuka masyarakat dan orang tua. Pentingnya pendidikan moral sangat penting untuk disosialisasikan kepada seluruh peserta didik demi kemajuan bangsa.

Peran pendidik SD dalam menanamkan pendidikan nilai dan moral melalui PPKn sangat penting karena pada tahap ini anak-anak sedang dalam masa pembentukan karakter dan sikap mereka. Perannya seperti Pendidik SD harus menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam hal perilaku, sikap, dan nilai-nilai yang diharapkan. Mereka harus mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat melihat dan meniru. Pendidik SD harus membantu siswa memahami nilai-nilai dan prinsip moral yang penting dalam kehidupan mereka. Mereka harus mengajarkan tentang kejujuran, kejuangan, kerja keras, saling menghargai, dan tanggung jawab. Pendidik SD harus menggunakan metode pengajaran yang sesuai untuk mengajarkan nilai-nilai dan moral kepada siswa. Metode pengajaran yang interaktif, melibatkan diskusi, permainan peran, dan studi kasus dapat membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Pendidik SD harus mengintegrasikan nilai-nilai dan moral dalam kurikulum PPKn. Mereka harus merancang pembelajaran yang menekankan pada penguatan karakter siswa melalui kegiatan-kegiatan seperti cerita moral, permainan kelompok, dan proyek sosial. Pendidik harus membantu siswa memahami isu-isu kontemporer yang berkaitan dengan nilai dan moral, seperti toleransi, hak asasi manusia, dan keadilan sosial. Mereka dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang kritis dan berpikir secara etis tentang isu-isu tersebut. Pendidik juga perlu mengajarkan siswa tentang etika berkomunikasi, seperti cara berbicara dengan hormat, mendengarkan dengan baik, dan berkomunikasi secara efektif. Ini adalah aspek penting dalam membentuk moral dan nilai-nilai positif dalam interaksi sosial.

PPKn menjadi salah satu mata pelajaran yang mampu mencetak dan membangun generasi dengan moral yang baik. Secara makro pkn juga merupakan wahana sosial pendagogis pencerdasan kehidupan bangsa. Peran pendidik dalam menanamkan pendidikan moral dapat dilakukan dengan Indroktinasi, Memberi teladan atau contoh, Klarifikasi Nilai dan Pembiasaan dalam perilaku.

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan memberi pemahaman tentang pancasila, menanamkan nilai-nilai moral pancasila kepada peserta didik, membentuk pola pikir sesuai pancasila, menggugah kesadaran peserta didik sebagai warga negara dan warga, memberi motivasi agar tinggal laku sesuai dengan pancasila, membangun watak dan karakter peserta didik.
Nama : Richia Deha Azizah
NPM : 2213053024
Kelas : 3F

Analisis Jurnal 2
PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN TEORI KOHLBERG

Teori Kohlberg yaitu pikiran dan perasaan berkembang secara pararel dimana keputusan moral adalah perkembangan kognisi yang terjadi secara alami. Namun, dalam hal ini pengamatan yang dilakukan Kohlberg tidak berpatokan pada tingkah laku atau moral. Penelitian yang dilakukannya menggambarkan bahwa penalaran seseorang mengenai sebuah pernyataan mengapa pertimbangan moral tertentu diperhatikan sehingga akan tampak jelas adanya perbedaan-perbedaan yang berarti dalam pendangan moral orang tersebut.

Moralitas Pra-konvensional
- Tahap pertama, Ketaatan dan Hukuman.
Tahap awal perkembangan moral terutama terjadi pada anak-anak kecil, tetapi orang dewasa juga mampu mengekspresikan jenis penalaran ini. Pada tahap ini, anak-anak melihat aturan sebagai hal yang tetap dan absolut. Mematuhi aturan itu penting karena merupakan sarana untuk menghindari hukuman.;
- Tahap kedua, Individualisme dan Pertukaran.
Pada tahap perkembangan moral ini, anak-anak menjelaskan sudut pandang individu dan menilai tindakan berdasarkan bagaimana mereka melayani kebutuhan individu. Dalam dilema Heinz, anak-anak berpendapat bahwa tindakan terbaik adalah pilihan yang paling baik
memenuhi kebutuhan Heinz. Timbal balik adalah mungkin, tetapi hanya jika melayani kepentingan diri sendiri.

Moralitas Konvensional
- Tahap ketiga, Hubungan Interpersonal.
Seringkali disebut sebagai orientasi "good boy-good girl", tahap perkembangan moral ini difokuskan pada memenuhi harapan dan peran sosial. Ada penekanan pada konformitas, bersikap "baik," dan mempertimbangkan bagaimana pilihan memengaruhi hubungan.
- Tahap keempat, Menjaga Ketertiban Sosial.
Pada tahap perkembangan moral ini, orang mulai menganggap masyarakat secara keseluruhan ketika membuat penilaian. Fokusnya adalah menjaga hukum dan ketertiban dengan mengikuti aturan, melakukan tugas seseorang dan menghormati otoritas.

Moralitas Pasca-konvensional.
- Tahap kelima, Kontrak Sosial dan Hak Perorangan.
Pada tahap ini, orang mulai memperhitungkan perbedaan nilai, pendapat, dan kepercayaan orang lain. Aturan hukum penting untuk mempertahankan masyarakat, tetapi anggota masyarakat harus menyetujui standar-standar ini.
- Tahap keenam, Prinsip Universal.
Tingkat penalaran moral terakhir Kolhberg didasarkan pada prinsip-prinsip etika universal dan penalaran abstrak. Pada tahap ini, orang mengikuti prinsip-prinsip keadilan yang diinternalisasi ini, bahkan jika mereka bertentangan dengan hukum dan peraturan.