Posts made by Nola Diva Brilian 2213053199

Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3G

Analisis Vidio 2

Pendidikan moral adalah usaha yang direncanakan dengan sengaja untuk menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan peserta didik untuk memahami dan menginternalisasi nilai-nilai moral yang benar. Tujuan utama pendidikan moral adalah membentuk individu dengan moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Anak-anak usia sekolah dasar mengalami perkembangan moral yang dapat diidentifikasi melalui beberapa teori. Berdasarkan teori Piaget, ada dua tahap perkembangan moral: Tahap Moralitas Heteronomi, di mana anak melihat aturan sebagai otoritas yang tak dapat diubah, dan Tahap Moralitas Otonom, di mana anak menyadari perbedaan dalam tindakan moral. Kohlberg juga memiliki enam tahap perkembangan moral, mulai dari orientasi patuh hukum hingga orientasi pada prinsip moral universal. John Dewey mengemukakan tiga tahap perkembangan moral, dari pramoral hingga tahap otonom di mana anak memiliki keterikatan pada aturan yang didasarkan pada resiprositas.
Perkembangan moral anak usia sekolah dasar dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Agama, keluarga, lingkungan, teknologi, dan kebiasaan memainkan peran penting. Oleh karena itu, pendidikan moral harus mempertimbangkan pengaruh-pengaruh ini dalam konteks KBM.
Identitas gender di sekolah dasar memiliki implikasi penting. Pendidikan keluarga, pendidikan seksualitas, peran guru, bahan ajar, dan penggunaan bahasa harus memperhatikan identitas gender dan memastikan bahwa anak-anak memahami identitas dan peran gender dengan benar.
Beberapa permasalahan yang mungkin muncul termasuk kurangnya pendidikan moral dan agama, kurangnya perhatian orang tua dan guru, kurangnya lingkungan yang mendukung, dan kurangnya pengawasan. Solusinya adalah memberikan pendidikan moral dan agama yang sesuai, meningkatkan peran orang tua dan guru, menciptakan lingkungan yang mendukung, dan meningkatkan pengawasan anak-anak.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3G

Analisis vidio 1

1. Mendengarkan nasehat ayah adalah penting karena ayah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang bisa membantu anak.
2. Membantu ibu dengan tugas-tugas rumah tangga dan memberikan dukungan moral penting untuk kesejahteraan keluarga.
3. Menemani kakak adalah cara untuk menunjukkan peduli terhadap anggota keluarga yang lebih tua.
4. Sebagai kakak, menjaga keselamatan adik adalah tugas penting, termasuk memberikan perlindungan dan nasihat yang baik.

Tanggung jawab dalam keluarga adalah penting untuk menjaga hubungan yang erat dan harmonis serta keselamatan dan kesejahteraan keluarga. Melaksanakan tanggung jawab dengan baik menciptakan rasa saling menghargai dan cinta dalam keluarga, juga memperkuat hubungan dengan orang tua.
Nama: Nola Diva Brilian
NPM : 2213053199

Analisis Jurnal 2
A. Identitas Jurnal
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI KALANGAN MILLENIAL
Volume, Nomor dan Halaman: Vol. 3, No. 1, Halaman 79 - 84
Tahun : 2020
Penulis: Ahmad Yani Nasution dan Moh Jazuli
Kata kunci: Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial

Kegiatan PKM dengan tema "Menangkal Degradasi Moral di Era Digital bagi kalangan Millenial" dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat program studi Manajemen Universitas Pamulang. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang degradasi moral di kalangan millennial dan upaya untuk mengatasi degradasi moral di era digital.

Saran dari pelatihan ini adalah dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen, untuk membantu generasi muda, termasuk pemuda, memperoleh bekal moral yang baik. Program PKM harus disesuaikan dengan bidang keilmuan di setiap program studi dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan PKM mencakup wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani untuk mengatur prosedur kegiatan. Pemateri memberikan informasi tentang fenomena degradasi moral di era digital di kalangan millennial. Dalam diskusi, salah satu pemateri menyoroti pentingnya mengikuti standar moral yang sesuai dengan ajaran agama dan budaya Indonesia. Selain itu, metode dakwah yang efektif di kalangan millennial adalah dengan meningkatkan pemahaman agama, keimanan, dan ibadah, serta memberikan panduan tentang penggunaan media sosial yang baik.

Kesimpulannya, kegiatan PKM ini berjalan sesuai rencana dan telah memberikan pemahaman serta motivasi kepada peserta, terutama kalangan millennial, untuk mengatasi degradasi moral di era digital. Saran terpenting adalah dukungan berkelanjutan untuk pendidikan moral generasi muda.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Analisis jurnal 1

Judul : REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL MENUJU HARMONI SOSIAL
Penulis : Ulil Hidayah
Tahun : 2018
Volume : 05
Nomor : 01
Nama jurnal : Jurnal Pedagogik
Kata Kunci : Reconstruction, Evaluation, Moral Education, Social Harmony

Dalam jurnal ini, pembahasan dimulai dengan mengakui peran penting sistem pendidikan nasional dalam dinamika perjalanan bangsa Indonesia. Kerusuhan yang terjadi di Indonesia seringkali terkait dengan politik identitas, dimana kelompok-kelompok merasa terpinggirkan dan terkucilkan oleh arus utama dalam masyarakat. Isu-isu seperti ketidakmerataan pembangunan, perbedaan agama, dan perbedaan ideologi menjadi masalah serius dalam dinamika sosial Indonesia.

Pendekatan radikalisme dan fundamentalisme dalam masyarakat juga disebabkan oleh pengaruh sosial dan pemikiran para kiai. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam, memiliki peran penting dalam membentuk pemikiran lulusan pendidikan Islam. Namun, fenomena konflik dan serangan antar kelompok yang merasa keyakinan mereka yang benar merupakan bukti kegagalan pendidikan dalam menciptakan individu yang bermoral dan berbudi pekerti. Sistem pendidikan nasional dianggap parsial, tidak utuh, dan tidak sistematis, yang berdampak pada karakter pendidikan yang labil.

Pentingnya pendidikan moral dijelaskan dalam konteks tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan adalah mengembangkan manusia yang berusaha untuk memajukan kebaikan bagi diri sendiri dan masyarakat, sambil menjalankan aturan-aturan Tuhan. Pendidikan dianggap sebagai agen dalam mereproduksi budaya dan kelas sosial dalam masyarakat. Sekolah memiliki peran untuk mengurangi jurang antar kelas sosial dengan mengajarkan nilai-nilai moral.

Selanjutnya, jurnal membahas tantangan dalam materi pelajaran di sekolah, terutama Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Materi PAI dan PKn harus mencakup norma-norma moral, pemahaman agama, dan nilai toleransi. Proses pembelajaran harus membantu peserta didik berinteraksi dengan masyarakat, mengembangkan sikap demokratis, dan meningkatkan produktivitas.

Jurnal juga membahas pentingnya Pancasila dan pedoman penghayatan dan pengamalan dalam pendidikan moral. Materi ajar PAI, misalnya, mencakup nilai-nilai seperti meneladani sifat Rosulullah, hidup hemat, menghindari judi, dan pertengkaran.

Jurnal menyoroti persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi PAI dan PKn di sekolah. Proses persiapan melibatkan standar kompetensi, sedangkan pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan aktif yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi pengetahuan mereka. Guru diharapkan sebagai fasilitator dan pendamping, yang bukan hanya memiliki wawasan luas tetapi juga menjadi teladan moral bagi peserta didik. Evaluasi menjadi faktor kunci dalam mengukur keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran, mencakup aspek kognitif dan afektif.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Analisis Vidio 2

Dalam video ini, ditekankan bahwa penilaian adalah tugas pokok yang penting bagi guru PAUD. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan perkembangan masing-masing anak, termasuk perkembangan moral dan agama. Instrumen penilaian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dan mengukur hasil belajar anak-anak dengan berbagai cara.

Manfaat dari penilaian ini dijelaskan sebagai berikut:
1. Untuk anak-anak, penilaian membantu memelihara pertumbuhan anak, memungkinkan identifikasi gejala kesehatan pada pertumbuhan mereka, dan memastikan mereka menerima stimulasi yang sesuai dengan minat perkembangan mereka.
2. Bagi orang tua, penilaian memberikan informasi tentang perkembangan dan minat anak di PAUD, memudahkan mereka memberikan stimulasi yang sesuai di rumah.
3. Bagi guru, penilaian membantu memahami perkembangan anak, mendeteksi hambatan atau gangguan dalam pertumbuhan anak.

Delapan prinsip penilaian yang dijelaskan dalam video adalah sebagai berikut:
1. Mendidik: Penilaian digunakan untuk memotivasi dan mengembangkan anak.
2. Berkesinambungan: Penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
3. Objektif: Penilaian harus adil.
4. Akuntable: Penilaian dilakukan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas.
5. Transparan: Hasil penilaian dapat diakses oleh semua pihak yang berkepentingan.
6. Sistematis: Penilaian dilakukan secara teratur dengan instrumen yang beragam.
7. Menyeluruh: Penilaian mencakup semua aspek pertumbuhan dan perkembangan.
8. Bermakna: Hasil penilaian memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua, guru, dan pihak lain yang relevan.

Mekanisme penilaian mencakup:
1. Menyusun instrumen penilaian dan menetapkan indikator perkembangan anak.
2. Melaksanakan penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan instrumen yang telah ditentukan.
3. Mendokumentasikan proses dan hasil penilaian secara akuntabel dan transparan.
4. Melaporkan perkembangan anak kepada orang tua.

Teknik penilaian dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
1. BB (Belum Berkembang): Anak memerlukan bantuan, bimbingan, dan contoh dalam melakukan kegiatan.
2. MB (Mulai Berkembang): Anak dapat melakukan kegiatan, tetapi mungkin perlu diingatkan atau sedikit dibantu oleh guru.
3. BSH (Berkembang Sesuai Harapan): Anak dapat melakukan kegiatan secara mandiri dan konsisten tanpa bantuan atau pengingat dari guru.
4. BSB (Berkembang Sangat Baik): Anak sudah dapat melakukan kegiatan mandiri dan membantu teman-teman yang masih memerlukan bantuan.

Bentuk-bentuk penilaian yang digunakan meliputi penilaian harian, mingguan, bulanan, semester, fotofolio anak, dan dokumen lain yang relevan untuk setiap satuan PAUD.