Kiriman dibuat oleh Nola Diva Brilian 2213053199

Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Judul Jurnal: Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat
Volume dan Halaman: Vol.3, No. 3, Halaman 17 - 27
Tahun: 2021
Penulis: Putri, K., Maryana, M.

Menurut jurnal ini, peran sentral moral dalam membentuk karakter individu dan kelompok menjadi sangat penting, terutama dalam kerangka Pancasila sebagai landasan perilaku bangsa Indonesia. Teori humanisme diakui sebagai dasar yang menyatakan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan dirinya menuju tujuan positif dan rasional. Pendidikan dianggap sebagai usaha untuk membentuk individu yang bermoral dalam konteks masyarakat Indonesia yang kaya akan pluralisme budaya.

Keterkaitan antara moral, etika, dan norma dalam kehidupan masyarakat Indonesia menjadi pusat perhatian. Penegakan hukum etika diusulkan sebagai solusi untuk menjaga moral bangsa, dengan menekankan perbedaan antara hukum yang bersifat formal dan etika yang lebih bersifat sopan santun. Jurnal ini menyoroti kekhawatiran terkait kurangnya kesesuaian etika dalam masyarakat, khususnya di Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, dan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai "Problematika Moral Bangsa Terhadap Etika Masyarakat di Kampung Cijambe Girang, Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi."

Dalam metode penelitian, digunakan pendekatan deskriptif dengan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, terutama dari pihak yang terlibat dalam masalah di Kampung Cijambe Girang. Data sekunder diperoleh melalui penelusuran literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan memanfaatkan teori sebagai alat bantu.

Pembahasan jurnal mencakup penegakan hukum terhadap pelanggaran etika di Kampung Cijambe Girang Sukaresmi. Etika dipahami sebagai sopan santun dan kesusilaan yang sangat terkait dengan moral. Penerapan teori utilitarianisme oleh Bentham dalam ilmu hukum dijelaskan, di mana kebaikan atau buruknya hukum diukur dari baik atau buruknya norma yang dihasilkan dan dampak penerapannya. Penegakan hukum terhadap etika dan moral masyarakat diusulkan melalui pemahaman terhadap kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

Pembahasan juga mencakup upaya internal dan eksternal untuk meningkatkan moral bangsa. Upaya internal melibatkan peran keluarga, menciptakan lingkungan kondusif dalam masyarakat, dan mengendalikan penggunaan teknologi. Upaya eksternal melibatkan implementasi pendidikan karakter di sekolah, penyelenggaraan seminar tentang kesadaran hukum, penegakan Hak Asasi Manusia (HAM), dan tindakan pemerintah.

Penutup jurnal menegaskan pentingnya memahami etika dan moral dalam masyarakat, dengan menyoroti kompleksitas dampak perubahan zaman terhadap etika dan moral. Jurnal ini menyatakan bahwa perubahan ini dapat menyebabkan pelemahan etika dan moral yang berasal dari tradisi nenek moyang, sehingga perlunya pencegahan dan pembuatan aturan untuk memastikan keberlanjutan etika dan moral bangsa Indonesia, khususnya di Kampung Cijambe Girang Sukaresmi, Kabupaten Sukabumi. Penutup menegaskan bahwa etika dan moral yang baik adalah ciri khas masyarakat Indonesia yang perlu dijaga sebagai identitas bangsa.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Judul : Kesadaran Moral Kehidupan Bermasyarakat: Suatu Pemikiran Kefilsafatan
Penulis : Suparlan Suhartono

Berdasarkan jurnal ini, filsafat moral (etika) menunjukkan bahwa masyarakat adalah sistem komunikasi sosial antarindividu yang bertujuan mencapai tujuan bersama. Konflik antara kepentingan individual dan kolektif menjadi potensi bagi eksistensi masyarakat, dengan kunci persoalannya terletak pada sejauh mana kesadaran moral dan etika menjadi watak perilaku individu. Kesadaran moral yang kuat diyakini dapat mengarah pada perilaku yang adil.

Filsafat, berasal dari cinta kearifan, menyoroti pentingnya perilaku yang bermuara pada nilai-nilai aksiologis seperti keindahan, kebenaran, dan kebaikan. Dari segi etimologis, filsafat membawa persoalan tentang sistem perilaku (morality) atau etika.

Pemikiran filosofis tentang manusia dan masyarakat menekankan bahwa kehidupan bermasyarakat bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sistem manajemen untuk mengorganisir kemampuan individual menjadi kekuatan sosial demi mencapai tujuan bersama. Keberhasilan masyarakat mencapai tujuan ini diukur dari tingkat keadilan yang ada.

Kesadaran moral, sebagai dasar etika bermasyarakat, menciptakan dinamika positif dalam perilaku individu, mempromosikan kesejahteraan umum, dan membentuk masyarakat berkeadilan. Oleh karena itu, nilai-nilai moral dan etika perlu ditanamkan melalui pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Secara keseluruhan, kesadaran moral yang kuat diharapkan dapat memposisikan dan memfungsikan potensi individual untuk mencapai kesejahteraan umum, dan moralitas serta etika menjadi pilar-pilar penting yang harus dibina dan dikembangkan melalui pendidikan. Analisis jurnal ini menyoroti urgensi nilai-nilai moral dan etika dalam membentuk masyarakat yang adil dan berkeadilan di tengah konflik kepentingan individual dan kolektif.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Analisis Vidio 1

Pendidikan mirip cahaya yang membimbing kita dalam perjalanan hidup. Tanpa cahaya, kita bisa tersesat, tetapi dengan cahaya, kita tahu arah dan tujuan yang ingin kita capai. Anak-anak Dayak Kalimantan Utara merupakan bagian dari keragaman Indonesia. Martencis Siregar, pengajar muda dari Gerakan Indonesia Mengajar, ditempatkan di desa Tanjung Matol, Nunukan, Kalimantan Utara. Sebelumnya, ia menjadi relawan di gerakan peduli HIV/AIDS di Jayapura, Papua.

Martencis mengajar di desa terpencil tersebut dan berusaha menyadarkan orang tua akan pentingnya pendidikan anak perempuan. Dalam kisahnya, ia bertemu dengan anak perempuan yang hampir dinikahi pada usia muda, menggambarkan permasalahan budaya di desa tersebut. Martencis berkomitmen membantu anak-anak Tanjung Matol meraih pendidikan untuk masa depan yang lebih baik.

Tantangan utama termasuk kurangnya minat anak-anak untuk melanjutkan pendidikan serta kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan. Martencis mencoba menciptakan suasana belajar yang menarik dan efektif dengan metode kreatif. Kepala sekolah memberikan penghargaan berupa perjalanan ke luar Tanjung Matlu untuk mendorong wawasan siswa tentang dunia luar.

Melalui cerita Rory, seorang gadis yang tertarik pada pendidikan di desa tersebut, dan guru-guru berdedikasi lainnya, diharapkan dapat membentuk masa depan anak-anak di Tanjung Matol. Kesadaran akan pentingnya pendidikan dan usaha bersama dapat mengubah pola pikir masyarakat dan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda di desa tersebut.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Analisis Vidio 4
Pelajar Anti Korupsi

"Pelajar antikorupsi" mengacu pada siswa yang telah mendapatkan pendidikan dan nilai-nilai antikorupsi. Tujuan dari pendidikan ini adalah menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan penolakan terhadap korupsi pada generasi muda. Melalui cerita tentang Hanafi, kita dapat melihat bahwa korupsi, baik dalam jumlah besar maupun kecil, dianggap sebagai tindakan yang sangat jahat. Pendidikan antikorupsi juga membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan untuk mengidentifikasi serta melawan praktik korupsi. Hal ini menciptakan budaya integritas dan perilaku etis di masyarakat. Dengan memahami konsekuensi dan bahaya korupsi, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan jujur, membantu mencegah tindakan korupsi di masa depan. Oleh karena itu, pelajaran anti korupsi harus menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan untuk membentuk karakter dan moral siswa.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Analisis Vidio 3

Perbedaan mendasar antara sistem pendidikan dasar di Jepang dan Indonesia mencerminkan perbedaan nilai, norma, dan fokus pembelajaran. Di Jepang, pendidikan dasar dianggap prestisius dan dihormati secara global, dengan penekanan kuat pada disiplin, rasa hormat, dan etos kerja. Siswa di Jepang menghadapi hari sekolah yang lebih panjang dan tahun akademik yang lebih lama dibandingkan dengan Indonesia. Kurikulum di Jepang menitikberatkan pada pembentukan karakter, pendidikan moral, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Sebaliknya, sistem pendidikan dasar di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah infrastruktur, kualitas guru, dan akses pendidikan di daerah terpencil. Kurikulum di Indonesia dipengaruhi oleh keragaman budaya dan agama, dengan penekanan pada nilai-nilai nasional dan kesadaran budaya. Meskipun demikian, upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan di Indonesia melalui reformasi kurikulum dan program pelatihan guru.

Perbedaan lainnya melibatkan kebersihan, kegiatan makan bersama, jumlah mata pelajaran, pendidikan karakter, minat membaca, perlengkapan sekolah, dan jenis seragam. Jepang memiliki pendekatan yang lebih holistik terhadap pendidikan karakter, memusatkan perhatian pada kebersihan dan membangun hubungan positif antara siswa dan guru melalui makan bersama. Sistem pendidikan Jepang juga menekankan pentingnya minat membaca dan menyederhanakan perlengkapan sekolah agar tidak ada ketidaksetaraan di antara siswa.

Meskipun Jepang diakui atas ketelitian dan kualitas sistem pendidikannya, ada tantangan seperti tekanan belajar yang tinggi. Sementara Indonesia menghadapi kendala, upaya terus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dan memberikan pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, perbandingan antara kedua sistem pendidikan mencerminkan perbedaan budaya dan perjuangan masing-masing negara untuk meningkatkan pendidikan dasarnya.