གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nola Diva Brilian 2213053199

Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas:2G

Analisis Vidio "Demokrasi Itu Gaduh, Tapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara"

Demokrasi yang memfasilitasi silang pendapat dan demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Maka pernyataan Jokowi dianggap miskil terpenuhi dalam negara demokrasi. Degara yang demokrasinya baik dapat mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang, dan merupakan alat paling efektif untuk mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik. Warga di negara penganut demokrasi mempunyai angka harapan hidup yang tinggi. Kalau dibandingkan negara demokrasi dengan negara yang non demokrasi. Secara umum negara yang menganut sistem demokrasi yang lebih kaya dan mereka punya tingkat perkembangan manusia yang lebih tinggi, angka korupsi nya lebih rendah dan warga negaranya lebih bahagia, sehat fan juga menikmati banyak jaminan HAM. Dengan demikian demokrasi bukanlah sistem pemerintahan yang sempurna. Menurut beberapa analisis demokrasi kini dalam fase krisis. Pada 2019 skor rata rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke 5,44. Rangking demokrasi di Indonesia sejak 2013 drop atau menurun. Adapun faktor mengapa demokrasi krisis yaitu rendah nya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, penurunan jumlah keanggotaan partai politik, hingga regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan. Demokrasi bukanlah tujuan melainkan perjalanan yang ditempuh bersama sebagai warga, sebagai bangsa, sebagai negara. Menurut Winston Churchill "demokrasi adalah sistem pemerintahan paling buruk,dan tidak ada yang lebih baik dari itu."
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 2G

Judul Jurnal: INTEGRASI NASIONAL SEBAGAI PENANGKAL ETNOSENTRISME DI INDONESIA
Nama Penulis: Agus Maladi Irianto

Identitas Nasional adalah bentuk fisik dan kebijakan umum seluruh rakyat Indonesia, yaitu penghormatan kepada sang saka merah putih, lagi kebangsaan Indonesia raya, bahasa Indonesia, Bhineka tunggal Ika. Pengertian identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. Maka, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas menunjukkan gambaran yang tidak tinggal, tetapi sangat plural. pluralitas pada perkembangan saat ini, tidak lagi hanya dibatasi pada perbedaan etnis, profesi, latar belakang pendidikan, dan asal usul daerah. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok kelompok yang dipersatukan oleh suatu itu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. Integrasi yang menyatukan lintas identitas untuk satu kepentingan bersama.

Integrasi nasional versus Otonomi daerah
Integrasi nasional yang memuat makna penyatuan visi dan misi suatu bangsa dari perbedaan kepentingan masing masing anggota masyarakat. Indonesia dikaruniai alam yang elok dengan iklim subtropis yang bersahabat dengan tanah yang subur. Indonesia adalah negara dengan 17.504 pulau, 1.068 suku bangsa, dan memiliki sedikitnya 666 bahasa daerah. Ada mamalia, kupu kupu, reptil, burung, unggas, dan amfibi yang berjumlah lebih dari 3.025 spesies. Tumbuhan yang hidup di Indonesia berjumlah sekitar 47.000 spesies atau setara dengan 12 persen dari seluruh tumbuhan di dunia. Dalam bidang seni dan budaya terdapat 300 gaya tari tradisional dari Sabang sampai Merauke. Maka pluralitas bangsa Indonesia adalah takdir. Pertentangan masyarakat muncul adagiun yang memicu konflik: "kamu versus kalian,aku versus kamu" maka muncul faham sentrisme yang kemudian melahirkan etnosentrisme, religisentrisme, politksentrisme dan lain lain. Contoh nya dalam budaya Jawa dikenal dengan istilah "nanding sarira" memperbandingkan diri. itulah pangkal munculnya kesombongan kolektif, etnosentrisme. Etnosentrisme yaitu kecenderungan untuk berfikir bahwa budaya nya lebih unggul dibandingkan dengan budaya lain. Etnosentrisme semakin menguat karena ditopang kebijakan negara yang mengembangkan otonomi daerah dan pemekaran daerah. Fakto integrasi didasari pada faktor faktor etnis dan faktor daerah semata. Kebijakan otonomi daerah yang kiri marak justru yang menjadi penghambat cita cita menerapkan konsep integrasi nasional.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 2G

Hasil analisis Vidio
Identitas Nasional yaitu suatu kumpulan nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di dalam aspek kehidupan yang di imput dalam satu kesatuan.
Hakikat identitas Nasional yaitu Pancasila.
Unsur identitas Nasional:
1. Suku bangsa
2. Agama
3. Budaya
4. Bahasa
Identitas Nasional dibagi menjadi:
1. Identitas fundamental, identitas fundamental Indonesia adalah Pancasila
2. Identitas instrumental, identitas instrumental Indonesia adalah UUD 1945. Dalam UUD 1945 berisikan bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Bendera Indonesia adalah merah putih, lambang negara Indonesia adalah garuda Pancasila, semboyan negara Indonesia adalah Bhineka tunggal Ika, lagu kebangsaan Indonesia adalah Indonesia raya.
3. Identitas alamiah, identitas alamiah Indonesia dalam bentuk kepulauan, suku, agama dan kepercayaan.

Integrasi nasional adalah proses penyesuaian unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.
Faktor pendorong
1. Sumpah pemuda
2. Keinginan untuk bersatu
3. Rasa Cinta tanah air
4. Rela berkorban
5. Konsensus nasional
Kesepakatan pendorongnya yaitu Pancasila dan UUD 1945
Faktor penghambat:
1. Heterogen, karena terlalu banyak suku bangsa agama budaya dan bahasa.
2. Etnosentrisme adalah fanatisme/fanatik terhadap suku mereka, mereka merasa suku mereka lebih baik dari pada suku yang lain.
3. Ketimpangan, yaitu ketidak adilan antara suatu masyarakat terhadap masyarakat lain
4. Gangguan luar, yaitu ketika ada kepentingan luar negeri yang masuk kedalam negeri yang membuat masyarakat mengalami perpecahan

Bentuk integrasi nasional
1. Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai ciri khas kebudayaan asli
2. Akulturasi, yaitu penerimaan unsur unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.
*5. Devinisi integrasi menurut Myron Weiner(1971)
1. Penyatuan kelompok budaya
2. Pembentukan wewenang kekuasaan
3. Menghubungkan pemerintah yang diperintah
4. Konsensus terhadap nilai
5. Prilaku yang terintegrasi