གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nola Diva Brilian 2213053199

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

Nola Diva Brilian 2213053199 གིས-
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199


Dari video yang sudah saya tonton, menurut saya antara the trolley problem yang di jelaskan dan nilai moral yang di contohkan ada perbedaannya.

Dalam The Trolley Problem, situasi disederhanakan menjadi pilihan antara mengorbankan satu orang untuk menyelamatkan banyak orang. Ini adalah kondisi ekstrem di mana pilihan sangat terbatas, dan mengutamakan kepentingan mayoritas menjadi fokus utama.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, pilihan moral seringkali jauh lebih kompleks. Selalu ada kemungkinan untuk menemukan solusi yang tidak menyakiti orang lain. Bahkan, beberapa orang mungkin bersedia mengorbankan diri mereka sendiri demi kebaikan bersama. Mengapa, dalam situasi nyata, kita kadang-kadang melihat tindakan seperti perang, diskriminasi, atau genosida? Ini menunjukkan bahwa tindakan semacam itu tidak hanya tentang pertimbangan moral; keegoisanan juga memainkan peran penting.
Moral terlalu sempit untuk diukur dari teori ini. Karena teori ini sangat sederhana untuk mendalami nilai moral manusia yang luas.
Dan kembali lagi, 'Hidup itu Pilihan'
Dan dalam menentukan pilihan banyak aspek yang harus dipertimbangkan bukan hanya moral saja

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal-2

Nola Diva Brilian 2213053199 གིས-
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Analisis jurnal 2

Judul Jurnal : Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja
Tahun Terbit : 2010
Penulis : H. Wanto Rivaie
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humoniora
Kata Kunci : Nilai Moral, Sosial Budaya, Indonesia

Nilai nilai hubungan antar manusia di bangun berdasarkan saling menghargai, saling percaya untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera. Prof . Dr. H. Nursid S, dalam bukunya (2008, 31-44) bahwa manusia baru dapat dikatakan manusia yang sebenarnya, bila ada didalam masyarakat. Jati diri generasi muda dapat dibentuk oleh tradisi kehidupan masyarakat atau oleh usaha yang terprogram, direncanakan dengan baik, dan sistematis/modern (Jalaluddin, dan Abdullah Idi, 2007, 184-185). Nursid S. (2008, 31-33) menjelaskan bahwa sepanjang hidupnya manusia dipengaruhi oleh pendidik dalam arti luas ini (orang tua, guru, dan tokoh masyarakat). Tokoh pendidikan Nasional menyatakan ada tiga pusat lingkungan pendidikan/tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Di keluarga kegiatan pendidikan dilakukan oleh orang tua, di sekolah oleh guru-guru, di masyarakat oleh tokoh-tokoh masyarakat atau para instruktur. Di lingkungan pendidikan formal telah ditemukan pendekatan/madzab pendidikan moral antara lain: Cognitive Moral Development Kohlberg, dan Sosial Moral Development Bandura dan Skinner. Dalam proses memberikan atau meminta bantuan perlu dibangun komunikasi dua arah, komunikasi yang setara, kesederatan, agar kedua pihak memiliki harga diri yang layak sebagai insan kamil. Dalam komunikasi yang penuh nilai, kreatif dan bertanggung jawab, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana si pembelajar bisa tumbuh self confidence, dan self esterm agar potensi yang ada pada dirinya berkembang secara maksimal dan
berbudaya nasional Indonesia (Berbudin). Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural dan pluralistis adalah multikulturalisme, yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan. Aspek yang menjelaskan prilaku manusia yaitu aspek biologis dan sisiopsikologis. David McClelland menekankan faktor kebutuhan a. Kebutuhan berprestasi (needs for archievement), b. Kebutuhan akan kasih sayang (need for affiliation) c. Kebutuhan berkuasa (needs for power). manusia merupakan hasil interaksi tiga sub sistem dalam kepribadian manusia: Id, ego, dan superego. Teori Behaviorisme adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia.Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Skinner menganggap Rewad (penghargaan) dan rierforcement (peneguhan) merupakan faktor dalam belajar.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199

Analisis jurnal 1

Judul Jurnal : Penerapan Nilai Moral Pancasila Dalam Mewujudkan Generasi Anti Korupsi Di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah
Penulis : Asti Yunita Benu, Agnes Maria Diana Rafael, Imanuel Baok, Intan Yunita Tungga, Maria M Nina Niron, Niski Astria Ndolu, Vebiyanti P Leo
Tahun Terbit : 2022
Nama Jurnal : Jurnal Pemimpin Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan
Kata Kunci : Nilai Moral Pancasila, Generasi dan Anti Korupsi

Nilai moral Pancasila merupakan pedoman bagi masyarakat untuk bertindak hidup seperti yang telah diatur dalam Pancasila atau ideologi Indonesia. Moral berasal dari kata mos (mores) = kesusilaan, tabiat, kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Pengajarannya menitik beratkan pada penghayatan dan pengalaman butir-butir Pancasila (36 butir Pancasila) sebagaimana termuat dalam Tap MPR RI No. II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila atau Eka Prasetya Pancarya. Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidah-kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. nilai dan norma, moral pun dapat dibedakan seperti moral ketuhanan atau agama, moral filsafat, moral etika, moral hukum, moral ilmu, dan sebagainya. Nilai, norma, dan moral secara bersama mengatur kehidupan masyarakat dalam berbagai aspeknya. Pengertian moral yaitu suatu prilaku yang baik yang dimiliki individu sebagai moralitas, yang tercermin di dalam pemikiran/konsep, sikap, dan tingkah laku. Pengertian Nilai Dalam Pancasila Nilai atau “value” (bahasa inggris) termasuk bidang kajian filsafat. Persoalan-persoalan yang mempelajari dan membahas tentang nilai salah satu cabang filsafat yaitu filsafat nilai (Axiology, Theory of Value). Filsafat biaasa diartikan dengan ilmu tentang nilai-nilai. Istilah nilai dalam bidang filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya “keberhargaan” (worth) atau kebaikan (goodness), dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian. Moralitas identik dengan perbuatan baik dan perbuatan buruk(etika) yang mana cara
pengukurannya adalah melalui nilai- nilai yang terkandung dalam perbuatan tersebut.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video

Nola Diva Brilian 2213053199 གིས-
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3G
Lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Nilai nilai yang harus diteladani yaitu pada sila yang pertama ketuhanan yang maha esa yang berlambangkan bintang, yangmengajak untuk percaya kepada tuhan dan melaksanakan perintah nya. Contoh sikap nya yaitu bersyukur kepada tuhan, berdoa sebelum makan dan menghormati agama lain. Sila yang ke dua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab yang dilambangkan rantai yang mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia. Contoh sikap pengamalannya yaitu membantu korban bencana alam, menolong teman kesulitan, bersikap sopan kepada orang tua. Sila ketiga yaitu persatuan Indonesia yang dilambangkan pohon beringin yang mengajak untuk cinta terhadap tanah air. Contoh sikap nya yaitu mengikuti upacara bendera dengan tertib dan berteman dengan tidak membedakan antara suku dan agama. Sila ke 4 yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berlambangkan banteng yang mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah. Contoh sikap nya yaitu menyampaikan pendapat, menerima hasil musyawarah dengan lapang dada. Yang terakhir yaitu sila ke lima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang berlambangkan padi dan kapas yang mengajak kita untuk bersikap adil kepada sesama. Contoh sikapnya yaitu tidak berbuat curang kepada orang lain, menghargai hasil karya orang lain, tidak boros dan suka menabung.
Cara agar seseorang tersebut dapat meneladani dam menerapkan nilai nilai tersebut di era modern yaitu: Mendidik diri sendiri belajar dan memahami nilai-nilai yang ingin diadopsi. Menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Mengajarkan nilai-nilai tersebut membagikan nilai-nilai tersebut kepada orang lain, terutama generasi muda. Menjaga keseimbangan antara nilai-nilai tradisional dan modern dalam kehidupan sehari-hari
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3G

IDENTITAS JURNAL
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Volume : 9
No: 3
Halaman : 710-724
Tahun Terbit : 2021
Nama Penulis : Iwan Fajri1, Rahmat2, Dadang Sundawa3, Mohd Zailani Mohd Yusoff
Kata kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Hasil Analisis
Peran lembaga pendidikan
juga penting untuk memperkuat dengan perubahan sosial yang terjadi di Aceh. Perubahan sosial
yang pesat dalam gaya hidup menyebabkan ketidak bercintaan dalam sosial budaya di kalangan
remaja. Fenomena tersebut terlihat dari akhlak, gaya hidup, dan aktivitas sosial remaja dalam kehidupan sehari-hari (Nuriman & Fauzan, 2017). Pemerintah Aceh mempunyai kewenangan otonom dalam melaksanakan pendidikan dengan
keunikan serta otonomi khusus provinsi Aceh dengan hukum Islam (Ahamd, 2019; Bahri, 2013). Dasar qanun adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh,
dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan
Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam. memberikan pengertian dasar pengertian pendidikan Islam dan pendidikan Islam, peneliti mengacu pada penjelasan ahli, sebagai berikut, Muhammad Fadhil al-Jamal dalam
(Sulaiman, 2017) Pendidikan Islam memiliki upaya untuk melaksanakan, mendorong dan mengajak peserta didik untuk hidup yang lebih dinamis dengan berlandasan nilai-nilai dan Mulia. Pendidikan Islam merupakan proses mempersiapkan generasi muda dalam mengisi peran, nilai
islami dan pengetahuan yang berhubungan dengan fungsi sebagai manusia dalam melakukan
amalan di dunia dan menghasilkan pahala di akhirat suatu saat (Jandra, 2018). Di Indonesia, pendidikan nilai telah diatur dalam sistem pendidikan nasional. Ada delapan belas nilai yang perlu diintegrasikan pendidik dalam pembelajaran. Kedelapan belas nilai tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu, nasionalis, patriotik, menghargai prestasi, ramah dan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, sadar lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab (Kemendiknas, 2010). Para pendidik perlu mempelajari strategi yang digunakan untuk mengajarkan
nilai-nilai baik kepada peserta didik baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Peran pendidik
sebagai panutan bagi peserta didik dinilai sangat penting dalam pendidikan nilai (Ulavere & Veisson,
2015). Aceh merupakan provinsi yang memiliki otonomi khusus selian bidang agama, budaya dan politik. Aceh juga diberikan khusus dalam bidang
pendidikan, sehingga Aceh dalam proses penyelenggaraan nya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Penerapan kurikulum Islam berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas
Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 44 ayat (2) mengatur bahwa kurikulum pendidikan Islam harus memuat mata pelajaran sebagai berikut: (a) Mata Pelajaran Inti: (1). Pendidikan Islam dan amalannya terdiri dari (Keyakinan dan akhlak, fiqh)
dan Al Quran dan Hadis) (2). Pendidikan Kewarganegaraan; (3) Matematika / aritmatika; (4) Ilmu
Pengetahuan Alam; (5) Ilmu Sosial; (6) Bahasa dan Sastra Indonesia; (7) Bahasa Inggris; (8) Arab;
(9). Pendidikan jasmani dan olahraga; dan (10) Sejarah Kebudayaan Islam. (b). Mata pelajaran muatan lokal terdiri dari: (1) Bahasa daerah; (2) Sejarah Aceh; (3) Adat, budaya, dan kearifan lokal dan (4) Pendidikan Keterampilan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sulaiman et al. (2020) menjelaskan bahwa secara umum Kepala sekolah di lingkungan provinsi Aceh menjelaskan bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Aceh mengacu pada
ketentuan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 5 Diatur. Integrasi budaya Islam dalam Manajemen Sekolah bertujuan untuk membentuk pola perilaku warga sekolah; pendidik , tenaga administrasi, dan peserta didik yang relevan dengan hukum Islam (Maimun et al., 2019; Yusuf, Sanusi, et al., 2020). Ia menambahkan, budaya Islam di sekolah diperlakukan melalui beberapa aspek; (1) Budaya Disiplin, (2) Budaya berkomunikasi dengan sopan, dan (3) Menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif dan Islami.