Posts made by Nola Diva Brilian 2213053199

Pembelajaran PKN SD 2024 -> Aktivitas 1

by Nola Diva Brilian 2213053199 -
Nama: Nola Diva Brilain
Npm:2213053199
Kelas: 3G

Metode pembelajaran yang cocok untuk peserta didik SD dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) mengikuti prinsip-prinsip Kurikulum 13 harus memperhatikan kebutuhan dan karakteristik anak-anak di tingkat tersebut. Beberapa prinsip dan metode yang dapat diterapkan:
- Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL): Belajar melalui proyek atau tugas - tugas nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
- Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning): Belajar dalam kelompok kecil yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
- Simulasi dan Permainan Peran: Menggunakan simulasi dan permainan peran untuk memahami konsep-konsep PKN secara menyenangkan dan interaktif.
- Cerita dan Diskusi Kelompok: Menggunakan cerita atau narasi, diikuti dengan diskusi kelompok, untuk menjelaskan konsep-konsep PKN.
- Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL): Peserta didik diberikan masalah nyata yang harus mereka pecahkan dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari.
- Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning): Menggunakan pengalaman langsung untuk memahami konsep-konsep PKN secara lebih dalam.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3g

Judul : Pengaruh pengetahuan moral Terhadap perilaku moral Pada siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua
Penulis : Ilham Hadi
Tahun : 2017
Nomor :1
Volume : 2
Halaman : 30-44
Nama Jurnal : Jurnal Moral Kemasyarakatan
Kata Kunci : Pengetahuan Moral, Perilaku Moral, Pendidikan Orang Tua

Hasil Analisis:
Dalam jurnal tersebut, terdapat penjelasan mengenai enam pengetahuan moral yang diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter, meliputi kesadaran moral, pengetahuan nilai-nilai moral, pengambilan perspektif, penalaran moral, pengambilan keputusan, dan pemahaman diri sendiri.

1. Kesadaran Moral (Moral Awareness): Anak-anak perlu menyadari tanggung jawab moral mereka, menggunakan akal untuk melihat situasi dan mengumpulkan informasi.

2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values): Mempahami nilai moral dan mampu mengaplikasikannya dalam berbagai situasi kehidupan.

3. Pengambilan Perspektif (Perspective Taking): Kemampuan untuk melihat situasi dari sudut pandang orang lain, memahami cara orang lain berpikir, merasakan, dan bereaksi.

4. Penalaran Moral (Moral Reasoning): Anak-anak belajar mengenai penalaran moral secara bertahap, memahami apa yang dianggap sebagai penalaran moral dan apa yang tidak ketika mereka menghadapi suatu situasi.

5. Membuat Keputusan (Decision Making): Mampu memikirkan langkah yang mungkin diambil dalam menghadapi persoalan moral dan mengambil keputusan reflektif.

6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge): Merupakan pengetahuan moral yang sulit dikuasai, namun penting bagi pengembangan karakter, melibatkan kemampuan mengulas perilaku diri dan mengevaluasinya secara kritis.

Perilaku moral dihasilkan dari tiga aspek karakter lainnya: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan. Kompetensi moral melibatkan kemampuan mengubah pertimbangan dan perasaan moral ke dalam tindakan yang efektif. Kemauan berkaitan dengan inti keberanian moral dan pengendalian diri. Kebiasaan, sebagai faktor pembentuk perilaku moral, mencakup pembiasaan dan peneladanan, membutuhkan kesempatan dan latihan berulang untuk membangun kebiasaan baik.

Pendidikan karakter tidak berdiri sendiri, melainkan berproses dalam pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pentingnya pendidikan karakter juga terlihat dalam pengaruh positif pendidikan orang tua terhadap pengetahuan moral siswa dan pengaruhnya terhadap perilaku moral siswa. Oleh karena itu, pembinaan imtaq dan pembudayaan melibatkan pembinaan terhadap keyakinan, sikap, budi pekerti, dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Kesimpulan:
Dalam upaya membangun karakter yang baik dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan karakter memiliki peran penting. Pengetahuan moral, kesadaran moral, pengambilan perspektif, dan kemampuan membuat keputusan menjadi elemen kunci dalam pembentukan karakter yang baik. Pendidikan karakter tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga melibatkan peran keluarga dan masyarakat secara bersama-sama.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3G

Judul : Menangkal Degradasi Moral Di Era Digital Bagi Kalangan Millenial
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Tahun : 2020
Nomor : 1
Volume : 3
Nama Jurnal : Jurnal Pengabdian Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Kata Kunci : Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial

Jurnal ini menyoroti fenomena degradasi moral yang marak terjadi di kalangan milenial, terutama dalam era digital. Masa depan suatu bangsa dipengaruhi oleh kualitas para pemuda, sehingga perlu peningkatan kualitas moral mereka. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pengabdian kepada masyarakat.

Program pengabdian kepada masyarakat, seperti yang dilakukan pada kegiatan PKM di Mts Insan Madani, menjadi sarana untuk memberikan bekal moral kepada generasi muda. Motivasi relawan pendidik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga memengaruhi prestasi kerja mereka. Gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan keterlibatan masyarakat turut memainkan peran signifikan dalam berbagai konteks.

Selain itu, jurnal ini membahas keterlambatan budaya di kampung budaya Betawi Setu Babakan dalam konteks globalisasi. Temuan menunjukkan bahwa aspek-aspek seperti motivasi, kepemimpinan, dan keterlibatan masyarakat dapat berpengaruh pada kinerja dan efikasi diri siswa.

Kesimpulan dari analisis jurnal ini adalah perlunya perhatian terhadap kualitas moral generasi muda, dengan melibatkan perguruan tinggi, relawan pendidik, dan masyarakat secara aktif. Program pengabdian masyarakat, seperti pelatihan kewirausahaan dan manajemen kelas, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan sektor ekonomi dan pendidikan. Analisis ini memberikan wawasan penting bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan organisasi dalam upaya meningkatkan kualitas moral dan prestasi di kalangan generasi muda.
Nama: Nola Diva Brilian
Npm: 2213053199
Kelas: 3G

Berdasarkan analisis video "Stand Up Comedy Arie Kriting: Bagaimana Cara Menjadi Anak Baik?", terlihat kompleksitas nilai dan pendidikan moral, serta pentingnya menyesuaikan standar moral dengan realitas sosial. Perbandingan antara kampus swasta dan negeri menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya tergantung pada kondisi fisik kampus. Pendidikan moral di Indonesia juga dipertanyakan, dengan pergeseran dari PMP hingga menjadi PPKN, dan kurangnya implementasi praktis nilai-nilai Pancasila.

Video ini mencerminkan penurunan moral generasi muda, dan perubahan dalam sistem pendidikan moral yang tidak selalu sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Pendidikan moral perlu lebih dari sekadar teori; implementasinya harus ditekankan. Pemerintah dan individu diharapkan lebih peduli terhadap nilai moral, dan perubahan dalam sistem pendidikan diperlukan untuk mencapai hal ini.