Kiriman dibuat oleh Sisnawati 2213053244

Nama sisnawati
Npm 2213053244
Analisis Vidio

Setelah menonton video tersebut, video tersebut menceritakan tentang kejadian di Rengasdengklok. Sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, banyak peristiwa penting terkait perjalanan negara ini yang mengubah sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal 4 Agustus 1945, pasukan Jepang menyerah kepada Sekutu. Berita itu diumumkan kepada para pemuda nasional Indonesia di Bandung pada tanggal 15 Agustus 1945. 15 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Dr. Mo Hatta baru saja kembali ke Indonesia untuk mengikuti undangan seorang komandan Jepang ke Asia Tenggara. Kelompok yang lebih muda menginginkan kemerdekaan secepatnya agar tidak bergantung pada negara lain, dan kelompok yang lebih tua secara sistematis menginginkan kemerdekaan Indonesia. Akibat perbedaan tersebut, pada tanggal 16 Agustus 1945, sekelompok pemuda menculik Soekarno Hatta dan membawanya ke Rengasdenkrok untuk menjauhkannya dari pengaruh pemerintah Jepang. Saat itu di Jakarta terjadi dua putaran perundingan yang sengit antara Pak Ahmad Subaljo wakil fraksi lama dan Pak Wikana wakil fraksi pemuda, dan akhirnya diputuskan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan. segera dilaksanakan sawah. Akhirnya Soekarno dan Hatta dijemput dari Rengasdenkrok di kawasan Menteng ke rumah Laksamana Maeda. Teks proklamasi tersebut akhirnya disetujui oleh Ir. Dokter Soekarno. Moh.Hatta dan Ahmad Soebardjo. Sajuti Melik yang mengetik proklamasi
Nama Sisnawati
Npm 22130532
Analisis jurnal

Sejarah Lahirnya Pancasila
Perbedaan mengenai landasan negara
yang akan diambil untuk dijadikan sebagai
dasar negara telah terjadi sejak tahun 1938
hingga pada persiapan kemerdekaan republik
Indonesia, perbedaan pendapat ini terjadi
antara kelompok nasionalis Soekarno dengan
kelompok Islam yang dipimpin oleh
Muhammad Natsir yang menginginkan negara
Islam sebagai landasan negara.
Tidak ketemunya titik terang
landasan negara pada saat sidang BPUPKI,
dibentuklah panitia kecil yang beranggota 9
orang yang dipimpin oleh Ir. Soekarno.
Anggota ini terdiri dari Muhammad Hatta,
Achmad Subardjo, Muhammad Yamin dan
AA Maramis dari kelompok nasionalis dan H.
Agus Salim, Wahid Hasyim, Abikusno dan
Abdul Kahar Muzakkir dari kelompok Islam.
pada 22 Juni 1945 terjadi kesepakatan antara
kelompok nasionalis dan kelompok Islam
untuk menambah tujuh kata pada sila pertma
yaitu “Ketuhanan Dengan Kewajiban
Menjalankan Syari’at Islam Bagi Pemeluk-
pemeluknya”.

Hubungan Agama dan Negara
Pada dasarnya Undang-Undang Dasar
1945 tidak memisahkan hubungan antara
agama dan negara, pernyataan ini bisa dilihat
dalam sila pertama Pancasila dan Bab XI
Undang-Undang Dasar 1945 tentang Agama.
Hubungan agama dan negara sering kali
menjadi pro dan kontra, dikarenakan agama
sering kali digunakan untuk melakukan
tindakan yang bertentangan dengan
pemerintahan atau pemerintahan sering
dijadikan kekuatan untuk menekan agama.Kedua, agama dan negara memiliki
hubungan timbal balik dan saling
mempengaruhi atau Simbiotik-Interpenden
yaitu agama memerlukan negara karena
dengan melalui negara agama dapat menjadi
berkembang.

Islam dan Negara
Islam merupakan agama untuk
kepentingan kehidupan dunia dan akhirat.
Islam berisi tentang akidah, akhlak, ibadah
serta berisi prinsip-prinsip hukum dan politik.
Islam menuntun manusia mewujudkan
kedamaian pada umat Islam khususnya dan
seluruh manusia pada umumnya. Dalam
sejarah peradaban Islam, Nabi Muhammad
SAW sebagai pemimpin umat muslim dan
pemimpin negara yang diakui oleh semu
golongan barat maupun timur.
Nama sisnawati
Nom 2213053244

apa yang terpendam di dalam bumi indonesia ini, agar penggalian ini bisa digunakan sebagai dasar dalam pancasila ini..sudah terbukti bahwa pancasila itu benar benar dasar yang dinamis yang benar benar menghipun rakyat indonesia mempersatukan rakyat Indonesia, bukan hanya untuk mencetuskan revolusi tetapi juga untuk mengakhiri suatu revolusi dengan baik. Dengan demikian pancasila adalah dasar negara yang digunakan sebagai acuan atau pedoman bangsa Indonesia dalam bertindak, pancasila juga menjadi suatu pedoman untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
Nama Sisnawati
Npm 2213053244
Analisis Soal

1. Apakah hubungannya Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dan bagaimana urgensinya bagi mahasiswa atau generasi muda?
Jawab
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah bentuk pengemblengan individu-individu agar mendukung dan memperkokoh komunitas politik sepanjang komunitas politik itu adalah hasil kesepakatan.
Urgensi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi, yaitu agar mahasiswa tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri dan agar mahasiswa memiliki pedoman atau kaidah penuntun dalam berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

2. Apakah hal yang paling pokok untuk dipelajari dari pendidikan Pancasila dalam menghadapi perubahan dan manfaatnya dalam menghadapi masa depan?
Jawab
hal yang paling cocok adalah:
Tidak bersifat egois dan selalu mementingkan kepentingan kelompok terlebih dahulu. Mau menghargai pendapat dan opini orang lain. Menjaga iman dan juga ketakwaan kita terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa.

3. Jelaskan apa sajakah yang menjadi faktor penghambat dan penunjang diberlakukannya pendidikan Pancasila di perguruan tinggi!
jawab
Faktornya karena pemuda pemuda zaman sekarang menganggap pancasila sebagai suatu simbol negara dan mulai melupakan nilai nilai yang terkandung didalamnya. Padahal pancasila yang menjadi dasar negara dan sumber dari segala hukum dan perundang undangan adalah nafas bagi eksitensi bangsa Indonesia.

4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan relasi antara pendidikan Pancasila dengan program studi/jurusan anda dan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa?
jawab
Relasi antara tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa dan tujuan pendidikan pancasila adalah tidak lain untuk mendidik generasi muda agar menjadi generasi muda yang cerdas , namun memiliki jiwa pancasila ,dan memiliki moral yang baik .
Nama Sisnawati
Npm 2213053244
Analisis Jurnal

Hadirnya Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016
Tentang Hari Lahir Pancasila telah
menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai
Hari Lahir Pancasila tidak membuat serta
merta Pancasila sudah terinternalisasi secara
konsisten ke dalam diri negara Indonesia.Internalisasi Pancasila sudah
diupayakan semenjak tahun 1960 pada saat
pemerintahan Presiden Pertama Ir. Soekarno
dalam kerangka Nation and Character
Building.
Pada era reformasi Pancasila seolah-
olah telah memudar eksistensinya
dikalangan generasi milenial. Hal tersebut
dibuktikan ketika dilakukan wawancara oleh
peneliti kepada beberapa mahasiswa di
bulan Februari 2018 masih ada yang tidak
paham mengenai Pancasila dan bahkan ada
yang tidak hafal isi dari sila-sila Pancasila.
Proses internalisasi ditemukan
kendala seperti dalam hal pengejawantahan
nilai-nilai dari sila-sila Pancasila. Penerapan
dalam kehidupan bermasyarakat yang
terkadang tidak mendapatkan respon yang
positif, serta kekonsitenansi dalam
membentuk habitus untuk bersikap dan
bereprilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.
Pancasila dan berusaha untuk
mengimplementasikannya ke dalam
kehidupan sehari-hari. Berdasarkan
wawancara terhadap sejumlah mahasiswa
yang sudah menempuh mata kuliah
Pancasila menyatakan tidak setuju
mengganti idelologi Pancasila dengan
ideologi yang lain seperti halnya keberadaan
organisasi masyarakat yang ingin
memperjuangkan sistem khilafah.
Kontribusi Pancasila Terhadap Masalah
Kebangsaan
Pancasila mempunyai kedudukan
dan fungsi yang bermacam-macam, seperti
Pancasila sebagai dasar, ideologi,
pandangan hidup, dasar filsafat, serta masih
banyak kedudukan dan fungsi lainnya.
Fungsi dan kedudukan Pancasila tersebut
tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan
merupakan satu kesatuan. Kesemua fungsi
ini apabila menurut Kaelan (2002:46) akan
kembali pada kedudukan dan fungsi
Pancasila yaitu sebagai dasar filsafat negara
dan sebagai pandangan hidup Bangsa
Indonesia.