Kiriman dibuat oleh Sisnawati 2213053244

Nama sisnawati
Npm 2213053244
Analisis soal

1.Bagaimanakah menurut pendapatmu sebagai mahasiswa mengenai terjadinya bom bali di tahun 2002 yang m erenggut banyak korban jiwa dan luka-luka? Sesuaikah dengan nilai agama dan nilai luhur bangsa kita? Berikan solusimu!
jawab
Pendapat saya tentang kejadian terorisme yang terjadi, yaitu dalam bahasan ini adalah tragedi bom Bali I, adalah prihatin atas kejadian yang mengenaskan. Tindakan siapa saja yang melakukan terorisme merupakan tindakan yang kejam dan tidak dibenarkan dalam agama apapun.

Menurut saya, akar persoalan dari terorisme sebenarnya sepele tapi bila sudah tertanam kebencian dan dorongan dari pihak yang salah maka akan menjadikan hal sepele itu menjadi api dalam sekam. Ditambah ketika tindakan terorisme itu malah menjadi tujuan untuk melakukan "perbuatan yang mulia" (sebenarnya suatu anggapan yang salah total karena tidak mungkin ada perbuatan mulia yang dilakukan dengan penghilangan nyawa orang lain).

2.Nilai Pancasila apakah yang di langgar oleh para pelaku dan apa sanksi yang pantas diberikan? Berikan penjelasanmu secara lengkap dan mendalam
jawab
Pelanggaran sila ke1
Penistaan atau penodaan agama merupakan salah satu bentuk pelanggaran sila pertama Pancasila. dapat dijatuhi hukuman 3 tahun penjara

Pelanggaran sila ke 2
Salah satu contoh pelanggaran dari sila kedua adalah kekerasan seksual.divonis 12 tahun penjara dan kebiri kimia selama tiga tahun.

Pelanggaran Sila Ketiga Persatuan Indonesia
Salah satu contoh pelanggaran sila ketiga adalah gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kini dikenal sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Gerakan separatis ini telah berdiri sejak 1965 dan eksis hingga sekarang di Papua dan Papua Barat. Tujuan mereka adalah untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam memperjuangkan keinginannya, kelompok ini kerap melakukan tindakan kriminal yang memakan korban jiwa. Tak jarang, para wanita dan anak-anak menjadi korban kebrutalan KKB.

Hingga kini, KKB masih sulit diatasi karena mereka dilengkapi dengan persenjataan lengkap dan mutakhir. Mereka pun bersembunyi di wilayah pegunungan Papua.

Pelanggaran Sila Keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Pembatasan kebebasan berpendapat merupakan salah satu contoh pelanggaran sila keempat.

Pada 2021 lalu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat ada 26 kasus terkait langkah pemerintah dalam upaya membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Kasus yang paling menarik perhatian masyarakat saat itu adalah mural diduga wajah Presiden Joko Widodo yang pada bagian matanya ditutupi tulisan “404 Not Found” di kota Tangerang.

Polres Tangerang Kota pun bertindak reaktif dengan memburu pembuat mural. Beberapa saksi telah diperiksa. Polisi berdalih perburuan tersebut dilakukan karena presiden adalah lambang negara yang harus dihormati.

Kasus ini akhirnya dihentikan setelah muncul berbagai kritik dan protes di masyarakat. Polisi mengakui tidak ada unsur pidana pada pembuatan mural tersebut.

Namun, mural diduga wajah presiden itu dihapus dan ditimpa dengan cat hitam oleh pemerintah setempat dan TNI-Polri.

Contoh pelanggaran sila kelima adalah korupsi. Korupsi yang dilakukan oleh mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara, membuatnya dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta pada 2021 lalu.
Nama sisnawati
Npm 2213053244
Analisis vidio

Pada video tersebut menurut saya bisa dilihat Ir. Soekarno sedang membacakan pidato bahwa proklamasi kemerdekaan indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dan juga Ir. Soekarno berpidato tentang pancasila di AS tahun 1956. Bahwa Pancasila juga dimasukkan kedalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia. Pancasila memuat arti yaitu panca berarti lima dan sila berarti dasar/prinsip. Kelima prinsip dalam pancasila tersebut menjadi tuntutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena pancasila adalah dasar negara indonesia.
Nama Sisnawati
Npm 22213053244
Anaalisis vidio

Perbedaan tentang landasan negara yg akan diambil buat dijadikan menjadi dasar negara sudah terjadi dari tahun 1938 sampai dalam persiapan kemerdekaan republik Indonesia, disparitas pendapat ini terjadi antara gerombolan nasionalis Soekarno menggunakan gerombolan Islam yg dipimpin sang Muhammad Natsir yg menginginkan negara Islam menjadi landasan negara. Perdebatan panjang antara Soekarno & Natsir ini semakin meluas sampai hingga dalam ketika proses pembentukan negara Indonesia dalam tahun 1945. Dalam upaya buat menyusun dasar negara dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) & diresmikan dalam 28 Mei 1945.Tidak ketemunya titik jelas landasan negara dalam ketika sidang BPUPKI, dibentuklah panitia mini yg beranggota 9 orang yg dipimpin sang Ir.Soekarno.
Kesimpulan akhir tentang ideologi negara diputuskan menggunakan menentukan Pancasila menjadi ideologi dasar negara, dalam akhirnya golongan Islam mendapat menggunakan sepenuh hati Pancasila menjadi ideologi negara.Pada dasarnya UUD 1945 nir memisahkan interaksi antara kepercayaan & negara.pada khazanah politik & ketatanegaraan Islam atau Fiqh
Siyasah terdapat 3 kerangka berpikir mengenai interaksi kepercayaan & negara (Syamsudin, 2000). Pertama, antara kepercayaan & negara adalah satu kesatuan & nir bisa dipisahkan.Kedua, kepercayaan & negara mempunyai interaksi timbal kembali & saling menghipnotis atau Simbiotik-Interpenden yaitu kepercayaan memerlukan negara lantaran menggunakan melalui negara kepercayaan bisa sebagai berkembang.Ketiga interaksi kepercayaan & negara yg bersifat sekularistik.Sejak masa reformasi, kehidupan demokrasi balik dibangun menggunakan munculnya Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat RI No.X/Majelis Permusyawaratan Rakyat/1998 mengenai Pokok-Pokok Reformasi, Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Ri No. XI/Majelis Permusyawaratan Rakyat/1998 mengenai Penyelenggaraan Negara yg bebas berdasarkan KKN & Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 (I,II,III,IV) (Supriadi, 2017).Islam adalah kepercayaan buat kepentingan kehidupan global & akhirat.Islam berisi mengenai akidah, akhlak, ibadah dan berisi prinsip-prinsip aturan & politik.Islam menuntun insan mewujudkan kedamaian dalam umat Islam khususnya & semua insan dalam umumnya.2019).Sebagai sebuah landasan, negara Islam mengandalkan keberagaman pandangan lantaran negara Islam lahir
Nama Sisnawati
Npm 2213053244
analisis soal

A. Gotong royong merupakan istilah asli bangsa Indonesia dan menjadi modal dalam memujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia, bagaimanakah sikap gotong royong yang saat ini bisa di wujudkan dalam rangka mengadapi berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia?

selalu mendengarkan nasihat para pembesar negara seperti, patuh pada omongan presiden, patuh kepada omongan para menteri, patuh pada omongan para TNI dan Polisi, dan tidak lupa selalu mendengarkan nasihat ibu dan sebagai warga negara yang baik kita harus selalu berdoa secara gotong-royong dan semoga pandemi ini cepat berakhir.

B. Upaya apa yang anda lakukan dalam rangka menghadapi keberagaman di lingkungan sekitar tempat tinggal mu serta menjadikannya sebuah keharmonisan di masyarakat dalam rangka mewujudkan tekad untuk bersatu?

selalu bertoleransi dan bersilaturahmi dengan itu kita akan bisa menghadapi tekad untuk bersatu.

C. Jelaskan yang dimaksud bahwa setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara !
yang dimaksud dari setiap kelompok/bangsa/negara mempunyai nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dan identitas nasional kelompok/bangsa/negara adalah Pancasila

D. Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa rumusan Pancasila yang disahkan PPKI ternyata berbeda dengan rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta. Hal ini terjadi karena adanya tuntutan dari wakil yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Bagian Timur yang menemui Bung Hatta yang mempertanyakan 7 kata di belakang kata “Ketuhanan”, yaitu “ dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tuntutan ini ditanggapi secara arif oleh para pendiri negara sehingga terjadi perubahan yang disepakati, yaitu dihapusnya 7 kata yang dianggap menjadi hambatan di kemudian hari dan diganti dengan istilah “Yang Maha Esa”. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai sikap para pendiri bangsa tersebut berkorelasi dengan sikap kita sebagai bangsa di masa sekarang?

ya saya sangat setuju, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam dari agamanya, rasa dan budaya. karena itu kita harus menghormati orang yang non muslim dan kita sebagai bangsa Indonesia harus selalu hidup rukun dalam semua perbedaan tersebut.
Nama sisnawati
Nom 2213053244
Analisis soal

1.Cobalah anda menelusuri proses terjadinya peristiwa G30S PKI tersebut dan dimana letak penyimpangan peristiwa tersebut dengan nilai-nilai Pancasila dan hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa tersebut !

Pelajaran yang dapat diambil dengan adanya peristiwa G 30 S PKI adalah :
Memahami betul bahwa kontroversi dan propaganda melahirkan kebingungan dan mengakibatkan adanya pergerakan semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain
Memahami bahwa perebutan kekuasaan di dalam suatu bangsa dan negara akan selalu mengundang permasalahan. Baik itu dalam lingkup kelompok kecil maupun besar.
Memahami bahwa kepemimpinan yang lemah bisa menyebabkan kehidupan bangsa dan negara melemah
Memahami bahwa jika pemerintahan gagal membangun perekonomian maka akan terjadi krisis ekonomi. Jika krisis ekonomi sampai terjadi maka akan terjadi pula krisis sosial.

PENYIMPANGAN NILAI NILAI PANCASILA PADA PERISTIWA G30S PKI
-PKI berkeinginan mengubah ideologi pancasila menjadi paham komunis • PKI dengan sangat kejam membunuh para ulama, santri dan orang orang yang dianggap menentangnya
-PKI berusaha memecah belah persatuan i ndonesia dengan menghembuskan propaganda kebohongan
- PKI menculik dan membunuh perwira angkatan darat di daerah lubang buaya

2.Bagaimakah cara-cara pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan masyarakat di sekitar Anda atau dalam organisasi yang ada di sekitar Anda? Apa bentuk kearifan yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung dan Apa bentuk kendala yang timbul ketika musyawarah itu berlangsung?
jawab
Dalam melaksanakan musyawarah terdapat beberapa cara didalamnya, sebagai berikut :
Musyawarah dilandasi akal sehat dan pikiran jernih yang sesuai dengan hati yang luhur
Musyawarah dilandasi semangat kekeluargaan dan gotong royong
Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat
Menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendak dalam bermusyawarah
Melaksanakan keputusan bersama dengan dilandasi iktiqad baik dan penuh rasa tanggung jawab
Keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

3.Hasil Survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Pancasila merosot secara tajam, yaitu 48,4% responden berusia 17 sampai 29 tahun tidak mampu menyebutkan silai-sila Pancasila secara benar dan lengkap. 42,7% salah menyebut silai-sila Pancasila, lebih parah lagi, 60% responden berusia 46 tahun ke atas salah menyebutkan sila-sila Pancasila. Jelaskan faktor penyebab rendahnya pemahaman dan pengamalan tentang nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dewasa ini!

Hasil Survei

Mencermati hasil survey yang dilakukan harian Kompas, dan dirilis pada 1 Juni 2008, memperlihatkan pengetahuan masyarakat mengenai Pancasila memang merosot tajam. Survei yang dilakukan Kompas pada tanggal 28 - 29 Mei Mei 2008 tersebut menunjukkan bahwa 48,4 % responden berusia 17 - 29 tahun menyebutkan kelima Pancasila salah atau tidak lengkap. 42,7 % responden berusia 30 - 45 tahun salah menyebutkan kelima Pancasila. Responden berusia 46 tahun ke atas lebih parah, yakni sebanyak 60,6 % yang salah menyebutkan kelima sila Pancasila.

Survei sederhana mengenai daya ingat mahasiswa terhadap naskah Proklamasi, Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila, pernah dilakukan seorang mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan. Survei tersebut dilaksanakan tanggal 12-17 Agustus 2007 dengan responden 19 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi. Dari ke-19 responden yang mengikuti angket ini, 3 diantaranya hanya menghapal Pancasila, seorang mahasiswa hanya menghapal Pancasila dan Naskah Proklamasi, 5 mahasiswa berhasil menghapal ketiga naskah tersebut, sisanya 10 mahasiswa tidak menghapal sama sekali ketiganya. Melihat hasil angket tersebut tampak bahwa jumlah mahasiswa yang sama sekali tidak menghapal ketiganya adalah 10 orang atau 53 persen dari total responden[6].