Posts made by Fadhila Cahya Ningtyas 2213053271

Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053371
Kelas : 3G
Analisis Video 2

Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai Agama dan Moral

Oleh Sindy Anugerah Wati, M. Pd

Instrumen Penilaian

Instrumen penilaian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan daya sebagai bahan pengolahan informasi yang digunakan sebagai alat ukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan alat penilaian belajar peserta didik.

Manfaat penilaian
- Bagi anak
1. Penilaian memiliki manfaat bagi anak yaitu untuk memelihara pertumbuhan peserta didik agar lebih sehat dan konsisten. Karna dengan adanya penilaian pendidik dapat mengukur perkembangan peserta didik sehingga dapat diketahui ketika danya gejala kesehatan peserta didik.
2. Perkembangan anak menjadi optimal.
3. Anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya.
4. Anak mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya.

- Bagi Orang tua
1. Orang tua akan mendapatkan informasi bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.
2. Memudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan berkelanjutan ketika dirumah.
3. Membuat keputusan bersama antara orangtua dengan pihak satuan sekolah.

- Bagi Guru
1. Mengetahui perkembangan sikap dan keterampilan peserta didik.
2. Mendapatkan informasi tentang hambatan tumbuh kembang peserta didik.
3. Mengetahui kesesuaian stimulasi kebutuhan perkembangan peserta didik.
4. Dapat memberikan dukungan kepada peserta didik yang tepat pada setiap anak.
5. Memiliki data tentang perkembangan anak untuk membuat rencana pembelajaran selanjutnya.

Prinsip Prinsip Penilaian
Ada delapan prinsip prinsip dari penilaian yaitu :
1. Mendidik
2. Berkesinambungan
3. Objektif
4. Akuntabel
5. Transparan
6. Sistematis
7. Menyeluruh
8. Bermakna

Teknik dan Lingkup Penilaian
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian perkembangan anak meliputi instrumen penilaian atau proses, catatan, anekdot, rubik, dan penilaian hasil kemampuan anak.

Mekanisme Penilaian
1. Menyusun teknik, instrumen penilaian, serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak.
2. Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan instrumen penilaian yang telah ditentukan.
3. Mendokumentasikan Penilaian proses dan hasil belajar peserta didik secara akuntabel dan transparan.
4. Melaporkan capaian perkembangan peserta didik pada orang tua.

Teknik penilaian
Teknik penilaian pada pendidikam usia dini dibagi menjadi BB (belum berkembang), MB (mulai berkembang), BSH ( berkembang sesuai harapan), dan BSB (berkembang sangat baik). Selain teknik penilaian terdapat juga bentuk penilaian. Bentuk-bentuk penilaian diantaranya penilaian harian, penilaian mingguan, penilaian bulanan, penilaian semester, portofolio anak, dan dokumen lainnya yang diperlukan setiap satuan pendidikan.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 3G

Analisis Video 1
Etika, Nilai, dan Moral

Video tersebut menjelaskan mengenai etika, nilai, dan moral. Di mana etika, nilai, dan moral saling berkaitan dikarenakan tiga hal tersebut mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Definisi dari etika itu sendiri ialah cara manusia dalam memperlakukan sesama dan menjalani hidup serta kehidupan yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam masyarakat. Contoh sederhana dari etika yang baik diantaranya:
1. Mengucapkan salam ketika bertemu ke rumah orang lain
2. Izin dan mencium tangan kedua orang tua ketika hendak pergi
3. Menjaga kebersihan lingkukan dengan membuang sampah pada tempatnya

Etika dan moral saling berkaitan karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

Nilai merupakan sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang.Nilai juga dapat disebut sebagai penghargaan, penghormatan, atau kualitas terhadap sesuatu dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik atau sebagai sistem keyakinan.
Sifat dan Jenis Nilai
1. Bersifat relatif yang artinya nilai bergantung pada tempat dan waktu.
2. Bersifat subjektif, artinya nilai berbeda-beda bagi setiap individu.


Moral merupakan hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral dapat berfungsi sebagai sarana untuk mengukur benar atau tidaknya tindakan atau sikap manusia. Moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan.
Analisis Jurnal
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 3G

Identitas Jurnal
Judul : Pendekatan Pendidikan Nilai Secara Komprehensif
Sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa
Penulis : Darmiyati Zuchdi
Kata Kunci : values/moral education, comprehensive approach, character building

Pendahuluan

Pendahuluan ini membahas perasaan malu dan prihatin terkait dengan berbagai peristiwa menyedihkan di Indonesia. Isu-isu seperti penipuan, perampokan, pertikaian, dan pemblUluhan sering muncul di media. Penulis merasa bahwa ini mencerminkan rendahnya kualitas moral dalam masyarakat. Kondisi ini perlu dicari solusinya, terutama melalui pendidikan. Penulis juga mengajukan pertanyaan tentang bagaimana pendidikan nilai dapat meningkatkan akhlak subjek didik dan akhlak bangsa Indonesia secara umum. Artikel ini berfokus pada mencari alternatif jawaban terhadap pertanyaan pertama.

Pendekatan Komprehensif
Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi perubahan zaman. Pendekatan komprehensif diperlukan untuk membantu generasi muda dalam mengambil keputusan moral secara mandiri. Berbagai metode dan pendekatan telah diterapkan di Amerika Serikat, termasuk pendidikan nilai, pendidikan watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Tujuannya adalah memberikan pemahaman nilai-nilai tradisional dan keterampilan hidup yang penting bagi generasi muda. Selain aspek akademik, pendidikan juga harus mengajarkan cara menikmati kehidupan dan menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.



1. Realisasi Nilai
Konsep realisasi nilai adalah salah satu pendekatan utama dalam pendidikan nilai. Ini melibatkan membantu individu untuk menentukan, mewujudkan, menerapkan, bertindak, dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini. Hal ini mencakup pengembangan beragam keterampilan, seperti pengetahuan diri, harga diri, kemampuan merumuskan tujuan, keterampilan berpikir, keterampilan membuat keputusan, keterampilan berkomunikasi, keterampilan sosial, pengetahuan akademik, dan pengetahuan transendental. Realisasi nilai menjadi sangat penting dalam mengembangkan karakter moral individu.

2. Pendidikan Watak Tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai dasar perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Ini juga sering disebut sebagai pendidikan moral. Konsep watak melibatkan sifat-sifat seperti kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, disiplin, loyalitas, keberanian, toleransi, keterbukaan, etos kerja, dan nilai-nilai keagamaan. Pendekatan ini mengedepankan pengembangan karakter moral individu.

3. Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan kewarganegaraan bertujuan mengajarkan nilai-nilai dasar yang menjadi landasan bagi negara, hukum, dan politik. Di Amerika Serikat, ini mencakup nilai-nilai seperti kesejahteraan masyarakat, hak-hak individu, keadilan, persamaan hak, keberagaman, kebenaran, dan patriotisme. Di Indonesia, pendidikan kewarganegaraan sering terkait dengan nilai-nilai Pancasila. Namun, ada perhatian terhadap perluasan fokus pendidikan ini untuk mencakup praktik nyata nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, jurnal ini juga membahas pentingnya pengembangan penalaran moral dan hubungan antara perkembangan psikologis, konteks sosial, dan pengaruh pendidikan terhadap pemikiran dan tindakan moral. Ada penekanan pada keterampilan berpikir kritis, komunikasi efektif, dan pemahaman terhadap sejarah, hukum, dan sistem politik dalam konteks pendidikan kewarganegaraan.

Jurnal ini menekankan perlunya pendidikan komprehensif dalam nilai yang melibatkan pengembangan keterampilan intelektual, karakter moral, dan pemahaman terhadap nilai-nilai demokrasi. Ini penting dalam membentuk warga negara yang bertanggung jawab secara moral dan efektif dalam masyarakat.

Kesimpulan dari jurnal ini adalah sebagai berikut:

Pendidikan nilai dengan pendekatan komprehensif dinilai sesuai untuk diterapkan dalam konteks saat ini, mengingat kompleksitas dan perubahan cepat dalam kehidupan. Dalam konteks materi, Indonesia telah menyampaikan nilai-nilai fundamental yang mengarah pada kebahagiaan dunia dan akhirat kepada subjek didik melalui Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila di semua tingkatan pendidikan. Namun, dalam hal metode dan strategi, masih ada banyak kelemahan yang perlu diatasi.

Dalam konteks ini, ada empat macam substansi pendidikan nilai yang diidentifikasi sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat: realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Kesemua jenis substansi ini seharusnya menjadi pertimbangan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat diintegrasikan ke dalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila, terutama yang berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan, termasuk pemahaman dan penghargaan terhadap sistem demokrasi, keterampilan berpikir kritis, keterampilan bekerja sama, dan keterampilan mengatasi konflik.

Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif di tingkat dasar perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif di tingkat tinggi, sehingga subjek didik memiliki keterampilan untuk membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri. Mereka harus memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak sesuai dengan keputusan moral tersebut dan membangun kebiasan untuk melaksanakan tindakan moral. Oleh karena itu, pendidikan nilai dan moral harus mengembangkan subjek didik secara holistik, mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang menghindari indoktrinasi perlu pendekatan komprehensif yang melibatkan pengajaran nilai dan moral, memfasilitasi perkembangan nilai dan moral, dan pengembangan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tentram dan kehidupan sosial yang konstruktif. Keseluruhannya, pendidikan nilai dan moral yang kokoh akan membantu menciptakan negeri yang aman dan damai.