Analisis jurnal
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Identitas Jurnal
Judul: Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Volume,nomor : Volume 12, Nomor 1 (2018)
Tahun terbit : 2018 Universitas Pancasakti Tegal (ISSN 1858-4497)
Halaman : 32-42
Penulis: Mursyidah Dwi Hartati & Mohamad Khamim.
Email penulis: musyidahdh@gmail.com
Abstrak
Abstrak pada jurnal ini disajikan dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia.
Didalam abstrak dijelaskan tujuan penelitian,teknik pengambilan sampel,menggunakan analisis deskriptif dan regresi.
Kata Kunci : Pancasila, Pengembangan Kepribadian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pendahuluan
Globalisasi membawa perubahan diberbagai aspek.Sebagai proses,
globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi.Globalisasi akan membawa perspektif baru tentang konsep
"Dunia Tanpa Tapal Batas” yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan mempengaruhi perkembangan budaya.dijangkau di semua kalangan masyarakat.
Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan yang begitu besar pada
kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perkembangan teknologi dibidang komunikasi seperti handphone , televisi,maupun internet perlahan-lahan mulai
mengubah pola hidup dan pola pemikiran
masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. jika dikaitkan dengan ideologi tang dianut Indonesia yakni pancasila.Pesatnya
perkembangan teknologi informasi
memudahkan masuknya berbagai macam
pengaruh dari luar yang bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan
menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang.Pancasila merupakan warisan luar biasa dari pendiri bangsa yang mengacu
kepada nilai-nilai luhur. Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran
kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.
MATERI DAN METODE
Dalam
pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di
Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar,
yaitu (Kemendikbud, 2013):
(1) Dasar
Filosofis; Ketika Republik Indonesia diproklamasikan pasca Perang Dunia kedua, dunia dicekam oleh pertentangan ideologi kapitalisme dengan ideologi komunisme.Namun para pendiri negara
Republik Indonesia mampu melepaskan
diri dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi
dunia tersebut, dengan merumuskan pandangan dasar (philosophische
grondslag) pada sebuah konsep filosofis yang bernama Pancasila.
konsep filosofis
yang bernama Pancasila, (2) Dasar Sosiologis, Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi budaya penuhperbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai
ideologi pemersatu.
(3) Dasar Yuridis Pancasila sebagai norma dasar negara dan dasar
negara Republik Indonesia yang berlaku
adalah Pancasila yang tertuang dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945(Pembukaan UUD NRI Tahun 1945)
junctis Keputusan Presiden RI Nomor 150
Tahun 1959 mengenai Dekrit Presiden
RI/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
Tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar NNegara Republik Indonesia Tahun
1945.
Secara spesifik tujuan penyelenggaraan
Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi
adalah untuk :
-Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui
revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila
sebagai norma dasar kehidupabermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
-Memberikan pemahaman dan
penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar
Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia.
-Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai
ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang
demokratis, berkeadilan, dan bermartabat
berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan
eksternal masyarakat bangsa Indonesia
Sikap
Menurut Oxford Advanced Menurut
Oxford Advanced Learner Dictionary mencantumkan bahwa sikap (attitude) berasal dari bahasa Italia attitudine yaitu
"Manner of placing or holding the body, dan way of feeling, thinking or behaving”.
Campbel (1950) dalam buku Notoadmodjo
(2003, p.29) mengemukakan bahwa sikap
adalah “A syndrome of response
consistency with regard to social objects”.
Artinya sikap adalah sekumpulan respon
yang konsisten terhadap obyek sosial.
Dalam buku Notoatmodjo (2003, p.124) mengemukakan bahwa sikap (attitude)
adalah merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau obyek.
Ciri-ciri Sikap
Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto
(1998) dalam buku Notoatmodjo (2003,
p.34) adalah:
-Sikap bukan dibawa sejak
lahir melainkan dibentuk atau dipelajari
sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya.
-Sikap dapat berubah-ubah
-Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa
mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek.
Tingkatan Sikap
Menurut Notoadmodjo (2003) dalam
buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri
dari berbagai tingkatan yaitu:
(1) Menerima
(receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).
(2)
Merespon (responding) Memberikan
jawaban apabila memberikan jawaban apabila ditanya dan mengerjakan tugas yang diberikan.
(3)
Menghargai (valuing) Mengajak orang lain
untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah
adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.
(4)
Bertanggung jawab (responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang
telah dipilihnya dengan segala resiko adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.
Fungsi Sikap
Menurut Katz (1964) dalam buku
Wawan dan Dewi (2010, p.23) sikap
mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
(1) Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat.
(2) Fungsi Pertahanan ego, Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya.
(3) Fungsi ekspresi nilai, Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
(4) Fungsi pengetahuan Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Secara etimologi, istilah “ilmu” adalah sebagai arti dari kata science (bahasa
Inggris), yang berarti pengetahuan. Kata ini
berasal dari bahasa latin, scientia yang diturunkan dari kata scire yang berarti mengetahui (to know) dan belajar (to learn). Secara terminologi, pengertian ilmu sekurang-kurangnya mencakup tiga hal,
yaitu pengetahuan, aktivitas, dan metode
untuk mendapatkan pemahaman terhadap
pengertian ilmu. Sementara itu,
pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga macam, yaitu etika (pengetahuan tentang
baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah).Tiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu
pemahaman bahwa ilmu terbentuk oleh aktivitas (activity) manusia yang dilakukan dengan cara atau metode tertentu sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu
pengetahuan yang sistematis.Secara etimologis, kata teknologi berasal dari kata techne dan logos. Techne berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu, sedangkan logosmengacu kepada kata logi yang mengacu kepada makna tata pikir. Secara terminologi, teknologi mempunyai
arti kemampuan manusia (masyarakat)
untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan
alam guna kepentingan hidupnya. Dalam
memanfaatkan kekuatan alam tersebut dilakukan dengan menciptakan alat-alat.teknologi merupakan aplikasi dari
kreativitas manusia berkaitan dengan alat
dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.
Jenis penelitian didalam jurnal ini : Jenis penelitian dalam jurnal adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif verifikatif.
Waktu dan tempat : Univeristas Pancasakti Tegal khususnya
program studi matematika semeste II.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2016/2017.
Target/Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 103 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsional cluster random sampling, dalam hal ini tiap kelas diambil 70% sehingga jumlah mahasiswa yang
dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang.
Prosedur
Penelitian ini dilakukan dengan
membagikan kuesioner kepada
mahasiswa.
Data, Intrumen, dan Teknik
Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang digunakan dikumpulkan dengan alat
yaitu kuesioner. Dalam penelitian ini skala yang digunakan dalam menyusun
daftar pertanyaan adalah skala likert.
Teknik Analisis Data
Analisa deskriptif dilakukan untuk
menjelaskan tanggapan responden yang
dikelompokkan dalam rentang skala.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian ini membuktikan
bahwa secara umum responden dalam
penelitian ini mempunyai pengembangan
kepribadian Pancasila yang baik. Hal
tersebut dapat dilihat pada indikatornya
hasil kuisioner dengan skor di atas 80.
Simpulan dan saran
Hasil penelitian dalam jurnal ini ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini dapat menyikapi perkembangan Iptek dengan baik.Perkembangan
Iptek yang ada dimanfaatkan untuk
mempermudah proses belajar, untuk
bertransaksi dan berbisnis dalam bidang
bidang perdagangan.
Saran
Mahasiswa sebagai generasi muda
sebaiknya menjaga kepribadian bangsa
dalam menghadapi tantangan
perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi
pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa
Indonesia dan harus tetap berpegang teguh
kepada Pancasila sebagai dasar negara
sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan
perkembangan Negara.