Posts made by Fadhila Cahya Ningtyas 2213053271

Analisis Video 1
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271

"Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai"
Video tersebut berisi tentang ratusan warga desa pegaden tengah kabupaten Pekalongan yang melakukan aksi unjuk rasa kepada pabrik atau pemilik pabrik tekstil yang membuang limbah ke sungai. Unjuk rasa disebabkan karena limbah yang dihasilkan dari 6 pabrik pakaian menyebabkan sungai terkontaminasi limbah dan membuat bau yang tidak sedap. Warga meminta aparat desa untuk segera menutup 6 pabrik pembuatan pakaian yang tidak memiliki alat pengolahan limbah tersebut. Pemilik yang telah menyadari kesalahannya hanya bisa pasrah dengan upaya warga tersebut karena ia belum tahu caranya mengolah limbah yang dihasilkan oleh pabriknya.
Analisis jurnal
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271

Identitas Jurnal
Judul: Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Volume,nomor : Volume 12, Nomor 1 (2018)
Tahun terbit : 2018 Universitas Pancasakti Tegal (ISSN 1858-4497)
Halaman : 32-42
Penulis: Mursyidah Dwi Hartati & Mohamad Khamim.
Email penulis: musyidahdh@gmail.com

Abstrak
Abstrak pada jurnal ini disajikan dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia.
Didalam abstrak dijelaskan tujuan penelitian,teknik pengambilan sampel,menggunakan analisis deskriptif dan regresi.
Kata Kunci : Pancasila, Pengembangan Kepribadian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pendahuluan
Globalisasi membawa perubahan diberbagai aspek.Sebagai proses,
globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi.Globalisasi akan membawa perspektif baru tentang konsep
"Dunia Tanpa Tapal Batas” yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan mempengaruhi perkembangan budaya.dijangkau di semua kalangan masyarakat.
Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan yang begitu besar pada
kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perkembangan teknologi dibidang komunikasi seperti handphone , televisi,maupun internet perlahan-lahan mulai
mengubah pola hidup dan pola pemikiran
masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. jika dikaitkan dengan ideologi tang dianut Indonesia yakni pancasila.Pesatnya
perkembangan teknologi informasi
memudahkan masuknya berbagai macam
pengaruh dari luar yang bertentangan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila. Jika hal tersebut dibiarkan akan
menyebabkan nilai-nilai luhur pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas budaya barat yang berkembang.Pancasila merupakan warisan luar biasa dari pendiri bangsa yang mengacu
kepada nilai-nilai luhur. Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran
kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.

MATERI DAN METODE
Dalam
pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di
Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar,
yaitu (Kemendikbud, 2013):
(1) Dasar
Filosofis; Ketika Republik Indonesia diproklamasikan pasca Perang Dunia kedua, dunia dicekam oleh pertentangan ideologi kapitalisme dengan ideologi komunisme.Namun para pendiri negara
Republik Indonesia mampu melepaskan
diri dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi
dunia tersebut, dengan merumuskan pandangan dasar (philosophische
grondslag) pada sebuah konsep filosofis yang bernama Pancasila.
konsep filosofis
yang bernama Pancasila, (2) Dasar Sosiologis, Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi budaya penuhperbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai
ideologi pemersatu.
(3) Dasar Yuridis Pancasila sebagai norma dasar negara dan dasar
negara Republik Indonesia yang berlaku
adalah Pancasila yang tertuang dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945(Pembukaan UUD NRI Tahun 1945)
junctis Keputusan Presiden RI Nomor 150
Tahun 1959 mengenai Dekrit Presiden
RI/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
Tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar NNegara Republik Indonesia Tahun
1945.
Secara spesifik tujuan penyelenggaraan
Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi
adalah untuk :
-Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui
revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila
sebagai norma dasar kehidupabermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
-Memberikan pemahaman dan
penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar
Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia.
-Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai
ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang
demokratis, berkeadilan, dan bermartabat
berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan
eksternal masyarakat bangsa Indonesia

Sikap

Menurut Oxford Advanced Menurut
Oxford Advanced Learner Dictionary mencantumkan bahwa sikap (attitude) berasal dari bahasa Italia attitudine yaitu
"Manner of placing or holding the body, dan way of feeling, thinking or behaving”.
Campbel (1950) dalam buku Notoadmodjo
(2003, p.29) mengemukakan bahwa sikap
adalah “A syndrome of response
consistency with regard to social objects”.
Artinya sikap adalah sekumpulan respon
yang konsisten terhadap obyek sosial.
Dalam buku Notoatmodjo (2003, p.124) mengemukakan bahwa sikap (attitude)
adalah merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau obyek.

Ciri-ciri Sikap

Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto
(1998) dalam buku Notoatmodjo (2003,
p.34) adalah:
-Sikap bukan dibawa sejak
lahir melainkan dibentuk atau dipelajari
sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya.
-Sikap dapat berubah-ubah
-Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa
mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek.

Tingkatan Sikap
Menurut Notoadmodjo (2003) dalam
buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri
dari berbagai tingkatan yaitu:
(1) Menerima
(receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).
(2)
Merespon (responding) Memberikan
jawaban apabila memberikan jawaban apabila ditanya dan mengerjakan tugas yang diberikan.
(3)
Menghargai (valuing) Mengajak orang lain
untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah
adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.
(4)
Bertanggung jawab (responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang
telah dipilihnya dengan segala resiko adalah mempunyai sikap yang paling tinggi.
Fungsi Sikap
Menurut Katz (1964) dalam buku
Wawan dan Dewi (2010, p.23) sikap
mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
(1) Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat.
(2) Fungsi Pertahanan ego, Ini merupakan sikap yang diambil oleh seseorang demi untuk mempertahankan ego atau akunya.
(3) Fungsi ekspresi nilai, Sikap yang ada pada diri seseorang merupakan jalan bagi individu untuk mengekspresikan nilai yang ada pada dirinya.
(4) Fungsi pengetahuan Individu mempunyai dorongan untuk ingin mengerti dengan pengalaman-pengalamannya.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Secara etimologi, istilah “ilmu” adalah sebagai arti dari kata science (bahasa
Inggris), yang berarti pengetahuan. Kata ini
berasal dari bahasa latin, scientia yang diturunkan dari kata scire yang berarti mengetahui (to know) dan belajar (to learn). Secara terminologi, pengertian ilmu sekurang-kurangnya mencakup tiga hal,
yaitu pengetahuan, aktivitas, dan metode
untuk mendapatkan pemahaman terhadap
pengertian ilmu. Sementara itu,
pengetahuan, menurut Jujun Surya Sumantri digolongkan menjadi tiga macam, yaitu etika (pengetahuan tentang
baik dan buruk), estetika (pengetahuan tentang indah dan jelek), dan logika (pengetahuan tentang benar dan salah).Tiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang menunjukkan satu
pemahaman bahwa ilmu terbentuk oleh aktivitas (activity) manusia yang dilakukan dengan cara atau metode tertentu sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu
pengetahuan yang sistematis.Secara etimologis, kata teknologi berasal dari kata techne dan logos. Techne berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek atau kecakapan tertentu, sedangkan logosmengacu kepada kata logi yang mengacu kepada makna tata pikir. Secara terminologi, teknologi mempunyai
arti kemampuan manusia (masyarakat)
untuk memanfaatkan kekuatan-kekuatan
alam guna kepentingan hidupnya. Dalam
memanfaatkan kekuatan alam tersebut dilakukan dengan menciptakan alat-alat.teknologi merupakan aplikasi dari
kreativitas manusia berkaitan dengan alat
dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.

Jenis penelitian didalam jurnal ini : Jenis penelitian dalam jurnal adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif verifikatif.

Waktu dan tempat : Univeristas Pancasakti Tegal khususnya
program studi matematika semeste II.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2016/2017.

Target/Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 103 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsional cluster random sampling, dalam hal ini tiap kelas diambil 70% sehingga jumlah mahasiswa yang
dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang.

Prosedur
Penelitian ini dilakukan dengan
membagikan kuesioner kepada
mahasiswa.

Data, Intrumen, dan Teknik
Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang digunakan dikumpulkan dengan alat
yaitu kuesioner. Dalam penelitian ini skala yang digunakan dalam menyusun
daftar pertanyaan adalah skala likert.

Teknik Analisis Data
Analisa deskriptif dilakukan untuk
menjelaskan tanggapan responden yang
dikelompokkan dalam rentang skala.

Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian ini membuktikan
bahwa secara umum responden dalam
penelitian ini mempunyai pengembangan
kepribadian Pancasila yang baik. Hal
tersebut dapat dilihat pada indikatornya
hasil kuisioner dengan skor di atas 80.

Simpulan dan saran
Hasil penelitian dalam jurnal ini ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini dapat menyikapi perkembangan Iptek dengan baik.Perkembangan
Iptek yang ada dimanfaatkan untuk
mempermudah proses belajar, untuk
bertransaksi dan berbisnis dalam bidang
bidang perdagangan.

Saran
Mahasiswa sebagai generasi muda
sebaiknya menjaga kepribadian bangsa
dalam menghadapi tantangan
perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi
pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa
Indonesia dan harus tetap berpegang teguh
kepada Pancasila sebagai dasar negara
sehingga perkembangan Iptek bisa membantu pembangunan dan
perkembangan Negara.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Analisi video
"Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK "
Iptek merupakan hasil karya manusia yang pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. Iptek dapat berdampak positif maupun negatif.
Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan iptek baik di masa kini maupun di masa depan berlangsung atau berjalan sangat cepat. Dasar ketuhanan yang maha esa bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekitar dunia barat yang ilmunya dipelajari dan dijadikan rujukan para cendekiawan, berjalan berlawanan.
Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK:
1. Sila ketuhanan mengimplementasikan ilmu pengetahuan mencipta keseimbangan antara rasional dan irasional antar akal dan kehendak.
2. Sila kemanusiaan
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam perkembangan iptek harus bersikap beradab.
3. Sila Persatuan.
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme atau kemanusiaan dalam sila-sila yang lain iptek hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme di seluruh Indonesia maupun dunia.
4. sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Mendasari perkembangan iptek secara demokratis.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengkomplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Analisis Jurnal
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271

Identitas Jurnal
Judul : PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL
SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI
INDONESIA
Volume : 3
No : 1
Tahun terbit : 1 Juni 2020. ISSN. 2655-7169
Halaman : 29 - 44
Penulis : Ariesta Wibisono Anditya
Korespondensi: ariesta@unjaya.ac.id

Abstrak
Abstrak pada jurnal ini disajikan dalam dua bahasa dimana memaparkan bahwa media massa merupakan pendukung dari kebijakan hukum pidana dimana berperan sebagai pencegahan kejahatan.
Namun saat ini media massa hanya berisikan berita sebagai pemuas informasi yang tidak menanamkan pribadi sosial berjiwa Pancasila.

Pendahuluan

Dasar artinya adalah suatu yang memiliki sifat tetap,menjadi pedoman atau pegangan dalam melakukan suatu perbuatan. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila,itu artinya tujuan bangsa Indonesia adalah masyarakat yang berlandaskan Pancasila.

Perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari seiringing berkembangnya jaman.Salah satu yg paling berpengaruh adalah kemajuan teknologi.Maksim ubi societas ibi ius yang
dikatakan oleh Cicero, filsuf zaman
Yunani Kuno, mencerminkan hukum
sebagai order dijalankan secara konsisten atas dasar kesadaran, moralitas, dan komitmen kerakyatan. Order dalam pengertian ini adalah hukum yang lebih utuh, merupakan substansi yang paling luas dan kompleks daripada segala yang
biasa tampil menjadi objek ilmu hukum
konvensional.Menurut penelitian dan fakta yang dapat kita lihat sejak 2014 lebih dari setengah masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi.
Sampai saat ini bahkan orang orang tidak bisa lepas dari smartphone atau elektronik yang berbasis internet.Namun hal tersebut dikhawatirkan dapat menggeser atau menghilangkan nilai nilai pancasila seiring berjalannya waktu.suatu jenis
komunikasi yang ditujukan kepada
sejumlah khalayak yang tersebar,
heterogen dan anonim melewati media
cetak atau elektronik, sehingga pesan
informasi yang sama itu dapat diterima
secara serentak dan sesaat disebut dengan media massa.Pemanfaatan media massa pada
umumnya dapat diklasifikasikan ke
dalam dua jenis, yaitu media cetak dan
media elektronik.Hubungan antara tatanan sosial dan tatanan politik
disambung oleh media massa,walaupun terdengar seperti solusi, justru
masalah hukum sebagai tatanan akan
terus muncul apabila tidak ditanamkan
pada diri dengan baik hakekat isi
Pancasila.
Hakekat isi Pancasila menurut Sunoto yakni terdiri atas hakekat Tuhan, hakekat manusia, hakekat satu, hakekat
rakyat, dan hakekat adil.Dari beberapa paparan pendapat
tersebut di atas diketahui bahwa media massa mempunyai peran yang strategis
dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat
melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum.

Metode Penelitian
Penelitian didalam jurnal ini dilakukan secara
normatif yakni penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang
ada pada sistem hukum.Pendekatan penelitian ini
menggunakan pendekatan undang-
undang (statute approach), pendekatan
sosial (social approach), serta pendekatan
asas. Analisis dan pembahasan disajikan
secara deskriptif-eksplanatoris yaitu dengan menjabarkan temuan asas-asas,
doktrin, teori dengan peristiwa yang terjadi serta memberikan penjelasan dengan rinci.

Tinjauan Umum Mengenai Media
Massa

1. Perkembangan Media Massa di Indonesia
“media massa” sendiri adalah sarana dan
saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Secara historis, pers telah
mengalami perjalanan periodik waktu
cukup panjang dari awal Hindia Belanda sampai modern ini .Dari pengertian media massa dan
pers di atas maka jelas bahwa media
massa merupakan bagian dari pers,
dimana media massa merupakan perantara bagi pers dalam penyiaran
berita dengan beberapa bentuk. Pengertian pers juga dapat
diuraikan dalam arti sempit dan dalam
arti luas, seperti yang diuraikan oleh
Oemar Seno Adji yaitu :
a. Pers dalam arti sempit mengandung penyiaran pikiran, gagasan berita dalam jalan kata
tertulis
b. Pers dalam arti luas memasukkan di dalamnya semua media massa komunikasi yang memancarkan pikiran dan perasaan baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan kata-kata lisan.
berkembang.
Media massa dalam suatu negara terikat dalam jejaring sistem sosial dan politik, sebagaimana dijelaskan oleh
McQuail sebagai berikut :
a. Media massa sebagai bagian dari
sistem kenegaraan
b.pemilik media (media owner) memperlakukan media massa sebagai sarana bisnis.
kebijakan perundang-undangan, peraturan-peraturan mengenai media merupakan refleksi keterlibatan kalangan kelas dominan (dominant class) dalam kehidupan media massa. Sementara kalangan masyarakat umum (subordinate class) mengharapkan media massa mewakili dirinya sebagai alat kontrol sosial dan perubahan.

2.Peran Media Massa dalam Kontrol Sosial
Secara umum, media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Hal ini seperti dirumuskan dalam Pasal 3 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yaitu Fungsi Pers Nasional adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, serta dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi.
Fungsi kontrol sosial media massa terkait dengan penanggulangan
tindak pidana korupsi disini antara lain
dapat berupa pemantauan terhadap
pengungkapan kasus-kasus korupsi
yang ditangani oleh penegak hukum
yang dimulai sejak penyidikan,penuntutan, pengadilan dan
pemasyarakatan.Pasal 6 Undang-Undang Pers No. 40
Tahun 1999 tentang Pers disebutkan
bahwa Pers Nasional akan melaksanakan
peranan sebagai berikut:
a. Untuk memenuhi hak
masyarakat untuk mengetahui;
b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong mewujudkan supremasi hukum,
dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan;
c. Mengembangkan pendapat umum yang berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan
benar;
d. Melakukan pengawasan, kritik,
koreksi dan juga saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
kepentingan umum;
e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan hukum yang biasanya dimuat di
media massa terbatas antara lain :
a. Melibatkan tokoh atau orang
terkenal
b. Berkaitan dengan skandal hukum
c. Pertama kali terjadi
d. Memiliki problem hukum
e. Proses pembuatan undang-
undang
Dan masih banyak lagi.

Salah satu bentuk lain untuk memperkuat posisi media massa dalam
kontrol sosial adalah dengan merekonstruksi kembali sebuah pelanggaran hukum dan para penegak hukumnya, rekonstruksi harus memperhatikan kepentingan korban,
pelaku, keluarga korban, penegak hukum dan masyarakat.

C. PENUTUP
Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan
fungsi kontrol sosial di Indonesia
khususnya belum terlaksana secara
menyeluruh. Berita yang diedarkan
kepada khalayak ramai seringkali tidak
sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Tanpa menelusuri kembali berita dan
sumber berita tersebut, masyarakat
justru mempercayai hal tersebut.masyarakat hanya
terpuaskan keingintahuannya saja
mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya.Media
massa di Indonesia belum sampai pada
keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal
demikian tercermin pada pudarnya jiwa
patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih
tertanamnya kepentingan pribadi atau
golongan di atas kepentingan bangsa
dan negara.
Analisis Soal
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
A.Sistem etika prilaku politik saat ini jauh dari kesesuaian nilai nilai Pancasila.
Meski sudah adanya UU no 22 tahun 1999 gang menunjukjan bahwasannya telah dimulai masa transformasi pemerintahan,dimana pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota mempunyai kewajiban dan tanggungjawab kepada masyarakat atas pemerintahannya sendiri. Namun kebijakan Undang Undang tersebut tidak dijalankan oleh pemerintah .
Paradigma yang harusnya dibangun malah menjadi kelemahan pemerintah.
Masyarakat banyak mengeluh atas sikap dan pelayanan pemerintah atau birokrat yang tidak baik yang berujung hilangnya kepercayaan masyarakat.
Para birokrat juga lebih mengedepankan kepentingan pribadi serta banyak terjadi korupsi menandakan bahwa sistem etika prilaku politik saat ini menyimpang dari nilai nilai pancasila. Sebenarnya masih banyak lagi kasus kasus bagaimana pemerintah di Indonesia tidak bersikap sesuai dengan nilai nilai Pancasila padahal sebelumnya mereka banyak mengucapkan janji untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

B.Setelah secara tidak langsung saya mengamati bagaimaba etika generasi muda yang ada disekitar tempat tinggal saya. Sebagian besar generasi milenial mengalami dekadensi moral yang jelas tidak mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia . Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan kemerosotan moral pada generasi saat ini seperti pengaruh globalisasi, kurangnya pemahaman akan nilai nilai Pancasila, kurangnya pendidikan karakter, faktor lingkungan,sampai prilaku orang tua yang berdampak pada anak anaknya. Dari semua faktor tersebut saat ini generasi muda banyak bersikap acuh terhadap lingkungan bahkan sampai berbuat kerusakan. Sikap sikap yang dianut diantaranya :
- Melawan orang tua
- Merokok,minuman keras,narkoba
- Sulit diberi nasehat
- Tidak berpikir secara panjang atas tindakan yang diambil
- Menyimpang dari norma kesusilaan
-Kerap melakukan bullying dan kekerasan terhadap sesamanya
Dan masih banyak lagi.
Sangat miris melihat bagaimana banyak sekali anak dibawah umur yang seharusnya dalam proses semangat belajar,malah menyimpang dari sistem etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia.
Solusi mengenai dekadensi moral yang terjadi saat ini adalah dengan menanamkan nilai nilai Pancasila kepada masyarakat Indonesia sedari kecil melalui pendidikan pancasila,anak anak harus diajarkan bagaimana cara memanfaatkan teknologi kedalam hal hal positif, dan membangun lingkungan yang positif disekitar.