Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271
Analisis soal 2
Jawaban
A.Peran pancasila sebagai paradigma ilmu dapat dijabarkan dari sila sila yang ada pada tubuh Pancasila. Namun "Ketuhanan yang maha Esa " merupakan sumber sekaligus arah dan tujuan kegiatan segala aktivitas mengamalkan atau berolah ilmu dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sila pertama ini meluputi dan menjiwai sila sila lain secara keseluruhan didalam Pancasila. Notonagoro (1971) berkesimpulan
bahwa Tuhan YME itu merupakan causa prima, motor immobilis, sangkan paraning
dumadi; sementara itu hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan YME tersusun
monopluralis, sarwa tunggal (jiwa-tubuh, individu-sosial,laki-perempuan, dsb.) yang
dalam keseluruhan dan keutuhannya beraktivitas dalam rangka pemenuhan
kebutuhan kemanusiaannya yang mengarah pada kesempurnaan (absolut, mutlak).
Pada sila ke dua yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Sila ke dua ini mengandung maksud secara tersirat adanya konsep tentang manusia yang utuh dan memiliki akal.Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal
(rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo
“Cogito ergo sum. Sila ke dua ini memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan yaitu untuk kemanusiaan.
Sila ketiga " Persatuan Indonesia". Sila ketiga ini menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan
faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma
dan etnosentrisma (Jacob, 2006).
Sila "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
" Sila ini mengandung makna bahwa pengetahuan dan teknologi bisa berkembang dengan leluasa. Penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus dimusyawarahkan secara demokratis.
Lalu sila yang terakhir "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".Keadilan sosial bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitas dan inovasi.Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus
menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).
B.Harapan saya bangsa Indonesia dari skarang dan seterusnya dipimpin oleh pemimpin yang menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila dan tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Karna banyak sekali saat ini ditemukan para petinggi,orang orang yang dipanjang dengan hormat tetapi nyatanya masih menghianati Pancasila. Saya juga berharap bahwa warga negara Indonesia bisa secara menyeluruh memahami dan menerapkan serta dapat mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari hari apalagi perkembangan teknologi yang tiada ujungnya semakin pesat ini,sebagai warna negara harus bisa mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai paradigma Ilmu bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupannya.
Npm : 2213053271
Analisis soal 2
Jawaban
A.Peran pancasila sebagai paradigma ilmu dapat dijabarkan dari sila sila yang ada pada tubuh Pancasila. Namun "Ketuhanan yang maha Esa " merupakan sumber sekaligus arah dan tujuan kegiatan segala aktivitas mengamalkan atau berolah ilmu dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sila pertama ini meluputi dan menjiwai sila sila lain secara keseluruhan didalam Pancasila. Notonagoro (1971) berkesimpulan
bahwa Tuhan YME itu merupakan causa prima, motor immobilis, sangkan paraning
dumadi; sementara itu hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan YME tersusun
monopluralis, sarwa tunggal (jiwa-tubuh, individu-sosial,laki-perempuan, dsb.) yang
dalam keseluruhan dan keutuhannya beraktivitas dalam rangka pemenuhan
kebutuhan kemanusiaannya yang mengarah pada kesempurnaan (absolut, mutlak).
Pada sila ke dua yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Sila ke dua ini mengandung maksud secara tersirat adanya konsep tentang manusia yang utuh dan memiliki akal.Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal
(rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo
“Cogito ergo sum. Sila ke dua ini memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan yaitu untuk kemanusiaan.
Sila ketiga " Persatuan Indonesia". Sila ketiga ini menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan
faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma
dan etnosentrisma (Jacob, 2006).
Sila "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
" Sila ini mengandung makna bahwa pengetahuan dan teknologi bisa berkembang dengan leluasa. Penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus dimusyawarahkan secara demokratis.
Lalu sila yang terakhir "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".Keadilan sosial bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitas dan inovasi.Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus
menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).
B.Harapan saya bangsa Indonesia dari skarang dan seterusnya dipimpin oleh pemimpin yang menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila dan tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Karna banyak sekali saat ini ditemukan para petinggi,orang orang yang dipanjang dengan hormat tetapi nyatanya masih menghianati Pancasila. Saya juga berharap bahwa warga negara Indonesia bisa secara menyeluruh memahami dan menerapkan serta dapat mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari hari apalagi perkembangan teknologi yang tiada ujungnya semakin pesat ini,sebagai warna negara harus bisa mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai paradigma Ilmu bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupannya.