Posts made by Fadhila Cahya Ningtyas 2213053271

Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271

Analisis soal 2
Jawaban
A.Peran pancasila sebagai paradigma ilmu dapat dijabarkan dari sila sila yang ada pada tubuh Pancasila. Namun "Ketuhanan yang maha Esa " merupakan sumber sekaligus arah dan tujuan kegiatan segala aktivitas mengamalkan atau berolah ilmu dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Sila pertama ini meluputi dan menjiwai sila sila lain secara keseluruhan didalam Pancasila. Notonagoro (1971) berkesimpulan
bahwa Tuhan YME itu merupakan causa prima, motor immobilis, sangkan paraning
dumadi; sementara itu hakikat manusia sebagai makhluk Tuhan YME tersusun
monopluralis, sarwa tunggal (jiwa-tubuh, individu-sosial,laki-perempuan, dsb.) yang
dalam keseluruhan dan keutuhannya beraktivitas dalam rangka pemenuhan
kebutuhan kemanusiaannya yang mengarah pada kesempurnaan (absolut, mutlak).

Pada sila ke dua yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Sila ke dua ini mengandung maksud secara tersirat adanya konsep tentang manusia yang utuh dan memiliki akal.Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal
(rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo
“Cogito ergo sum. Sila ke dua ini memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan yaitu untuk kemanusiaan.

Sila ketiga " Persatuan Indonesia". Sila ketiga ini menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan
faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma
dan etnosentrisma (Jacob, 2006).

Sila "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
" Sila ini mengandung makna bahwa pengetahuan dan teknologi bisa berkembang dengan leluasa. Penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus dimusyawarahkan secara demokratis.

Lalu sila yang terakhir "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".Keadilan sosial bertujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitas dan inovasi.Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus
menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).

B.Harapan saya bangsa Indonesia dari skarang dan seterusnya dipimpin oleh pemimpin yang menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila dan tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Karna banyak sekali saat ini ditemukan para petinggi,orang orang yang dipanjang dengan hormat tetapi nyatanya masih menghianati Pancasila. Saya juga berharap bahwa warga negara Indonesia bisa secara menyeluruh memahami dan menerapkan serta dapat mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari hari apalagi perkembangan teknologi yang tiada ujungnya semakin pesat ini,sebagai warna negara harus bisa mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan sebagai paradigma Ilmu bagi seluruh bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupannya.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm :2213053271
Analisis soal

Analisis soal

A. Tanggapan saya mengenai berita di atas adalah bahwa saat ini masyarakat Indonesia benar-benar rentan terpengaruhi oleh berita hoaxs terutama di media sosial. Berita tersebut memaparkan bahwa baik orang yang berpendidikan maupun tidak berpendidikan dapat terpengaruh atau bahkan menyebarkan berita hoax terutama di bidang politik. Penyebaran berita hoax di bidang politik dapat menyebabkanTerjadinya perpecahan individu maupun kelompok.
Yang dapat saya lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari berita hoax diantaranya adalah :
1. Mengecek kebenaran berita dan mencari sumber yang terpercaya.
2. Berhati-hati dengan judul yang provokatif tentang apapun terutama yang disebar di media sosial .
3. Selalu mengecek sumber informasi dan kelengkapan informasi .
4. Yang paling penting adalah selalu mengecek tanggal dan keaslian foto atau video yang disebarkan.
5. Tidak langsung membagikan berita baik berupa foto, video ataupun artikel di platform media sosial manapun.

B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila saat ini banyak sekali ditemukan. Contohnya adalah seperti yang dikemukakan berita di atas yaitu penyebaran hoax di media sosial baik dalam bentuk foto video maupun artikel yang tersebar di mana-mana, karena teknologi semakin canggih jadi kejahatan dapat dilakukan secara tidak langsung atau lewat media sosial seperti penipuan, modus penculikan, dan tersebarnya video atau foto yang tidak senonoh yang dapat diakses oleh semua orang terutama anak-anak di bawah umur. Sebenarnya masih banyak lagi pengaruh pengembangan iptek atau dampak negatif dari pengembangan iptek yang melanggar nilai-nilai Pancasila. Nah solusinya di antaranya adalah selalu berhati-hati dalam bermedia sosial terutama jika membaca menonton atau melihat berita hoax yang tidak sesuai dengan faktanya, berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang asing yang tidak dikenal lewat media sosial, dan juga harus berhati-hati dalam membeli atau menjual barang secara online karena penipuan marak terjadi dengan mudah saat ini. Begitu juga untuk anak-anak di bawah umur orang tua harus lebih memperhatikan apa saja yang diakses atau dibuka melalui handphone anak-anak atau membatasinya dengan fitur-fitur yang canggih agar anak-anak tidak dapat membuka hal-hal yang tidak baik yang dapat mempengaruhi pikiran dan menghancurkan masa depannya.

C. Solusi menurut saya yang mengambil jurusan PGSD atau pendidikan tentang sikap konsumerisme yang menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara yang lebih maju ipteknya adalah dengan membentuk dan mendidik anak-anak bangsa kedepannya ketika sudah menjadi guru agar generasi berikutnya dapat menyamai atau bahkan lebih unggul Dalam menciptakan teknologi yang lebih canggih sehingga bangsa Indonesia tidak perlu atau dapat meminimalisir konsumerisme akan barang-barang dari luar negeri karena barang-barang dari Indonesia sendiri sudah jauh memadai dari barang-barang produk teknologi negara lain. Untuk mencetak generasi yang cerdas harus ditanamkan jiwa Pancasila di dalam dirinya sejak dini sehingga dapat menanamkan kecintaan akan tanah air dan memiliki tekad untuk memajukan bangsa di kemudian hari.
Untuk saat ini karena saya masih menempuh pendidikan guru sekolah dasar yang dapat saya lakukan sebagai bagian bangsa Indonesia adalah dengan menanamkan pada diri saya sendiri untuk mencintai produk-produk dalam negeri mulai dari sekarang sehingga di kemudian hari saya dapat mengajak membimbing dan mendidik anak didik saya untuk menjadikan mereka generasi yang bisa bersaing produk teknologinya agar lebih maju dari negara-negara lain.
Analisis Jurnal 2
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271

Identitas Jurnal
Judul : PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI
TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI
Vol. no. Tahun terbit : ISSN 2614-1051 Volume 2 Nomor 2 Desember 2018
Nama Penulis : Syarifuddin
Korespondensi : syarifpps@gmail.com

Abstrak

Abstrak dalam jurnal ini dituliskan dalam bahasa Indonesia. Dimana dijelaskan bahwa dalam artikel ini berisi tentang penjabaran Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan implikasinya pada perkembangan IPTEK.
Kata kunci : Pancasila, Filsafat Ilmu, Ilmu pengetahuan dan
Teknologi.

Pendahuluan
Saat ini banyak berkembang pandangan pandangan ideologi yang menginginkan perubahan bentuk pemerintahan dan mempertanyakan keberadaan pancasila sebagai sistem ideologi bangsa Indonesia. Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak dapat dilupakan dan diremehkan begitu saja. Para tokok pejuang bangsa telah menuangkan pikirannya untuk merumuskan Ideologi bangsa Indonesia.Pancasila merupakan wujud dari unsur unsur yang ada di Nusantara .Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia telah bersifat final, sehari setelah Proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Pancasila harus menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi.Perkembangan IPTEK yang sangat pesat menyebabkan terlalu
mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita.Maka sangat penting pancasila sebagai
pegangan atau pedoman untuk filter berbagai perkembangan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi yang ada saat ini.

Konsep Dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia
dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa.Menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turuntemurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat.
Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi,yakni falsafah bangsa Indonesia(Sunoto, 1991). Pancasila merupakan hasil dari berbagai macam pemikiran yang lahir dari budaya nusantara. Jadi dapat disimpulkan bahwa
pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu,lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu

Pancasila merupakan
dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Menurut Friedrich Hegel bahwa hakekat filsafat ialah satu sinthese fikiran yang lahir dari pada antithese fikiran.sedangkan menurut Muhtar Filsafat dapat diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara
mendalam, dan ingin melihat dari segala segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan (Muhtar Latif, 2014). Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
pancasila merupakan bagian dari filsafat ilmu. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan. Pancasila sebagai filsafat ilmu
mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasar teoritik (dan
normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan
tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental
kepribadian dan moral manusia (Syam, 2006). Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar
hidupnya secara rasional dengan bahasa,wawasan dan argumentasi yang
universal. Dengan demikian, Pancasila sebagai filsafat dapat membuka cakrawala bagi diskusi secara terbuka terhadap masalah-masalah dan
sekaligus secara kritis terhadap penyempitan-penyempitan ideologis. Pancasila sebagai ilmu
pengetahuan harus dikembangkan demi ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan juga harus dapat menjawab berbagai persoalan hidup. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan seharihari, berbangsa dan bernegara.

Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Nilai-Nilai Pancasila
Menurut Soedjadi pada sila KeTuhanan yang maha Esa adalah:
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup.
c. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya.
d. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Sedangkan menurut Muchtar Nilai-Nilai di dalam sila Ketuhanan
yang Mahasa Esa terkandung nilai Religius antara lain adalah:
a. Kepercayaan Terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta
segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti
Mahakuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan sebagainya;
b. Ketakwaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa, yakni menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. (Prasetio P, 2014).

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu mahluk yang berbudi,
yang memiliki Potensi Pikir, rasa karsa dan cipta. Karena Potensi ini manusia menduduki martabat yang paling tinggi.Soejadi adalah:
a. Mengakui persamaan kewajiban antar sesama manusia
b. Saling mencintai sesame manusia.
c. Mengembalikan sikap tenggang rasa
d. Tidak semena-mena terhadap orang lain
e. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
f. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
g. Berani membela kebenaran dan keadilan
h. Bangsa indonesia merasa dirinya bagian dari seluruh umat manusia,
karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama
dengan bangsa lain.
Sedangkan menurut Mochtar sila ke tiga mengandung nilai
kemanusiaan, antara lain:
a. Pengakuan terhadap harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan
wajib asasinya.
b. Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam
sekitar, dan terhadap Tuhan.
c. Manusia sebagai mahluk beradab atau berbudaya yang memilki daya cipta, rasa, karsa, dan keyakinan.
Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam
pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan.
3. Persatuan Indonesia
Persatuan berasal dari kata Satu, yang berarti utuh tidak pecah belah,
persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang
beraneka ragam menjadi satu kebulatan. Jadi persatuan Indonesia ialah persatuan Indonesia yang mendiami wilayah Indonesia.Adapun nilai-nilai pada sila ke 3 adalah
a. Pengakuan terhadap bhineka Tunggal Ika suku bangsa, etnis, agama, adat istiadat dan kebudayaan.
b. Pengakuan terhadap persatuan bangsa dan wilayah indonesia serta wajib membela dan menjunjung tingginya (Patriotisme).
c. Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (Nasionalisme).
Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek,
dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara,persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin
karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan

Kerakyatan yang berasal dari kata rakyat, yang berarti sekelompok
manusia yang berdiam dalam satu wilayah tertentu.Adapun nilai-nilai dalam
sila ke 4 sebgai berikut:
a. Negara adalah untuk kepentingan seluruh rakyat.
b. Kedaulatan adalah ditangan rakyat
c. Manuasia indonesia adalah sebagai warga Negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
d. Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal
sehat.
e. Keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan
perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Keadilan berasal dari kata adil, yang berarti keadilan yang berlaku
dalam masyarakat disegala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual.nilai-nilai sila ke 5 adalah:
a. Perlakuan yang adil disegala bidang kehidupan terutama dibidang politik,
ekonomi, social dan budaya.
b. Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
d. Menghormati hak milik orang lain
e. Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material dan
spiritual bagi seluruh rakyat indonesia.
f. Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah;
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan
pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia
dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).

Simpulan
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang
terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung
berabad-abad. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas
hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman
dan damai.
Analisis Jurnal
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271

Identitas Jurnal
Judul : URGENSI PENEGASAN PANCASILA
SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
Vol.nomor.tahun : Vol. IV No. 02, November 2018
Penulis :Ika Setyorini

Abstrak
Pada jurnal ini abstark ditulis kedalam dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia. Didalam abstrak dijelaskan bahwa dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Indonesia didasarkan kelima sila dalam Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kata kunci : Indonesia, Nilai, Pancasila, Teknologi.

A. PENDAHULUAN
Pancasila merupakan dasar negara yang tercantung didalam pembukaan UUD 1945 . Pancasila juga sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya
dan agama dari bangsa Indonesia. Indonesia mengakomodir seluruh
aktifitas kehidupan bermasyarakat,
berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah. Pengembangan IPTEK di Indonesia saat ini terus berjalan dengan cepat .Perkembangan iptek pada gilirannya
bersentuhan dengan nilai-nilai budaya dan agama sehingga disatu pihak dibutuhkan semangat obyektifitas dipihak lain iptek perlu
mempertimbangkan nilai-nilai budaya
dan agama dalam pengembangannya agar
tidak merugikan umat manusia.
(Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan, 2016: 97-98).Didalam pendahulian ini dijelaskan bahwa permasalahan yang terjadi saat ini adalah bagaimana urgensi tentang penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembnagan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi.

B. HASIL TEMUAN DAN PEMBAHASAN
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila
Sebagai Pengembangan Ilmu

Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional.Artinya niliai nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan,
dan tolakukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalan kan di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila Pancasila
meliputi : nilai dasar (instrinsik),nilai instrumental,dan nilai
paraktis.Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama,
bahwa setiap ilmu pengetahuan dan
teknologi (iptek) yang dikembangkan di
Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan
dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nilai-nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harus berakar dari
budaya dan idiologi bangsa Indonesia
sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (mempribumikan
ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat
Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, 2016: 97-98).

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai
dan Moral dalam Pengembangan
Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi

Pancasila haruslah
merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengethuan dan
teknologi. Hal ini dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan
sebuah sistem etika, diantaranya (Kaelan, 2000: 45).
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini dapat mengimplementasikan
ilmu pengetahuan, yang
mempertimbangjan rasional, antara akal, rasa dan kehendak.
b. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan
iptek.
c. Sila Persatuan Indonesia, memberikan
rasa kesadaran akan nasionalisme dari
bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya
iptek sehingga dapat terjalinnya rasa
terpelihara, persaudaraan dan persahaban antar daerah dan itu semua karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
d. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan, hal
yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas
kepentingan demokrasi.
e. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Kemajuan iptek harus dapat
menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian,
keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusiadengan
masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusia itu berada.Hal lainnya yang menegaskan peran
Pancasila sebagai sumber nilai dalam
pengembanagan iptek adalah, Pertama
bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat . Kedua, ilmu pengetahuan ditujukan bagi
pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan. Ketiga, iptek merupakan
yang menghimpun isikan budaya .Keempat, Prinsip demokrasi akan
menuntut bahwa pengusaan iotek harus
merata kesemu lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat.
Kelima, Kesenjanagan
dalam dalam penguasaan iptek harus
dipersempit terus menerus .Hal yang lain bahwa meletakkan Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci
sebagai berikut:
(1) pengembangan iptek
yang terlebih menyangkut manusia
haruslah menghormati martabat manusia,
(2) iptek seharusnya harus meningkatkan
kwalitas hidup manusia, baik sekarang
mauapun masa yang akan datang
(3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas
manusia, bail lokal, nasional ,mauupun
global.
(4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak
langsung dalam kondisi hidup masyarakat.
(5) iptek hendaknya
membantu penciptaan masyarakat yang
semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IptekSumber historis Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan iptek di
Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945 pada alenia ke 4.Kata mencerdaskan kehidupan bangsa mengacu pada pengembangan iptek melalui pendidikan.Pancasila sebagai dasar
pengembangan ilmu belum banyak dibicrakan pada awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Pancasila yang tercantm dalam
Pembukaan Undang-Undang dasar 1945
jelas merupakan pendiri negara untuk
mengangkat dan meningkatkan
kesejahteraan dan memajukan
kesejahtaeraan bangsa dalam arti penguatan perekonomian bnagsa dan pengembangan ilmu pengetahuan yang
dapat mengangkat harkat dan martabat
bangsa Indonesia agar setara dengan bangsa-bangsa lain didunia.Sebagai sumber sosiologis Pancasila
sebagai dasar nilai pengembangan iptek
dapat ditemukan dalam sikap masyarakat
yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan
Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat. Sumber Politis Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang
dilakukan oleh para penyelenggara negara.

C. SIMPULAN
Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi ditengah-tengah kita akan memberikan kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup
dan kehidupan yang dihadapi manusia.
Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelurusi, dalam hal-hal sebagai berikut.Pertama, prulalisme nilai yang
berkembang pada masyarakat Indonesia
pada saat ini seiring dengan kemajuan
iptek menimbulkan perubahan dan cara
pandang manusia tentang kehidupan.Kedua, kemajuan
iptek pada tataran sekarang telah
menimbulkan dampak yang neatif dan ada
pada titik yang membahayakan terhadap
eksistensi manusia dimasa yang akan
datang.Ketiga,perkembngan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sehingga urgensi Pancasila sebagai
dasar nilai pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi adalah dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di
Indonesia harus menyertakan nilai nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai ramburambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar
dari cara berpikir bangsa Indonesia
Analisi Video 2
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271

"Detik-detik Hiroshima dan Nagasaki dibom, peristiwa sejarah sebelum proklamasi RI."

Pada 7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan Harbour yang memicu bersatunya persekutuan Amerika serikat, Britania raya Belanda, Hindia Belanda dan sejumlah jajaran Inggris serta negara Amerika latin disusul bergabungnya Jerman dan Amerika untuk bersama-sama berperang melawan Jepang . Puncak penyerangan kepada Jepang adalah dijatuhkannya bom atom ke kota Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut menewaskan 140.000 orang yang ada di Hiroshima. 6 hari setelah terjadi pengeboman di Jepang, Jepang menyatakan kekalahannya dan menyerah kepada sekutu. Hal tersebut sebagai tanda akhirnya perang dunia ke II dan menyebabkan kekosongan kekuasaan di Indonesia oleh karena itu bangsa Indonesia memanfaatkan hal ini dengan memproklamasikan kemerdekaannya dua hari kemudian yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945.