Analisis Video
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271
Kelas : 2G
Judul "demokrasi Itu Gaduh Tetapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara"
Di dalam video tersebut terdapat penjelasan singkat dari bapak Joko Widodo selaku Presiden RI yang dinyatakan pada 3 Oktober 2020 terkait penanganan pandemi di Indonesia. Pernyataan Jokowi terkait situasi pandemi dinilai muskil terpenuhi dalam negara demokrasi. Selain dikarenakan demokrasi memfasilitasi konflik atau silang pendapat demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Adi Prayitno (Diirektur eksklusif parameter politik) membenarkan bahwa demokrasi itu berisik namun berisik dalam berdemokrasi harus tetap dalam koridor demokrasi yang prosedural.
Dengan kebersihan demokrasi bagaimana sistem ini menjadi pilihan banyak negara?
Alasan utamanya negara yang sistem demokrasinya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran rakyat jangka panjang. Demokrasi dipandang juga sebagai alat paling efektif dalam mewujudkan kesejahteraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik contohnya dalam segi penegakan HAM. Negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi dibandingkan negara yang tidak menganut demokrasi warga negara demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.
Menurut Alex Tan, pengajar ilmu politik di universitas Cheng chi Taiwan mengatakan bahwa jika kita membandingkan negara demokrasi dengan negara non demokrasi secara umum negara demokrasi lebih kaya. Meski memiliki perkembangan manusia yang tinggi demokrasi mempunyai angka korupsi yang rendah. Warga negara demokrasi lebih bahagia dan sehat serta menikmati lebih banyak jaminan atas HAM. Pasca perang dingin banyak negara menginginkan kebebasan dan kemakmuran seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi berkembang pesat sebaliknya semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun bukan berarti demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang sempurna banyak kritikus demokrasi yang kerap mempertanyakan soal "apakah memberi hak pilih kepada warga negara atas persoalan yang mereka tidak kuasai adalah hal yang tepat?". Pertanyaan ini memang relevan saat demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin yang populer dan anti sains. Juga para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Saat ini beberapa analisis menyatakan bahwa demokrasi sedang sedang berada di fase krisis. Pada tahun 2019 Korea rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke-5,44 yang menjadi skor terendah sejak 2016.
Burhanudin Muhtadi selaku direktur eksklusif indikator politik Indonesia, mengatakan bahwa studi dari freedom house tentang Indonesia sudah turun rangking dari full free 2013 di ujung pemerintahan SBY sampai sekarang. Demokrasi di Indonesia drop bahkan kondisi ini tidak hanya terjadi di negara Indonesia namun terjadi di negara-negara seperti Amerika. Ada beberapa alasan yang mengemukakan Mengapa demokrasi dilanda krisis mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, turunnya jumlah keanggotaan partai politik, sampai regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.
Alex Tan mengemukakan bahwa demokrasi bukanlah tujuan melainkan perjalanan yang ditempuh bersama sebagai warga bangsa dan negara. Menurut wristton mantan perdana menteri Inggris mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling buruk tetapi tidak ada yang lebih baik dari itu.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271
Kelas : 2G
Judul "demokrasi Itu Gaduh Tetapi Kenapa Bertahan dan Dianut Banyak Negara"
Di dalam video tersebut terdapat penjelasan singkat dari bapak Joko Widodo selaku Presiden RI yang dinyatakan pada 3 Oktober 2020 terkait penanganan pandemi di Indonesia. Pernyataan Jokowi terkait situasi pandemi dinilai muskil terpenuhi dalam negara demokrasi. Selain dikarenakan demokrasi memfasilitasi konflik atau silang pendapat demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Adi Prayitno (Diirektur eksklusif parameter politik) membenarkan bahwa demokrasi itu berisik namun berisik dalam berdemokrasi harus tetap dalam koridor demokrasi yang prosedural.
Dengan kebersihan demokrasi bagaimana sistem ini menjadi pilihan banyak negara?
Alasan utamanya negara yang sistem demokrasinya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran rakyat jangka panjang. Demokrasi dipandang juga sebagai alat paling efektif dalam mewujudkan kesejahteraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi publik contohnya dalam segi penegakan HAM. Negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi dibandingkan negara yang tidak menganut demokrasi warga negara demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.
Menurut Alex Tan, pengajar ilmu politik di universitas Cheng chi Taiwan mengatakan bahwa jika kita membandingkan negara demokrasi dengan negara non demokrasi secara umum negara demokrasi lebih kaya. Meski memiliki perkembangan manusia yang tinggi demokrasi mempunyai angka korupsi yang rendah. Warga negara demokrasi lebih bahagia dan sehat serta menikmati lebih banyak jaminan atas HAM. Pasca perang dingin banyak negara menginginkan kebebasan dan kemakmuran seperti halnya negara demokrasi. Sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi berkembang pesat sebaliknya semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun bukan berarti demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang sempurna banyak kritikus demokrasi yang kerap mempertanyakan soal "apakah memberi hak pilih kepada warga negara atas persoalan yang mereka tidak kuasai adalah hal yang tepat?". Pertanyaan ini memang relevan saat demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin yang populer dan anti sains. Juga para politikus yang menolak dikritik dan menampik kebebasan berpendapat. Saat ini beberapa analisis menyatakan bahwa demokrasi sedang sedang berada di fase krisis. Pada tahun 2019 Korea rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke-5,44 yang menjadi skor terendah sejak 2016.
Burhanudin Muhtadi selaku direktur eksklusif indikator politik Indonesia, mengatakan bahwa studi dari freedom house tentang Indonesia sudah turun rangking dari full free 2013 di ujung pemerintahan SBY sampai sekarang. Demokrasi di Indonesia drop bahkan kondisi ini tidak hanya terjadi di negara Indonesia namun terjadi di negara-negara seperti Amerika. Ada beberapa alasan yang mengemukakan Mengapa demokrasi dilanda krisis mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah dan politikus, turunnya jumlah keanggotaan partai politik, sampai regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.
Alex Tan mengemukakan bahwa demokrasi bukanlah tujuan melainkan perjalanan yang ditempuh bersama sebagai warga bangsa dan negara. Menurut wristton mantan perdana menteri Inggris mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling buruk tetapi tidak ada yang lebih baik dari itu.