Posts made by Fadhila Cahya Ningtyas 2213053271

Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 2
Identitas Jurnal
Judul : "Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral Pada Siswa SMP Negeri Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orangtua"
Penulis : Ilham Hudi
Vol/No/Tahun : Vol.2, No.1, Tahun 2017


Hasil analisis
Jurnal ini membahas konsep dasar moral dan karakter serta pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan moral di era globalisasi. Pemahaman tentang moral mencakup nilai-nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat. Konsep karakter, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Kemendiknas, mencakup sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan individu. Enam pilar karakter manusia, yaitu Respect, Responsibility, Citizenship-Civic Duty, Fairness, Caring, dan Trustworthiness, dianggap sebagai fondasi yang dapat mengukur dan menilai watak dan perilaku. Pengetahuan moral mencakup aspek seperti kesadaran moral, mengetahui nilai-nilai moral, pengambilan perspektif, penalaran moral, pengambilan keputusan, dan pemahaman diri sendiri. Perilaku moral, sebagai produk karakter, melibatkan kompetensi moral, kehendak, dan kebiasaan. Pendidikan karakter tidak hanya berada dalam satu institusi besar, seperti pendidikan formal, tetapi juga melibatkan pendidikan orang tua. Jurnal ini menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan alih nilai yang mencakup pembentukan manusia seimbang secara kognitif, psikomotorik, dan afektif, serta mendukung proses industrialisasi dan penerapan teknologi. Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa pengetahuan moral siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Pekanbaru dipengaruhi oleh pendidikan orang tua mereka dan hal ini berdampak pada perilaku moral siswa. Ditemukan bahwa pendidikan orang tua memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan moral siswa, yang selanjutnya memengaruhi perilaku moral mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai dan norma yang diajarkan oleh orang tua memiliki dampak yang signifikan pada pemahaman moral siswa dan perilaku yang mereka pilih. Oleh karena itu, pendidikan orang tua diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam membentuk karakter moral siswa di tingkat sekolah menengah.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
Npm : 2213053271
Kelas : 3G

Analisis Jurnal 1
A. Identitas Jurnal
Judul : "Menangkal Degradasi Moral di Era Digital Bagu Kalangan Milenial"
Penulis : Ahmad Yani, Nasution, dan Moh Jazuli

Kata kunci : Degradasi Moral, Era Digital Dan Millenial
4. Vol/No/Tahun : Vol. 3, No. 1, Juli 2020

Hasil analisa
Jurnal ini membahas peran perguruan tinggi pada Universitas Pamulang (Unpam), dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (P3KM). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) di Unpam memegang peran penting dalam mengarahkan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan prinsip Tri Dharma. Penelitian ini menekankan fenomena degradasi moral di kalangan milenial, terutama terkait interaksi kuat mereka dengan media sosial dan dampak globalisasi.
Adapub tujuan PKM ini adalah memberikan pemahaman dan solusi terkait degradasi moral, dengan penekanan pada peningkatan keimanan, ibadah, dan pemahaman tentang cara bermedia sosial yang baik. Hasil dan pembahasan mencakup tahapan kegiatan PKM, termasuk survei awal, persiapan, dan sesi pelatihan yang menunjukkan antusiasme peserta, serta jawaban terperinci terhadap pertanyaan mengenai globalisasi, degradasi moral, dan metode dakwah yang tepat untuk kalangan milenial. Kegiatan PKM ini diapresiasi karena menyediakan wawasan keagamaan dan solusi konkret dalam menghadapi tantangan moral di era digital.
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 3G

Penanaman nilai dan moral dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat memegang peran penting dalam membentuk karakter yang baik dalam seorang individu. Adapun cara menanamkannya yaitu dapat dimulai dari memberikan contoh nyata, komunikasi terbuka, dan pendekatan yang konsisten.

Dalam keluarga, orang tua memiliki peranan penting contoh utama. Penanaman nilai dan moral dalam keluarga dapat dilakukan dengan melibatkan anak dalam diskusi moral misalnya dari hal hal kecil saat makan bagaimana adab yang baik, minum tidak boleh berdiri, membersihkan rumah dan sebagainya. Selain itu dapat juga dengan memberikan penjelasan nilai-nilai, dan memberikan pujian saat perilaku positif misalnya bangun pagi lalu membereskan kamar, hal ini dapat memperkuat pembelajaran moral.

Di sekolah, pendidik dapat mengintegrasikan nilai dan moral ke dalam kurikulum. Metode pengajaran yang interaktif, studi kasus, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mengajarkan kerjasama dan tanggung jawab dapat efektif.

Dalam menanamkan moral dilingkungan masyarakat pendidik dan orang tua sama sama memegang peranan penting untuk membimbing anak. Misalnya mengajak peserta didik mengikuti kerja bakti secara ringan atau membuang sampah pada tempatnya dilingkungan manapun anak berada.

Hambatan dalam penanaman nilai diantaranya pengaruh lingkungan sekitar, seperti teman sebaya yang mungkin memiliki prilaku moral yang berbeda. Selain hambatan secara eksternal pada anak atau peserta didik terdapat juga hambatan secara internal, yaitu hambatan yang ada dalam dirinya sendiri yang mencakup kondisi psikologisnya seperti ketidakmatangan kognitif, impulsivitas, perkembangan emosional dan sebagainya.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, konsistensi adalah kunci. Koordinasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai dapat membentuk konsensus nilai yang kuat. Komunikasi terbuka antar pihak juga membantu mengatasi perbedaan pandangan.

Strategi yang tepat termasuk menciptakan lingkungan yang mendukung, memberikan konsekuensi yang konsisten terhadap perilaku, dan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan moral. Penguatan positif, seperti penghargaan untuk tindakan moral, juga dapat mendorong pembiasaan nilai. Penanaman nilai adalah upaya berkelanjutan. Keterlibatan orang tua, guru, dan masyarakat secara terus-menerus dapat memastikan bahwa nilai dan moral yang ditanamkan menjadi bagian integral dari kepribadian anak, membentuk dasar untuk kehidupan yang bermakna.
Analisis Video 6
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 3G

Drama Penerapan Nilai Moral Pancasila di Lingkungan Keluarga

Dalam drama yang di tampilkan pada video tersebut berisikan tentang dua bersaudara yang memiliki prilaku sangat berkebalikan satu dengan lainnya. Caca merupakan anak yang baik sedangkan kakaknya yaitu Santi merupakan anak yang tidak baik bahkan sampai melakukan penyimpangan moral. Dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai moral dalam keluarga sangatlah penting, orang tua memiliki peranan besar untuk mengubah dan membantu memperbaiki prilaku anak yang salah. Namun apabila sikap anak tidak berubah meski sudah berkali kali diberi nasihat seharusnya orang tua memberikan hukuman atau sanksi yang mendidik agar anak dapat menyadari bahwa penyimpangan yang ia lakukan merupakan hal yang salah.
Analisis Video 5
Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 3G

"Pentingnya Nilai Moral Pancasila dalam Lingkungan Kampus"

Kehidupan kampus merupakan awal pembentukan karakter mahasiswa. Dalam membentuk karakter yang baik pada diri mahasiswa, seluruh perguruan tinggi di Indonesia memiliki kebijakan yaitu adanya pendidikan nilai dan moral yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Lewat kegiatan pendidikan diharapkan mahasiswa dapat menyerap nilai-nilai Pancasila sehingga mereka dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan di masyarakat kelak. Mata kuliah kewarganegaraan berorientasi agar membentuk generasi muda dalam berpartisipasi di dunia politik. Penurunan atau penyimpangan moral masih sering terjadi di lingkungan perkuliahan contohnya adalah kekerasan yang bisa memakan korban. Masalah selanjutnya yang sering dilakukan yaitu mencontek dan melakukan plagiasi. Hal tersebut seakan lumrah dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan tugasnya. Selanjutnya ada juga bullying yang dapat mengganggu kesehatan mental para korban. Masih banyak lagi isu penyimpangan moral yang terjadi dilingkungan masiswa oleh karena itu dengan adanya pendidikan kewarganegaraan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa pancasila pada diri individu khususnya mahasiswa dalam menjalani kehidupan