Posts made by Fadhila Cahya Ningtyas 2213053271

Nama : Fadhila Cahya Ningtyas
NPM : 2213053271
Kelas : 4G
Metode pembelajaran yang tepat bagi peserta didik SD dalam pembelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) kurikulum 2013 adalah metode yang mengintegrasikan konsep-konsep kewarganegaraan dengan pengalaman nyata dan kehidupan sehari-hari peserta didik. Metode tersebut haruslah interaktif, mengaktifkan peserta didik secara langsung dalam proses pembelajaran, untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai kewarganegaraan serta keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, metode pembelajaran yang tepat juga harus memperhatikan keberagaman peserta didik dan mendorong partisipasi aktif dari setiap individu dalam pembelajaran. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKN SD sesuai dengan kurikulum 2013 diantaranya yaitu :
1.Metode pembelajaran Kontekstual
Salah satu metode pembelajaran PPKN yang efektif di sekolah dasar adalah metode pembelajaran berbasis kontekstual. Metode ini menekankan pada kemampuan siswa untuk memahami konteks situasi dan menghubungkan konsep yang dipelajarinya dengan kehidupan nyata (Irwan dkk, 2021). Contohnya adalah dari pengalaman siswa sehari-hari yang dihubungkan dalam memahami konsep PKN. Metode ini mencakup diskusi kelompok, latihan berbasis masalah, presentasi, dan pengamatan. Jadi dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis kontekstual, siswa dapat memahami konsep PPKN dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
2.Model Discovery Learning
Menurut Kurniasih, dkk (2014) model discovery learning adalah proses pembelajaran yang terjadi bila pelajaran tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya,tetapi diharapkan siswa mengorganisasikan sendiri. Discovery adalah menemukan konsep melalui serangkaian data atau informasi yang diperoleh melalui pengamatan atau percobaan. Pembelajaran dengan discovery learning dapat membantu guru dalam mengolah proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif terutama memberikan kemampuan peserta didik dalam membangun kolaboratif dan memilki komitmen nilai yang tinggi dalam keaktifan belajar (Ariani & Wachidi, 2019). Pembelajaran PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) di SD dengan metode discovery learning melibatkan siswa dalam eksplorasi dan penemuan konsep-konsep kewarganegaraan melalui pengalaman langsung dan interaksi. Guru bertindak sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan dukungan saat siswa mengeksplorasi materi, seperti memahami nilai-nilai demokrasi melalui permainan peran atau diskusi kelompok. Metode ini mendorong pemahaman yang mendalam dan penguasaan konsep yang lebih baik karena melibatkan aktifitas siswa secara langsung.
3.Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
Menurut Fathurrohman (2016), project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peserta didik. Peserta didik dapat diberi proyek untuk menyelidiki masalah-masalah sosial di sekitar mereka, seperti kebersihan lingkungan atau toleransi antarbudaya. Mereka kemudian dapat merencanakan dan melaksanakan solusi untuk masalah tersebut, sambil mempelajari nilai-nilai kewarganegaraan yang relevan dengan materi pembelajaran PKN di SD.
4. Simulasi Peran (Role Playing)
Contoh penerapannya yaitu peserta didik dapat diberi peran sebagai anggota masyarakat yang berbeda, misalnya petani, pedagang, atau guru. Mereka kemudian dapat berinteraksi dalam situasi yang mensimulasikan kehidupan nyata, seperti rapat desa atau forum diskusi, untuk memahami peran dan tanggung jawab dalam masyarakat.
5.Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Isjoni (2010, hlm. 16) menyatakan bahwa dalam cooperative learning, siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas interaksi dan komunikasi yang berkualitas, yang dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya.Dengan model ini, peserta didik dapat dikelompokkan menjadi tim kecil untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas terkait kewarganegaraan, seperti membuat poster tentang hak-hak anak atau menyusun skenario drama tentang kerja sama dalam kebersihan lingkungan.
6.Diskusi Kelompok (Group Discussion)
Diskusi adalah model pembelajaran yang dapat memantik keaktifan dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Guru dapat memfasilitasi diskusi kelompok tentang isu-isu kewarganegaraan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti demokrasi, hak asasi manusia, atau keadilan sosial. Peserta didik dapat berbagi pendapat, pengalaman, dan solusi untuk masalah-masalah yang dibahas.
7.Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)
Menurut Wena (2013: 91) Problem Based Learning (PBL) merupakan strategi pembelajaran dengan menghadapkan siswa pada permasalahan- permasalahan praktis sebagai pijakan dalam belajar atau dengan kata lain siswa belajar melaluipermasalahan-permasalahan. Dalam model ini, Peserta didik dapat diberi masalah nyata atau fiktif yang berkaitan dengan kewarganegaraan, seperti konflik antarbudaya atau ketidaksetaraan gender, dan mereka kemudian diminta untuk mencari solusi atau memberikan rekomendasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Model-model pembelajaran tersebut akan efektif digunakan dalam pembelajaran PKN SD apabila disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik . Dengan ada metode pembelajaran yang menarik akan membantu peserta didik SD untuk tidak hanya memahami konsep-konsep kewarganegaraan, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan orang lain dalam konteks kehidupan nyata.