Nama : Brigita Theoananta Putri P
NPM : 2213053131
Kelas : 2C
Analisis Jurnal dinamika sosial politik menjelang pemilu serentak 2019
Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Pemilu yang berkualitas memerlukan partai politik dan koalisi partai politik yang juga berkualitas. Ini penting karena pemilu tidak hanya merupakan faktor kesuksesan kepemimpinan yang dapat mengaspirasi, adil dan damai, tapi juga menjadi faktor penting bagi ketahanan sosial rakyat dan eksistensi NKRI. Tantangan yang cukup besar dalam menjalani pemilu serentak 2019 membuat adanya persatuan kembali demokrasi yang berkualitas sulit untuk dibangun. Nilai-nilai demokrasi dalam pilpres tak cukup dikedepankan.
Sebagai negara demokrasi nomor 4 terbesar di dunia, Indonesia masih belum mampu memperlihatkan dirinya sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif. Berbeda dengan pilpres sebelumnya, seusai pengumuman pemilu oleh KPU pilpres 2019 diwarnai oleh adanya kerusuhan 22 Mei 2019. Realitas sosial tersebut jelas tidak hanya mengancam harmoni sosial, tetapi juga berpengaruh terhadap proses bersatunya kembali demokrasi di Indonesia.Pemilu serentak 2019 tak lepas pula dari isu politisasi identitas dan agama. Fenomena politisasi identitas dan agama juga diwarnai dengan berebut suara muslim. Munculnya sejumlah isu yang oleh sebagian umat Islam dipandang merugikan mereka pada akhirnya melahirkan gerakan ijtima’ulama untuk mengusung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. Pengalaman dari pemilu ke pemilu menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi relatif sama: perilaku distortif, melanggar hukum dan menghalalkan semua cara (vote buying). Tapi parpol sebagai peserta pemilu belum mampu merespon dan memberi solusi konkrit. Harapan rakyat pasca pemilu, mereka bisa menyaksikan kinerja pemerintah/parlemen yang lebih berpihak pada nasib rakyat. Karena pemilu diharapkan berkorelasi positif terhadap kesejahteraan rakyat.
Terimakasih