གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Brigita Theoananta Putri P 2213053131

MKU PGSD 2C tahun 2023 -> POST TEST

Brigita Theoananta Putri P 2213053131 གིས-
Nama : Brigita Theoananta Putri P
NPM : 2213053131
Kelas : 2C

Analisis artikel
1. Bagaimanakah isi artikel diatas menurut pendapatmu secara lengkap, mempunyai dasar dan jelas ! Hal positif apa yang bisa anda ambil dari artikel tersebut?
Jawab : Wayang merupakan sastra tradisional yang harus tetap dilestarikan karena dapat menjadi salah satu identitas khas bangsa Indonesia, hal positif yang dapat saya ambil yaitu sebagai generasi muda kita harus mengembangkan lagi seni dari wayang kulit itu sendiri agar wayang sebagai salah satu identitas bangsa indonesia sendiri tidak tergerus jaman

2. Dari artikel diatas, jelaskan apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai seorang warganegara?
Jawab :
Hak : mendapat pengetahuan dan filsafah dari makna wayang sendiri
Kewajiban : menjaga dan melestarikan wayang sebagai suatu indentitas bangsa dan tradisi daerah.

3. Bagaimana strategi yang Anda dapat tawarkan/usulkan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila
Jawab : strategi yang dapat saya tawarkan/usulkan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila adalah membangun semangat kebinekaan . Karena dengan berbeda beda suku, ras,agama budaya kita akan semakin kuat dan semakin beragam. strategi yang selanjutnya yaitu penguatan nilai Pancasila berbasis kearifan lokal.
Nama : Brigita Theoananta Putri P
NPM : 2213053131
Kelas : 2C

Analisis Jurnal dinamika sosial politik menjelang pemilu serentak 2019

 Pemilu 2019 yang kompleks, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan hasilnya yang dipersoalkan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Pemilu yang berkualitas memerlukan partai politik dan koalisi partai politik yang juga berkualitas. Ini penting karena pemilu tidak hanya merupakan faktor kesuksesan kepemimpinan yang dapat mengaspirasi, adil dan damai, tapi juga menjadi faktor penting bagi ketahanan sosial rakyat dan eksistensi NKRI. Tantangan yang cukup besar dalam menjalani pemilu serentak 2019 membuat adanya persatuan kembali demokrasi yang berkualitas sulit untuk dibangun. Nilai-nilai demokrasi dalam pilpres tak cukup dikedepankan. 

Sebagai negara demokrasi nomor 4 terbesar di dunia, Indonesia masih belum mampu memperlihatkan dirinya sebagai negara yang menjalankan demokrasi substantif. Berbeda dengan pilpres sebelumnya, seusai pengumuman pemilu oleh KPU pilpres 2019 diwarnai oleh adanya kerusuhan 22 Mei 2019. Realitas sosial tersebut jelas tidak hanya mengancam harmoni sosial, tetapi juga berpengaruh terhadap proses bersatunya kembali demokrasi di Indonesia.Pemilu serentak 2019 tak lepas pula dari isu politisasi identitas dan agama. Fenomena politisasi identitas dan agama juga diwarnai dengan berebut suara muslim. Munculnya sejumlah isu yang oleh sebagian umat Islam dipandang merugikan mereka pada akhirnya melahirkan gerakan ijtima’ulama untuk mengusung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. Pengalaman dari pemilu ke pemilu menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi relatif sama: perilaku distortif, melanggar hukum dan menghalalkan semua cara (vote buying). Tapi parpol sebagai peserta pemilu belum mampu merespon dan memberi solusi konkrit. Harapan rakyat pasca pemilu, mereka bisa menyaksikan kinerja pemerintah/parlemen yang lebih berpihak pada nasib rakyat. Karena pemilu diharapkan berkorelasi positif terhadap kesejahteraan rakyat.
Terimakasih
Nama : Brigita Theoananta Putri P
NPM : 2213053131
Kelas : 2C

Analisis vidio

Yang saya dapat simpulkan dari vidio diatas adalah demokrasi adalah suatu wadah atau alat yang memfasilitasi adanya perbedaan pendapat, demokrasi juga menjamin kebebasan untuk berpendapat. Negara yang memiliki sistem pemerintahan yang demokratis dinilai dapat lebih mampu dalam mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang dinegara tersebut. Demokrasi juga dipandang sebagai suatu alat yg efektif dalam mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik, dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Misalnya, dari segi penegakan HAM. Negara yang menganut demokrasi memiliki penegakan HAM yang lebih unggul ketimbang negara yg nondemokrasi. Warga di negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi.

Perbandingan negara demokrasi dan nondemokrasi tentu terlihat sangat jelas. Negara demokrasi dinilai lebih unggul ketimbang negara nondemokrasi. Negara demokrasi dinilai lebih kaya, mempunyai SDM yang kualitasnya lebih tinggi, rendahnya korupsi, dan masyarakat yg sejahtera karna adanya jaminan perlindungan HAM. Oleh karna keuntungan tersebut, sejak akhir 1980-an, negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya, semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun, bukan berarti demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sempurna. Pada tahun 2019 skor rata rata demokrasi di 165 negara merosot . Itu menjadi skor terburuk sejak tahun 2006.
Terimakasih