གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Meldayanti putri 2213053088

Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088

Analisis Video 1

Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, sedangkan moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenan dengan baik dan buruk”.Nilai, norma, etika dan moral kesemuanya saling berkaitan, sebab semuanya berusaha mengarahkan manusia agar memiliki pola pikir, sikap, dan perilaku yang baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”Integritas bagi pengawas partisipatif harus dibentuk melalui pengetahuan, keterampilan, dan pengetahuan yang harus berjalan beriringan”.

Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik ,sesuai aturan yang berlaku di masyarakat.
Contoh:
- mengucap salam ketika bertamu atau memasuki rumah
- izin dan mencium tangan kedua orang tua ketika ingin pergi
- membuang sampah pada tempatnya
etika dan moral memiliki arti yang hampir sama atau berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat


MORAL
Moral adalah hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan
Moral di sebut juga Moral adalah sarana untuk mengukur benar atau tidaknya sikap dan tindakan manusia. Moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan.

Nilai
nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidup yang dijunjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga dapat disebut penghargaan, penghormatan, atau kualitas terhadap sesuatu, yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem keyakinan.

Sifat dan jenis nilai
- Bersifat relatif, artinya nilai bergantung oleh tempat dan waktu
- Bersifat subjektif, nilai berbeda-beda bagi setiap orang
Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088

Analisis Video 2

INSTRUMEN PENILAIAN PENGEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL ANAK USIA DINI
Pendidikan anak usia dini memiliki prinsip dalam pembelajaran yaitu bermain sambil belajar
sehingga penilaian yang dilakukan harus memiliki kekhususan tersendiri, berbeda dengan
penilaian untuk sekolah dasar dan menengah, yang perlu dilaksanakan secara cermat dan hatihati. Pada tataran aplikasi, seringkali guru melaksanakan penilaian dalam sebuah program
pendidikan hanya dijadikan formalitas, sekedar memenuhi aturan administrasi lembaga atau
menjawab keingintahuan orangtua akan perkembangan anaknya. Sehingga guru tidak
memperhatikan fungsi adanya penilaian untuk anak dengan tidak melihat kepada dampak
psikologis anak. Proses penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran dan bersifat menyeluruh (holistik) yang mencakup semua aspek perkembangan
anak didik baik aspek sikap, ilmu pengetahuan maupun keterampilan. Agar tujuan penilaian
tersebut tercapai, guru hendaknya memiliki pengetahuan berbagai metode dan teknik penilaian
sehingga memiliki keterampilan memilih dan menggunakan dengan tepat metode dan teknik
yang dianggap paling sesuai dengan tujuan dan proses pembelajaran, serta pengalaman belajar
yang telah ditetapkan.

Prinsip-Prinsip Penilaian
1. mendidik
2. Berkeseimbangan
3. Objektif
4. Akuntabel
5. Transparan
6. Sistematis

manfaat penilaian
- Bagi anak
adalah untuk memelihara pe Pertumbuhan anak Agar lebih sehat dan konsisten jadi dengan penilaian guru dapat mengukur perkembangan setiap anak sehingga tau ketika adanya gejala pertumbuhan pada masing" anak, Kemudian perkembangan anak menjadi lebih optimal, Anak juga mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat perkembangannya, Anak juga mendapat dukungan Dengan kebutuhan dan juga perkembangan nya

- Orang tua
mereka akan mendapatkan informasi tentang pertumbuhan ,perkembangan dan peminatan anak ,kemudian memudahkan orang tua dalam Memberikan stimulasi yang sesuai ,berkelanjutan ketika di rumah,dan membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak sekolah

- Bagi guru
untuk mengetahui sikap, pengetahuan dan ketrampilan anak, dan mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh kembang setiap anak
Nama : Meldayanti Putri
NPM : 2213053088

Analisis Jurnal 1

Judul :REKONSTRUKSI EVALUASI PENDIDIKAN MORAL
MENUJU HARMONI SOSIAL
Nama Jurnal : Jurnal Pedagogik
Nama Penulis : Ulil Hidayah
No Vol : Vol. 05 No. 01
Tahun : 2018

Pendahuluan
Secara universal sistem Pendidikan Nasional memiliki peranan yang
signifikan terhadap dinamika perjalanan bangsa Indonesia (Baharun, 2017a).
Hal ini dapat dilihat dari fenomena-fenomena kerusuhan yang mewarnai
negeri ini. Banyak diantaranya pemicu terjadi konflik dalam negeri diakibatkan
oleh perbedaan yang dimaknai sebagai garis runcing pemisah antara kelompok
satu dan lainnya, baik itu perbedaan agama, suku, budaya bahkan yang lebih
fenomenal akhir-akhir ini perseteruan antara kelompok-kelompok yang
memiliki paham ideology yang berbeda (Fauzi, 2017), sehingga bendera politik
identitas mulai menjadi isu yang sensitif ketika dikibarkan di wilayah tertentu
atau menjadi benturan keras yang memicu saling merasa benar dan saling
menyalahkan antar golongan yang berbeda sudut pandang pemahaman.

Tujuan Pendidikan Nasional
Merujuk pada pendapat Naquib Al-Attas, akar kata pendidikan
mengambil pada istilah ta’dzib mempunyai pengertian bahwa pendidikan
merupakan proses perwujudan manusia yang mempunyai adab. Dalam hal ini
adab didefinisikan sebagai: (1) The one who is sincerely conscious of his
responsibilities towards and true God, (2) Who understands and fulfills his obligations
to himself and others in his society with justice, and (3) who constantly strives to
improve every aspect of himself towards perfections as a man of adab (Al-Attas, 1999).

Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral
Untuk mewujudkan harmoni sosial yang diharapkan PAI dan PKn
sangat menentukan bagaimana isi materi bisa diajarkan dengan baik melalui
tahap perencanaan pembelajaran hingga tahap evaluasi pada peserta didik di
sekolah. Lebih dari itu unsur evaluasi yang dianggap paling menentukan
seberapa berhasilkah tujuan itu tercapai perlu melihat kembali dan menata
kembali suasana belajar sekolah dengan mempertimbangkan keberadaan
peserta didik itu sendiri dari segi lingkungan ia tinggal dan melangsungkan
kehidupan (Muali, 2016).

Output Pendidikan yang Didambakan Menuju Masyarakat Ideal
Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik
maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan
manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap
peranannya di masa sekarang dan akan datang. Upaya pemberian pendidikan
moral menurut Teuku Ramli dapat dilakukan dengan lima pendekatan, yaitu:
Penanaman nilai (inculcation approach), perkembangan moral kognitif (cognitive
moral development approach), analisis nilai (values clarification approach),
pembelajaran berbuat (action learning approach) (Teuku Ramli Zakaria, 2011).
Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088

Analisis Jurnal 2
Judul : MENANGKAL DEGRADASI MORAL DI ERA DIGITAL BAGI
KALANGAN MILLENIAL
Nama Jurnal : Jurnal Pengabdian
Dharma Laksana Mengabdi Untuk Negeri
Penulis : Ahmad Yani Nasution, Moh Jazuli
Volum dan tahun : Vol. 3, No. 1, Juli 2020

Kegiatan PKM yang dilaksanakan memiliki beberapa tahapan yang
dilakukan sebelu berkunjung langsung. Yang pertama dilakukan ialah tahap
persiapan, yakni dengan melakukan survei awal. Pada tahap ini, dilakukan
wawancara dengan kepala sekolah Mts Insan Madani terkait prosedur kegiatan
PKM. Diantaranya pemantapan lokasi dan peserta PKM, penyusunan bahan
pelatihan PKM.
Adapun pemateri pada pelatihan ini adalah Ahmad Yani Nasution berisikan
“Fenomena Degradasi Moral di Era Digital pada kalangan millennial”, dengan
moderator Firdaus. Selanjutnya dilanjutkan oleh Muhammad Jazuli dengan judul
materi “Solusi Menghadapi Degradasi Moral ”, yang dimoderatori oleh Ahmad
Yani Nasution.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dosen
untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi aksi dari
keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan nasional. Dari kegiatan ini,
masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan
menjawab tantangan dalam kehidupannya. Masyarakat juga nantinya akan
memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.
Diharapkan PKM yang dilaksanakan dengan sasaran Siswa di Mts Insan
Madani Kp. Rahong Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogo Bogor
ini dapat bermanfaat kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung
ataupun tidak. Selain itu diharapkan PKM ini dapat menginspirasi berbagai pihak
untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang serupa.