གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Meldayanti putri 2213053088

Nama : Meldayanti putri

NPM : 2213053088

ANALISIS VIDEO 1

Teori trolley problem adalah suatu kondisi seandainya kita tidak punya pilihan lain selain memilih menabrak 5 orang lurus didepannya atau membelokkan stir kemudi kereta dan menabrak 1 orang. pilihannya antara A atau B, jadi kebanyakan orang mau tidak mau, kita akan memilih untuk mengorbankan yang lebih sedikit, atau memilih untuk tidak ikut campur (dalam hal ini tidak mau mendorong orang dari atas jembatan).

The Trolley Problem membuat kita berfikir jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan.

-Apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari?

-Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral?

Atau hanya sebuah pembenaran belaka.

Pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin di kehidupan nyata, bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Karena itu moral sering digunakan sebagai alat penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang, etnis tertentu, genosida, diskriminasi minoritas, kerusakan lingkungan, australisasi dan sebagainya.

Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088

Setelah melihat video, pendapat saya Dalam kasus maraknya kekerasan di sekolah, peran orang tua juga dibutuhkan, tidak hanya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Guru juga harus mengetahui apa sebab akibat mengapa kekerasan bisa terjadi dan bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. karena kurang nya pengawasan dari guru , kurang nya pembelajaran etika sopan dan santun , dan anak kadang juga belum bisa mengontrol emosi nya dengan baik , tapi selepas itu tidak semua di salahkan oleh pihak guru karena kurang nya pengawasan , bisa jadi karena pengawasan juga dari orang tua dan kurang nya pembelajaran tentang apa saja yang tidak boleh di lakukan ketika sedang di sekolah , karena bimbingan orang tua juga penting untuk pertumbuhan mereka .

Nama : Meldayanti putri

NPM : 2213053088


ANALISIS JURNAL 2

Judul : PENTINGNYA PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI

Nama Jurnal : Jurnal dinamika Pendidikan

Nama Penerbit : HIDAYATI

Tahun Terbit : 2008


Pendidikan kita lebih menitik beratkan pada pengembangan ranah kognitif dan konatif.

Era informasi dan globalisasi sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah berdampak hampir kesemua aspek kehidupan masyarakat. Menurut Susanto (1998:109) menyebutkan bahwa perubahan masyarakat akibat berkembang pengetahuan dan teknologi tersebut membawa dampak yang besar pada budaya, nilai, dan agama. Nilai-nilai yang sementara ini dipegang kuat oleh masyarakat mulai bergeser dan ditinggalkan. Sementara nilai-nilai yang menggantikannya tidak selalu dengan landasan kepercayaan atau keyakinan masyarakat, sehingga penyimpangan nilai semakin subur dan berkembang.


Hal ini bisa dibuktikan dengan peristiwa-peristiwa beberapa tahun belakangan ini, kita menyaksikan adanya perilaku-perilaku kekerasan, kebrutalan, kriminalitas, pesta sabu-sabu, dan lain-lain yang terjadi dimana-mana di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di kalangan kaum muda. Kian lama sikap dan perilakunya semakin menunjukkan arah yang berlawanan dengan nilai-nilai luhur bangsa. Fenomenà seperti itu oleh kalangan pendidik ditangkap sebagai gejala adanya krisis atau kemunduran dalam pendidikan nilai di negara kita, baik dalam lingkup pendidikan formal di sekolah maupun pendidikan informal di dalam keluarga dan masyarakat. Setidaknya akhir-akhir ini di kalangan pendidik mulai timbul kesadaran bahwa pendidikan nilai yang selama ini dijalankan dirasakan kurang efektif dalam membentuk watak, sikap, perilku, dan moralitas yang baik. Berdasar kenyataan timbul keprihatinan terhadap perilaku kaum muda yang tampaknya makin jauh dari nilai-nilai luhur dan gambaran moralitas yang baik. Kalaupun ada kaum muda yang berbudi pekerti luhur, bekerja keras, mandiri, cerdas, inovatif, kreatif, dan sebagainya, itu bukan berkat pendidikan yang ada, tetapi berkat pendidikan informal dan nonformal di luar sistem yang resmi (Mangunwijaya. 1999: 100).


Pada situasi yang seperti inilah barangkali relevan bagi kita untuk berpikir tentang pentingnya pendidikan nilai, khususnya di sekolah-sekolah. Penyelanggaraan pendidikan melalui sekolah-sekolah bukan hanya mempunyai misi untuk "mengajar" melainkan juga untuk "mendidik". Mendidik tidak bisa tidak harus berurusan lengan nilai-nilai. Maka pendidikan nilai merupakan agenda yang mesti ada dalam setiap penyelanggaraan pendidikan di manapun.

Nama : Meldayanti putri
NPM : 2213053088

Analisis jurnal 1
Nama penulis : Iwan Fajri
, Rahmat
, Dadang Sundawa
, Mohd Zailani Mohd Yusoff
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM
PENDIDIKAN DI ACEH
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (September, 2021)

Salah satu aspek terutama dalam kehidupan seorang Muslim merupakan mempunyai
standar moral yang besar. Ini terutama berkaitan dengan pengajaran dan pendisiplinan siswa untuk
memiliki perilaku dan karakteristik pribadi yang terbaik. Perkembangan IPTEK yang luar biasa
yang menyebabkan terjadinya proses interaksi kultural yang lebih terbuka (Suwarman, 2016).
Dalam hal ini, pengembangan moral siswa secara otomatis terkait dengan sistem pendidikan.
Dimana pendidikan memegang peranan yang sangat berarti dalam pembentukan akhlak di
kalangan peserta didik, bahkan menjadi tumpuan budaya masyarakat. Peran lembaga pendidikan
juga penting untuk memperkuat dengan perubahan sosial yang terjadi di Aceh. Perubahan sosial
yang pesat dalam gaya hidup menyebabkan ketidak bercintaan dalam sosial budaya di kalangan
remaja.
Berdasarkan berbagai literatur yang ada, konsep mengenai moral dalam islam sangat
sedikit referensi yang lebih relevan dengan istilah islam. Moral disini akan dijelaskan menurut
Quran dan Hadis, dan beberapa ahli yang dikaitkan dengannya. Beberapa jenis literatur kata akhlak
Islam terdiri dari empat: hikmah (hikmah), keberanian (shaja'ah), kesederhanaan ('iffah), dan
keadilan ('adl), Hal ini telah dicantumkan oleh Al-Ghazali dalam teorinya tentang kebaikan (Alavi,
2007). Itu empat jurusan etika dalam filsafat Islam. Istilah ini digunakan dalam hubungannya
dengan jiwa: hati (qalb) jiwa atau diri (an-nasf), roh (ruh) dan intelek (al-'aql). Masing-masing
memiliki dua arti; satu materi dan spiritual lainnya (Ghazali, 1980). Makna spiritual dari keempat
istilah ini mengacu pada entitas spiritual yang sama (latifah ar-ruhaniyyah) (Tanyi, 2002). Jiwa
dalam pengertian ini lebih penting daripada tubuh dan anggotanya karena pembentuknya adalah
asal-usul ketuhanan, sedangkan tubuh adalah materi dasar (Sherif, 1975). Berikut empat jurusan
etika yang disebutkan adalah penjabaran kata akhlak Islam (akhlak).

3H 2023 Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video

Meldayanti putri 2213053088 གིས-
Berdasarkan video tersebut, disetiap sila memiliki nilai penting untuk kehidupan sehari hari, yang mana nilai penting nya yaitu :
1. sila pertama yang berbunyi Ketuhanan yang Maha esa di lambangkn dengan lambang bintang, Pada sila pertama ini mengajak kita untuk percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintahnya.

2. Sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab. dan di lambangan dengan rantai, Dalam sila kedua ini mengajak kita untuk bersikap saling mencintai sesama manusia

3. Sila ketiga yang berbunyi persatuan Indonesia ,di lambangkan dengan pohon beringin, Kemudian dalam sila ketiga ini mengajak kita untuk cinta terhadap bangsa Indonesia atau cinta tanah air

4. Sila ke empat berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,dan di lambangkan dengan kepala banteng, Yang mana sila ke empat ini mengajak kita untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah

5. Sila kelima berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan di lambangkan dengan padi dan kapas, Pada sila kelima kita diajak untuk bersikap adil terhadap sesama.

Menurut saya agar seseorang dapat meneladani dan menerapkan nilai nilai tersebut terlebih pada era modern saat ini adalah dari kebiasaan pada sehari hari. Orang tua menjadi sosok yang penting dalam meneladani nilai-nilai pancasila kepada anaknya di rumah. Misalkan dengan kebiasaan orang tua yang selalu beribadah, adil terhadap anaknya, dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak akan melihat bagaimana cara orang tua mendidiknya dan akan terbiasa untuk melakukannya bahkan ketika sedang diluar. Tidak hanya orang tua, guru juga merupakan sosok yang penting untuk menanamkan nilai-nilai pancasila di sekolah. Dimulai dari kebiasaan yang baik, maka siswa akan berperilaku baik juga dimanapun mereka berada. Tetapi sebaliknya, jika di rumah dan di sekolah anak tidak terbiasa menanamkan nilai-nilai pancasila, itulah yang menyebabkan terkikisnya nilai dan moral generasi muda.