Nama : Nida Rahmaniya Hakim
NPM : 2213053222
Kelas : 3F
Analisis Video 1 'Moral Moral the Trolly Problem'
Dari video tersebut dikatakan bahwa pads tahun 1967, Philipa Foot mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal dengan sebutan Trolley Problem. Eksperimental ini berupa skenario Dalam bentuk pertanyaan yang diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti perang, penyiksaan, drug, aborsi, dan euthanasia, hal ini menjadi lebih penting dimana saat ini mesin diberi kontrol mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada beberapa kondisi yang terjadi.
Eksistensi dari The Trolley Problem dapat membuat kita berfikir lebih jauh mengenai konskuensi dari sebuah pilihan, apakah dibuat dari sebuah nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhir dan bagaimana kita mengekspresikannya pada kehidupan sehari hari, karena pada masa saat ini moral kerap dijadikan doktrin para penguasa untuk membenarkan perang, memberantas etnis tertentu, diskriminasi minoritas, pengerusakan lingkungan, industrialisasi dan lainnya, hanya dengan alasan dunia dan kepentingan umum, demi kelompok yang lebih besar, dan demi masa depan yang lebih cerah.
Masing-masing keputusanbyang diciptakan memiliki risikonya sendiri-sendiri. Ketika kita dihadapkan permasalahan tersebut mungkin saja kita akan lebih memilih opsi “mengorbankan satu orang demi keselamatan orang banyak" namun, tentu saja itu akan berbeda bila situasinya dibalikan, atau misal Kita menjadi kaum minoritas itu sendiri.
Dapat dikatakan bahwa materi ini secara tidal langsung telah menunjukkan bahwa pemahaman kita mengenai suatu moralitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kepentingan pribadi dan posisi yang menguntungkan kita. Dalam hal ini, keputusan moral seringkali bukan hanya didasarkan pada prinsip-prinsip etika yang objektif, tetapi juga dipengaruhi oleh pembenaran pribadi dan kepentingan kelompok atau individu.
"Trolly Problem" ini bukan hanya mengenai teori moral saja, tapi juga tentang cara kita berpikir sebagai manusia. Ini menunjukkan bagaimana manusia kerap mencari alasan untuk dijadikan pembenaran atas pilihan yang dibuat serta bagaimana keinginan atau keuntungan pribadi dapat mempengaruhi keputusan yang mereka ambil.