གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nida Rahmaniya Hakim 2213053222

Nama: Nida Rahmaniya Hakim
NPM: 2213053222
Kelas: 3F

Analisis Video berjudul ‘Pendekatan Pentahelix Pendidikan Nilai dan Moral’

Dalam sudut pandang pendekatan ini, ada 5 hal yang dapat membantu dalam menanamkan nilai, di antaranya ialah:

- Pemerintah, pemerintah membuat UUD nomor 12 tahun 2012 mengenai pendidikan tinggi pada pasal 35 tentang kurikulum ayat 3 yaitu Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, sudah sepatutnya ada dalam dunia pendidikan yang digunakan sebagai langkah dalam penanaman nilai.
- Masyarakat/Komunitas, kehidupan atau kebiasaan yang ada dalam masyarakat dapat membantu dalam penanaman nilai dan moral.
- Akademisi, di mana seluruh orang yang ada di lingkungan pendidikan memiliki peran dan tugas untuk mentransfer penanaman nilai dan moral kepada peserta didik.
- Pengusaha/Pemilik Modal, penerapan nilai erat dengan kaitannya bidang tersebut.
- Media, bisa dilakukan dengan pemanfaatan terhadap media elektronik bisa juga dilakukan melalui berbagai media sosial.

Jika ditanyakan terkait penting atau tidaknya pembelajaran nilai ini, maka Herman (1972) mengemukakan bahwa '...value is neither taught not cought, it is learned.'' yang memiliki makna bahwa substansi nilai tiaklah semata-mata ditangkap dan diajarkan, nilai itu harus dipelajari dan diaplikasikan oleh individu yang mempelajarinya, dipahami dan diterapkan dalam kehidupan.
Nama: Nida Rahmaniya Hakim
NPM: 2213053222
Kelas: 3F

Analisis Jurnal berjudul ‘Pendidikan Moral di Sekolah’

Noeng Muhadjir (2003: 16-18) mengatakan bahwa ditinjau dari segi antropologi kultural dan sosiologi, ada tiga fungsi utama pendidikan, yaitu menumbuhkan kreativitas subjek-didik, menumbuhkembangkan nilai-nilai insani dan Ilahi pada subjek didik dan satuan sosial masyarakat, dan meningkatkan kemampuan kerja produktif pada subjek didik. Dengan kata lain, fungsi sekolah terkait dengan upaya menumbuhkan nilai-nilai akademik, nilai-nilai sosial dan nilai-nilai religius. Ketiga kelompok nilai inilah yang sekarang menjadi wacana dengan istilah yang populer: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

Komponen-komponen pendidikan moral di sekolah yang lain yang tidak kalah penting adalah cakupan materi, variasi metode, dan evaluasi yang menyeluruh. Dengan memperhatikan komponen komponen tersebut, sekolah dengan guru sebagai peran utama dapat merancang pendidikan moral secara lebih komprehensif sehingga hasilnya dapat dicapai secara optimal, yaitu berkembangnya nilai-nilai moral dalam diri peserta didik sehingga mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.
Nama: Nida Rahmaniya Hakim
NPM: 2213053222
Kelas: 3F

Analisis Jurnal berjudul ‘Pendekatan Pendidikan Nilai secara Komprhensif sebagai suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa’

Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dabulu cukup efektif: tidak sesuai lagi untuk membangun generasi sekarang dan yang akan datang. Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma- norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak ffilUlgkin 'dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral. Sebagai gantinya diper lukan pendekatan pendidikan nilai dan moral yang memungkinkan subjek didik mampu mengambil keputusan secara mandiri dalmn memilih nilai-nilai yang saling bertentangan, seperti yang terjadi pada kehidupan saat ini.

Pendidikan nilai dengan pendekatan konprehensif dipandang sesuai uotuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah selnakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. DiIiIlat dari segi materinya., pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena•nilai-nilai fundamnetal yang dapat tnentuntun kaarah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat untuk seluruh wnat manusia telah di sampaiklan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, meJaJui Pendidikan Agmna dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, Inasih banyak kelemahan yang perlu diatasi. Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendab~ perlu dilengkapi denagan pengembangan kognitiftingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri.. memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk melakukan tindakan bennoral. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat mengembangkan 8ubjek didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bemuansaindoktrinasi periu diinovasi dengan pendekatan komprehensif yang meliputi : inculcating 'menanamkan niIai dan moralitas~ modeling 'meneladakan ' nilai dan moralitas~ facilitating 'memudahkan' perkembangan nilai dan moral, dan skill development 'pengembangan keterampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tenteram dan kebidupan sosial yang .konstruktif, berbagai manifestasi kekuatan iman setiap' warganegara indonesia.
Nama: Nida Rahmaniya Hakim
NPM: 2213053222
Kelas: 3F

Analisis Video berjudul ‘Peran Pendidik Sekolah Dasar dalam Menanamkan Pendidikan Nilai dan Moral Melalui PPKN’

Apakah Pendidikan Nilai dan Moral hal yang benar-benar penting atau sebenarnya sesuatu yang biasa saja?

Tentu saja untuk menjawab pertanyaan tersebut harus terlebih dahulu dipahami mengenai ‘apa’ itu Pendidikan Nilai dan Moral serta peran dan kepentingannya. Hal pertama yang perlu dipahami adalah kesadaran nilai moral di mana hal ini dapat diibaratkan suatu alat yang digunakan untuk mengarahkan anak dlam membuat suatu keputusan atas sebuah pertimbangan atas perilakunya dalam menjalani kehidupan. Pendidikan moral yang kurang menumpulkan kesadaran moral seseorang sehingga ini menjadi suatu masalah yang cukup sering dibahas serta dipertanyakan pengelolaan pengajarannya di dunia pendidikan.

Tanpa pendidikan nilai moral anak-anak akan tumbuh menjadi sosok yang tidak patuh, keras kepala, enggan mendengarkan nasihat, tidak mau belajar, dan tidak mau pula diajari ataupun dianggap salah.

Dari sini saja sudah dapat untuk menjawab pertanyaan sebelumnya, jadi, tentu pendidikan moral itu adalah hal yang penting. Peran dan kepentingan PPKN sendiri di dalam nilai moral adalah sebagai pembentuk karakter/watak, wahana pendagogis-sosial untuk mencerdaskan bangsa,acuan atau rujukan pendidikan moral, serta jembatan untuk peningkatan dan perkembangan moral yang lebih baik.