Nama : Nida Rahmaniya Hakim
NPM : 2213053222
Kelas : 2F
Hasil Analisis Video Berjudul "Kewarganegaraan 1 - Identitas dan Integrasi Nasional"
Pembahasan pertama adalah mengenai identitas nasional. Identitas nasional ini dapat dimaknai sebagai kumpulan nilai dan budaya yang tumbuh di berbagai aspek berbeda yang dihimpun di dalam suatu kesatuan.
Pada hakikatnya, identitas nasional ini diaktualisasi dalam bentuk pancasila yang menjadi alat untukmenata kehidupan masyarakat yang berbeda-beda. Unsur pembentuk identitas ini di antaranya ialah suku, agama, budaya, serta serta bahasa. Selain itu, identitas nasional juga memiliki 3 bentuk berbeda; yang pertama adalah identitas fundamental yang berisikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, lalu yang kedua identitas instrumental yang berisi UUD 1945 yang di dalamnya telah menetapkan bahasa nasional, bendera negara, lambang negara, semboyan, serta lagu kebangsaan; dan terakhir adalah identitas alamiah berupa pluralisme dan kepulauan yang merujuk pada keberadaan alamiah negara Indonesia yang berupa bentuk kepulauan dengan beraneka ragam suku dan budaya.
Pembahasan kedua adalah mengenai integrasi nasional. Integrasi nasional dimaknai sebagai salah satu bentuk penyesuaian unsur-unsur yang berbeda.
Menurut tokoh Myron Weiner, terdapat lima definisi integrasi, yaitu :
1. Integritasi adalah cara untuk menyatukan budaya kelompok yang berbeda dan menemukan persamaan.
2. Membentuk wewenang kekuasaan yang ditujukan untuk menciptakan kekuatan dalam menyatukan perbedaan.
3. Upaya timbal balik seimbang antara pemerintah dan masyarakat.
4. Kesepakatan nilai bersama di tengah-tengah perbedaan yang terjadi.
5. Menciptakan perilaku yang terintegrasi yang menciptakan pemahaman yang sama di antara perbedaan kelompok.
Di dalam proses integrasi terdapat faktor pendorong dan penghambat. Faktor pendorong integrasi nasional Indonesia ini terdiri atas sejarah bangsa, keinginan untuk bersatu, rasa cinta tanah air, rela berkorban, dan konsensus nasional berupa Pancasila dan UUD sebagai bentuk kesepakatan para pendiri bangsa. Sedangkan, faktor penghambatnya adalah heterogen, etnosentris, ketimpangan, dan gangguan luar.
Integrasi nasional terdiri dari dua bentuk berbeda, yaitu asimilasi berupa peleburan budaya asli dengan budaya sekitar dan akulturasi berupa proses pertemuan dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi satu sama lainnya.