Kiriman dibuat oleh Shelly Shelly

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

oleh Shelly Shelly -
Nama: Shelly
NPM: 2253053019
Kelas: 3G


Analisis video

6 tahap perkembangan moral menurut Kohlberg, sebagai berikut:

Pra konvensional
- Menghindari hukuman
Pada tahap ini seseorang terdapat alasan agar bertindak atau tidak bertindak sesuatu sebab untuk menghindari hukuman.
- Keuntungan dan minat pribadi
Pada tahapan ini tindakan dapat dilakukan dengan cara memperhitungkan apa yang akan diperolehnya

Konvensional
- Menjaga sikap orang baik
Pada tahap ini memikirkan bagaimana cara kesepakatan sosial yang ada serta pendapat dari orang lain terhadapnya.
- Memelihara peraturan
Jika tidak adanya peraturan untuk mematuhi maka keadaan yang akan menjadi kacau. Sebab seharusnya peraturan senantiasa untuk dipatuhi.

Pasca-Konvensional
- Orientasi kontrak sosial
Dalam tahapan ini setiap individu mempunyai latar serta situasi yang berbeda-beda. Tidak mutlak / pasti akan melihat sebuah kasus, hak individu harus dilihat beriringan dengan hukum yang ada.
- Prinsip etika universal
Pada tahapan ini menggambarkan prinsip internal pada individu c seseorang dapat melakukan hal yang dianggapnya benar, walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Shelly Shelly -
Nama: Shelly
NPM: 2253053019
Kelas: 2G



ANALISI JURNAL

Identitas Jurnal
Judul : Pentingnya Pendidikan Nilai di Era Globalisasi
Nama Jurnal : Dinamika Pendidikan
Nomor dan Halaman: No. 2, Halaman 63 – 75
Tahun : 2008
Penulis: Hidayati
Reviewer : Rohmah Shela Saputri
Tanggal Reviewer : 27 September 2023


Saat ini Indonesia masih mengalami krisis multidimensi akhlak dan moral. Salah satunya melalui pendidikan, Indonesia telah gagal dalam membentuk manusia yang berkepribadian, beriman, menghargai perbedaan dan berakhlak mulia. Pendidikan juga gagal dalam mengembangkan nilai-nilai dalam diri peserta didik. Era globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan,di era globalisasi ini juga terjadinya kemerosotan moral dan sosial budaya yang cenderung mengarah pada perilaku menyimpang. Hal ini diakibatkan sebagian remaja menyerap budaya asing secara berlebihan dan tidak terkendali contoh penyimpangan yang terjadi dalam dunia pendidikan seperti siswa yang malas,berlaku tidak jujur dan melakukan kecurangan. Selain itu seperti Fenomena menyontek dalam ujian nasional disebabkan karena guru takut siswanya mendapat nilai buruk sehingga melakukan kecurangan.
Tujuan pendidikan adalah menjadikan peserta didik menjadi “manusia yang utuh sempurna”.Tercapainya kesempurnaan ditunjukkan oleh terbentuknya “pribadi yang bermoral” (Driyakara. 1980: 129). Tujuan pendidikan nilai adalah untuk membantu siswa menemukan dan menghargai nilai-nilai.Dalam menghayati nilai-nilai, seseorang harus mampu menangkap nilai-nilai tersebut melalui pengalaman praktis. Pendidikan nilai akan berhasil jika peserta didik mempunyai sikap batin yang benar, antara lain sikap keterbukaan dan kepercayaan, kejujuran, kerendahan hati, tanggung jawab, niat baik, dan ketaatan pada nilai. Nilai-nilai ini tidak bisa dipaksakan dari luar tetapi harus masuk dengan lembut ke dalam hati kita ketika hati kita terbuka dengan bebas.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Shelly Shelly -
Nama: Shelly
NPM: 2253053019
Kelas: 2G



ANALISIS JURNAL

IDENTITAS JURNAL
Nama jurnal : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Undiksha Vol. 9 No.3 (September, 2021)
Tahun terbit : September, 2021
Jilid : 9
Nomer : 3
Judul jurnal : PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH
Penulis Jurnal : Iwan Fajri, Rahmat, Dadang Sundawa, Mohd Zailani Mohd Yusoff
Kata kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Landasan penyelenggaraan pendidikan islami di Aceh. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai konsep dan kontekstual pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan kurikulum di Aceh. Sebagai provinsi yang memiliki otonomi khusus selian bidang agama, budaya dan politik. Aceh juga diberikan khusus dalam bidang pendidikan, sehingga Aceh dalam prosepenyelenggaraan nya selain berpedoman dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pusat juga berpedoman pada qanun yang ada di provinsi Aceh. Dasar qanun tersebut adalah pelaksanaan pendidikan Islam di sekolah di Provinsi Aceh, dapat terlaksana secara ideal. Penyelenggaraan pendidikan Islam berpedoman pada ketentuan Qanun
Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Pasal 1 ayat 21 adalah pendidikan yang didasarkan atau dijiwai dengan ajaran Islam.

Integrasi budaya islami dalam proses pendidikan di Aceh Integrasi budaya Islam dalam Manajemen Sekolah bertujuan untuk membentuk pola perilaku warga sekolah; Guru, tenaga administrasi, dan siswa yang relevan dengan hukum Islam (Maimun et al., 2019; Yusuf, Sanusi, et al., 2020). Ia menambahkan, budaya Islam di sekolah diperlakukan melalui beberapa aspek :
(1) Budaya Disiplin
(2) Budaya berkomunikasi dengan sopan, dan
(3) Menciptakan lingkungan madrasah yang kondusif dan Islami. Budaya Islam yang dikembangkan di sekolah mengacu pada syariat Islam yang berlaku di Aceh dan selanjutnya dibuat dalam bentuk peraturan di sekolah. Strategi membangun budaya Islam di sekolah adalah:
(1) Penerapan Peraturan sekolah
(2), mendandani / menekan seragam madrasah mengikuti kaidah sekolah dan Qanun Syariah Islam
(3) berkomunikasi dengan guru dan teman belajar dengan
menggunakan bahasa yang sopan
(4) menampilkan perilaku yang berkaitan dengan budaya Aceh
dan pendidikan qanun Aceh (Sanusi et al., 2021)

Implementasi pendidikan nilai dan moral di Aceh
Secara umum sekolah-sekolah diKabupaten/Kota di Aceh merasakan bahwa kurikulum islam terlalu tergesa-gesa untuk diterapkan, ini terlihat dari ketidak seriusan pemerintah melalui dinas terkait dalam mempersiapkan segala kebutuhan pengimpelmentasian kurikulum islam tersebut. Di banyak sekolah kurikulum islam hanya dimaknai sekedar wacana tanpa aksi nyata, karena mereka belum memperoleh gambaran secara nyata tentang bagaimana proses pengajaran, pembelajaran dan evaluasi dalam kurikulum islam yang diterapkan dan diinginkan oleh dinas pendidikan. Berdasarkan hasil monev dari Majelis Pendidikan Acemengungkapkan bahwa, terdapat 7 persen sekolah dari total yang diteliti, telah mencoba menerapkan kurikulum Aceh (Kurikulum Islami), dalam hal ini sekolah SMK dan SMA. Namun demikian, dilihat dari substansi, pelaksanaan kurikulum Aceh masih belum substantif, belum memiliki konsep yang pasti dan belum memiliki pola yang tetap, sehingga setiap sekolah menerjemahkan secara berbeda
antara sekolah yang satu dengan sekolah lainnya.


Penyelenggaraan pendidikan Islami di Provinsi Aceh mengacu pada Qanun Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan di seluruh satuan pendidikan berpedoman pada ajaran Islam. Pelaksanaan pendidikan di Sekolah di Aceh secara keseluruhan sudah Islami, dengan indikator sistem pengelolaan madrasah memiliki nilai transparansi, akuntabilitas, pendekatan keteladanan, pengembangan budaya berorientasi islami dan penerapan kurikulum islami sebagaimana diatur dalam qanun. Pendidikan nilai dan moral di satuan pendidikan di Aceh diselenggarakan selain sesuai dengan pendidikan nasional, juga mengacu pada penerapan melalui kurikulum islami yang berpedoman sesuai dengan qanun pendidikan di Aceh. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di Aceh berbasis dan berorientasi kepada budaya islami yang berbasis syariat islam di Aceh.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 2

oleh Shelly Shelly -
Nama: Shelly
NPM: 2253053019
Kelas: 2G


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara peran dan moral sangatlah penting karna menjadi penentu keberhasilan bangsa. Jika kita lihat generasi penerus saat ini mengalaimi minim moral. Moral sangatlah dibutuhkan oleh manusia karena moral menunjukkan bagaimana etika dan akhlak generasi muda saat ini. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang meliputi tingkah laku dan perbuatan manusia. Seorang pribadi yang taat pada aturan-aturan, kaidah-kaidah, dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Jika sebaliknya terjadi, maka pribadi yang dianggap tidak bermoral.

Dalam hal nya pada berita tersebut memberikan sebuah mirisnya kekerasan yang dihadapi seorang peserta didik oleh teman sebayanya. Dalah hal tersebut maka sangat di perlukan ya bimbingan dari orang tua, serta guru dengan memberikan pembelajaran siswa satu persatu memeliki akhlak yang baik. Dengan nilai dan moral yang berkaitan dengan perbuatan baik dan buruk menjadi pedoman kehidupan manusia pada umumnya. Dengan kata lain, nilai moral bertujuan untuk mengatur dan membatasi tindakan. Dalam hal nya untuk generasi penerus bangsa Indonesia harus menanamkan nilai dan moral pantas atau tidak pantas dalam interaksi pada peserta didik satu sama lain dengan saling menghargai.

3G 2023 Pendidikan nilai dan moral -> Forum Analisis Video 1

oleh Shelly Shelly -
Nama: Shelly
NPM: 2253053019
Kelas: 2G


Berdasarkan video diatas yang menjelaskan bahwa Silam foot mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai trolly problem. Eksperimental dari pertanyaan yang baru saja kita mainkan yang telah diadaptasi memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti perang penyiksaan. Drone aborsi dan euthanasia studi ini kemudian menjadi semakin penting saat perkembangan Al (Artificial Intelligence). Machine learning di mana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi.


Teori Trolley Problem adalah sebuah eksperimen pemikiran dalam etika yang digunakan untuk menguji moralitas dan pengambilan keputusan. Dalam situasi ini, seorang individu dihadapkan dengan pilihan sulit: mengalihkan jalur sebuah trem yang menuju lima orang, tetapi dengan mengorbankan satu orang yang berada di jalur yang dialihkan, atau membiarkan trem terus berjalan dan lima orang tersebut akan terbunuh. Terdapat beberapa argumen bahwa kewajiban moral yaitu untuk melindungi nyawa sebanyak mungkin, sehingga mengalihkan trem dapat dianggap sebagai tindakan yang benar. Pendekatan individu terhadap Trolley Problem dapat bervariasi, dan ada berbagai pandangan etika yang berbeda tentang apa yang merupakan tindakan yang benar dalam situasi semacam itu. Tidak ada jawaban yang benar atau salah mutlak dalam Trolley Problem, dan itu sering digunakan untuk memancing diskusi tentang etika dan moralitas.