Kiriman dibuat oleh Shelly Shelly

Nama: Shelly
Npm: 2253053019
Kelas: 2G

Hasil dari menganalisis jurnal

Identitas Jurnal
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial
Judul Jurnal : Urgensi Pendidikan
Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM dan Masyarakat Madani
Nama Penulis : Aulia Rosa Nasution

Isi jurnal
Perubahan Indonesia menaiki demokrasi menimbulkan banyak kecemasan dimana pada saat yang sama masyarakat masih cenderung melakukan penyelesaian konflik melalui cara-cara yang tidak demokratis, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, dan praktik money politics sebagai cermin dari perilaku dan sikap yang bertolak belakang dengan demokrasi yang diperjuangkan oleh kalangarn reformis selama ini.

Pembahasan Jurnal
Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) atau Civics memiliki banyak pengertian dan istilah. Menurut salah satu tokoh Muhammad Numan Soemantri pengertian Civics dapat dirumuskan sebagai Ilmu Kewarganegaraan yang membicaraan hubungan manusia dengan.
Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk membangun karakter (Character Building) bangsa Indonesia yang antara lain: membentuk kecakapan partisipatif warga negara yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Secara etimologis “demokrasi” terdiri dari dua demokrasi langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung.

Kesimpulan
Pendidikan Kewarganegaraan berguna untuk mendidik karakter bangsa
Indonesia demi terbentuknya warga negara Indonesia yang kritis, aktif, demokratis dan beradab.
Nama: Shelly
Npm: 2253053019
Kelas: 2G

Hasil dari menganalisis video

Oleh : Ahmad Nasir Ari Bowo
Judul : Hakekat pentingnya PKN di perguruan tinggi.

Pengertian dari pendidikan kewarganegaraan . yaitu merupakan usaha secara sadar untuk menyiapkan peserta didik agar cinta, setia, berani berkorban dan membela bangsa juga negara. Selain itu pendidikan kewarganegaraan melatih peserta didik berpikir kritis, analisis, memiliki sikap demokratis berdasarkan nilai Pancasila.

Landasan ideal dan landasan hukum pendidikan kewarganegaraan.
1. PANCASILA
2. Pembukaan UUD 1945
3. Batang Tubuh UUD 1945
4. UU Nomor 20 Tahun 1982
5. UU Nomor 20 Tahun 2003
6. SK Dirjen DIKTI Nomor 43 Tahun 2006

Sumber sosiologis.
Masyarakat memerlukan Pendidikan Kewarganegaraan untuk menjaga memelihara dan mempertahankan eksistensi bangsa dan negara.
SUMBER POLITIK
Memuat dokumen kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan sejak 1957-2013.


Dinamika, Esensi, dan Urgensi PKN.
Dalam dinamik, esensi, dan urgensi, PKN perlu mendorong warga negara agar mampu memanfaatkan pengaruh positif dari perkembangan iptek untuk membangun negara-bangsa.

Pancasila PGSD 1G T.A 2022/2023 -> Forum Analisis Soal-2

oleh Shelly Shelly -
Nama: Shelly
Npm: 2253053019

1. Peran Pancasila sebagai paradigma disiplin ilmu yakni terkandung dalam sila ke lima. Dalam kandungan sila tersebut dapat diartikan bahwasanya seluruh kalangan masyarakat Indonesia mempunyai hak dan kewajiban .
Pancasila sebagai paradigma ilmu, melalui sila-silanya yaitu :
1.Ketuhanan YME
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME
yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam
semesta beserta isinya. Ilmu
berparadigma Pancasila bersifat teistik. Hal
demikian jelas berseberangan dengan paradigma Cartesian-Newtonian yang
memandang bahwa Tuhan sudah “pensiun” sejak alam semesta dan manusia
sebagai penghuninya telah tercipta (Sudjito, 2007).
2.Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang
utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan
rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal.
Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal
(rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo
“Cogito ergo sum.

3.Persatuan Indonesia
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan
Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu dengan
faham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma
dan etnosentrisma (Jacob, 2006).

4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat
dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan
penuh rasa tanggungjawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun
secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas
dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan
sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.
Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

5. Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena
perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat
sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus
menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).

2. Harapan saya mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab, berani untuk menanggung efek dari Segala keputusan yang ditimbulkan akibat tindakan yang telah dilaksanakan, mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dan mencontohkannya kepada para masyarakat, selain cerdas dan berinisiatif seorang pemimpin yang diharapkan yaitu bisa memegang amanah dengan sebaik-baiknya tanpa menyalahgunakan jabatan.

Pancasila PGSD 1G T.A 2022/2023 -> Forum Analisis Soal-1

oleh Shelly Shelly -
Nama: Shelly
Npm: 2253053019

1. Perkembangan teknologi membawa dampak positif dan negatif. Salah satunya dampak negatif adalah tersebarnya berita hoaks yang makin merajalela. Hoaks bisa menjadi pemicu munculnya keributan, keresahan, perselisihan bahkan ujaran kebencian. Seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi bahkan bisa juga menyebarkan berita hoaks. Mengantisipasi berita hoaks:
-Jangan Mudah Terprovokasi dengan Judul Berita
-Bersikap Kritis terhadap Apapun yang Didapat
-Utamakan Logika
-Melaporkan Konten yang Mengandung Hoax

2. Pengaruh pengembangan Iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila tentunya akan berdampak negatif bagi bangsa Indonesia . Salah satunya berita hoax di media sosial , baik dalam bentuk foto maupun vidio . Solusi saya mengenai pengembangan Iptek sebaiknya kita dapat memanfaatkan media sosial dengan baik supaya tidak berdampak negatif .

3. Dengan sistem konsumsi yang sedemikian
rupa dapat membuat generasi saat ini merasakan berbagai macam kebutuhan yang
sebenarnya tidak mereka butuhkan. Konsumsi dalam hal ini bersifat aktif dan
kolektif dimana konsumsi dapat juga merupakan suatu paksaan yang tidak
disadari. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, satu hal yang perlu dibenahi
oleh generasi modern adalah dengan merubah dan memperkuat mentalitas generasi mudah , untuk dapat membeli barang sesuai dengan kebutuhan.