Nama: Shelly
Npm: 2253053019
Kelas: 2G
Analisis video:
Negara yang sistem demokrasinya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik. Dari segi penegakan HAM misalnya negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. warga di negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi
Pasca perang dingin banyak sekali negara ingin kebebasan dan kemakmuran seperti halnya negara demokrasi sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun bukan berarti demokrasi adalah sistem pemerintah yang sempurna. para kritikus demokrasi kerap mempertanyakan soal apakah memberi hak pilih kepada warga atas persoalan yang mereka tidak kuasai adalah hal yang tepat? Pertanyaan ini terasa relevan ketika demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin polisi yang anti sains, juga para politikus yang menolak dikritik. Kini, beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis titik pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke-5,44. Itu menjadikan skor yang terburuk sejak tahun 2006.
Ada beberapa alasan yang mengemuka mengapa demokrasi dilanda krisis yaitu:
1 Mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah
2. Politikus penurunan jumlah keanggotaan partai politik
3. Regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.
Npm: 2253053019
Kelas: 2G
Analisis video:
Negara yang sistem demokrasinya baik lebih mampu mempertahankan keamanan dan kemakmuran jangka panjang. Demokrasi juga dipandang sebagai alat paling efektif mewujudkan kesetaraan, mengurangi konflik dan meningkatkan partisipasi publik. Dari segi penegakan HAM misalnya negara yang menganut demokrasi memiliki skor penegakan HAM yang lebih tinggi. warga di negara penganut demokrasi juga cenderung mempunyai angka harapan hidup yang tinggi
Pasca perang dingin banyak sekali negara ingin kebebasan dan kemakmuran seperti halnya negara demokrasi sejak akhir 1980-an negara yang menganut demokrasi meningkat pesat. Sebaliknya semakin banyak rezim autokrasi yang berjatuhan. Namun bukan berarti demokrasi adalah sistem pemerintah yang sempurna. para kritikus demokrasi kerap mempertanyakan soal apakah memberi hak pilih kepada warga atas persoalan yang mereka tidak kuasai adalah hal yang tepat? Pertanyaan ini terasa relevan ketika demokrasi menghasilkan pemimpin-pemimpin polisi yang anti sains, juga para politikus yang menolak dikritik. Kini, beberapa analisis mengatakan demokrasi berada dalam fase krisis titik pada 2019, skor rata-rata indeks demokrasi di 165 negara merosot dari 5,48 ke-5,44. Itu menjadikan skor yang terburuk sejak tahun 2006.
Ada beberapa alasan yang mengemuka mengapa demokrasi dilanda krisis yaitu:
1 Mulai dari rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah
2. Politikus penurunan jumlah keanggotaan partai politik
3. Regulasi pemerintah yang dianggap tidak transparan.