Posts made by Adelina Kusumawati 2213053234

Nama : Adelina Kusumawati
NPM : 2213053234

Identitas jurnal
Nama jurnal: Jurnal Pedagogik
Volume: 05
Nomor: 01
Tahun: 2018
Judul: Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral Menuju Harmoni Sosial
Penulis: Ulil Hidayah

Pembahasan
Tujuan pendidikan masional
Peran pendidikan sebagai agen perubahan adalah merubah orang yang kurang beradab menjadikan orang yang beradab atau merubah orang yang perilakunya tidak baik menjadi baik. Pada era otonomi, kualitas pendidikan akan sangat ditentukan oleh kebijakan pemerintah daerah. Ketika pemerintah daerah memiliki political will yang baik dan kuat terhadap dunia pendidikan, ada peluang yang cukup luas bahwa pendidikan di daerah bersangkutan akan maju (Baharun, 2012).

Tantangan materi pelajaran di sekolah
Secara teoritis PAI adalah proses pendidikan yang dilakukan pendidik untuk membekali anak didik dengan pengetahuan, pemahaman, penghayatan pengamalan ajaran agama Islam (Muchlis Sholichin, 2007). Sedangkan PKn adalah pendidikan politik yang bertujuan untuk membantu peserta didik untuk menjadi warga Negara yang secara politik dewasa dan ikut serta membangun sistem politik demokratis (Subhan Sofhiyan). Kandungan moral dari kedua mata pelajaran di atas telah mencakup norma-norma hidup manusia yang berbudi pekerti, menghayati dan memahami agama dan Negara yang melindunginya serta memuat materi toleransi dalam bentuk mampu menghargai perbedaan di tengah-tengah lingkungan masyarakatnya.
Pendidikan moral ada pada materi ajar PAI misalnya berisi materi pokok meneladani sifat Rosulullah, hidup hemat dan sederhana, menghindari judi dan pertengkaran. Sedangkan materi pada PKn diantaranya adalah pendidikan politik atau mengenai ketatanegaraan yang berlandaskan Pancasila guna merajut manusia dalam masyarakat yang bersatu dalam kebhinnekaan (Ahmad, 2017).

Persiapan, Pelaksanaan dan Evaluasi PAI dan PKn di Sekolah
Pada tahap persiapan yang telah tersusun dalam perangkat pembelajaran SKL (Standard Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu melalui Permendikbud No. 54 Tahun 2013, kemudian menjadi turunan standar isi, kompetensi inti dan materi
Sedangkan pada tahap pelaksanaan pembelajaran, pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan.
Pada tahap evaluasi penilaian dilakukan dengan memberikan skor pada kegiatan diskusi, pengayaan (pendalaman materi), refleksi akhlak mulia, ulangan dalam bentuk soal uraian dan pilihan ganda serta mencatat sikapsikap karakter selama proses pembelajaran. Namun, perlu juga menekankan bahwa penilaian juga berdasarkan sikap dan keterampilan sehari-hari selama dalam masa pengamatan guru.

Rekonstruksi Evaluasi Pendidikan Moral
Fokus pada tahapan evaluasi pembelajaran ini khususnya pada mata pelajaran PAI dan PKn perlu direkonstruksi guna memberi implikasi jangka panjang dan permanen pada peserta didik melalui: a) Rekonstruksi pertama harus dimulai dari kemampuan pendidik dalam membawa materi ajar pendidikan moral kepada peserta didik harus kompeten di bidangnya dan bisa mengintegrasikan dengan kasus-kasus yang banyak terjadi di lingkungan kehidupan, b) Sesekali peserta didik di hadapkan dengan permasalahan yang marak terjadi untuk menemukan penyebab dan solusinya. Isu-isu yang diberikan harus sesuai dengan daya kemampuan peserta didik. Kemudian pendidik sebagai fasilitator mengoreksi hasil kerja peserta didik dan memberikan ulasan dengan membawa sudut pandang kebersatuan kebhinnekaan, c) Pendidik tidak terpaku pada instrument penilaian formalitas tapi lebih luas cakupannya, d) Pendidik menyisipkan pembelajaran multicultural melalui kurikulum laten secara sporadic, e) Evaluasi tulis berupa ulangan harian bukan penilaian utama atas keberhasilan belajar peserta didik. Penilaian lebih ditekankan pada ranah afektif yang berimplikasi pada penilaian psikomotorik peserta didik.

Output Pendidikan yang Didambakan Menuju Masyarakat Ideal
Esesensi pendidikan moral bukan mengajarkan tentang akademik maupun non akademik lebih dari itu adalah usaha sadar untuk menyiapkan manusia seutuhnya menjadi manusia yang berwatak luhur dalam segenap peranannya di masa sekarang dan akan datang. Upaya pemberian pendidikan moral menurut Teuku Ramli dapat dilakukan dengan lima pendekatan, yaitu: Penanaman nilai (inculcation approach), perkembangan moral kognitif (cognitive moral development approach), analisis nilai (values clarification approach), pembelajaran berbuat (action learning approach) (Teuku Ramli Zakaria, 2011)
Nama : Adelina Kusumawati
NPM : 2213053234

Analisis Video 2
Instrumen penilaian pengembangan nilai agama dan moral

Instrumen penilaian
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dengan berbagai cara dan beragam alat penilaian belajar peserta didik.

Manfaat penilaian
Bagi anak
• untuk memelihara pertumbuhan anak agar lebih sehat dan konsisten
• perkembangan anak menjadi lebih optimal
• anak mendapatkan stimulai yang sesuai dengan minat
bagi orang tua
• memperoleh informasi tentang pertumbuhan, perkembangan, dan minat anak
• memudahkan orang tua memberikan stimulasi yang sesuai
• membuat keputusan bersama antara orang tua dengan paud, dan memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak
bagi guru
• untuk mengetahui sikap, kemampuan, dan keterampilan anak
• mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan pada anak
• mengetahui kesesuaian stimulasi dengan kebutuhan perkembangannya.
• Memberikan dukungan yang tepat pada setiap anak
• Memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk pembuatan rencana pembelajaran

Prinsip-prinsip penilaian
• Mendidik
• Berkesinambungan
• Objektif
• Akuntabel
• Transparan
• Sistematis
• Menyeluruh
• Bermakna

Teknik dan lingkup penilaian
Teknik penilaian mencakup tingkat pencapaian perkembangan anak dan instrumen yang dapat dijadikan pedoman penilaian proses, catatan anekdot, rubrik dan/atau instrumen penilaian hasil kemampuan anak.

Mekanisme penilaian
• Menyususn teknik, intrumen penilaian serta menetapkan indikator capaian perkembangan anak
• Melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, dan instrumen penilaian.
• Mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar anak secara akuntabel dan transparan
• Melaporkan capaian perkembangan anak pada orang tua.

Teknik penilaian terbagi menjadi 4 yaitu
• BB: Belum Berkembang
• MB: Mulai Berkembang
• BSH: Berkembang Sesuai Harapan
• BSB: Berkembang Sangat Baik

Bentuk penilaian
• Penilaian harian
• Penilaian mingguan
• Penilaian bulanan
• Penilaian semester
• Portofolio anak
• Dokumen lain yang diperlukan
Nama : Adelina Kusumawati
NPM : 2213053234

Analisis Video 1
Etika
Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat
Contoh:
• mengucap salam ketika bertamu atau memasuki rumah
• izin dan mencium tangna kedua orang tua ketika ingin pergi
• membuang sampah pada tempatnya
etika dan moral memiliki arti yang hampir sama atau berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkahlaku manusia yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat

nilai
nilai adalah sesuatu yang memberi makna hidu yang dijunjung tinggi yang mewarnai dan menjiwai tindakan atau perilaku seseorang. Nilai juga dapat disebut penghargaan, penghormatan, atau kualitas terhadap sesuatu, yang dapat bermanfaat, menyenangkan, memuaskan, menarik, atau sebagai sistem keyakinan.
Sifat dan jenis nilai
• Bersifat relatif, artinya nilai bergantung oleh tempat dan waktu
• Bersifat subjektif, nilai berbeda-beda bagi setiap orang

Moral
Moraladalah hal yang dapat mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai kewajiban atau keharusan. Moral adalah sarana untuk mengukur benra atau tidaknya sikap dsan tindakan manusia. Moral adalah kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan terhadap prinsip-prinsip dan aturan-aturan.

Manfaat mempelajari etika dan moral adalah
• Kita dapat menjunjung tinggi dan menghargai nilai-nilaikemanusiaan
• Kita lebih toleran, etis, atau santun. Dan aktif dalam bersikap dan bertindak
• Kita lebih bertanggung jawab terhadap bidang ilmu
• Kita dapat meningkatkan profesionalitas